2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Kontrak yang Terjerumus ke Dunia Rias: Cita-cita dan Suka-suka

Rina Wijayanti by Rina Wijayanti
April 5, 2019
in Esai
Guru Kontrak yang Terjerumus ke Dunia Rias: Cita-cita dan Suka-suka

Foto ilustrasi (Dok Penulis)

Terlahir sebagai seorang anak petani tambak  yang dari kecil lebih akrab dengan bubu, sau, anco, titi, udang, ikan, kepiting, air asin, air payau dan kawan-kawannya, kadang saya merasa lucu, kerena sekarang lebih sering asik bergaul dengan pondation, bedak, eyesahadow, blush on, pensil alis dan kuas-kuasnya.

Biar saya ceritakan sedikit tentang diri saya dulu, saya anak gadis dari dua bersaudara dan kini menyandang status sebagai seorang istri dari seorang suami yang baik hati (menurut saya) karena tidak pernah mematahkan apapun keinginan saya, kecuali mungkin hal-hal yang bertentangan dengan kaidah kesetiaan dalam menjalin sebuah hubungan. Saya pernah punya cita-cita besar menjadi seorang guru Bahasa Indonesia karena memang diakrabkan dengan puisi dan cerpen oleh guru semasa SD dan SMP saya.

Bapak presiden pertama kita pernah berkata, “Gantunglah cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Saya rasa benar begitu, saya pernah punya cita-cita tinggi menjadi seorang guru, kini menjadi guru, bahkan mendapat kesempatan menjadi guru Bahasa Indonesia seperti yang memang saya inginkan. Tapi apa daya, lima tahun di sekolah saya pernah tidak digaji, karena harus bertanggung jawab dengan cita-cita saya tetap bertahan. Lalu pernah digaji tujuh ribu lima ratus rupiah per jam. Lalu pernah juga menerima gaji pukul rata, lima ratus ribu rupiah per bulan, lalu lima puluh ribu rupiah per jam.

Lalu kebijakan pemerintah membawa saya ke status pegawai kontrak provinsi dengan upah yang bagi saya lumayan untuk membangun cita-cita lain dan saya tetap bahagia. Tetap menjadi seorang guru. Eh, kok saya jadi curhat, sudah jangan dipikirin.

Ternyata benar apa yang dikatakan oleh bapak presiden pertama kita, saya pernah punya cita-cita tinggi dan saya sedang merasa jatuh di antara bintang-bintang. Bukan berarti saat saya merasa mentok menjadi guru kontrak saya patah hati terus membunuh semua siswa yang ada di sekolah atau menjadi aktor kasus pornografi, terus saya terkenal, masuk koran, masuk TV, dan menjadi daftar pencaharian teratas di internet. Jadi bintang gitu. Ya enggaklah ya.

Pernah menjadi siswa dengan nama yang tidak terlalu baik (tak terlalu formal) saat SMA, membuat saya berkelimpahan teman. Ditambah lagi saat kuliah, saya memilih menjadi mahasiswa yang tidak normal maksudnya tidak hanya K3 (Kampus, Kost, Kampung), tetapi intinya lebih banyak main-main dari pada serius kuliah. Lebih senang mencari teman daripada belajar.

Punya banyak teman inilah yang membuat saya merasa jatuh di antara bintang-bintang saat saya merasa cita-cita saya yang tinggi tak kunjung membuat saya menari-nari seperti awan di angkasa. Sebab, setelah saya menekuni dunia rias-merias, teman adalah makhluk ajaib yang paling setia percaya begitu saja pada pulasan tangan saya, tentunya dengan banyak alasan dan mereka paham ini tidak cuma-cuma. Dan saya, meski awalnya hanya suka-suka, kini benar-benar suka.  Dan kombinasi dari keduanya menimbulkan suka-cita.

Saya sedang merias

Entah sejak kapan saya menyukai dunia tatarias memilih bergaul dengan sederet bedak dan koloni-koloninya. Sering kali saya merasa ini lucu tapi saya yakin ini ada hubungannya dengan teman-teman saya. Terakhir yang saya ingat, saya sering dipaksa teman-teman  untuk membantu merias aktor  saat pentas teater.

Kata mereka riasan saya bagus, entah benar begitu atau sengaja dibilang begitu biar nanti-nanti saya rajin membantu lagi. Setelah di sekolah sebagai guru Bahasa Indonesia, saya terlalu sering membuat orang salah tanggap, dikiranya saya Guru Seni Budaya. Kadang, di sekolah saya lebih suka kalau mendapat tugas merias anak-anak yang akan mengikuti lomba-lomba dari pada mendapat tugas membina penulisan karya ilmiah.

Ah, saya merasa benar-benar mulai terjerumus. Dan salah seorang yang menjerumuskan saya adalah guru seni budaya di sekolah tempat saya mengajar. Beliau selalu memberi ruang, memberi pujian, dan bahkan memberi kesempatan untuk menambah penghasilan saat ada acara-acara tertentu di sekolah karena beliau sadar saat itu saya belum memiliki penghasilan apapun.

Hingga kini, saya merasa semakin gila di dunia tatarias. Dulu masih suka menyuruh teman membawa make-up untuk saya pinjam kalau ada yang meminta saya untuk merias, saat ada wisuda misalnya. Kini saya sedang giat belajar tentang aneka merek make-up, jenis, dan fungsinya serta sangat rajin membelinya karena bukan rahasia lagi berapa honor perias untuk merias sepasang pengantin, untuk upacara metatah atau merias anak-anak di hari perpisahan.  

Honor yang menggila ini tentu tidak bisa saya dapatkan semudah membalikkan telapak tangan, meskipun tarif saya belum sefuntastis perias hits lainnya, namun ini tetap harus disyukuri.

Saat merias selain menjual keterampilan saya juga menjual sabar karena belakangan saya merasa setiap client yang datang terutama calon pengantin  punya kecerewetan tersendiri yang menguji kesabaran saya. Ini mungkin juga dialami oleh perias lain sampai-sampai saya mengkatagorikannya ke dalam empat jenis calon pengantin yang hendak dirias.

Pertama, calon pengantin tukang tawar. Kedua, calon pengantin rela bayar mahal tapi gak tau trend, dan, ketiga, calon pengantin dramakuin.

Meski tak jarang juga mendapat client yangpasrah, baik hati, ramah-tamah dan tidak sombong. Nanti saya akan ceritakan detail pertemuan saya dengan berbagai jenis calon pengantin ini serta cara efektif menanganinya dalam tulisan berikutnya.

Terimakasih telah membaca tulisan saya yang tidak terlalu penting ini. Intinya saya tetaplah seorang anak petani tambak yang harus bertanggung jawab atas cita-cita saya dengan perasaan yang bahagia datang ke sekolah setiap pagi, juga menjadi perias yang bijaksana karena inilah dunia yang dibangun oleh teman-teman saya untuk saya tetap hidup di antara bintang-bintang. [T]

Tags: gurukecantikanperiassukacita
Share48TweetSendShareSend
Previous Post

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun”: Peristiwa dan Kenangan Tak Senilai Berita

Next Post

Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Rina Wijayanti

Rina Wijayanti

Setelah lulus dari Undiksha Singaraja, ia jadi guru yang ulet di Jembrana, Bali barat, juga menekuni make-up artist. Sesekali menulis puisi. Statusnya bahagia bersama suami yang juga sesekali menulis puisi

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co