24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Petaka Fussy Diri, “Lali Ring Awak” – Mengenang Karya I Gusti Ngurah Made Agung

I Nengah Juliawan by I Nengah Juliawan
September 20, 2019
in Esai
Petaka Fussy Diri, “Lali Ring Awak” – Mengenang Karya I Gusti Ngurah Made Agung

Cokorda Mantuk Ring Rana

Cokorda Mantuk Ring Rana: “Mati Tan Tumut Pejah”

20 September 1906, tepat 103 tahun yang lalu kita telah kehilangan sosok pemimpin (Raja) bahkan sastrawan hebat di masanya, dimana setiap karyanya memiliki arti dan makna yang mendalam, tentunya menuntun para pembaca melihat jauh kedalam diri, akan arti kehidupan, kepemimpinan, budaya, sosial dan etika.

Beliau adalah I Gusti Ngurah Made Agung atau dikenal dengan nama Cokorda Denpasar dan Cokorda Mantuk Ring Rana

Salah satu karya terbesar beliau terkait tentang kehancuran zaman dengan menyusun dan menceritakan kembali cerita-cerita yang mengandung uraian tentang ciri-ciri kehancuran zaman atau bangsa itu sendiri. Karya tersebut tertulis indah nan megah dalam balutan bentuk geguritan yang berjudul Purwa Sanghara.

Melirik pada zaman ini, menurut pandangan sisi Agama Hindu, umat manusia telah memasuki fase zaman Kali Yuga dimana jika dipersentasekan tingkat kebenaran berbanding keburukan yakni 30% (Dharma) 70% (Adharma),yang mana nilai-nilai kebenaran telah terdegradasi, wiweka tak lagi ada fungsi dengan maraknya manusia-manusia pembawa wabah benih-benih kebencian yang mengatasnamakan agama serta menistakan peradaban rohani kepercayaan lain dengan mencela serta menghina penganut agama minoritas beserta orang-orang sucinya. 

Hal itu dilakukan hanya sebatas ingin ada pengakuan bentuk dari eksistensi diri yang saat ini dikenal dengan istilah Fussy, dimana kondisi seseorang yang ingin meminta perhatian besar padahal mereka hanya melakukan hal sepele, bahkan cenderung menjatuhkan keberadaan seseorang , teriak-teriak butuh pengakuan bahwa dialah adalah yang pantas, mahabenar serta segala bentuk egoisitas lainya yang menunjukkan individualitas.

 Zaman kehancuran atau yang disebut Kali Sanghara dalam geguritan Purwa Sanghara menyatakan sebagai ciri-ciri kehancuran zaman yang telah terpampang jelas, bukan karena pihak luar ataupun sekitar, namun kehancuran itu datang dari sumber yang sangat dekat tiada lain adalah manusia itu sendiri, dari dalam dirinya sendiri. Segala bentuk ativitas yang dipenuhi tipu muslihat dengan pikiran-pikiran kotor, namun berpakaian layaknya orang suci, berbicara tentang agama dengan pemaknaannya sendiri, tanpa merujuk tutur-tutur dharma, seolah-olah manyangsikan kebenaran itu sendiri.

Sebagai contoh yang merebak dimasyarakat saat ini, tentang fussy perubahan status dalam penamaan yang menjadi sebuah prestige dalam kebanggan diri, yakni terkait penamaan “Jro”, dapat dikatakan pikirannya sudah pecah dan bingung tentang bagaimana makna sesungguhnya jika menyandang nama “jro” tersebut.

Jika ditelaah dengan saksama kata “jro” secara harfiah kata berasal dari jero > jeroan yang berarti di dalam, yang dalam tatanan suci umat Hindu yakni utamaning mandala, jadi orang-orang yang memang benar-benar pantas dan berprilaku dharma serta telah menyucikan dirinya dalam proses inisiasi atau Pawintenan, tapi untuk saat ini kebutuhan akan pengakuan diri, agar kasengguh jro (dikenal sebagai jro) maka akan berpenampilan berlebihan untuk menunjang fussy atau eksistensi dirinya, salah satunya jika sudah mengenakan amed lan masaput poleng (hitam-putih) kasengguh jro.

Dalam Purwa Sanghara telah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa manusia telah kehilangan jati dirinya bahkan kurang harga diri, kurang awas dan Tuna Panrima (tuna kemampuan kritis) sebab manusia sudah tidak mengenal dirinya lagi (Lali Ring Awak), fussy menjadi kepentingan utama dimana sebuah eksistensi yang tujuan terdepan.

Disebutkan hitam tentunya karena adanya putih, sama halnya dengan polemik yang terjadi saat ini, dimana fussy menjadi tajuk utama yang telah merenggut nilai-nilai etika dan moral manusia hingga Lali Ring Awak, tentu dalam Purwa Sanghara, Cokorda Mantuk Ring Rana telah menuliskan keyakinan beliau tentang  kebenaran dalam mengarungi Kali Sanghara dengan mempersonifikasikannya sebagai lautan dengan solusi perahu yang kokoh, yakni sebagai berikut:

“Reh kocap tan saking sastra, tan mantra tatan mas manik, sida manulak sanghara, kewala sane asiki, kasusilaning budi, punika kangken perau, kukuh kaliwat-liwat, tuara keweh tempuh angin, sida mentas saking sanghara sagara”.

Yang jika diterjemahkan adalah sebab tidak dengan sastra, tidak dengan mantra maupun emas permata yang dapat menolak Sanghara, hanya satu, yaitu kasusilaning budi (tingkah laku budi yang baik), itulah bagaikan perahu yang sangat kokoh, angin pun tidak dapat mengombang ambingkan, sehingga dapat menyebrangi lautan Sanghara.

Dilanjutkan dengan kalimat: “Yan ande-andeyang rasa, rasaning susilaning budi, punika satsat amerta, menyerambah ring sarwa budi nguripang sarwa sandi” yakni : jika diumpamakan sebagai rasa, rasa kesusilaan budi itu bagaikan amerta (keabadian) yang menyusup ke dalam pikiran dan menghidupkan seluruh badan.


BACA JUGA:

  • Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Cokorda Mantuk Ring Rana mengingatkan bahwa “Reh hyang dharma rikala kali, tan wenten mengaku”, (kebenaran itu ditinggalkan orang, tak ada yang mengakuinya) itulah yang telah terjadi saat ini namun, meskipun dunia ini telah memasuki fase-fase kritis, dimana para penghuninya (manusia) tersebut mengalami degradasi moral, etika dan sosial yang hanya untuk memenuhi kepentingan diri akan keberadaanya.

Kita sebagai salah satu dari 30% manusia-manusia “eling” (sadar) hendaknya tetap kokoh dan berpegangan teguh pada ajaran dharma dengan berbuat sesuai dengan kasusilaning budi mangda tan lali ring awak, sehingga dapat mempaparkan vibrasi-vibrasi positif yang telah dititipkan oleh Sang Raja pemimpin pasukan puputan badung melalui Purwa Sanghara, niscaya 30% kesadaran dharma ini akan berkembang menjadi 100%.  Percayalah. [T]

Tags: baliCokorda Mantuk Ring RanakerajaanPuputan Badungsastra
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Cokorda Denpasar, Pemimpin Berorangtuakan Sastra #Renungan Hari Puputan Badung

Next Post

Kepercayaan Tentang Kepala Desa

I Nengah Juliawan

I Nengah Juliawan

Lahir di Denpasar. Kini dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Priayi Kecil

Kepercayaan Tentang Kepala Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co