23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Gong Raudal, Jengki, & Yoki #Seri Nostalgia Sastrawan Sanggar Minum Kopi

GM Sukawidana by GM Sukawidana
June 2, 2019
in Esai
Drama Gong Raudal, Jengki, & Yoki  #Seri Nostalgia Sastrawan Sanggar Minum Kopi

Tan Lioe Ie, Raudal Tanjung Banua, dan Wayan Jengki Sunarta (Foto-foto diambil dari facebook)

Hari itu saya tahu ada  anak baru mampir di SMK, dari Padang, negeri yang sering saya  dengar setelah Gus Tf Sakai dan beberapa teman dari Padang datang ke Bali sebelumnya. Ini kesempatan baik untuk “dimainkan” (begitu kami selalu mempergunakan istilah, kalau ada sesuatu yang baru).

Tanpa menunggu waktu yang berlama-lama, saya berangkat ke sekretariat SMK di Wahidin (Jalan Wahidin Denpasar) yang kebetulan rumah Tan Lieo Ie — kami sering menyebutnya dengan nama Yoki.

Yang namanya Yoki ini, memang orangnya ‘kurang asem’, karena apapun yang dikerjakannya selalu berlama-lama, termasuk kalau lagi ngoceh! Kesempatan baik! Bukan lagi demi puisi, seperti yang sering diungkap oleh Mas Warih (Penyair Warih Wisatsana) melainkan demi “menghancurkan” reputasi seteru.

“Mas, apa benar ini rumah Om Tan Lieo Ie, penyanyi dangdut yang sering nyawer di kundangan?” tanya saya  pada orang baru itu, setelah sesaat saya pura-pura nyelingak- celinguk di depannya.

“O, ya, tapi bukan penyanyi dangdut, melainkan penyair yang memusikalisasikan  puisi!” jawab si orang baru ini.

“Penyair, apa itu penyair? Mas, siapa?” tanya saya lagi.

Orang itu menyebutkan  namanya. Haahaha! Ini kesempatan, drama gong segera dimainkan.

“Dari Jawa mana?”

“Bukan dari Jawa, Bang, dari Padang.”

“O, Padang? Personil orkes dangdutnya Om Yoki juga, ya?”

“Ndak, Bang. Saya baru kemarin datang ke Bali.”

“Om Tan ada?” Pura-pura saja serius, biar orang ini penasaran.

“Ada, Bang, tapi masih di kamar mandi!” jawab orang baru tersebut dengan penuh keluguan.

Nah ini dia kesempatan lagi.  Saya sangat tahu, bagaimana kalau si Yoki melakukan sesuatu, apalagi kalau di kamar mandi, pasti sangat berlama-lama. Jangan harap kalau ada yang kebelet mau buang air kecil atau buang air besar segera tuntas kalau si Yoki ada di kamar mandi.

Pernah Landras, si penyair ‘Mata Dadu’ sampai ngompol di celana gara-gara nunggu Yoki keluar dari kamar mandi, yang satu-satunya ada di Wahidin. Kalau dirinci mungkin bisa dideskripsikan sebagai berikut. Buka pakaian kisarannya 15 menit, setiap kali memasukkan gayung ke bak lalu dituangkan ke tubuhnya kisarannya 10 menit. Bayangkan kalau sepuluh kali gayungan, berapa menit sudah waktu yang dihabiskan Tan untuk itu.

Belum lagi mengelap tubuh, pakai sarung dan sebagainya. Waktu dua jam pasti habis. Saya tidak tahu apakah sekarang masih seperti itu? Tapi saya yakin, seyakin-yakinnya masih seperti itu, buktinya kalau ngoceh dalam setiap pertemuan tak bisa dihentikan. Hahaha!

“Om Tan, sudah lama di kamar mandi?”

“Sudah, Bang!” Orang ini mulai heran dengan sikap saya. Supaya tidak curiga dengan lakon  drama gong ini, saya segera alihkan pembicaraan.

“Kalau begitu, saya titip pesan saja, sampaikan pada Om Yoki, bahwa saya datang kemari mau nanggap lagu dangdut lengkap dengan orkesnya untuk acara ulang tahun. O, ya, ada nomor telepon rumah ini?” tanya saya lagi. Maklumlah zaman itu belum ada hape seperti sekarang ini.

Orang baru itu pun memberi nomor tertentu dengan polosnya, dan saya ngeloyor pergi menuju Pasar Kumbasari, nyoto! Orang baru itu menatap kepergian saya dengan penuh tanda tanya, mungkin dalam hatinya berkata, sombong banget orang itu, penampilan kayak gelandangan, kere saja mau nanggap pemusik hebat seperti Tan.

Hahaha, pemusik hebat! Peduli amat!

Hahaha, saya tidak tahu bagaimana orang yang baru datang di SMK itu menyampaikan pada Om Yoki dan bagaimana pula reaksi Yoki dengan predikat penyanyi dangdut itu. Hehehe..

Orang baru itu kini adalah penyair top yang saat ini tinggal di Jogya, Raudal Tanjung Banua, yang sering saya tulis Rudal Tanjung Benoa,

Selang beberapa saat, setelah makan soto di Kumbasari, saya pergi ke telepon umum. Saya menghubungi lagi base camp Sanggar Minum Kopi. Sompret! Yang ngambil si Jengki (Penyair Wayan Jengki Sunarta) Orang ini adalah orang yang paling muda di SMK, masih jadi murid SMA atau mahasiswa Faksas di tahun pertama, pada waktu itu (saya lupa), tapi penampilannya sudah nyeniman, karena puisinya sudah dimuat di Bali Post Minggu, dan namanya sering dikontak di ruang Umbu (ruang yang diasuh Umbu Landu Paranggi).

Di kalangan kami ada baiknya ada si Jengki. Bisa disuruh-suruh ngambil itu –ngambil ini, termasuk juga sering mijetin si Yoki sekali waktujugaWarih. Sialan!

Kalau sekarang, karena si Jengki sudah jadi peyair terkenal, aku provokatorin dia agar njitak saja orang-orang itu. Seangkatan dengan Jengki, Sahadewa, bilang di akun FB-nya, untung saya (Sahadewa) selamat!

“Jeng, aku Adhi Ryadi, aku sudah menghubungi GM agar kamu ke Bali Post. Aku ada perlu wawancara dengan kamu sekarang! Aku tunggu setelah deadline untuk besok, setalah jam sebelas (maksudnya jam 11 malam), penting untuk Bali Post Minggu,” kataku serius.

Orang ini harus ‘dimainkan’ lagi. Tentu setelah berkali-kali kena! O, ya, Adhi Ryadi adalah wartawan Bali Post ketika itu, kini yang bersangkutan telah meninggal karena kecelakaan di rumahnya, kesiram minyak atau air panas (?).

Wah, dengan penuh semangat Jengki mengiyakan, dan entah apa yang terjadi setelah menerima telepon dari ’Adhi Ryadi’ itu. Yang pasti kata Yoki pada hari berikutnya, sebelum jam sepuluh malam tumben Jengki sudah cabut dari Wahidin, biasanya sampai pagi tiduran di lantai beralaskan tikar lusuh satu-satunya.

Sepeda gayungnya standing dan ngepot ke Jalan Kepundung, alamat Bali Post. Tentu saja sampai di Bali Post si Jengki celingak-celinguk, tanpa ada yang menyapa, termasuk Adhi Ryadi. Hehehe. Sinampure, Jeng! Dengan wajah lesu, kehilangan gairah, dan pasti kesal, Jengki nyelinap entah ke mana ditelan kegelapan malam yang gerimis. Sialan GM!

Tabik dan sinampura, sahabat dan seteruku di Sanggar Minum Kopi Bali. [T]


Sanggar Minum Kopi (SMK) Bali adalah sanggar sastra yang kondang pada rentang tahun 1985-1995. Di dalamnya terdapat nama-nama yang kini masyur baik di dunia sastra maupun di luar sastra. Sebut saja Tan Lioe Ie, Wayan Jengki Sunarta, Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Warih Wisatsana, Sinduputra, Mas Ruscitadewi, Cok Sawitri, Raudal Tanjung Banua, Riki Dhamparan Putra, Nuryana Asmaudi, Dewa Putu Sahadewa, GM Sukawidana, Made Adnyana Ole, Sthiraprana Duarsa, Putu Satria Kusuma, Lingga Wijaya, Alit Widusaka (alm), Boping Suryadi (kini jadi politisi dari Tabanan), dan tentu saja ada tokoh kita; Umbu Landu Paranggi dan Frans Nadjira. (Nama-nama lain bisa disusulkan kemudian).

Melalui pergelaran lomba penulisan dan baca puisi se-Indonesia, SMK membuka pergaulan dengan nama-nama sastrawan di luar Bali, seperti Kurnia Effendi, Iyut Fitra, Arif B Prasetyo, Zen Hae, Gus tf, Aslan Abidin, dan Saut Situmorang. SMK bubar tahun 1985. Meski bubarnya akibat konflik kecil tak terduga, namun hingga kini orang-orang SMK tetap berteman selayaknya saudara. 

Tags: baliCerpendenpasarnostalgiaPuisiRaudal Tanjung BanuaSanggar Minum KopisastrasastrawanTan Lioe IeWayan Jengki Sunarta
Share58TweetSendShareSend
Previous Post

Mbah

Next Post

Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

GM Sukawidana

GM Sukawidana

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

Gowes Night Ride, Bersepeda Malam Keliling Kota Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co