2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

I Gede Gita Purnama A.P by I Gede Gita Purnama A.P
February 22, 2019
in Esai
Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

Foto ilustrasi: tatkala

Selama seminggu belakangan kata Digitalisasi Lontar cukup ramai menghiasi media, baik media masa maupun media sosial. Ramainya karena bergema lagi kata digitalisasi lontar setelah beberapa tahun lalu sempat ramai namun redup senyap lalu hilang.

Mari kita lihat dan coba sedikit saja pahami apa digitalisasi lalu  kenapa lontar didigitalisasi. Digitalisasi terhadap manuskrip atau naskah lontar adalah sebuah cara melestarikan kandungan naskah dengan cara mengubahnya menjadi bentuk digital melalui proses fotografi. Lalu pentingnya dimana?

Salah satu hal terpenting dari digitalisasi adalah menyelamatkan kandungan, nilai, pengetahuan, dan sejarah dari naskah lontar tersebut. Sebab, naskah lontar adalah sebuah wadah teks yang memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap kerusakan. Kerusakan naskah lontar terutamanya di Bali bisa diakibatkan oleh banyak faktor, yang kalau diurai bisa jadi satu artikel lain. Jadi salah duanya saja akan disebut, yaitu kelalaian pemilik/pewaris dalam merawat dan kerusakan akibat iklim tropis di wilayah Bali.

Setelah melalui proses fotografi baik profesiaonal maupun semi-profesional, hasil foto akan melalui proses editing yang wajar sehingga hasil akhir foto naskah dapat terbaca dengan baik. Proses digitalisasi naskah umumnya akan dilakukan bersamaan dengan pembuatan meta data dari naskah yang mengalami proses digitalisasi. Kebutuhan pembuatan meta data ini adalah untuk identitas naskah sebagai salah satu komponen penting dalam pembuatan arsip digital naskah, baik berupa katalogus maupun bank data naskah. 

Digitalisasi naskah, khususnya di Bali memang baru dikenal beberapa tahun silam, pun belum begitu banyak yang paham apa dan bagaimana barangnya kala itu. Dalam pengetahuan saya, pun yang masih ingat saya ingat, digitalisasi naskah lontar di Bali secara serius, barangkali pertama kali dilakukan beberapa tahun silam.

Digitalisasi ini dilakukan sebuah lembaga asing secara besar-besaran di Bali. Lontar koleksi sebuah perpustakaan milik pemerintah -sebut saja pusdok-menjadi salah satu objek digitalisasi, nyaris lengkap-kalau tak mau disebut semua- naskah lontar di perpustakaan tersebut sukses terdigitalkan. Kegiatan digitalisasi ini sempat menuai pro-kontra, namun hasil digitalisasi lontar tersebut kini dapat diakses dengan mudah dalam sebuah situs-sebut saja archive.org-dapat diunduh dengan kualitas gambar yang cukup memadai untuk membaca naskah beraksara Bali.

Pemerintah Kabupaten Badung juga melakukan program digitalisasi naskah lontar, kegiatan ini dilakukan melalui Dinas Kebudayaan. Program Pemkab Badung ini bahkan telah sampai pada tahap alih aksara dan penerjemahan naskah-naskah lontar yang telah didigitalisasi, hebatnya lagi hasil digitalisasi ini dicetak dalam bentuk buku full colour dan tersebar di masyarakat. Namun demikian versi daring dari hasil digitalisasi naskah lontar ini belum tersedia atau memang sengaja tidak disediakan. Sehingga data hasil digitalisasi belum terakses publik dengan mudah.

UPT Perpustakaan Lontar Universitas Udayana turut pula melakukan digitalisasi pada naskah-naskah lontar yang menjadi koleksi perpustakaan tersebut. Perpustakaan ini memiliki koleksi naskah lontar kurang lebih 900 buah naskah lontar. Pengerjaan digitalisasi dilakukan secara bertahap oleh staf perpustakaan. Hasil digitalisasi sementara masih menjadi arsip perpustakaan dan belum dapat diakses secara bebas oleh publik.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar selanjutnya adalah digitalisasi naskah lontar milik Puri Kauhan Ubud. Kali ini, sepanjang pengetahuan saya, inilah kegiatan digitalisasi lontar pertama yang merupakan lontar koleksi pribadi/keluarga yang didigitalisasi secara pribadi. Hasil digitalisasi lontar milik keluarga Puri Kauhan ini kemudian masuk dalam bagian situs website milik keluarga puri, jadi hasil digitalisasi dapat diakses publik.

Pada saat kegitan digitalisasi lontar milik Puri Kauhan ini turut pula dilakukan pembuatan meta data lontar yang sangat detail. Lontar-lontar yang telah terpublikasi melalui daring, juga terdapat alih aksara lontar tersebut. Jadi sepanjang yang saya tahu, inilah hasil digitalisasi lontar yang bersifat daring dengan menyertakan alih aksara serta dilaksanakan oleh pihak pribadi/keluarga secara swadaya.

Terakhir, menurut pengetahuan dan ingatan saya, seminggu lalu DREAMSEA Project yang merupakan kerjasama beberapa lembaga di Indoensia dan Jerman, mengadakan kegiatan digitalisasi naskah lontar di sebuah rumah milik keluarga I Made Kajeng di Kota Denpasar. Digitalisasi lontar ini berlangsung kurang lebih selama seminggu, dengan hasil 54 cakep lontar terdigitalisasi dengan jumlah halaman melebihi 3751 halaman. Sebuah kegiatan pendigitalisasian yang sangat cepat dengan tempo waktu yang sangat singkat, dengan standart alat digitalisasi yang sangat tinggi. Hasil digitalisasi kegiatan ini nantinya akan diunggah secara daring pada situs DREAMSEA.org, dan dapat diakses publik dengan mudah.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar di Bali seperti pengetahuan saya di atas merupakan satu langkah maju, jika kita coba kaitkan dengan istilah yang lagi ramai dibicarakan tapi tak banyak dipahami, revolusi industri 4.0. Revolusi industri ini selalu dikaitkan dengan segala yang berbau daring, mudah terakses, big data, dan tentu saja unicorn. Penyiapan bank data menjadi salah satu kunci utama arus industri 4.0 ini, dan lontar digital turut ada di dalamnya kini.

Hasil digitalisasi lontar yang telah dilakukan di Bali selama ini merupakan salah satu potensi bank data pengetahuan intelektual Bali masa lampau, selanjutnya bagaimana mengelola bank data ini. Tujuan mulia proses digitalisasi adalah penyelamatan isi, setelah itu lalu apa langkah selanjutnya? Idealnya ia menjadi awal menuju era baru pengkajian pengetahuan Bali. Nyatanya pengetahuan tradisional Bali bersifat universal, namun tak banyak diketahui publik secara luas. Sebabnya sederhana, pengetahuan itu tidak pernah dibuka pada publik untuk bersama-sama dilihat, ditelaah, dianalisis, dari berbagai sudut pandang dan sudut pikir.

Ia hanya dibuka pada ruang-ruang eksklusif dan kerap kali masih terhegemoni kaum konservatif. Mereka menyatakan pengetahuan itu universal, tapi sulit sekali berbagi pada universe, lucu sedikit sih.

Rupa digital telah siap, meta data telah siap, kini beranjak pada penyiapan alih aksara-bahasa, lalu interpretasi. Alih aksara-bahasa dikerjakan oleh para professional dengan kompetensi baik, semacam Penyuluh Bahasa Bali atau mahasiswa jurusan Bahasa Bali, atau individu penekun sastra Bali. Interpretasi pun demikian, dilakukan oleh interpreter yang professional dan memiliki  kompetensi tanpa intimidasi. Posisi pengalih aksara-bahasa dan interpreter akan memiliki nilai tawar yang sangat tinggi nantinya, sebab mereka pembuka kunci pintu gerbang, menjembatani pemikir menemukan pemikiran baru.

Setelah semua lengkap dan terdokumentasi menjadi bank data, maka inilah yang benar-benar membuat kita duduk pada pundak raksasa, mencapai jangka pandang yang lebih jauh ke depan dengan daya jelajah lebih luas. Pada titik inilah mega data ini akan menjadi lapangan luas silang pandang dan silang pikir antar pemandang dan pemikir, pada titik inilah pengetahuan tradisional Bali dalam naskah lontar betul-betul bersifat universal.

Akan lahir berbagai pemikiran filsafat yang tak lagi semata merujuk pada Plato, Aristoteles, tapi juga Dang Hyang Nirartha, Mpu Monaguna, atau Pedanda Sidemen. Orang tak hanya merujuk Marxs sebagai bentuk idealisme perlawanan, tapi merujuk pula Ki Dalang Tangsub dengan pemikiran dan idealisme perlawanan, dunia tanpa kelas ala Bungkling, serupa Marxsisme. Bayangkan akan muncul mahzab Bungklingisme dalam jajaran pemikiran sosialis,itu keren sekali!

Dunia telah melihat Bali dalam sudut pandang eksotisme budaya secara fisik, telah diperbincangkan dengan fasih pula oleh kaum orientalis sebagai pusat peradaban. Kini, bolehlah kita tak semata mendengar perbincangan tentang Bali pada fisik, namun pada inti dari Bali itu sendiri, pengetahuan leluhurnya. Mari kita ngopi, itu saja… [T]

Tags: digitallontarsastratekhnologi
Share55TweetSendShareSend
Previous Post

Manusia di Antara Binatang dan Tanaman

Next Post

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) – Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

I Gede Gita Purnama A.P

I Gede Gita Purnama A.P

Terkenal dengan panggilan Bayu. Hobi membaca dan minum kopi. Sehari-hari mondar-mandir di Fakultas Ilmu Budaya Unud.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Mimpi Bisnis Yuk! (1) – Bermimpi, Lakukan Kemudian

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) - Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co