2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Luh Menek, Made Sidia dan Ayu Laksmi, Gelar Karya di Bentara Budaya Bali

tatkala by tatkala
July 12, 2019
in Lingkungan
Luh Menek, Made Sidia dan Ayu Laksmi, Gelar Karya di Bentara Budaya Bali

Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkerja sama dengan Bentara Budaya Bali mengetengahkan Pentas Cantrik Maestro 2019.

Ini merupakan sebentuk presentasi hasil program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2019, khusus di Bali diikuti 45 peserta siswa SMA/SMK dari berbagai penjuru nusantara. Adapun maestro dari Bali yang menjadi bagian dari program ini yakni Ni Luh Menek (maestro seni tari), I Made Sidia (maestro seni pertunjukan) dan Ayu Laksmi (maestro seni musik).

Tiga maestro itu, masing-masing bersama 15 siswa yang bersama mereka selama dua minggu ini akan mementaskan karya-karya mereka dalam Gelar Cantrik Maestro 2019 di Bentara Budaya Bali, Sabtu, 13 Juli 2019, pukul 19.00 WITA.                    



Belajar Bersama Maestro merupakan sebuah wadah bagi para peserta didik untuk terlibat langsung dalam proses kreatif dan keseharian para seniman Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta didik akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi tatap muka dan memperoleh pelajaran hidup yang berharga dari kehidupan para Maestro.

BBM sebagai wahana belajar di mana para peserta didik akan menjadi bagian dari proses kreatif yang dijalankan para maestro sebagai wahana ruang pemahaman seni budaya dalam spektrum yang lebih luas untuk memperkuat pembentukan karakter para peserta didik.

Jadi, program ini tidak bertujuan “mencetak” peserta menjadi seniman, melainkan untuk menyerap segala pengetahuan dan pengalaman maestro, sehingga dapat memahami dan menghayati spirit kesenian sebagai bekal dalam menjalani masa depan, serta sebagai apresiasi dari pemerintah terhadap pencapaian dan dedikasi maestro di bidang kesenian.

Kegiatan Belajar Bersama Maestro tahun 2019 melibatkan 20 Maestro seni dari 8 provinsi di Indonesia dan 300 peserta didik kelas X dan XI SMA/SMK/se-derajat baik negeri maupun swasta dari 34 (tiga puluh empat) provinsi.

Adapun para maestro yang terlibat pada BBM 2019 antara lain: Maestro Seni Rupa ; Hanafi, Tisna Sanjaya, dan  Putu Sutawijaya. Maestro Seni Pertunjukan ; Ki Manteb Soedharsono, Iman Soleh, Iswadi Pratama, Bahar Merdu, dan Made Sidia. Maestro Seni Tari ; Didi Nini Thowok, Miroto, Wangi Indriya, Ni Luh Menek, dan Jose Rizal Firdaus. Maestro Seni Media ; Fendi Siregar dan Angki Purbandono. Maestro Seni Musik ; Djaduk Ferianto, Irwansyah Harahap, Ayu Laksmi, Purwacaraka, dan Addie MS. Program ini telah diselenggarakan rutin setiap tahun sejak tahun 2015.


Ni Luh Menek

Ni Luh Menek merupakan maestro tari bali yang dikenal juga sebagai penari kesukaan Bung Karno. Ni Luh Menek telah menekuni tari sejak usia dini melalui bimbingan Wanres dan I Gede Manik yang dikenal sebagai pencipta tari kebyar. Ni Luh Menek mulai dikenal sebagai penari ahli ketika dirinya membawakan tari “Teruna Jaya” pada tahun 1954 saat usianya menginjak 15 tahun.

Karena dedikasinya terhadap tarian klasik Bali Ni Luh Menek  berhasil mengangkat nama desa (Tejakula) tempat tinggal beliau sebagai ikon yang identik dengan desa spesialis tari. Karakter tari Ni Luh Menek yang sangat kentara adalah kekhasan gaya tari Buleleng dengan menonjolkan gerak-gerak enerjik dan agresif yang dipadu dengan unsur kelembutan membuatnya menjadi Maestro tari klasik Bali.

Selain sebagai penari profesional Ni Luh Menek juga mendedikasikan dirinya pada tari klasik Bali dengan memberikan pengajaran dan pelatihan kepada anak muda dan wisatawan asing.

Atas dedikasinya bagi kesenian, khususnya seni tari, Luh Menek telah memeroleh sejumlah penghargaan, antara lain: Juara 1 Tari Teruna Jaya di Kabupaten Buleleng (1985), Penghargaan Seni Wijayakusuma dari Bupati Buleleng (1988), Juara 1 Tari Margapati di Kabupaten Buleleng (1960), Penghargaan dari Bupati Buleleng untuk Terunajaya dan Palewakya (2001), penghargaan Seni Dharma Kusuma, penghargaan tertinggi dalam bidang seni dari Pemerintah Provinsi Bali (2011), serta anugerah dari Desa Tejakula sebagai pelestari dan seniman tari (2013) dan Penghargaan Pengabdi Seni Budaya dari Bentara Budaya (2017).


Made Sidia

I Made Sidia adalah salah satu seniman wayang multimedia yang sangat terkenal di Bali. Pada awalnya, ia dilatih oleh orang tuanya, Bapak I Made Sija, sebagai Dalang klasik, penari Topeng (topeng), dan pemain gamelan. Dia lulus pada tahun 1992 dengan gelar sarjana Seni Pedalangan Bali (Pedalangan) dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar Bali.

Pendidikan selanjutnya pada tahun 2010, ia tamat S2 dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (ISI) Solo/Surakarta dengan jurusan Teater.

Made Sidia saat ini merupakan eksponen utama Wayang Kulit kontemporer di Bali, serta Wayang Kontemporer yang menambahkan pencahayaan listrik, atau disebut “Wayang Listrik“, dengan proyeksi video, art dan animasi. Kini ia dosen senior di ISI Denpasar, juga Ketua Sanggar Seni Paripurna, di Banjar Dana, Desa Bona, Gianyar.

Di sanggar inilah ia melatih berbagai macam seniman, seni tari, seni pedalangan, seni gamelan dan membuat berbagai alat keperluan seni pertunjukan. Pengalaman mengajar made Sidia dari lokakarya, seminar, workshop hampir di belahan dunia dalam bentuk seni tradisional Bali termasuk wayang kulit, topeng dan tari.

Made telah diakui di seluruh dunia atas kontribusinya terhadap budaya Bali, dan merupakan pemrakarsa  untuk menggabungkan seni tradisional dan kontemporer. Dia telah bekerja dengan seniman-seniman penting di seluruh Indonesia dan internasional termasuk Larry Reed dari Shadowlight Theatre (AS), dan produksi The Thef of Sita yang diakui secara internasional dengan Peter Wilson dan Nigel Jamieson (Aus/UK) dan Visible Region dengan Kent Devereux (AS).

Saat ini Made Sidia adalah Direktur Associate dari produksi Bali Agung Show yang sudah berjalan pentas selama 8 tahun di Bali Safari & Marine Park Gianyar, dengan melibatkan 200 dalang, penari, dan pemain gamelan, juga satwa dan para pawangnya.

I Made Sidia tidak henti-hentinya berinovasi untuk mengembangkan seni tradisi agar tidak mengalami kepunahan bersama anak-anak Sanggar Seni Paripurna yang berjumlah kurang lebih 500. Dengan anggota sanggar secara terus menerus melakukan penggalian, pelestarian, pembinaan dan pengembangan Seni Tradisional yang dipadu dengan konsep kekinian.


Ayu Laksmi

Ayu Laksmi adalah seorang seniman kelahiran Singaraja, Buleleng, Bali, 25 November 1967. Pada era 1990-an, Ayu dikenal penyanyi asal Pulau Dewata pertama yang berhasil menembus industri musik nasional. Ia juga dijuluki sebagai Lady Rocker dan sempat berlayar menjelajah lautan Karibia.

Nama Ayu mulai dikenal setelah menjadi juara pertama BRTV tingkat Provinsi Bali bersama kakak-kakaknya, Ayu Weda dan Ayu Partiwi tahun 1983. Mereka bertiga membentuk trio dengan nama Ayu Sisters.  Di bawah arahan sutradara kenamaan Garin Nugroho dalam film “Under The Tree”, Ayu sempat menjajal seni peran, film pertama yang dibintangi ini Ayu Laksmi memperoleh penghargaan sebagai salah satu nominator pemeran utama wanita terbaik FFI tahun 2008. Film Under The Tree juga masuk dalam daftar nominasi International Film Festival di Tokyo, serta pada tahun 2017 terlibat menjadi pemain dalam film Pengabdi Setan.

Album Svara Semesta juga  berhasil mengantarkan Ayu sebagai nominator 20 Album 2011 dan nominasi Desain Grafis Terbaik AMI Awards 2012. Syair-syair dari lagu Ayu Laksmi dalam Album Svara Semesta ditulis dalam 5 Bahasa yaitu Sanskrit, Kawi, Bali, Indonesia, Inggris.

Dalam album ini, Ayu sekaligus berperan menjadi produser, penulis lagu, juga menciptakan sendiri komposisi musik dasar di awal proses penciptaan. Bersama dengan group Svara Semesta melalui aliran World Music bersama grup inilah Ayu Laksmi kembali menjelajah panggung panggung besar festival seni budaya baik di Indonesia juga dunia internasional. [T] [*]

Tags: Ayu LaksmiBentara BudayaMade Sidiamaestro seniNi Luh MenekSeni
Share82TweetSendShareSend
Previous Post

“Pamboekaning Toeas”, Lembar Kerja Siswa (LKS) Pertama dalam Pelajaran Bahasa Bali

Next Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

by tatkala
July 27, 2024
0
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

“Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co