2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Gong Raudal, Jengki, & Yoki #Seri Nostalgia Sastrawan Sanggar Minum Kopi

GM Sukawidana by GM Sukawidana
June 2, 2019
in Esai
Drama Gong Raudal, Jengki, & Yoki  #Seri Nostalgia Sastrawan Sanggar Minum Kopi

Tan Lioe Ie, Raudal Tanjung Banua, dan Wayan Jengki Sunarta (Foto-foto diambil dari facebook)

Hari itu saya tahu ada  anak baru mampir di SMK, dari Padang, negeri yang sering saya  dengar setelah Gus Tf Sakai dan beberapa teman dari Padang datang ke Bali sebelumnya. Ini kesempatan baik untuk “dimainkan” (begitu kami selalu mempergunakan istilah, kalau ada sesuatu yang baru).

Tanpa menunggu waktu yang berlama-lama, saya berangkat ke sekretariat SMK di Wahidin (Jalan Wahidin Denpasar) yang kebetulan rumah Tan Lieo Ie — kami sering menyebutnya dengan nama Yoki.

Yang namanya Yoki ini, memang orangnya ‘kurang asem’, karena apapun yang dikerjakannya selalu berlama-lama, termasuk kalau lagi ngoceh! Kesempatan baik! Bukan lagi demi puisi, seperti yang sering diungkap oleh Mas Warih (Penyair Warih Wisatsana) melainkan demi “menghancurkan” reputasi seteru.

“Mas, apa benar ini rumah Om Tan Lieo Ie, penyanyi dangdut yang sering nyawer di kundangan?” tanya saya  pada orang baru itu, setelah sesaat saya pura-pura nyelingak- celinguk di depannya.

“O, ya, tapi bukan penyanyi dangdut, melainkan penyair yang memusikalisasikan  puisi!” jawab si orang baru ini.

“Penyair, apa itu penyair? Mas, siapa?” tanya saya lagi.

Orang itu menyebutkan  namanya. Haahaha! Ini kesempatan, drama gong segera dimainkan.

“Dari Jawa mana?”

“Bukan dari Jawa, Bang, dari Padang.”

“O, Padang? Personil orkes dangdutnya Om Yoki juga, ya?”

“Ndak, Bang. Saya baru kemarin datang ke Bali.”

“Om Tan ada?” Pura-pura saja serius, biar orang ini penasaran.

“Ada, Bang, tapi masih di kamar mandi!” jawab orang baru tersebut dengan penuh keluguan.

Nah ini dia kesempatan lagi.  Saya sangat tahu, bagaimana kalau si Yoki melakukan sesuatu, apalagi kalau di kamar mandi, pasti sangat berlama-lama. Jangan harap kalau ada yang kebelet mau buang air kecil atau buang air besar segera tuntas kalau si Yoki ada di kamar mandi.

Pernah Landras, si penyair ‘Mata Dadu’ sampai ngompol di celana gara-gara nunggu Yoki keluar dari kamar mandi, yang satu-satunya ada di Wahidin. Kalau dirinci mungkin bisa dideskripsikan sebagai berikut. Buka pakaian kisarannya 15 menit, setiap kali memasukkan gayung ke bak lalu dituangkan ke tubuhnya kisarannya 10 menit. Bayangkan kalau sepuluh kali gayungan, berapa menit sudah waktu yang dihabiskan Tan untuk itu.

Belum lagi mengelap tubuh, pakai sarung dan sebagainya. Waktu dua jam pasti habis. Saya tidak tahu apakah sekarang masih seperti itu? Tapi saya yakin, seyakin-yakinnya masih seperti itu, buktinya kalau ngoceh dalam setiap pertemuan tak bisa dihentikan. Hahaha!

“Om Tan, sudah lama di kamar mandi?”

“Sudah, Bang!” Orang ini mulai heran dengan sikap saya. Supaya tidak curiga dengan lakon  drama gong ini, saya segera alihkan pembicaraan.

“Kalau begitu, saya titip pesan saja, sampaikan pada Om Yoki, bahwa saya datang kemari mau nanggap lagu dangdut lengkap dengan orkesnya untuk acara ulang tahun. O, ya, ada nomor telepon rumah ini?” tanya saya lagi. Maklumlah zaman itu belum ada hape seperti sekarang ini.

Orang baru itu pun memberi nomor tertentu dengan polosnya, dan saya ngeloyor pergi menuju Pasar Kumbasari, nyoto! Orang baru itu menatap kepergian saya dengan penuh tanda tanya, mungkin dalam hatinya berkata, sombong banget orang itu, penampilan kayak gelandangan, kere saja mau nanggap pemusik hebat seperti Tan.

Hahaha, pemusik hebat! Peduli amat!

Hahaha, saya tidak tahu bagaimana orang yang baru datang di SMK itu menyampaikan pada Om Yoki dan bagaimana pula reaksi Yoki dengan predikat penyanyi dangdut itu. Hehehe..

Orang baru itu kini adalah penyair top yang saat ini tinggal di Jogya, Raudal Tanjung Banua, yang sering saya tulis Rudal Tanjung Benoa,

Selang beberapa saat, setelah makan soto di Kumbasari, saya pergi ke telepon umum. Saya menghubungi lagi base camp Sanggar Minum Kopi. Sompret! Yang ngambil si Jengki (Penyair Wayan Jengki Sunarta) Orang ini adalah orang yang paling muda di SMK, masih jadi murid SMA atau mahasiswa Faksas di tahun pertama, pada waktu itu (saya lupa), tapi penampilannya sudah nyeniman, karena puisinya sudah dimuat di Bali Post Minggu, dan namanya sering dikontak di ruang Umbu (ruang yang diasuh Umbu Landu Paranggi).

Di kalangan kami ada baiknya ada si Jengki. Bisa disuruh-suruh ngambil itu –ngambil ini, termasuk juga sering mijetin si Yoki sekali waktujugaWarih. Sialan!

Kalau sekarang, karena si Jengki sudah jadi peyair terkenal, aku provokatorin dia agar njitak saja orang-orang itu. Seangkatan dengan Jengki, Sahadewa, bilang di akun FB-nya, untung saya (Sahadewa) selamat!

“Jeng, aku Adhi Ryadi, aku sudah menghubungi GM agar kamu ke Bali Post. Aku ada perlu wawancara dengan kamu sekarang! Aku tunggu setelah deadline untuk besok, setalah jam sebelas (maksudnya jam 11 malam), penting untuk Bali Post Minggu,” kataku serius.

Orang ini harus ‘dimainkan’ lagi. Tentu setelah berkali-kali kena! O, ya, Adhi Ryadi adalah wartawan Bali Post ketika itu, kini yang bersangkutan telah meninggal karena kecelakaan di rumahnya, kesiram minyak atau air panas (?).

Wah, dengan penuh semangat Jengki mengiyakan, dan entah apa yang terjadi setelah menerima telepon dari ’Adhi Ryadi’ itu. Yang pasti kata Yoki pada hari berikutnya, sebelum jam sepuluh malam tumben Jengki sudah cabut dari Wahidin, biasanya sampai pagi tiduran di lantai beralaskan tikar lusuh satu-satunya.

Sepeda gayungnya standing dan ngepot ke Jalan Kepundung, alamat Bali Post. Tentu saja sampai di Bali Post si Jengki celingak-celinguk, tanpa ada yang menyapa, termasuk Adhi Ryadi. Hehehe. Sinampure, Jeng! Dengan wajah lesu, kehilangan gairah, dan pasti kesal, Jengki nyelinap entah ke mana ditelan kegelapan malam yang gerimis. Sialan GM!

Tabik dan sinampura, sahabat dan seteruku di Sanggar Minum Kopi Bali. [T]


Sanggar Minum Kopi (SMK) Bali adalah sanggar sastra yang kondang pada rentang tahun 1985-1995. Di dalamnya terdapat nama-nama yang kini masyur baik di dunia sastra maupun di luar sastra. Sebut saja Tan Lioe Ie, Wayan Jengki Sunarta, Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Warih Wisatsana, Sinduputra, Mas Ruscitadewi, Cok Sawitri, Raudal Tanjung Banua, Riki Dhamparan Putra, Nuryana Asmaudi, Dewa Putu Sahadewa, GM Sukawidana, Made Adnyana Ole, Sthiraprana Duarsa, Putu Satria Kusuma, Lingga Wijaya, Alit Widusaka (alm), Boping Suryadi (kini jadi politisi dari Tabanan), dan tentu saja ada tokoh kita; Umbu Landu Paranggi dan Frans Nadjira. (Nama-nama lain bisa disusulkan kemudian).

Melalui pergelaran lomba penulisan dan baca puisi se-Indonesia, SMK membuka pergaulan dengan nama-nama sastrawan di luar Bali, seperti Kurnia Effendi, Iyut Fitra, Arif B Prasetyo, Zen Hae, Gus tf, Aslan Abidin, dan Saut Situmorang. SMK bubar tahun 1985. Meski bubarnya akibat konflik kecil tak terduga, namun hingga kini orang-orang SMK tetap berteman selayaknya saudara. 

Tags: baliCerpendenpasarnostalgiaPuisiRaudal Tanjung BanuaSanggar Minum KopisastrasastrawanTan Lioe IeWayan Jengki Sunarta
Share58TweetSendShareSend
Previous Post

Mbah

Next Post

Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

GM Sukawidana

GM Sukawidana

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co