14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Kontrak yang Terjerumus ke Dunia Rias: Cita-cita dan Suka-suka

Rina Wijayanti by Rina Wijayanti
April 5, 2019
in Esai
Guru Kontrak yang Terjerumus ke Dunia Rias: Cita-cita dan Suka-suka

Foto ilustrasi (Dok Penulis)

Terlahir sebagai seorang anak petani tambak  yang dari kecil lebih akrab dengan bubu, sau, anco, titi, udang, ikan, kepiting, air asin, air payau dan kawan-kawannya, kadang saya merasa lucu, kerena sekarang lebih sering asik bergaul dengan pondation, bedak, eyesahadow, blush on, pensil alis dan kuas-kuasnya.

Biar saya ceritakan sedikit tentang diri saya dulu, saya anak gadis dari dua bersaudara dan kini menyandang status sebagai seorang istri dari seorang suami yang baik hati (menurut saya) karena tidak pernah mematahkan apapun keinginan saya, kecuali mungkin hal-hal yang bertentangan dengan kaidah kesetiaan dalam menjalin sebuah hubungan. Saya pernah punya cita-cita besar menjadi seorang guru Bahasa Indonesia karena memang diakrabkan dengan puisi dan cerpen oleh guru semasa SD dan SMP saya.

Bapak presiden pertama kita pernah berkata, “Gantunglah cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Saya rasa benar begitu, saya pernah punya cita-cita tinggi menjadi seorang guru, kini menjadi guru, bahkan mendapat kesempatan menjadi guru Bahasa Indonesia seperti yang memang saya inginkan. Tapi apa daya, lima tahun di sekolah saya pernah tidak digaji, karena harus bertanggung jawab dengan cita-cita saya tetap bertahan. Lalu pernah digaji tujuh ribu lima ratus rupiah per jam. Lalu pernah juga menerima gaji pukul rata, lima ratus ribu rupiah per bulan, lalu lima puluh ribu rupiah per jam.

Lalu kebijakan pemerintah membawa saya ke status pegawai kontrak provinsi dengan upah yang bagi saya lumayan untuk membangun cita-cita lain dan saya tetap bahagia. Tetap menjadi seorang guru. Eh, kok saya jadi curhat, sudah jangan dipikirin.

Ternyata benar apa yang dikatakan oleh bapak presiden pertama kita, saya pernah punya cita-cita tinggi dan saya sedang merasa jatuh di antara bintang-bintang. Bukan berarti saat saya merasa mentok menjadi guru kontrak saya patah hati terus membunuh semua siswa yang ada di sekolah atau menjadi aktor kasus pornografi, terus saya terkenal, masuk koran, masuk TV, dan menjadi daftar pencaharian teratas di internet. Jadi bintang gitu. Ya enggaklah ya.

Pernah menjadi siswa dengan nama yang tidak terlalu baik (tak terlalu formal) saat SMA, membuat saya berkelimpahan teman. Ditambah lagi saat kuliah, saya memilih menjadi mahasiswa yang tidak normal maksudnya tidak hanya K3 (Kampus, Kost, Kampung), tetapi intinya lebih banyak main-main dari pada serius kuliah. Lebih senang mencari teman daripada belajar.

Punya banyak teman inilah yang membuat saya merasa jatuh di antara bintang-bintang saat saya merasa cita-cita saya yang tinggi tak kunjung membuat saya menari-nari seperti awan di angkasa. Sebab, setelah saya menekuni dunia rias-merias, teman adalah makhluk ajaib yang paling setia percaya begitu saja pada pulasan tangan saya, tentunya dengan banyak alasan dan mereka paham ini tidak cuma-cuma. Dan saya, meski awalnya hanya suka-suka, kini benar-benar suka.  Dan kombinasi dari keduanya menimbulkan suka-cita.

Saya sedang merias

Entah sejak kapan saya menyukai dunia tatarias memilih bergaul dengan sederet bedak dan koloni-koloninya. Sering kali saya merasa ini lucu tapi saya yakin ini ada hubungannya dengan teman-teman saya. Terakhir yang saya ingat, saya sering dipaksa teman-teman  untuk membantu merias aktor  saat pentas teater.

Kata mereka riasan saya bagus, entah benar begitu atau sengaja dibilang begitu biar nanti-nanti saya rajin membantu lagi. Setelah di sekolah sebagai guru Bahasa Indonesia, saya terlalu sering membuat orang salah tanggap, dikiranya saya Guru Seni Budaya. Kadang, di sekolah saya lebih suka kalau mendapat tugas merias anak-anak yang akan mengikuti lomba-lomba dari pada mendapat tugas membina penulisan karya ilmiah.

Ah, saya merasa benar-benar mulai terjerumus. Dan salah seorang yang menjerumuskan saya adalah guru seni budaya di sekolah tempat saya mengajar. Beliau selalu memberi ruang, memberi pujian, dan bahkan memberi kesempatan untuk menambah penghasilan saat ada acara-acara tertentu di sekolah karena beliau sadar saat itu saya belum memiliki penghasilan apapun.

Hingga kini, saya merasa semakin gila di dunia tatarias. Dulu masih suka menyuruh teman membawa make-up untuk saya pinjam kalau ada yang meminta saya untuk merias, saat ada wisuda misalnya. Kini saya sedang giat belajar tentang aneka merek make-up, jenis, dan fungsinya serta sangat rajin membelinya karena bukan rahasia lagi berapa honor perias untuk merias sepasang pengantin, untuk upacara metatah atau merias anak-anak di hari perpisahan.  

Honor yang menggila ini tentu tidak bisa saya dapatkan semudah membalikkan telapak tangan, meskipun tarif saya belum sefuntastis perias hits lainnya, namun ini tetap harus disyukuri.

Saat merias selain menjual keterampilan saya juga menjual sabar karena belakangan saya merasa setiap client yang datang terutama calon pengantin  punya kecerewetan tersendiri yang menguji kesabaran saya. Ini mungkin juga dialami oleh perias lain sampai-sampai saya mengkatagorikannya ke dalam empat jenis calon pengantin yang hendak dirias.

Pertama, calon pengantin tukang tawar. Kedua, calon pengantin rela bayar mahal tapi gak tau trend, dan, ketiga, calon pengantin dramakuin.

Meski tak jarang juga mendapat client yangpasrah, baik hati, ramah-tamah dan tidak sombong. Nanti saya akan ceritakan detail pertemuan saya dengan berbagai jenis calon pengantin ini serta cara efektif menanganinya dalam tulisan berikutnya.

Terimakasih telah membaca tulisan saya yang tidak terlalu penting ini. Intinya saya tetaplah seorang anak petani tambak yang harus bertanggung jawab atas cita-cita saya dengan perasaan yang bahagia datang ke sekolah setiap pagi, juga menjadi perias yang bijaksana karena inilah dunia yang dibangun oleh teman-teman saya untuk saya tetap hidup di antara bintang-bintang. [T]

Tags: gurukecantikanperiassukacita
Share48TweetSendShareSend
Previous Post

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun”: Peristiwa dan Kenangan Tak Senilai Berita

Next Post

Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Rina Wijayanti

Rina Wijayanti

Setelah lulus dari Undiksha Singaraja, ia jadi guru yang ulet di Jembrana, Bali barat, juga menekuni make-up artist. Sesekali menulis puisi. Statusnya bahagia bersama suami yang juga sesekali menulis puisi

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co