3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Gong Raudal, Jengki, & Yoki #Seri Nostalgia Sastrawan Sanggar Minum Kopi

GM Sukawidana by GM Sukawidana
June 2, 2019
in Esai
Drama Gong Raudal, Jengki, & Yoki  #Seri Nostalgia Sastrawan Sanggar Minum Kopi

Tan Lioe Ie, Raudal Tanjung Banua, dan Wayan Jengki Sunarta (Foto-foto diambil dari facebook)

Hari itu saya tahu ada  anak baru mampir di SMK, dari Padang, negeri yang sering saya  dengar setelah Gus Tf Sakai dan beberapa teman dari Padang datang ke Bali sebelumnya. Ini kesempatan baik untuk “dimainkan” (begitu kami selalu mempergunakan istilah, kalau ada sesuatu yang baru).

Tanpa menunggu waktu yang berlama-lama, saya berangkat ke sekretariat SMK di Wahidin (Jalan Wahidin Denpasar) yang kebetulan rumah Tan Lieo Ie — kami sering menyebutnya dengan nama Yoki.

Yang namanya Yoki ini, memang orangnya ‘kurang asem’, karena apapun yang dikerjakannya selalu berlama-lama, termasuk kalau lagi ngoceh! Kesempatan baik! Bukan lagi demi puisi, seperti yang sering diungkap oleh Mas Warih (Penyair Warih Wisatsana) melainkan demi “menghancurkan” reputasi seteru.

“Mas, apa benar ini rumah Om Tan Lieo Ie, penyanyi dangdut yang sering nyawer di kundangan?” tanya saya  pada orang baru itu, setelah sesaat saya pura-pura nyelingak- celinguk di depannya.

“O, ya, tapi bukan penyanyi dangdut, melainkan penyair yang memusikalisasikan  puisi!” jawab si orang baru ini.

“Penyair, apa itu penyair? Mas, siapa?” tanya saya lagi.

Orang itu menyebutkan  namanya. Haahaha! Ini kesempatan, drama gong segera dimainkan.

“Dari Jawa mana?”

“Bukan dari Jawa, Bang, dari Padang.”

“O, Padang? Personil orkes dangdutnya Om Yoki juga, ya?”

“Ndak, Bang. Saya baru kemarin datang ke Bali.”

“Om Tan ada?” Pura-pura saja serius, biar orang ini penasaran.

“Ada, Bang, tapi masih di kamar mandi!” jawab orang baru tersebut dengan penuh keluguan.

Nah ini dia kesempatan lagi.  Saya sangat tahu, bagaimana kalau si Yoki melakukan sesuatu, apalagi kalau di kamar mandi, pasti sangat berlama-lama. Jangan harap kalau ada yang kebelet mau buang air kecil atau buang air besar segera tuntas kalau si Yoki ada di kamar mandi.

Pernah Landras, si penyair ‘Mata Dadu’ sampai ngompol di celana gara-gara nunggu Yoki keluar dari kamar mandi, yang satu-satunya ada di Wahidin. Kalau dirinci mungkin bisa dideskripsikan sebagai berikut. Buka pakaian kisarannya 15 menit, setiap kali memasukkan gayung ke bak lalu dituangkan ke tubuhnya kisarannya 10 menit. Bayangkan kalau sepuluh kali gayungan, berapa menit sudah waktu yang dihabiskan Tan untuk itu.

Belum lagi mengelap tubuh, pakai sarung dan sebagainya. Waktu dua jam pasti habis. Saya tidak tahu apakah sekarang masih seperti itu? Tapi saya yakin, seyakin-yakinnya masih seperti itu, buktinya kalau ngoceh dalam setiap pertemuan tak bisa dihentikan. Hahaha!

“Om Tan, sudah lama di kamar mandi?”

“Sudah, Bang!” Orang ini mulai heran dengan sikap saya. Supaya tidak curiga dengan lakon  drama gong ini, saya segera alihkan pembicaraan.

“Kalau begitu, saya titip pesan saja, sampaikan pada Om Yoki, bahwa saya datang kemari mau nanggap lagu dangdut lengkap dengan orkesnya untuk acara ulang tahun. O, ya, ada nomor telepon rumah ini?” tanya saya lagi. Maklumlah zaman itu belum ada hape seperti sekarang ini.

Orang baru itu pun memberi nomor tertentu dengan polosnya, dan saya ngeloyor pergi menuju Pasar Kumbasari, nyoto! Orang baru itu menatap kepergian saya dengan penuh tanda tanya, mungkin dalam hatinya berkata, sombong banget orang itu, penampilan kayak gelandangan, kere saja mau nanggap pemusik hebat seperti Tan.

Hahaha, pemusik hebat! Peduli amat!

Hahaha, saya tidak tahu bagaimana orang yang baru datang di SMK itu menyampaikan pada Om Yoki dan bagaimana pula reaksi Yoki dengan predikat penyanyi dangdut itu. Hehehe..

Orang baru itu kini adalah penyair top yang saat ini tinggal di Jogya, Raudal Tanjung Banua, yang sering saya tulis Rudal Tanjung Benoa,

Selang beberapa saat, setelah makan soto di Kumbasari, saya pergi ke telepon umum. Saya menghubungi lagi base camp Sanggar Minum Kopi. Sompret! Yang ngambil si Jengki (Penyair Wayan Jengki Sunarta) Orang ini adalah orang yang paling muda di SMK, masih jadi murid SMA atau mahasiswa Faksas di tahun pertama, pada waktu itu (saya lupa), tapi penampilannya sudah nyeniman, karena puisinya sudah dimuat di Bali Post Minggu, dan namanya sering dikontak di ruang Umbu (ruang yang diasuh Umbu Landu Paranggi).

Di kalangan kami ada baiknya ada si Jengki. Bisa disuruh-suruh ngambil itu –ngambil ini, termasuk juga sering mijetin si Yoki sekali waktujugaWarih. Sialan!

Kalau sekarang, karena si Jengki sudah jadi peyair terkenal, aku provokatorin dia agar njitak saja orang-orang itu. Seangkatan dengan Jengki, Sahadewa, bilang di akun FB-nya, untung saya (Sahadewa) selamat!

“Jeng, aku Adhi Ryadi, aku sudah menghubungi GM agar kamu ke Bali Post. Aku ada perlu wawancara dengan kamu sekarang! Aku tunggu setelah deadline untuk besok, setalah jam sebelas (maksudnya jam 11 malam), penting untuk Bali Post Minggu,” kataku serius.

Orang ini harus ‘dimainkan’ lagi. Tentu setelah berkali-kali kena! O, ya, Adhi Ryadi adalah wartawan Bali Post ketika itu, kini yang bersangkutan telah meninggal karena kecelakaan di rumahnya, kesiram minyak atau air panas (?).

Wah, dengan penuh semangat Jengki mengiyakan, dan entah apa yang terjadi setelah menerima telepon dari ’Adhi Ryadi’ itu. Yang pasti kata Yoki pada hari berikutnya, sebelum jam sepuluh malam tumben Jengki sudah cabut dari Wahidin, biasanya sampai pagi tiduran di lantai beralaskan tikar lusuh satu-satunya.

Sepeda gayungnya standing dan ngepot ke Jalan Kepundung, alamat Bali Post. Tentu saja sampai di Bali Post si Jengki celingak-celinguk, tanpa ada yang menyapa, termasuk Adhi Ryadi. Hehehe. Sinampure, Jeng! Dengan wajah lesu, kehilangan gairah, dan pasti kesal, Jengki nyelinap entah ke mana ditelan kegelapan malam yang gerimis. Sialan GM!

Tabik dan sinampura, sahabat dan seteruku di Sanggar Minum Kopi Bali. [T]


Sanggar Minum Kopi (SMK) Bali adalah sanggar sastra yang kondang pada rentang tahun 1985-1995. Di dalamnya terdapat nama-nama yang kini masyur baik di dunia sastra maupun di luar sastra. Sebut saja Tan Lioe Ie, Wayan Jengki Sunarta, Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Warih Wisatsana, Sinduputra, Mas Ruscitadewi, Cok Sawitri, Raudal Tanjung Banua, Riki Dhamparan Putra, Nuryana Asmaudi, Dewa Putu Sahadewa, GM Sukawidana, Made Adnyana Ole, Sthiraprana Duarsa, Putu Satria Kusuma, Lingga Wijaya, Alit Widusaka (alm), Boping Suryadi (kini jadi politisi dari Tabanan), dan tentu saja ada tokoh kita; Umbu Landu Paranggi dan Frans Nadjira. (Nama-nama lain bisa disusulkan kemudian).

Melalui pergelaran lomba penulisan dan baca puisi se-Indonesia, SMK membuka pergaulan dengan nama-nama sastrawan di luar Bali, seperti Kurnia Effendi, Iyut Fitra, Arif B Prasetyo, Zen Hae, Gus tf, Aslan Abidin, dan Saut Situmorang. SMK bubar tahun 1985. Meski bubarnya akibat konflik kecil tak terduga, namun hingga kini orang-orang SMK tetap berteman selayaknya saudara. 

Tags: baliCerpendenpasarnostalgiaPuisiRaudal Tanjung BanuaSanggar Minum KopisastrasastrawanTan Lioe IeWayan Jengki Sunarta
Share58TweetSendShareSend
Previous Post

Mbah

Next Post

Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

GM Sukawidana

GM Sukawidana

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co