2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Luh Menek, Made Sidia dan Ayu Laksmi, Gelar Karya di Bentara Budaya Bali

tatkala by tatkala
July 12, 2019
in Lingkungan
Luh Menek, Made Sidia dan Ayu Laksmi, Gelar Karya di Bentara Budaya Bali

Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkerja sama dengan Bentara Budaya Bali mengetengahkan Pentas Cantrik Maestro 2019.

Ini merupakan sebentuk presentasi hasil program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2019, khusus di Bali diikuti 45 peserta siswa SMA/SMK dari berbagai penjuru nusantara. Adapun maestro dari Bali yang menjadi bagian dari program ini yakni Ni Luh Menek (maestro seni tari), I Made Sidia (maestro seni pertunjukan) dan Ayu Laksmi (maestro seni musik).

Tiga maestro itu, masing-masing bersama 15 siswa yang bersama mereka selama dua minggu ini akan mementaskan karya-karya mereka dalam Gelar Cantrik Maestro 2019 di Bentara Budaya Bali, Sabtu, 13 Juli 2019, pukul 19.00 WITA.                    



Belajar Bersama Maestro merupakan sebuah wadah bagi para peserta didik untuk terlibat langsung dalam proses kreatif dan keseharian para seniman Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta didik akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi tatap muka dan memperoleh pelajaran hidup yang berharga dari kehidupan para Maestro.

BBM sebagai wahana belajar di mana para peserta didik akan menjadi bagian dari proses kreatif yang dijalankan para maestro sebagai wahana ruang pemahaman seni budaya dalam spektrum yang lebih luas untuk memperkuat pembentukan karakter para peserta didik.

Jadi, program ini tidak bertujuan “mencetak” peserta menjadi seniman, melainkan untuk menyerap segala pengetahuan dan pengalaman maestro, sehingga dapat memahami dan menghayati spirit kesenian sebagai bekal dalam menjalani masa depan, serta sebagai apresiasi dari pemerintah terhadap pencapaian dan dedikasi maestro di bidang kesenian.

Kegiatan Belajar Bersama Maestro tahun 2019 melibatkan 20 Maestro seni dari 8 provinsi di Indonesia dan 300 peserta didik kelas X dan XI SMA/SMK/se-derajat baik negeri maupun swasta dari 34 (tiga puluh empat) provinsi.

Adapun para maestro yang terlibat pada BBM 2019 antara lain: Maestro Seni Rupa ; Hanafi, Tisna Sanjaya, dan  Putu Sutawijaya. Maestro Seni Pertunjukan ; Ki Manteb Soedharsono, Iman Soleh, Iswadi Pratama, Bahar Merdu, dan Made Sidia. Maestro Seni Tari ; Didi Nini Thowok, Miroto, Wangi Indriya, Ni Luh Menek, dan Jose Rizal Firdaus. Maestro Seni Media ; Fendi Siregar dan Angki Purbandono. Maestro Seni Musik ; Djaduk Ferianto, Irwansyah Harahap, Ayu Laksmi, Purwacaraka, dan Addie MS. Program ini telah diselenggarakan rutin setiap tahun sejak tahun 2015.


Ni Luh Menek

Ni Luh Menek merupakan maestro tari bali yang dikenal juga sebagai penari kesukaan Bung Karno. Ni Luh Menek telah menekuni tari sejak usia dini melalui bimbingan Wanres dan I Gede Manik yang dikenal sebagai pencipta tari kebyar. Ni Luh Menek mulai dikenal sebagai penari ahli ketika dirinya membawakan tari “Teruna Jaya” pada tahun 1954 saat usianya menginjak 15 tahun.

Karena dedikasinya terhadap tarian klasik Bali Ni Luh Menek  berhasil mengangkat nama desa (Tejakula) tempat tinggal beliau sebagai ikon yang identik dengan desa spesialis tari. Karakter tari Ni Luh Menek yang sangat kentara adalah kekhasan gaya tari Buleleng dengan menonjolkan gerak-gerak enerjik dan agresif yang dipadu dengan unsur kelembutan membuatnya menjadi Maestro tari klasik Bali.

Selain sebagai penari profesional Ni Luh Menek juga mendedikasikan dirinya pada tari klasik Bali dengan memberikan pengajaran dan pelatihan kepada anak muda dan wisatawan asing.

Atas dedikasinya bagi kesenian, khususnya seni tari, Luh Menek telah memeroleh sejumlah penghargaan, antara lain: Juara 1 Tari Teruna Jaya di Kabupaten Buleleng (1985), Penghargaan Seni Wijayakusuma dari Bupati Buleleng (1988), Juara 1 Tari Margapati di Kabupaten Buleleng (1960), Penghargaan dari Bupati Buleleng untuk Terunajaya dan Palewakya (2001), penghargaan Seni Dharma Kusuma, penghargaan tertinggi dalam bidang seni dari Pemerintah Provinsi Bali (2011), serta anugerah dari Desa Tejakula sebagai pelestari dan seniman tari (2013) dan Penghargaan Pengabdi Seni Budaya dari Bentara Budaya (2017).


Made Sidia

I Made Sidia adalah salah satu seniman wayang multimedia yang sangat terkenal di Bali. Pada awalnya, ia dilatih oleh orang tuanya, Bapak I Made Sija, sebagai Dalang klasik, penari Topeng (topeng), dan pemain gamelan. Dia lulus pada tahun 1992 dengan gelar sarjana Seni Pedalangan Bali (Pedalangan) dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar Bali.

Pendidikan selanjutnya pada tahun 2010, ia tamat S2 dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (ISI) Solo/Surakarta dengan jurusan Teater.

Made Sidia saat ini merupakan eksponen utama Wayang Kulit kontemporer di Bali, serta Wayang Kontemporer yang menambahkan pencahayaan listrik, atau disebut “Wayang Listrik“, dengan proyeksi video, art dan animasi. Kini ia dosen senior di ISI Denpasar, juga Ketua Sanggar Seni Paripurna, di Banjar Dana, Desa Bona, Gianyar.

Di sanggar inilah ia melatih berbagai macam seniman, seni tari, seni pedalangan, seni gamelan dan membuat berbagai alat keperluan seni pertunjukan. Pengalaman mengajar made Sidia dari lokakarya, seminar, workshop hampir di belahan dunia dalam bentuk seni tradisional Bali termasuk wayang kulit, topeng dan tari.

Made telah diakui di seluruh dunia atas kontribusinya terhadap budaya Bali, dan merupakan pemrakarsa  untuk menggabungkan seni tradisional dan kontemporer. Dia telah bekerja dengan seniman-seniman penting di seluruh Indonesia dan internasional termasuk Larry Reed dari Shadowlight Theatre (AS), dan produksi The Thef of Sita yang diakui secara internasional dengan Peter Wilson dan Nigel Jamieson (Aus/UK) dan Visible Region dengan Kent Devereux (AS).

Saat ini Made Sidia adalah Direktur Associate dari produksi Bali Agung Show yang sudah berjalan pentas selama 8 tahun di Bali Safari & Marine Park Gianyar, dengan melibatkan 200 dalang, penari, dan pemain gamelan, juga satwa dan para pawangnya.

I Made Sidia tidak henti-hentinya berinovasi untuk mengembangkan seni tradisi agar tidak mengalami kepunahan bersama anak-anak Sanggar Seni Paripurna yang berjumlah kurang lebih 500. Dengan anggota sanggar secara terus menerus melakukan penggalian, pelestarian, pembinaan dan pengembangan Seni Tradisional yang dipadu dengan konsep kekinian.


Ayu Laksmi

Ayu Laksmi adalah seorang seniman kelahiran Singaraja, Buleleng, Bali, 25 November 1967. Pada era 1990-an, Ayu dikenal penyanyi asal Pulau Dewata pertama yang berhasil menembus industri musik nasional. Ia juga dijuluki sebagai Lady Rocker dan sempat berlayar menjelajah lautan Karibia.

Nama Ayu mulai dikenal setelah menjadi juara pertama BRTV tingkat Provinsi Bali bersama kakak-kakaknya, Ayu Weda dan Ayu Partiwi tahun 1983. Mereka bertiga membentuk trio dengan nama Ayu Sisters.  Di bawah arahan sutradara kenamaan Garin Nugroho dalam film “Under The Tree”, Ayu sempat menjajal seni peran, film pertama yang dibintangi ini Ayu Laksmi memperoleh penghargaan sebagai salah satu nominator pemeran utama wanita terbaik FFI tahun 2008. Film Under The Tree juga masuk dalam daftar nominasi International Film Festival di Tokyo, serta pada tahun 2017 terlibat menjadi pemain dalam film Pengabdi Setan.

Album Svara Semesta juga  berhasil mengantarkan Ayu sebagai nominator 20 Album 2011 dan nominasi Desain Grafis Terbaik AMI Awards 2012. Syair-syair dari lagu Ayu Laksmi dalam Album Svara Semesta ditulis dalam 5 Bahasa yaitu Sanskrit, Kawi, Bali, Indonesia, Inggris.

Dalam album ini, Ayu sekaligus berperan menjadi produser, penulis lagu, juga menciptakan sendiri komposisi musik dasar di awal proses penciptaan. Bersama dengan group Svara Semesta melalui aliran World Music bersama grup inilah Ayu Laksmi kembali menjelajah panggung panggung besar festival seni budaya baik di Indonesia juga dunia internasional. [T] [*]

Tags: Ayu LaksmiBentara BudayaMade Sidiamaestro seniNi Luh MenekSeni
Share82TweetSendShareSend
Previous Post

“Pamboekaning Toeas”, Lembar Kerja Siswa (LKS) Pertama dalam Pelajaran Bahasa Bali

Next Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

by tatkala
September 21, 2026
0
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

Read moreDetails

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

by tatkala
August 21, 2026
0
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co