2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

EKSPOR

Oka Rusmini by Oka Rusmini
September 23, 2019
in Esai
RIPUH

KOPLAK merasa belakangan ini sering sesak nafas, gara-garanya dia sempat menginap satu malam di rumah Kemitir di Denpasar. Rumah anak semata wayangnya itu berkembang pesat dan bagus dengan tanah luas, rimbun dipenuhi beragam tanaman yang Koplak sendiri tidak tahu.

Sepanjang pintu masuk ke rumah Kemitir dipenuhi dengan hutan-hutan pohon kamboja beragam bentuk, beragam warna. Dari mana Kemitir meliliki selera menata taman sehingga seindah ini, sebagus ini, terasa seperti di kebun Raya Bedugul. Tidak ada satu pun yang tidak berbunga. Semua berbunga sangat lebat, bahkan patahan-patahan bunga itu jatuh di atas rumput seperti rangkaian karpet bunga yang indah.

Ah, andaikata, Langir masih hidup — perempuan itu adalah perempuan yang belum lengkap dikenang Koplak. Langir ada pada saat mengandung Kemitir, memilih mati demi kehidupan Kemitir. Jika Langir masih hidup perempuan yang dihormati Koplak itu pasti akan bangga dengan Kemitir, bisnisnya maju. Bahkan Kemitirlah yang mengelola seluruh hasil kebun petani di desa Sawut, desa kecil yang tentu tidak bisa diintip oleh google map yang biasa digunakan Kemitir di mobil dan bisa bicara sendiri.

Koplak tertawa sendiri ketika Kemitir tidak ada berbicara tetapi telepon genggamnya terus bicara.

“Kau tidak sopan, Kemitir. Aku mengajarkanmu untuk hormat pada orang-orang yang mengajakmu bicara. Dari tadi teleponmu bersuara. Kasihan perempuan yang ada diteleponmu, jawablah siapa tahu dia sangat membutuhkanmu,” Koplak berkata pada Kemitir dengan nada suara tinggi. Kemitir tersenyum, dan melirik dengan bola mata menggoda ke arah Koplak.

“Kemitir!”

Bape, Bape ini google map, arah jalan. Dia akan menunjukkan ke mana kita menuju. Dia memang bicara sendiri tidak memerlukan jawaban dari kita. Juga tidak memerlukan apa pun, sudah di atur mesin. Ini jaman digital, Bape. Semua hal bisa kita lakukan hanya dengan telepon. Bape mau telepon seperti ini? Biar jika Bape bepergian tidak tersesat.” Kemitir menjelaskan dengan hati-hati dan runut. Koplak tediam, mengangguk pun tidak, karena jujur saja Koplak tidak paham dengan beragam penjelasan yang dilakukan Kemitir.

Orang-orang modern saat ini bicara dengan mesin? Koplak berkata dalam hati, bingung dan linglung. Aneh juga gaya hidup jaman sekarang, bicara kok pakai mesin. Lagi pula mesinnya kok mau disuruh ini-itu sama anak-anak muda model Kemitir. Koplak menelan ludah otaknya berpikir keras seperti gasing yang berpusing-pusing di tanah. Tetap tidak memiliki jawaban, mau bertanya juga percuma, karena semakin dijelasnya secara detail oleh Kemitir, semakin penuh benang kekusutan menimbun sulur-sulur otaknya.

Rumah Kemitir begitu asri bangga juga Koplak dengan kerja kerasnya, padahal Kemitir hanya membuka warung kopi dengan menu-menu khas kampung di desa Sawut, Kemitir cepat sekali berkembang, usahanya maju keras. Tanah di samping kiri dibeli, samping kanan juga dibeli, belakang depan juga disapu habis.

Warung kopi Kemitir juga makin besar dan lapang. Dulu hanya motor yang parkir kali ini mobil-mobil besar full. Koplak menarik nafas sambil berkeliling di rumah Kemitir yang serba terbuka. Tembok tinggi sekali mengelilingi rumah itu, beda sekali gaya hidup di kota dengan di desa, jika di desa pagar dibuat dari tanaman hidup. Tingginya juga sebatas pinggang, jadi kalau ada orang lewat bisa dilihat dengan jelas. Rumah orang kota seperti penjara tetangga kiri-kanan, depan-samping tidak bisa diintip. Koplak menarik nafas, tiba-tiba Kemitir menawarkan penutup hidung.

“Apa ini?”

“Tetangga belakang rumah biasanya membakar sampah jika sore hari, dia malas membayar sampah, juga malas menimbun sampah basah dipekarangannya. Benar-benar menjengkelkan asap sampah itu menganggu sekali, Bape wajah Kemitir berubah mengeras. Rona kemarahan memahat seluruh bentuk wajahnya, melukai wajah cantiknya.

Ah, jika bersungut-sungut seperti itu Kemitir seperti si Buruk Muka. Koplak berkata dalam hati. “Orang-orang seperti ini yang memiliki jiwa mencari untung saja, tidak mau buntung. Makanya kesadaran itu harus dibangun dari rumah. Coba Bape lihat itu di TV bangsa kita kok tidak malu ekspor asap. Harusnya ekspor barang kan lebih gaya ya,” Kemitir kembali bersungut-sungut sabil memperlihatkan selebaran yang berbunyi:

Kebakaran hutan yang melanda Kalimantan dan Sumatra mengakibatkan bencana kabut asap di wilayah itu. Akibatnya, banyak sekolah ditutup dan sejumlah bandara menunda penerbangan.The Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Aqua milik NASA memotret Kalimantan dari luar angkasa pada 15 September 2019.Tampak kabut asap pekat melayang di atas Pulau Kalimantan sehingga kualitas udara dinyatakan sangat berbahaya.Disebutkan dalam situs NASA, satelit telah mendeteksi bukti kebakaran di wilayah ini sepanjang Agustus, tetapi jumlah dan intensitasnya meningkat pada minggu pertama September.

Koplak membelalakkan matanya sambil memandang asap yang mulai masuk ke taman-taman Kemitir. Alis mata Koplak meninggi.

Ekspor asap? [T]

Tags: desaeksporhutanKalimantan
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Apa dan Siapa Intelektual Muda Hindu yang Dimaksud Ngurah Suryawan?

Next Post

Tetap Sehat dengan Kondom

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Tetap Sehat dengan Kondom

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co