2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

I Gede Gita Purnama A.P by I Gede Gita Purnama A.P
February 22, 2019
in Esai
Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

Foto ilustrasi: tatkala

Selama seminggu belakangan kata Digitalisasi Lontar cukup ramai menghiasi media, baik media masa maupun media sosial. Ramainya karena bergema lagi kata digitalisasi lontar setelah beberapa tahun lalu sempat ramai namun redup senyap lalu hilang.

Mari kita lihat dan coba sedikit saja pahami apa digitalisasi lalu  kenapa lontar didigitalisasi. Digitalisasi terhadap manuskrip atau naskah lontar adalah sebuah cara melestarikan kandungan naskah dengan cara mengubahnya menjadi bentuk digital melalui proses fotografi. Lalu pentingnya dimana?

Salah satu hal terpenting dari digitalisasi adalah menyelamatkan kandungan, nilai, pengetahuan, dan sejarah dari naskah lontar tersebut. Sebab, naskah lontar adalah sebuah wadah teks yang memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap kerusakan. Kerusakan naskah lontar terutamanya di Bali bisa diakibatkan oleh banyak faktor, yang kalau diurai bisa jadi satu artikel lain. Jadi salah duanya saja akan disebut, yaitu kelalaian pemilik/pewaris dalam merawat dan kerusakan akibat iklim tropis di wilayah Bali.

Setelah melalui proses fotografi baik profesiaonal maupun semi-profesional, hasil foto akan melalui proses editing yang wajar sehingga hasil akhir foto naskah dapat terbaca dengan baik. Proses digitalisasi naskah umumnya akan dilakukan bersamaan dengan pembuatan meta data dari naskah yang mengalami proses digitalisasi. Kebutuhan pembuatan meta data ini adalah untuk identitas naskah sebagai salah satu komponen penting dalam pembuatan arsip digital naskah, baik berupa katalogus maupun bank data naskah. 

Digitalisasi naskah, khususnya di Bali memang baru dikenal beberapa tahun silam, pun belum begitu banyak yang paham apa dan bagaimana barangnya kala itu. Dalam pengetahuan saya, pun yang masih ingat saya ingat, digitalisasi naskah lontar di Bali secara serius, barangkali pertama kali dilakukan beberapa tahun silam.

Digitalisasi ini dilakukan sebuah lembaga asing secara besar-besaran di Bali. Lontar koleksi sebuah perpustakaan milik pemerintah -sebut saja pusdok-menjadi salah satu objek digitalisasi, nyaris lengkap-kalau tak mau disebut semua- naskah lontar di perpustakaan tersebut sukses terdigitalkan. Kegiatan digitalisasi ini sempat menuai pro-kontra, namun hasil digitalisasi lontar tersebut kini dapat diakses dengan mudah dalam sebuah situs-sebut saja archive.org-dapat diunduh dengan kualitas gambar yang cukup memadai untuk membaca naskah beraksara Bali.

Pemerintah Kabupaten Badung juga melakukan program digitalisasi naskah lontar, kegiatan ini dilakukan melalui Dinas Kebudayaan. Program Pemkab Badung ini bahkan telah sampai pada tahap alih aksara dan penerjemahan naskah-naskah lontar yang telah didigitalisasi, hebatnya lagi hasil digitalisasi ini dicetak dalam bentuk buku full colour dan tersebar di masyarakat. Namun demikian versi daring dari hasil digitalisasi naskah lontar ini belum tersedia atau memang sengaja tidak disediakan. Sehingga data hasil digitalisasi belum terakses publik dengan mudah.

UPT Perpustakaan Lontar Universitas Udayana turut pula melakukan digitalisasi pada naskah-naskah lontar yang menjadi koleksi perpustakaan tersebut. Perpustakaan ini memiliki koleksi naskah lontar kurang lebih 900 buah naskah lontar. Pengerjaan digitalisasi dilakukan secara bertahap oleh staf perpustakaan. Hasil digitalisasi sementara masih menjadi arsip perpustakaan dan belum dapat diakses secara bebas oleh publik.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar selanjutnya adalah digitalisasi naskah lontar milik Puri Kauhan Ubud. Kali ini, sepanjang pengetahuan saya, inilah kegiatan digitalisasi lontar pertama yang merupakan lontar koleksi pribadi/keluarga yang didigitalisasi secara pribadi. Hasil digitalisasi lontar milik keluarga Puri Kauhan ini kemudian masuk dalam bagian situs website milik keluarga puri, jadi hasil digitalisasi dapat diakses publik.

Pada saat kegitan digitalisasi lontar milik Puri Kauhan ini turut pula dilakukan pembuatan meta data lontar yang sangat detail. Lontar-lontar yang telah terpublikasi melalui daring, juga terdapat alih aksara lontar tersebut. Jadi sepanjang yang saya tahu, inilah hasil digitalisasi lontar yang bersifat daring dengan menyertakan alih aksara serta dilaksanakan oleh pihak pribadi/keluarga secara swadaya.

Terakhir, menurut pengetahuan dan ingatan saya, seminggu lalu DREAMSEA Project yang merupakan kerjasama beberapa lembaga di Indoensia dan Jerman, mengadakan kegiatan digitalisasi naskah lontar di sebuah rumah milik keluarga I Made Kajeng di Kota Denpasar. Digitalisasi lontar ini berlangsung kurang lebih selama seminggu, dengan hasil 54 cakep lontar terdigitalisasi dengan jumlah halaman melebihi 3751 halaman. Sebuah kegiatan pendigitalisasian yang sangat cepat dengan tempo waktu yang sangat singkat, dengan standart alat digitalisasi yang sangat tinggi. Hasil digitalisasi kegiatan ini nantinya akan diunggah secara daring pada situs DREAMSEA.org, dan dapat diakses publik dengan mudah.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar di Bali seperti pengetahuan saya di atas merupakan satu langkah maju, jika kita coba kaitkan dengan istilah yang lagi ramai dibicarakan tapi tak banyak dipahami, revolusi industri 4.0. Revolusi industri ini selalu dikaitkan dengan segala yang berbau daring, mudah terakses, big data, dan tentu saja unicorn. Penyiapan bank data menjadi salah satu kunci utama arus industri 4.0 ini, dan lontar digital turut ada di dalamnya kini.

Hasil digitalisasi lontar yang telah dilakukan di Bali selama ini merupakan salah satu potensi bank data pengetahuan intelektual Bali masa lampau, selanjutnya bagaimana mengelola bank data ini. Tujuan mulia proses digitalisasi adalah penyelamatan isi, setelah itu lalu apa langkah selanjutnya? Idealnya ia menjadi awal menuju era baru pengkajian pengetahuan Bali. Nyatanya pengetahuan tradisional Bali bersifat universal, namun tak banyak diketahui publik secara luas. Sebabnya sederhana, pengetahuan itu tidak pernah dibuka pada publik untuk bersama-sama dilihat, ditelaah, dianalisis, dari berbagai sudut pandang dan sudut pikir.

Ia hanya dibuka pada ruang-ruang eksklusif dan kerap kali masih terhegemoni kaum konservatif. Mereka menyatakan pengetahuan itu universal, tapi sulit sekali berbagi pada universe, lucu sedikit sih.

Rupa digital telah siap, meta data telah siap, kini beranjak pada penyiapan alih aksara-bahasa, lalu interpretasi. Alih aksara-bahasa dikerjakan oleh para professional dengan kompetensi baik, semacam Penyuluh Bahasa Bali atau mahasiswa jurusan Bahasa Bali, atau individu penekun sastra Bali. Interpretasi pun demikian, dilakukan oleh interpreter yang professional dan memiliki  kompetensi tanpa intimidasi. Posisi pengalih aksara-bahasa dan interpreter akan memiliki nilai tawar yang sangat tinggi nantinya, sebab mereka pembuka kunci pintu gerbang, menjembatani pemikir menemukan pemikiran baru.

Setelah semua lengkap dan terdokumentasi menjadi bank data, maka inilah yang benar-benar membuat kita duduk pada pundak raksasa, mencapai jangka pandang yang lebih jauh ke depan dengan daya jelajah lebih luas. Pada titik inilah mega data ini akan menjadi lapangan luas silang pandang dan silang pikir antar pemandang dan pemikir, pada titik inilah pengetahuan tradisional Bali dalam naskah lontar betul-betul bersifat universal.

Akan lahir berbagai pemikiran filsafat yang tak lagi semata merujuk pada Plato, Aristoteles, tapi juga Dang Hyang Nirartha, Mpu Monaguna, atau Pedanda Sidemen. Orang tak hanya merujuk Marxs sebagai bentuk idealisme perlawanan, tapi merujuk pula Ki Dalang Tangsub dengan pemikiran dan idealisme perlawanan, dunia tanpa kelas ala Bungkling, serupa Marxsisme. Bayangkan akan muncul mahzab Bungklingisme dalam jajaran pemikiran sosialis,itu keren sekali!

Dunia telah melihat Bali dalam sudut pandang eksotisme budaya secara fisik, telah diperbincangkan dengan fasih pula oleh kaum orientalis sebagai pusat peradaban. Kini, bolehlah kita tak semata mendengar perbincangan tentang Bali pada fisik, namun pada inti dari Bali itu sendiri, pengetahuan leluhurnya. Mari kita ngopi, itu saja… [T]

Tags: digitallontarsastratekhnologi
Share55TweetSendShareSend
Previous Post

Manusia di Antara Binatang dan Tanaman

Next Post

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) – Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

I Gede Gita Purnama A.P

I Gede Gita Purnama A.P

Terkenal dengan panggilan Bayu. Hobi membaca dan minum kopi. Sehari-hari mondar-mandir di Fakultas Ilmu Budaya Unud.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Mimpi Bisnis Yuk! (1) – Bermimpi, Lakukan Kemudian

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) - Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co