12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

EKSPOR

Oka Rusmini by Oka Rusmini
September 23, 2019
in Esai
RIPUH

KOPLAK merasa belakangan ini sering sesak nafas, gara-garanya dia sempat menginap satu malam di rumah Kemitir di Denpasar. Rumah anak semata wayangnya itu berkembang pesat dan bagus dengan tanah luas, rimbun dipenuhi beragam tanaman yang Koplak sendiri tidak tahu.

Sepanjang pintu masuk ke rumah Kemitir dipenuhi dengan hutan-hutan pohon kamboja beragam bentuk, beragam warna. Dari mana Kemitir meliliki selera menata taman sehingga seindah ini, sebagus ini, terasa seperti di kebun Raya Bedugul. Tidak ada satu pun yang tidak berbunga. Semua berbunga sangat lebat, bahkan patahan-patahan bunga itu jatuh di atas rumput seperti rangkaian karpet bunga yang indah.

Ah, andaikata, Langir masih hidup — perempuan itu adalah perempuan yang belum lengkap dikenang Koplak. Langir ada pada saat mengandung Kemitir, memilih mati demi kehidupan Kemitir. Jika Langir masih hidup perempuan yang dihormati Koplak itu pasti akan bangga dengan Kemitir, bisnisnya maju. Bahkan Kemitirlah yang mengelola seluruh hasil kebun petani di desa Sawut, desa kecil yang tentu tidak bisa diintip oleh google map yang biasa digunakan Kemitir di mobil dan bisa bicara sendiri.

Koplak tertawa sendiri ketika Kemitir tidak ada berbicara tetapi telepon genggamnya terus bicara.

“Kau tidak sopan, Kemitir. Aku mengajarkanmu untuk hormat pada orang-orang yang mengajakmu bicara. Dari tadi teleponmu bersuara. Kasihan perempuan yang ada diteleponmu, jawablah siapa tahu dia sangat membutuhkanmu,” Koplak berkata pada Kemitir dengan nada suara tinggi. Kemitir tersenyum, dan melirik dengan bola mata menggoda ke arah Koplak.

“Kemitir!”

Bape, Bape ini google map, arah jalan. Dia akan menunjukkan ke mana kita menuju. Dia memang bicara sendiri tidak memerlukan jawaban dari kita. Juga tidak memerlukan apa pun, sudah di atur mesin. Ini jaman digital, Bape. Semua hal bisa kita lakukan hanya dengan telepon. Bape mau telepon seperti ini? Biar jika Bape bepergian tidak tersesat.” Kemitir menjelaskan dengan hati-hati dan runut. Koplak tediam, mengangguk pun tidak, karena jujur saja Koplak tidak paham dengan beragam penjelasan yang dilakukan Kemitir.

Orang-orang modern saat ini bicara dengan mesin? Koplak berkata dalam hati, bingung dan linglung. Aneh juga gaya hidup jaman sekarang, bicara kok pakai mesin. Lagi pula mesinnya kok mau disuruh ini-itu sama anak-anak muda model Kemitir. Koplak menelan ludah otaknya berpikir keras seperti gasing yang berpusing-pusing di tanah. Tetap tidak memiliki jawaban, mau bertanya juga percuma, karena semakin dijelasnya secara detail oleh Kemitir, semakin penuh benang kekusutan menimbun sulur-sulur otaknya.

Rumah Kemitir begitu asri bangga juga Koplak dengan kerja kerasnya, padahal Kemitir hanya membuka warung kopi dengan menu-menu khas kampung di desa Sawut, Kemitir cepat sekali berkembang, usahanya maju keras. Tanah di samping kiri dibeli, samping kanan juga dibeli, belakang depan juga disapu habis.

Warung kopi Kemitir juga makin besar dan lapang. Dulu hanya motor yang parkir kali ini mobil-mobil besar full. Koplak menarik nafas sambil berkeliling di rumah Kemitir yang serba terbuka. Tembok tinggi sekali mengelilingi rumah itu, beda sekali gaya hidup di kota dengan di desa, jika di desa pagar dibuat dari tanaman hidup. Tingginya juga sebatas pinggang, jadi kalau ada orang lewat bisa dilihat dengan jelas. Rumah orang kota seperti penjara tetangga kiri-kanan, depan-samping tidak bisa diintip. Koplak menarik nafas, tiba-tiba Kemitir menawarkan penutup hidung.

“Apa ini?”

“Tetangga belakang rumah biasanya membakar sampah jika sore hari, dia malas membayar sampah, juga malas menimbun sampah basah dipekarangannya. Benar-benar menjengkelkan asap sampah itu menganggu sekali, Bape wajah Kemitir berubah mengeras. Rona kemarahan memahat seluruh bentuk wajahnya, melukai wajah cantiknya.

Ah, jika bersungut-sungut seperti itu Kemitir seperti si Buruk Muka. Koplak berkata dalam hati. “Orang-orang seperti ini yang memiliki jiwa mencari untung saja, tidak mau buntung. Makanya kesadaran itu harus dibangun dari rumah. Coba Bape lihat itu di TV bangsa kita kok tidak malu ekspor asap. Harusnya ekspor barang kan lebih gaya ya,” Kemitir kembali bersungut-sungut sabil memperlihatkan selebaran yang berbunyi:

Kebakaran hutan yang melanda Kalimantan dan Sumatra mengakibatkan bencana kabut asap di wilayah itu. Akibatnya, banyak sekolah ditutup dan sejumlah bandara menunda penerbangan.The Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Aqua milik NASA memotret Kalimantan dari luar angkasa pada 15 September 2019.Tampak kabut asap pekat melayang di atas Pulau Kalimantan sehingga kualitas udara dinyatakan sangat berbahaya.Disebutkan dalam situs NASA, satelit telah mendeteksi bukti kebakaran di wilayah ini sepanjang Agustus, tetapi jumlah dan intensitasnya meningkat pada minggu pertama September.

Koplak membelalakkan matanya sambil memandang asap yang mulai masuk ke taman-taman Kemitir. Alis mata Koplak meninggi.

Ekspor asap? [T]

Tags: desaeksporhutanKalimantan
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Apa dan Siapa Intelektual Muda Hindu yang Dimaksud Ngurah Suryawan?

Next Post

Tetap Sehat dengan Kondom

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Tetap Sehat dengan Kondom

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co