6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

B. B. Sugiono by B. B. Sugiono
March 19, 2019
in Khas
Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Politik. Politik. Politik—dengan maraknya politik yang memanas pada pilpres tahun ini, menimbulkan efek gerah bagi kalangan mahasiswa. Sehingga mereka merasa terpanggil untuk angkat bicara—dan suara-suara mereka baru terealisasi pada: Senin, 18 Maret 2019, dalam agenda acara yang diselenggarakan oleh PC IMM Buleleng.

Dengan bentuk Diskursus Kecil Ala ILC, acara ini mengundang berbagai organisasi-organisasi ekstra kampus dan intra kampus; dengan masing-masing perwakilan pembicara atau sederhananya pematik, seperti PC IMM Buleleng (Dammurrosysyi M), KAMMI Komisariat Singaraja (Abdul Razaq), Al-Hikmah Undiksa (Didin Samsul M), HMI Singaraja (Achmad Halim), PC PMII Singaraja (Mochammad Mahfud), PC KMHDI Buleleng (Putu Esa Purwita), PW PII Bali (Fadzul Afyan), dan Compok Basi (Ahmad Anif Alhaki).

            Acara ini bukan dalam rangka yang gawat-gawat. Tapi ini hanyalah  diskusus-diskusus ringan yang kebetulan ingin mengundang segenap OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) yang ada di lingkungan Undiksha/Singaraja. OKP tersebut bukan hanya mencakup suatu organisasi yang digeluti oleh mahasiswa. Tetapi ada juga OKP yang digeluti oleh siswa, contohnya: PW PII (Pelajar Islam Indonesia) Bali.

Selain itu, adapun tema yang diangkat pada acara ini: Merawat Akal Sehat di Tahun Politik. Tema ini dipilih berdasarkan subjektif anggota-anggota PC IMM Buleleng, yang beranggapan bahwa politik yang terjadi saat ini sangatlah kotor.

Maka dari itu, pemilihan tema yang seperti ini diharapkan dapat menetralisir kekotoran-kekotoran politik tersebut, yang sering dimamahkan kepada masyarakat. Khususnya dalam forum ini yang disasar adalah siswa dan mahasiswa, apanya yang disasar dari mereka?: akal sehatnya. Agar segenap siswa dan mahasiswa tidak terkontaminasi dengan sajian politik kotor yang ada pada pilpres Indonesia tahun ini

Untuk kelancaran diskususnya, acara ini dikawal oleh moderator Samsul Arifin yang berstatus anggota dari PC IMM Buleleng. Meski moderator ini tidak seserak Karny Ilyas suranya, tapi ia dapat mengawal keberlangsungan acara dengan sangat baik, aman, damai, bijaksana.

***

  • Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Memasuki inti dari acara, Samsul Arifin yang berstatus sebagai moderator meminta pembicara dari masing-masing OKP untuk berpendapat mengenai persoalan politik yang sedang terjadi saat ini. Kemudian menunjuklah ia Ketua PC IMM Buleleng (Damurrosysyi M ) untuk berbicara sekaligus memjadi pembuka diskursus pada tadi malam.

Damurrosysyi M berpendapat bahwa politik saat ini memang sangat rusak. Dan tidak lain kerusakan tersebut disebabkan dari dua faktor: pertama, penebaran hoax yang bermunculan. Hal-hal semacam hoax ini sangat merusak pola pikir para pemuda dan secara tidak langsung memaksa mereka untuk terjerusmus dalam pola pikir yang salah. Yang sengaja dibuat-buat oleh oknum-oknum dari masing-masing paslon capres-cawapres untuk kepengentingan-kepentingan mereka dalam pilpres tahun ini.

Kedua, penebaran ketakutan dan ancaman tertentu demi mendapatkan suara dan simpati rakyat. Ini juga perbuatan yang salah dalam berpolitik. Sebab arah kalimat-kalimat yang digunakan kemudian mengarah pada kebencian-kebencian yang dimamahkan dan dipertontonkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga, apabila penerima dan pengonsumsi ancaman-ancaman tersebut tidak kuat dalam bidang literasi atau meneliti benar tidaknya yang disampaikan para oknum-oknum itu, maka yang terjadi adalah munculnya jiwa-jiwa kebencian dan fanatisme yang berlebihan.

Setelah itu Mochammad Mahfud juga berpendapat, bahwa : Mereka-mereka yang menyebabkan kekacauan politik dan pengonsumsi isu-isu hoax sebenarnya mereka akalnya sama-sama sehat. Tapi nalarnya mereka yang terlalu sempit, karena fanatisnya terhadap paslon. Sehingga membuat banyak kegaduhan-kegaduhan yang bermunculan. Sampai-sampai kondisi politik saat ini tidak jauh beda dengan politik masa Orde Baru ; salah satu contohnya adalah terangkatnya isu-isu komunis ke ruang publik. Sehingga yang dicapai bukan lagi persoalan kesejateraan, tetapi lebih keranah pembunuhan moral.

Lanjut Achmad Halim berpendapat : Bahwasannya memang kerusakan politik saat ini banyak dicemari media sosial, media social yang mana? Media sosial yang menggunakan data-data dan berita-berita yang palsu guna untuk merusak akal sehat. Khususnya kerusakan akal sehat terhadap politik. Apalagi jika media-medianya menyebarkan hoax isu-isu agama. Pasti masyarakat akan cenderung aktif terhadap isu itu.

Karena dasar kulturnya memang begitu ; memang begitu kalau sebenarnya masyarakat Indonesia ini memang sensitiffan dan fanatikkan.  Sehingga, dengan adanya gejala-gejala semacam itu akan semakin untuk mencapai yang dinamakan akal sehat—dan terciptanya akal sehat juga bukan dasar telanjang pemikiran setiap pribadi, tetapi juga membutuhkan persepektif -persepektif dari beberapa orang.

Berbeda dengan apa yang disapakan oleh Ahmad Anif Alhaki. Ia lebih menyatakan pendapat terhadap perkumpulannya yaitu, Compok Basi. Katanya, Compok Basi itu hanyalah perkumpulan kecil yang tidak sengaja nyasar ke tempat perkumpulan-perkumpulan yang besar seperti sekarang. Dan ini juga menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi saya dan kawan Compok Basi lainnya.

Ia juga berasumsi tentang penggalan tema yang terangkat, yaitu : Merawat akal sehat. Dari kata merawat tentu sudah pasti ada sesuatu yang kita punya dan ada sesuatu yang musti kita jaga. Apa? Akal. Saya yakin semua yang bisa hadir di depan saya ini punya akal semua.

Pertanyaan saya, apakah semua akal kawan-kawan yang ada di depan saya ini sudah sehat atau tidak? Dan untuk mendefinisikan akal sehat pun tidak sekadar mentah-mentah saja. Tetapi akal sehat juga harus teruji secara bentuk yang rill. Jika dalam suatu pengujian sudah lolos, maka bisalah beranggapan bahwa akal tersebut benar-benar sehat. Bukan sebatas cuma-cuma atau ala kadarnya menganggap sesuatu yang tidak sehat dipaksakan untuk sehat. Bukan seperti itu!

Ini juga dapat diperdekatkan terhadap makna cebong dan kampret yang sering diumbar di berbagai media. Dan terkadang, setiap apa yang disampai oleh dua cebong dan kampret ini biasanya menyangkut-pautkan dengan kitab suci yaitu Al Qur’an—dikit-dikit suruh cek Al Qur’an, dikit-dikit suruh cek Hadist. Duh.Duh.Duh. Tapi wajar sih, karena ini memang tahun politik. Jadi semua bisa dipolitisasi, dan kebetulan agama dan kitab suci Al Qur’an adalah suatu senjata yang paling ampuh untuk mencari dan mengikat suara masyarakat. Dalam konteks yang beragama muslim.

Pernyataan yang disampaikan oleh Fadzul Afyan hampir serupa dengan pernyataan sebelumnya dalam memahami: Merawat akal sehat. Ia juga mengemukakan bahwa setiap manusia mempunyai akal yang sekaligus menjadi pembeda dengan mahluk yang lain. Dan dalam forum ini rasanya yang hadir manusia semua. Berarti sudah pasti punya akal meski tidak tahu sehat tidaknya.

Ia juga menyatakan sikap dirinya dan organisasi yang sangat sensitif terhadap politik. Akibat dari kejadian masa silam yang masih menjadi trauma yang membekas sampai saat ini. Bekas ini dimulai sejak PII pada masa Orde Baru diancam untuk bekukankan. Dan akhirnya Soeharto membekukan sungguhan. Sejak saat itulah PII takut dan was-was terhadap politik.

Sambung Putu Esa Purwita, tahun politik sebenar yang jusrtu merusak akal sehat. Dengan banyaknya informasi informasi yangg dikonsumsi secara mentah dan itu adalah hoax. Maka yang terjadi, timbullah bibit-bibit kebencian dan bentuk-bentuk tidak baik lainnya.

Pesan saya hanyalah, pilihlah sesuai hati nurani tanpa merusak demokrasi orang lain atau warga negara yang lain. Mari dukung pemilu tahun 2019 tanpa ada rasisme dan tindakan tindakan radikal lainnya.

Yang terakhir pernyataan yang disampai oleh Abdul Rozaq.

Ngelucu sejenak.

Judul tren merawat akal sehat di tahun politik. Jika arti merawat berarti sudah ada yang tumbuh dan musti dijaga. Maka guna akal sehat sebenarnya adalah untuk memahami suatu keadaan secara autentik. Tanpa dikendalikan doktrin-doktrin apa pun. Dan juga keakalsehatannya juga perlu diuji secara valid. Agar kemudian tidak menciptakan paham sekadar ikut-ikutan.

Adapun juga tentang keadaan saat ini, yang begitu banyak racun-racun yang diperantarai media untuk merusak saraf-saraf akal sehat manusia. Meski, sebenarnya tidak semua media memahkan racun. Tapi justru pada apa yang musti disampaikannya. Entah itu yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.

***

Setelah semua dari masing-masing pembicara usai menyampai pendapat-pendapatnya. Kemudian moderator mengalihwahanakan pada pembahasan mengenai keadaan demokrasi yang sedang terjadi pada menjelang pilpres saat ini.  Karena yang kita ketahui bersama bahwa demokrasi sebenarnya ialah apa yang disampaikan oleh Abraham Lincoln, yaitu: Dari rakyat. Oleh rakyat, dan Untuk rakyat. Dan demokrasi yang masih tercium baunya sampai sekarang ini adalah demokrasi yang muncul sejak runtuhnya masa Orde Baru.

Ahmad Anif alhaki memaknai sebuah demokrasi melalui tiga konsep, yaitu: Cinta (berdasarkan perasaan), Kerendahan Hati (menghargai pendapat orang lain), dan harapan (harus ada hasil yang dirapkan) agar tidak menimbulkan sikap apatis.

Sedangkan Nama Urwah Al Barki seorang anggota KAMMI lebih mengarahkan penjelasannya pada kesalahan demokrasi. Ia beranggapan bahwa kesalahan demokrasi adalah ulah masyarakat itu sendiri. Masyarakat yang sebenarnya salah dalam memandang demokrasi. Sehingga yang terjadi ialah kecenderungan berpikir buruk terhadap peran demokrasi dan keadaan demokrasi yang terjadi seperti saat ini.

Lanjut Jaswanto yang sebagai anggota HMI menyatakan pandangannya tentang politik dan demokrasi. Katanya, dari hadulu kita telah melewati tiga tahap demokrasi yang pernah dialami bangsa dan masyarakat Indonesia, yaitu demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, dan kemudian yang yang terakhir adalah demokrasi pancasila. Dan keadaan demokrasi saat ini telah menyayat sila keempat yang berbunyi: Kerakyatan yang dimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan. Tapi kondisinya sekarang bagaimana? Pemilu kita bagaimana? Apakah sudah menerapkan permusyawaratan perwakilan itu? Tentu jawabannya tidak!

Kemudian anggota Rodatul Sarifah anggota IMM juga berpendapat tentang demokrasi dan juga dikaitkan pada peran-peran mahasiswa yang katanya agen perubahan. Tapi apakah mahasiswa sekarang bisa dibilang agen perubahan? Atau justru yang mudah bergaul dengan hoax-hoax yang busuk. Sehingga pada akhirnya hanya menimbulkan kontroversi dan terhindar dari kemakmuran rakyat. Karena mereka semua telah rabun literasinya, mereka tidak sadar bahwa mereka sedang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu hanya untuk menginginkan kursi kekuasaan. Bukan kesejateraan. Masyarakat juga sangat tidak sadar bahwa pecahnya bangsa Indonesia ini disebabkan oleh kaum-kaum berdasi yang haus kekuasaan. Bahkan dengan cara menumbalkan masyarakat.

Setelah itu yang Ahmad Nur Amin anggota PMII yang sekaligus menjadi penutup tulisan ini. Ia beranggapan bahwa sebenarnya kedaan demokrasi di Indonesia itu tidak pernah salah. Karena demokrasi yang berjalan sekarang sudah berjalan sebagaimana mestinya. Meski dari pandangan beberapa pihak mengatakan tidak sesuai, karena diperantarai banyaknya aturan-aturan dan batasan-batasan yang harus dipatuhi sebagai warga negara.

Sebenarnya kan bukan begitu. Demokrasi memang konsep kebebasan tapi bukan berarti tanpa aturan. Maka dari itu, sebenarnya demokrasi memang membutuhkan aturan sebagai ukuran batas. Agar tidak semena-mena menghakimi orang lain, agar tidak semena-mena berbuat kriminalitas, agar tidak semena-mene berperilaku yang merugikan orang lain. Maka, demokrasi itu perlu diberi batas. Dengan cara bagaimana? Dengan cara memberikan aturan yang sesuai dan sebagai mana mestinya.

  • Pesan-pesan

Politik adalah sesuatu yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Jadi jangan pernah takut untuk menyatakan diri sebagai orang yang berpolitik. Adapun cuitan-cuitan yang disampaikan dari para pembicara-pembicara: Betapa bangganya Soeharto jika memerintah pada tahun ini, betapa senangnya Soeharto jika memerintah pada masa ini, betapa tertawanya Soeharto jika berbuat zolim pada periode ini. Karena mahasiswa yang sangat ia ditakuti, karena mahasiswa yang selalu membawa berita buruk bagi pemerintahannya, seperti sediakala ketika meledakkan peristiwa 1998 ternyata sekarang sudah tidak lagi ditemukan! Bahkan telah hilang! [T]

Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Next Post

“Menjeepee” – Cerita Nyepi dalam Catatan Wartawan Amerika Pertama ke Bali

B. B. Sugiono

B. B. Sugiono

lahir di Tempuran, Bantaran, Probolinggo. Kini merantau di Singaraja, Bali; menjadi pekerja teks: penyair dan prosais. Untuk menghubunginya bisa melalui nomor 082301299466. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di sejumlah media massa di Indonesia, cetak maupun elektronik, antara lain: Koran Tempo, Harian Rakyat Sultra, Denpasar Post, Malang Post, Kurung Buka, Galeri Buku Jakarta, dan lain-lain. Salah satu pendiri Majalah Lentera Bayuangga (MLB).

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
“Menjeepee” – Cerita Nyepi dalam Catatan Wartawan Amerika Pertama ke Bali

“Menjeepee” – Cerita Nyepi dalam Catatan Wartawan Amerika Pertama ke Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co