24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulis Sebagai Terapi Mental Kawula Muda

Ardhi Ridwansyah by Ardhi Ridwansyah
August 2, 2019
in Esai
Menulis Sebagai Terapi Mental Kawula Muda

Foto/ilustrasi: pixabay.com

Tak bisa dimungkiri kemajuan teknologi saat ini bukan hanya memberi dampak postitif bagi aktivitas manusia tapi juga berimplikasi buruk pada kesehatan mental khususnya bagi anak muda. Menurut studi Journal of Abnormal Psychology, ponsel pintar menjadi salah satu penyebab gangguan mental yang menjerat kawula muda di samping kurangnya waktu tidur.

Dijelaskan dalam studi tersebut bahwa melonjaknya angka gangguan kesehatan mental tidak terlihat pada orang berusia di atas 26 tahun, sementara remaja dan dewasa yang kini usianya menginjak 20-an awal justru kian berisiko mengalami masalah kesehatan mental.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018 yang membahas soal depresi kurang lebih menjelaskan hal yang sama. Sebesar 6,2% remaja usia 15-24 tahun rentan terkena depresi dan yang menjadi penyebabnya, yakni media sosial. Instagram menjadi media sosial yang dianggap paling buruk bagi kesehatan mental remaja menurut survei yang diadakan oleh Royal Society for Public Health (RSPH).

Dalam artikel tersebut dijelaskan, Instagram menjadi salah satu media sosial yang memicu terjadinya masalah kesehatan mental pada remaja, karena remaja — khususnya perempuan –cenderung membandingkan kecantikan atau kehidupannya dengan perempuan lain. Efeknya ia bisa merasa kurang puas terhadap kehidupan yang ia bangun dan menganggap bahwa perempuan lain lebih baik, lebih bahagia, dan lebih sempurna ketimbang dirinya – padahal belum tentu. Dari sini timbul gangguan mental seperti merendah diri (minder) ataupun stres.

Sejatinya masa muda memang menjadi fase seseorang untuk dapat mengekspresikan diri. Masa remaja dipandang sebagai salah tahapan proses kehidupan manusia. Dalam fase ini, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Akan tetapi, saat kita memasuki masa remaja, proses pematangan fisik lebih cepat ketimbang proses pematangan kejiwaan. Hal ini tentu berdampak pada cara berpikir yang belum matang dalam memahami kondisi maupun situasi yang menderanya.

Mungkin dari cara berpikir yang belum matang itu, anak muda atau remaja kadang kala suka salah kaprah dalam mengeksresikan dirinya. Baik di dunia nyata maupun dunia maya (media sosial). Karena ingin dianggap jantan, seorang remaja lantas merokok dan ikut tawuran. Di media sosial ia pun kerap melontarkan caci maki terhadap seseorang tanpa mempedulikan perasaan orang tersebut. Kemungkinan hal itu ia lakukan guna menarik perhatian warganet lain sehingga kehadirannya di kancah media sosial makin eksis.

Tak ayal bahwa dari belum stabilnya emosi remaja bisa berimplikasi buruk pada kesehatan mentalnya. Pun dalam mengekspresikan diri masih dipraktikkan dengan cara yang kurang positif dan tentunya tak produktif.

Menulis sebagai Terapi Mental

James W. Pennebaker dari Universitas Texas, Amerika Serikat telah melakukan penelitian tentang aktivitas menulis selama bertahun-tahun yang bertujuan untuk menyembuhkan. Menurut Pennebaker, saat seseorang diberi kesempatan untuk menulis tentang gejolak emosionalnya, mereka cenderung jarang sakit serta mengalami perubahan fungsi kekebalan tubuh.

Menurut Pennebaker, menulis perisitiwa-peristiwa yang penuh tekanan akan membantu seseorang untuk memahami momen tersebut. Dampaknya, orang itu lebih paham akan kondisi yaang diderita sehingga menurunkan tekanan batin serta memicu untuk terus fokus dan maju. Pennebaker dalam The Secret of Pronouns menuliskan, “Saat menulis, kesehatanmu pun menjadi lebih baik.”

Psikolog dari University of New South Wales, Karen Balkie berkata bahwa menulis peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan, serta penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Dalam studinya, Balkie meminta meminta partisipan untuk menulis tiga sampai lima peristiwa hidup yang penuh tekanan selama 15-20 menit. Hasil menunjukkan mereka yang menulis tentang hal tersebut, kesehatan fisik dan mentalnya meningkat secara signifikan dibanding mereka yang menulis topik-topik netral.

Berangkat dari riset Pannebaker dan Balkie tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa menulis bisa menjadi salah satu sarana seseorang untuk mengungkapkan unek-uneknya. Anak muda khususnya dikala masa remaja tiba, pasti ingin eksistensinya diakui oleh manusia lain. Terlebih lagi masa remaja merupakan pengembangan diri, di mana remaja berusaha mengenal diri sendiri, ingin orang lain menilainya, dan mencoba menyesuaikan diri dengan harapan orang lain.

Dalam hal ini menulis bisa jadi wadah bagi anak muda yang merasa dirinya terasing dari lingkungan sekitar. Dengan menulis, remaja bisa menceritakan segala masalah dan keluh kesahnya tentang apa saja. Dari perbedaan pandangan dengan orang tua hingga masalah percintaan pun bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan.

Dengan begitu, tak hanya menuangkan perasaan dan pemikiran saja, remaja tersebut juga membuktikan bahwa dirinya bisa produktif dengan menghasilkan sesuatu yang mungkin bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi pembaca. Kegiatan menyalurkan ekspresi serta dapat bekerja secara produktif tersebut sesuai dengan ciri remaja normal dan orang yang sehat mentalnya. Bisa dipastikan bahwa aktivitas menulis tergolong sebagai terapi untuk memulihkan kondisi mental seseorang yang buruk menjadi lebih baik.

Seyogianya remaja yang sehat mentalnya merupakan tunas bangsa yang perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar menjadi generasi penerus yang berkualitas dan mampu membawa bangsanya bergerak ke depan. Inilah yang penulis harapkan sebetulnya. Maka dari itu, masyarakat pun perlu memperhatikan aspek kejiwaan selain aspek fisik seorang anak. Berikan wadah untuk anak muda menyalurkan ekspresinya.

Menulis bisa menjadi salah satu wadah tersebut. Dengan menulis, remaja mampu meluapkan perasaan dan pemikirannya. Hal ini menjadi cara positif untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas dan tentunya, terhindar dari gangguan mental seperti yang tadi kita bahas.

Sumber:

  • Beritagar.id. 2019. Generasi Muda Dihantui Gangguan Mental.
  • Guesehat.com. 2017. Manfaat Menulis untuk Kesehatan Fisik dan Psikologis.
  • Indarjo, Sofwan. 2009. Kesehatan Jiwa Remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Kemas), vol. 5 (1) (2009), 48-57.
  • Kumparan.com. 2018. Riset: Instagram Jadi Medsos Paling Buruk bagi Kesehatan Mental Remaja.
Tags: LiterasimenulispemudaRemaja
Share36TweetSendShareSend
Previous Post

Hipertensi, Pembunuh dari Kesunyian

Next Post

Asterisk, Band Indie dari Buleleng: Bintang Kecil dan Kenangan Manis

Ardhi Ridwansyah

Ardhi Ridwansyah

Kelahiran 4 Juli 1998. Kini, sedang kuliah di UPN Jakarta. Jurusan komunikasi. Dia suka sekali mendengarkan musik, menulis, dan membaca. Ardhi berhasil terpilih menjadi Duta Gemari Baca yang dihelat oleh Dompet Dhuafa Pendidikan. Tokoh inspiratifnya: Pramoedya Ananta Toer, John Lennon, dan Kurt Cobain.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Asterisk, Band Indie dari Buleleng: Bintang Kecil dan Kenangan Manis

Asterisk, Band Indie dari Buleleng: Bintang Kecil dan Kenangan Manis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co