4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulis Sebagai Terapi Mental Kawula Muda

Ardhi Ridwansyah by Ardhi Ridwansyah
August 2, 2019
in Esai
Menulis Sebagai Terapi Mental Kawula Muda

Foto/ilustrasi: pixabay.com

Tak bisa dimungkiri kemajuan teknologi saat ini bukan hanya memberi dampak postitif bagi aktivitas manusia tapi juga berimplikasi buruk pada kesehatan mental khususnya bagi anak muda. Menurut studi Journal of Abnormal Psychology, ponsel pintar menjadi salah satu penyebab gangguan mental yang menjerat kawula muda di samping kurangnya waktu tidur.

Dijelaskan dalam studi tersebut bahwa melonjaknya angka gangguan kesehatan mental tidak terlihat pada orang berusia di atas 26 tahun, sementara remaja dan dewasa yang kini usianya menginjak 20-an awal justru kian berisiko mengalami masalah kesehatan mental.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018 yang membahas soal depresi kurang lebih menjelaskan hal yang sama. Sebesar 6,2% remaja usia 15-24 tahun rentan terkena depresi dan yang menjadi penyebabnya, yakni media sosial. Instagram menjadi media sosial yang dianggap paling buruk bagi kesehatan mental remaja menurut survei yang diadakan oleh Royal Society for Public Health (RSPH).

Dalam artikel tersebut dijelaskan, Instagram menjadi salah satu media sosial yang memicu terjadinya masalah kesehatan mental pada remaja, karena remaja — khususnya perempuan –cenderung membandingkan kecantikan atau kehidupannya dengan perempuan lain. Efeknya ia bisa merasa kurang puas terhadap kehidupan yang ia bangun dan menganggap bahwa perempuan lain lebih baik, lebih bahagia, dan lebih sempurna ketimbang dirinya – padahal belum tentu. Dari sini timbul gangguan mental seperti merendah diri (minder) ataupun stres.

Sejatinya masa muda memang menjadi fase seseorang untuk dapat mengekspresikan diri. Masa remaja dipandang sebagai salah tahapan proses kehidupan manusia. Dalam fase ini, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Akan tetapi, saat kita memasuki masa remaja, proses pematangan fisik lebih cepat ketimbang proses pematangan kejiwaan. Hal ini tentu berdampak pada cara berpikir yang belum matang dalam memahami kondisi maupun situasi yang menderanya.

Mungkin dari cara berpikir yang belum matang itu, anak muda atau remaja kadang kala suka salah kaprah dalam mengeksresikan dirinya. Baik di dunia nyata maupun dunia maya (media sosial). Karena ingin dianggap jantan, seorang remaja lantas merokok dan ikut tawuran. Di media sosial ia pun kerap melontarkan caci maki terhadap seseorang tanpa mempedulikan perasaan orang tersebut. Kemungkinan hal itu ia lakukan guna menarik perhatian warganet lain sehingga kehadirannya di kancah media sosial makin eksis.

Tak ayal bahwa dari belum stabilnya emosi remaja bisa berimplikasi buruk pada kesehatan mentalnya. Pun dalam mengekspresikan diri masih dipraktikkan dengan cara yang kurang positif dan tentunya tak produktif.

Menulis sebagai Terapi Mental

James W. Pennebaker dari Universitas Texas, Amerika Serikat telah melakukan penelitian tentang aktivitas menulis selama bertahun-tahun yang bertujuan untuk menyembuhkan. Menurut Pennebaker, saat seseorang diberi kesempatan untuk menulis tentang gejolak emosionalnya, mereka cenderung jarang sakit serta mengalami perubahan fungsi kekebalan tubuh.

Menurut Pennebaker, menulis perisitiwa-peristiwa yang penuh tekanan akan membantu seseorang untuk memahami momen tersebut. Dampaknya, orang itu lebih paham akan kondisi yaang diderita sehingga menurunkan tekanan batin serta memicu untuk terus fokus dan maju. Pennebaker dalam The Secret of Pronouns menuliskan, “Saat menulis, kesehatanmu pun menjadi lebih baik.”

Psikolog dari University of New South Wales, Karen Balkie berkata bahwa menulis peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan, serta penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Dalam studinya, Balkie meminta meminta partisipan untuk menulis tiga sampai lima peristiwa hidup yang penuh tekanan selama 15-20 menit. Hasil menunjukkan mereka yang menulis tentang hal tersebut, kesehatan fisik dan mentalnya meningkat secara signifikan dibanding mereka yang menulis topik-topik netral.

Berangkat dari riset Pannebaker dan Balkie tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa menulis bisa menjadi salah satu sarana seseorang untuk mengungkapkan unek-uneknya. Anak muda khususnya dikala masa remaja tiba, pasti ingin eksistensinya diakui oleh manusia lain. Terlebih lagi masa remaja merupakan pengembangan diri, di mana remaja berusaha mengenal diri sendiri, ingin orang lain menilainya, dan mencoba menyesuaikan diri dengan harapan orang lain.

Dalam hal ini menulis bisa jadi wadah bagi anak muda yang merasa dirinya terasing dari lingkungan sekitar. Dengan menulis, remaja bisa menceritakan segala masalah dan keluh kesahnya tentang apa saja. Dari perbedaan pandangan dengan orang tua hingga masalah percintaan pun bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan.

Dengan begitu, tak hanya menuangkan perasaan dan pemikiran saja, remaja tersebut juga membuktikan bahwa dirinya bisa produktif dengan menghasilkan sesuatu yang mungkin bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi pembaca. Kegiatan menyalurkan ekspresi serta dapat bekerja secara produktif tersebut sesuai dengan ciri remaja normal dan orang yang sehat mentalnya. Bisa dipastikan bahwa aktivitas menulis tergolong sebagai terapi untuk memulihkan kondisi mental seseorang yang buruk menjadi lebih baik.

Seyogianya remaja yang sehat mentalnya merupakan tunas bangsa yang perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar menjadi generasi penerus yang berkualitas dan mampu membawa bangsanya bergerak ke depan. Inilah yang penulis harapkan sebetulnya. Maka dari itu, masyarakat pun perlu memperhatikan aspek kejiwaan selain aspek fisik seorang anak. Berikan wadah untuk anak muda menyalurkan ekspresinya.

Menulis bisa menjadi salah satu wadah tersebut. Dengan menulis, remaja mampu meluapkan perasaan dan pemikirannya. Hal ini menjadi cara positif untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas dan tentunya, terhindar dari gangguan mental seperti yang tadi kita bahas.

Sumber:

  • Beritagar.id. 2019. Generasi Muda Dihantui Gangguan Mental.
  • Guesehat.com. 2017. Manfaat Menulis untuk Kesehatan Fisik dan Psikologis.
  • Indarjo, Sofwan. 2009. Kesehatan Jiwa Remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Kemas), vol. 5 (1) (2009), 48-57.
  • Kumparan.com. 2018. Riset: Instagram Jadi Medsos Paling Buruk bagi Kesehatan Mental Remaja.
Tags: LiterasimenulispemudaRemaja
Share36TweetSendShareSend
Previous Post

Hipertensi, Pembunuh dari Kesunyian

Next Post

Asterisk, Band Indie dari Buleleng: Bintang Kecil dan Kenangan Manis

Ardhi Ridwansyah

Ardhi Ridwansyah

Kelahiran 4 Juli 1998. Kini, sedang kuliah di UPN Jakarta. Jurusan komunikasi. Dia suka sekali mendengarkan musik, menulis, dan membaca. Ardhi berhasil terpilih menjadi Duta Gemari Baca yang dihelat oleh Dompet Dhuafa Pendidikan. Tokoh inspiratifnya: Pramoedya Ananta Toer, John Lennon, dan Kurt Cobain.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Asterisk, Band Indie dari Buleleng: Bintang Kecil dan Kenangan Manis

Asterisk, Band Indie dari Buleleng: Bintang Kecil dan Kenangan Manis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co