25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

GIBAH

Oka Rusmini by Oka Rusmini
October 14, 2019
in Esai
RIPUH

Edisi 14/10/19

KOPLAK terdiam sebentar sambil memandang hamparan rumput di depan rumahnya. Bagi Koplak beristirahat di rumah layaknya merasakan sorga yang sesungguhnya. Bisa leyeh-leyeh, bisa tidak mandi. Bahkan untuk sarapan pagi, Koplak bisa berjalan santai menuju warung nasi be guling. Atau jika ingin agak bergerak lebih jauh bisa juga duduk lesehan di warung sate kambing di pintu masuk desa Sawut, milik haji Kodir, satenya empuk, gulainya dahsyat pokoknya, sate haji Kodir adalah sate terbaik yang ada di lingkungan desa Koplak.

Haji Kodir juga orangnya sangat pengertian, jika ada upacara di desa, tidak segan-segan menyumpang gulai khusus untuk setiap ada upacara di pura Desa, Koplak dan warga biasanya agak segan juga. Akhirnya keputusan desa memutuskan desa membeli satu ekor kambing, haji Kodir yang memasak, tadinya haji Kodir menolak, merasa apa yang dia berikan untuk desanya adalah bagian dari tugasnya sebagai warga. Sebagai kepala desa Koplaklah yang menjelaskan pada haji Kodir bahwa gotong-royong itu berarti yang satu dengan yang lain memiliki kesimbangan, tidak ada yang lebih banyak, tidak ada yang lebih sedikit.

Akhirnya Haji Kodir pun menerima hasil keputusan bersama warga desa Sawut. Makanya setiap ada odalan di pura Desa menunya selalu beragam ada gulai kambing, ada juga lawar babi. Begitulah kehidupan dibina di desa Sawut. Semua merasa bersaudara, semua merasa memiliki desa. Jika merasa memiliki otomatis seluruh warga juga memiliki kewajiban untuk merawat kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai. Makanya Koplak heran dengan kehidupan Kemitir di kota.

“Hari raya kamu tidak mengantar makanan ke tetangga?” tanya Koplak ketika berada di rumah Kemitir.

“Di kota besar seperti ini tidak ada acara seperti itu.” Jawab Kemitir santai.

“Kok bisa?”

“Ya, bisa, Bape. Ini kan bukan di desa?”

“Aneh hidup orang di kota, ya?”

“Aneh bagaimana? Nanti kalau kita mengantar makanan ke tetangga dikira kita sok kaya. Atau kalau makanan yang kita hantarkan menimbulkan penyakit bagaimana?”

“Penyakit? Kok bisa?” tanya Koplak tak habis pikir.

“Kalau tetangga itu mati habis makan makanan kita, bagaimana?” tanya Kemitir serius. Koplak terdiam.

“Belum lagi ada orang yang berbeda agama? Bisa salah kita.” Jawab Kemitir lagi, Koplak terdiam. Bingung dengan jawaban yang diberikan anak semata wayangnya. Koplak heran dan linglung dengan segala kehidupan Kemitir. Bagi Koplak cara-cara Kemitir hidup seperti bumi dan langit bagi Koplak.

Aneh, aneh orang kota itu! Koplak bergumam dalam hati. Kenapa mereka bisa berpikiran jotan, hantaran beragam hidangan atau makanan bisa membuat orang yang menerima mati? Apa Kemitir tidak berlebihan? Bukankah jot-jotan yang diberikan tetangga biasanya yang dimakan juga oleh sebuah keluarga. Kenapa bisa mati?

Kata Kemitir juga jika berbeda agama urusan jot-jotan juga bisa menimbulkan masalah. Kata Kemitir ada beberapa golongan di kota tidak mau makan yang dimasak oleh orang yang berbeda agama? Sejak kapan makanan memiliki agama? Koplak mengernyitkan alisnya. Mau bertanya lebih jauh lagi tidak enak hati. Sesungguhnya Koplak ingin bertanya pada Kemitir, bisakah Kemitr menunjukkan orang yang mau makan jika yang memasak makanan juga memiliki agama yang sama.

Terbayang raut wajah Haji Kodir, lelaki yang konon berasal dari Madura itu, lelaki yang memiliki gaya berpakaian bagi Koplak lucu dengan celana hitam di atas mata kaki. Lelaki yang begitu sopan dan ringan tangan. Lelaki yang memiliki agama berbeda dengan agama sebagian warga di desa Sawut itu tidak memiliki tingkah aneh-aneh, padahal ketika tinggal di desa dia dia juga tidak memiliki aturan-aturan seperti yang Kemitir ceritakan.

Haji Kodir memang menikah dengan perempuan Bali, perempuan Bali itu juga tidak terlihat paling mengerti Tuhan, tidak juga merasa agamanya paling benar. Bahkan istri Haji Kodir sering ikut acara perempuan-perempuan menyiapkan sesaji di balai banjar, bahkan mengenakan kebaya lengkap, dengan kerudung. Istri haji Kodir terlihat cantik dan bersahaya bergaul melebur menjadi satu dengan warga di desa Sawut.

Haji Kodir juga dengan ringan tangan ikut menyembelih kambing, untuk upacara di pura Desa. Warga juga mengerti bahwa Haji Kodir tentu tidak makan babi, warga pun menghormati lelaki setengah baya itu. Lelaki yang bersahaja. Walau pun tidak memiliki anak, kadang-kadang haji Kodir sering memberi sedekah kepada anak-anak desa berupa satu lusin buku dan alat tulis jika bulan Ramafhan tiba. Tidak ada yang aneh-aneh, haji Kodir juga menerima jot-jotan dari warga berupa buah-buahan sehabis upacara di pura. Hidup terasa guyup dan menyenangkan di desa Sawut, tak ada yang merasa lebih jemawa dari yang lain. Semua sama.

Koplak terdiam lama termangu sambil menatap hamparan rumput. Kemana arah mata angin jadwal makan hari ini? Babi Guling? Atau Sate Kambing aduhai haji Kodir? Mumpung Kemitir tidak ada di rumah, kalau Kemitir ada. Perempuan cantik itu akan berteriak.

“Awas kolesterol, Bape! Tidak baik bagi janjung Bape!” Koplak tersenyum, mencuci muka tanpa sikat gigi, mengambil sarung dan kemeja. Siap-siap membuka pintu depan. Kemitir sudah berada di pintu pagar. Koplak terdiam. Patah hatinya, lapar perutnya. Kemitir. Kemitir. Datanglah besok saja kenapa harus hari ini. Koplak berkata dalam hati. Duduk dengan lemas di beranda. Sambil menarik nafas membayangkan menyantap sate dan gulai kambing. [T]

Tags: desakuliner
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

Kebencian, Joker dan Indonesia

Next Post

Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? – Catatan Harian Sugi Lanus

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? – Catatan Harian Sugi Lanus

Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? - Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co