23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Inilah Film Peraih Nominasi Kompetisi Begadang Nasional 2019

tatkala by tatkala
September 17, 2019
in Lingkungan
Inilah Film Peraih Nominasi Kompetisi Begadang Nasional 2019

Foto diolah dari dok Miniikino

Begadang Filmmaking Competition, sebuah kompetisi pembuatan film pendek berskala nasional yang unik, tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-3. Kompetisi ini dirancang oleh organisasi film pendek Minikino, untuk menantang para pesertanya membuat sebuah film pendek fiksi dalam waktu 34 jam saja. Pendaftarannya hanya dibuka untuk pemegang KTP atau Paspor Indonesia, alias harus berkewarganegaraan Indonesia.

Begadang 2019 telah berlangsung pada tanggal 7 dan 8 September lalu. Kegiatan utama kompetisi ini adalah pembuatan film pendek yang dilakukan para peserta di lokasi yang tesebar di berbagai tempat di seluruh Indonesia, dan tahun ini, filmmaker Indonesia yang sedang tinggal di New York juga mendaftar untuk menjajal tantangan Begadang 2019.

Tahun ini, terdaftar 22 peserta yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya; Medan, Gresik, Tangerang, Ponorogo, Banjarmasin, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Bali serta yang paling jauh adalah dari Williamsville, New York.

Setiap tahun, sebuah divisi yang disebut Posko Begadang dibentuk oleh Minikino. Posko Begadang khusus dibentuk untuk menjaga jalur komunikasi antar peserta dan panitia. Seluruh komunikasi dilakukan melalui surel dan media on-line lainnya termasuk media sosial yang dapat diikuti oleh masyarakat umum melalui akun IG @minikinoevents, dan tagar #begadang2019.

Selain persyaratan memiliki tanda bukti kewarganegaraan, panitia juga menekankan kemampuan para peserta untuk fasih mengunakan internet dan berkomunikasi melalui surel, yang menjadi jalur komunikasi utama.

I Made Suarbawa selaku koordinator Posko Begadang menyatakan bahwa, tuntutan kemampuan berkomunikasi melalui email ini sengaja ditekankan, agar informasi bisa tersampaikan lengkap dan semuanya tersimpan sebagai arsip komunikasi.

“Banyak jalur komunikasi yang tersedia, termasuk SMS dan pesan teks dengan mobile apps serta sosial media, namun kami yakin, komunikasi email ini yang mendorong kita semua untuk menggunakan bahasa surat yang lebih formal dan bertanggung jawab. Kemampuan ini suatu hal yang penting bagi filmmaker kita dalam merambah jaringan film dunia,” terang Made Suarbawa.



Tantangan Manajemen Produksi Film

Bagaikan lomba lari, tepat pada tanggal 7 September jam 8 pagi WITA, Posko Begadang memberi aba-aba mulai dengan cara memberitakan persyaratan elemen audio visual, yang sebelumnya dirahasiakan. Persyaratan rahasia inilah yang menjaga agar seluruh peserta baru bisa mulai berkarya pada saat yang bersamaan.

Selanjutnya, selama 34 jam, dengan menggunakan elemen-elemen yang diumumkan semua peserta berlomba melakukan seluruh rangkaian produksi film. Ini benar-benar memulai dari pembuatan cerita, menuangkannya dalam perencanaan produksi, shooting, dan kemudian tentu saja editing, sampai proses mengirimkan film pendek yang sudah selesai kepada Posko Begadang melalui layanan on-line. Semua peserta berusaha menyelesaikannya dalam batas waktu yang ditentukan, karena tepat pada jam 6 sore WITA, film dari peserta harus sudah diterima di Posko Begadang agar masuk dalam penilaian dewan juri.

Selain tuntutan kreatifitas, kompetisi Begadang dirancang untuk menguji kemampuan manajemen produksi. Para peserta juga dituntut memperhatikan pembagian waktu kerjanya secara seksama, termasuk bersiap untuk kemungkinan-kemungkinan di luar rencana, yang hampir pasti terjadi dalam produksi film. Tidak sekedar prencanaan yang matang, namum juga tim kerja yang solid dan tahan banting. Ketika semua dalam keadaan lelah, kurang tidur karena menyelesaikan produksi dalam batas waktu yang sempit, emosi harus tetap dijaga.



Inilah Elemen Rahasia Begadang 2019

Edo Wulia yang ikut menjaga komunikasi di posko begadang menyatakan, tahun ini, seperti biasa pihaknya mengeluarkan elemen-elemen rahasia. Semuanya ada 4 poin, pertama, film harus memiliki karakter yang mendongak atau memandang ke atas, kemudian secara audio, penonton harus mendengar suara langkah kaki. Lalu dalam adegan harus terlihat angka 17. “Dan terakhir, penonton harus melihat gerakan panning kamera, berputar sejauh 360 derajat,” kata Edo.

Menurutnya lagi, ”Proses rancangan poin-poin rahasia ini memang sudah dibicarakan lebih awal, namun untuk menjaga keamanan kerahasiaannya, kami memutuskannya sampai 1 jam terakhir, saat elemen ini akan diberitakan kepada peserta. Jadi, saat jam 6 pagi, komite di posko baru mulai berdiskusi kembali dan segera memutuskannya, dan kemudian mengumumkannya. Perubahan keputusan poin-poin rahasia ini terjadi di menit-menit terakhir sebelum diumumkan, sehingga kita di posko Begadang sebetulnya sama-sama tegangnya dengan peserta. Tidak ada yang mengetahui elemen rahasia ini, bahkan panitia pun tidak tahu, dan hal ini menciptakan keseruannya sendiri untuk kami di posko.”

FILM NOMINASI THE BEST BEGADANG 2019

Dari seluruh peserta, dipilih 4 (empat) karya finalis Begadang Filmmaking Competition. Barikut adalah daftar finalis tahun ini;


“SAPA”, pimpinan produksi; Dea Novita Anggraeni, Viertaint Creative Bali (Bali), dengan durasi film 4 menit 52 detik.


“PENDEKAR TAFSIR MIMPI”, pimpinan produksi; Jibran Alfandi Rachman, Small Time Pictures (Yogyakarta), durasi 4 menit 34 detik


“RAYUAN JIN DALAM BOTOL”, pimpinan produksi; I Gde Yudhi Hendrawan, BlackBox Movies (Bali), durasi 4 menit 38 detik


“THE SALUBRIOUS MONOTONY OF A LIVING DREAM”, pimpinan produksi; Azalia Muchransyah, CATastrophe Productions (New York), durasi 5 menit 5 detik.

Seluruh film hasil Begadang 2019, termasuk yang semuanya yang belum berhasil memenuhi target 34 jam produksi akan ditayangkan dalam pemutaran yang terbuka untuk umum, dalam rangkaian festival Minikino Film Week mendatang.

Para finalis tentu saja akan berlanjut ke meja penjurian, dan pengumuman pemenang utama akan dilakukan saat Closing Event Awarding Night MINIKINO FILM WEEK 5 – Bali, 12 Oktober 2019.

Tags: Begadang Filmmaking Competitionfilmfilm pendekMinikino Film Week
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Sabana Bunga di Rejeng Anyar, Toya Bungkah

Next Post

Legenda Pasih Uug (Broken Beach), Alarm Leluhur yang Tak Pernah Tidur

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

by tatkala
September 21, 2026
0
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

Read moreDetails

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

by tatkala
August 21, 2026
0
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails
Next Post
Legenda Pasih Uug (Broken Beach), Alarm Leluhur yang Tak Pernah Tidur

Legenda Pasih Uug (Broken Beach), Alarm Leluhur yang Tak Pernah Tidur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co