22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

EKSPOR

Oka Rusmini by Oka Rusmini
September 23, 2019
in Esai
RIPUH

KOPLAK merasa belakangan ini sering sesak nafas, gara-garanya dia sempat menginap satu malam di rumah Kemitir di Denpasar. Rumah anak semata wayangnya itu berkembang pesat dan bagus dengan tanah luas, rimbun dipenuhi beragam tanaman yang Koplak sendiri tidak tahu.

Sepanjang pintu masuk ke rumah Kemitir dipenuhi dengan hutan-hutan pohon kamboja beragam bentuk, beragam warna. Dari mana Kemitir meliliki selera menata taman sehingga seindah ini, sebagus ini, terasa seperti di kebun Raya Bedugul. Tidak ada satu pun yang tidak berbunga. Semua berbunga sangat lebat, bahkan patahan-patahan bunga itu jatuh di atas rumput seperti rangkaian karpet bunga yang indah.

Ah, andaikata, Langir masih hidup — perempuan itu adalah perempuan yang belum lengkap dikenang Koplak. Langir ada pada saat mengandung Kemitir, memilih mati demi kehidupan Kemitir. Jika Langir masih hidup perempuan yang dihormati Koplak itu pasti akan bangga dengan Kemitir, bisnisnya maju. Bahkan Kemitirlah yang mengelola seluruh hasil kebun petani di desa Sawut, desa kecil yang tentu tidak bisa diintip oleh google map yang biasa digunakan Kemitir di mobil dan bisa bicara sendiri.

Koplak tertawa sendiri ketika Kemitir tidak ada berbicara tetapi telepon genggamnya terus bicara.

“Kau tidak sopan, Kemitir. Aku mengajarkanmu untuk hormat pada orang-orang yang mengajakmu bicara. Dari tadi teleponmu bersuara. Kasihan perempuan yang ada diteleponmu, jawablah siapa tahu dia sangat membutuhkanmu,” Koplak berkata pada Kemitir dengan nada suara tinggi. Kemitir tersenyum, dan melirik dengan bola mata menggoda ke arah Koplak.

“Kemitir!”

Bape, Bape ini google map, arah jalan. Dia akan menunjukkan ke mana kita menuju. Dia memang bicara sendiri tidak memerlukan jawaban dari kita. Juga tidak memerlukan apa pun, sudah di atur mesin. Ini jaman digital, Bape. Semua hal bisa kita lakukan hanya dengan telepon. Bape mau telepon seperti ini? Biar jika Bape bepergian tidak tersesat.” Kemitir menjelaskan dengan hati-hati dan runut. Koplak tediam, mengangguk pun tidak, karena jujur saja Koplak tidak paham dengan beragam penjelasan yang dilakukan Kemitir.

Orang-orang modern saat ini bicara dengan mesin? Koplak berkata dalam hati, bingung dan linglung. Aneh juga gaya hidup jaman sekarang, bicara kok pakai mesin. Lagi pula mesinnya kok mau disuruh ini-itu sama anak-anak muda model Kemitir. Koplak menelan ludah otaknya berpikir keras seperti gasing yang berpusing-pusing di tanah. Tetap tidak memiliki jawaban, mau bertanya juga percuma, karena semakin dijelasnya secara detail oleh Kemitir, semakin penuh benang kekusutan menimbun sulur-sulur otaknya.

Rumah Kemitir begitu asri bangga juga Koplak dengan kerja kerasnya, padahal Kemitir hanya membuka warung kopi dengan menu-menu khas kampung di desa Sawut, Kemitir cepat sekali berkembang, usahanya maju keras. Tanah di samping kiri dibeli, samping kanan juga dibeli, belakang depan juga disapu habis.

Warung kopi Kemitir juga makin besar dan lapang. Dulu hanya motor yang parkir kali ini mobil-mobil besar full. Koplak menarik nafas sambil berkeliling di rumah Kemitir yang serba terbuka. Tembok tinggi sekali mengelilingi rumah itu, beda sekali gaya hidup di kota dengan di desa, jika di desa pagar dibuat dari tanaman hidup. Tingginya juga sebatas pinggang, jadi kalau ada orang lewat bisa dilihat dengan jelas. Rumah orang kota seperti penjara tetangga kiri-kanan, depan-samping tidak bisa diintip. Koplak menarik nafas, tiba-tiba Kemitir menawarkan penutup hidung.

“Apa ini?”

“Tetangga belakang rumah biasanya membakar sampah jika sore hari, dia malas membayar sampah, juga malas menimbun sampah basah dipekarangannya. Benar-benar menjengkelkan asap sampah itu menganggu sekali, Bape wajah Kemitir berubah mengeras. Rona kemarahan memahat seluruh bentuk wajahnya, melukai wajah cantiknya.

Ah, jika bersungut-sungut seperti itu Kemitir seperti si Buruk Muka. Koplak berkata dalam hati. “Orang-orang seperti ini yang memiliki jiwa mencari untung saja, tidak mau buntung. Makanya kesadaran itu harus dibangun dari rumah. Coba Bape lihat itu di TV bangsa kita kok tidak malu ekspor asap. Harusnya ekspor barang kan lebih gaya ya,” Kemitir kembali bersungut-sungut sabil memperlihatkan selebaran yang berbunyi:

Kebakaran hutan yang melanda Kalimantan dan Sumatra mengakibatkan bencana kabut asap di wilayah itu. Akibatnya, banyak sekolah ditutup dan sejumlah bandara menunda penerbangan.The Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Aqua milik NASA memotret Kalimantan dari luar angkasa pada 15 September 2019.Tampak kabut asap pekat melayang di atas Pulau Kalimantan sehingga kualitas udara dinyatakan sangat berbahaya.Disebutkan dalam situs NASA, satelit telah mendeteksi bukti kebakaran di wilayah ini sepanjang Agustus, tetapi jumlah dan intensitasnya meningkat pada minggu pertama September.

Koplak membelalakkan matanya sambil memandang asap yang mulai masuk ke taman-taman Kemitir. Alis mata Koplak meninggi.

Ekspor asap? [T]

Tags: desaeksporhutanKalimantan
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Apa dan Siapa Intelektual Muda Hindu yang Dimaksud Ngurah Suryawan?

Next Post

Tetap Sehat dengan Kondom

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Tetap Sehat dengan Kondom

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co