6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
May 8, 2019
in Khas
“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Laklak gede berisi pisang di Pasar Penebel, Tabanan, Bali

Kalau pas melintas di Pasar Penebel, di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, mampirlah sebentar ke sebuah warung kecil. Lokasinya di utara pasar, tepatnya sebelah barat jalan.

Mencari Pasar Penebel tidaklah sulit. Dari kota Tabanan luruslah kea rah utara, lewat Tuakilang, lalu Wanasari, lalu Desa Buruan, lurus terus ke utara, bertemulah Pasar Penebel. Pasar Penebel biasa juga dilewati para pelancaong jika hendak ke obyek wisata lJatiluwih via Desa Babahan.  

Atau jika ingin ke obyek Yeh Panes Belumbang, di Pasar Penebel bisa belok kiri, Tapi sebelum menuju obyek-obyek terkenal itu, singahlah ke Pasar Penebel, tepatnya di utara pasar, di sebelah barat jalan.

Di situ ada sebuah warung kecil menjual laklak pisang yang enak, dengan bentuk yang unik dan  rasa yang khas. Namanya warung Laklak Biu Men Bayu. Laklak yang hangat, cocok ketika menemani secangkir kopi. Pemandangan orang yang ngantre membeli laklak sudah biasa di warung itu.

Laklak yang legit, dengan pisang manis dan parutan kelapa. Rasanya pas. Kuliner khas Bali yang digemari. Di warung itu tersedia dua kompor gerabah, yang menyerupai bungut paon, kompor tradisonal Bali kuno. Bahan bakarnya dari dahan kayu.

Proses pembuatan laklak biu Men Bayu

Ada beberapa alasan kenapa Men Bayu tidak menggunakan kompor modern untuk membuat laklak pisang itu. Dengan menggunakan kayu bakar, rasa laklak terasa lebih enak, beda dan khas. Ternyata bahan bakar yang digunakan mempengaruhi cita rasa kue.

Men Bayu dan suaminya konsisten menekuni bisnis kecil laklak pisang itu selama sepuluh tahun. Mereka memulai usaha sejak tahun 2009, dengan modal kecil. November 2012 untuk pertama kali diundang, diberi kesempatan pameran  kuliner pada acara HUT kota Tabanan.

Kemudian berlanjut tiap tahun ikut pameran kuliner sampai tahun 2016. Sampai saat ini, dari bisnis kecil ini Pan Bayu bisa membeli mobil tua, sebagai satu-satunya armada untuk membeli pisang ke pasar. UKM dengan modal kecil, kalau ditekuni bisa menghasilkan uang lumayan.

Laklak adalah kuliner khas Bali. Jadi harus dilestarikan, agar bisa sejajar dengan kuliner-kuliner dari daerah lain. Sebenarnya rasanya juga tak kalah dengan kue-kue impor yang sudah punya branding. Pemda setempat berperan memfasilitasi, melakukan promosi kuliner khas Bali ini ke tingkat nasional.

Men Bayu nomer dua dari kanan, saat mendapat kesempatan pameran kuliner di Taman Mini Indonesia Indah

Men Bayu dan Pan Bayu pernah diboyong oleh dinas terkait di Pemkab Tabanan, untuk diterbangkan ke Jakarta mengikuti pameran kuliner di Taman Mini Indonesia Indah. Mereka memperkenalkan laklak pisang dan juga jaje kelepon yang dibuat oleh pedagang lain. Foto mereka di depan Monas terpasang rapi di tembok warung Men Bayu, bagaikan kertas sertifikasi sebagai bukti pengakuan jaminan mutu laklak pisang yang dia buat sehari-hari.

Di warungnya yang kecil, dengan beberapa kursi plastik dan kursi kayu, kadang memang tidak bisa menampung pelanggan. Para pelanggan harus sabar menunggu proses pembuatan. Seperti membuat nasi goreng, laklak juga baru dibikin saat dipesan, untuk menjaga kehangatannya.

Lebih Besar

Pertama kali saya mencicipi laklak pisang Men Bayu ini, langsung jatuh cinta dengan rasanya. Rasa yang khas. Saya ketagihan. Setiap kali lewat di Penebel untuk urusan kerja, pasti saya mampir di warung Men Bayu ini. Membeli beberapa laklak pisang, dibungkus untuk oleh-oleh pulang. Anak-anak dan istri juga suka.

Beda dengan laklak biasa, bentuk laklak biu ini lebih besar. Harga per biji Rp 2.000.  Bedanya lagi, jika laklak biasa membutuhkan gula aren cair sebagai pemanis, laklak pisang ini tidak membutuhkan gula. Rasa manis didapat dari pisang yang diiris tipis-tipis dan ditaburi parutan kelapa. Rasa manis yang alami. Ini juga kue yang bagus untuk penderita diabetes.

Kalau kita bedah isinya, laklak pisang mengandung nutrisi yang sangat baik. Tepung sebagai bahan utama  mengandung karbohidrat. Pisang adalah buah yang mengandung banyak nutrisi, sejumlah vitamin dan potasium, dan juga serat yang baik untuk pencernaan. Pisang adalah makanan wajib untuk atlit sebelum bertanding. Itulah kenapa seorang atlit bulutangkis dunia memakan pisang saat istirahat sebentar sebelum memasuki rubber set yang melelahkan.

Pernah juga saya lihat seorang atlit sepeda Tour de Indonesia yang memakan pisang sambil tetap bersepeda. Sedangkan kelapa parut yang ditaburi pada laklak pisang juga tak kalah bergizinya. Pernah saya baca, satu sendok makan kelapa parut mengandung 1 gram protein. Jadi, lumayan kan kandungan nutrisi pada selembar laklak pisang ini. Maaf, saya pakai saja istilah selembar, karena bentuknya seperti lembaran…hehehe

Bupati Tabanan Eka Wiryastuti dan Wabup Gede Sanjaya di stand laklak biu Men Bayu

Setiap hari minggu, pelanggan yang datang lebih banyak lagi. Para pesepeda yang kebetulan lewat gowes, mampir ke warung Men Bayu. Pemandangan sepeda yang parkir di sana-sini pun terlihat memenuhi warungnya yang kecil. Pelanggan laklak Men Bayu dari berbagai lapisan masyarakat. Beberapa pegawai pemda sering memesan laklak pisang untuk sebuah acara penting di kantor. Kadang-kadang Men Bayu dan suaminya harus buka pagi-pagi pukul 5, karena memenuhi pesanan yang akan diambil pukul 7 pagi.

Men Bayu dan suaminya sudah semakin tua. Pan Bayu sudah memasuki usia 71 tahun. Men Bayu juga sering sakit. Kadang Pan Bayu sendirian di warungnya melayani pelanggan, karena istrinya butuh istirahat untuk menurunkan tensi. Seperti siang itu, saya hanya bertemu Pan Bayu saat mengambil beberapa foto sambil wawancara.

Agaknya anak-anaknya tidak tertarik melanjutkan usaha kuliner itu. Padahal kalau anaknya mau, mereka bisa menata warung itu agar kelihatan lebih rapi, keren dan artistik. Bisa saja warung kecil itu ditata seperti kafe kopi. Menyediakan laklak pisang sebagai menu utama, dan kopi khas Bali sebagai pendamping menu.

Bukankah banyak kopi khas Bali yang bisa diperkenalkan, jebis robusta atau arabika. Seperti kopi Banyuatis itu, yang sudah melanglang buana ke mana-mana. Ada sebuah warung kecil di jantung kota Tabanan, yang setiap hari dikerubuti puluhan bahkan mungkin ratusan pelanggan setianya. Pemilik warung sukses hanya dengan berjualan kopi sebagai menu utama.

Sedikit menghayal, barangkali suatu ketika kuliner khas Bali seperti: laklak biu, jaje kelepon, jaje gadang, bisa go internasional seperti kue-kue impor yang menjajah kita selama ini. Semoga! [T]

Tags: kue tradisonalkulinerpasarPenebeltabanan
Share266TweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Dansa

Next Post

“Harusnya Drama Gong Ne!” – Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
“Harusnya Drama Gong Ne!” – Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

“Harusnya Drama Gong Ne!” - Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co