13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

I Gede Gita Purnama A.P by I Gede Gita Purnama A.P
February 22, 2019
in Esai
Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

Foto ilustrasi: tatkala

Selama seminggu belakangan kata Digitalisasi Lontar cukup ramai menghiasi media, baik media masa maupun media sosial. Ramainya karena bergema lagi kata digitalisasi lontar setelah beberapa tahun lalu sempat ramai namun redup senyap lalu hilang.

Mari kita lihat dan coba sedikit saja pahami apa digitalisasi lalu  kenapa lontar didigitalisasi. Digitalisasi terhadap manuskrip atau naskah lontar adalah sebuah cara melestarikan kandungan naskah dengan cara mengubahnya menjadi bentuk digital melalui proses fotografi. Lalu pentingnya dimana?

Salah satu hal terpenting dari digitalisasi adalah menyelamatkan kandungan, nilai, pengetahuan, dan sejarah dari naskah lontar tersebut. Sebab, naskah lontar adalah sebuah wadah teks yang memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap kerusakan. Kerusakan naskah lontar terutamanya di Bali bisa diakibatkan oleh banyak faktor, yang kalau diurai bisa jadi satu artikel lain. Jadi salah duanya saja akan disebut, yaitu kelalaian pemilik/pewaris dalam merawat dan kerusakan akibat iklim tropis di wilayah Bali.

Setelah melalui proses fotografi baik profesiaonal maupun semi-profesional, hasil foto akan melalui proses editing yang wajar sehingga hasil akhir foto naskah dapat terbaca dengan baik. Proses digitalisasi naskah umumnya akan dilakukan bersamaan dengan pembuatan meta data dari naskah yang mengalami proses digitalisasi. Kebutuhan pembuatan meta data ini adalah untuk identitas naskah sebagai salah satu komponen penting dalam pembuatan arsip digital naskah, baik berupa katalogus maupun bank data naskah. 

Digitalisasi naskah, khususnya di Bali memang baru dikenal beberapa tahun silam, pun belum begitu banyak yang paham apa dan bagaimana barangnya kala itu. Dalam pengetahuan saya, pun yang masih ingat saya ingat, digitalisasi naskah lontar di Bali secara serius, barangkali pertama kali dilakukan beberapa tahun silam.

Digitalisasi ini dilakukan sebuah lembaga asing secara besar-besaran di Bali. Lontar koleksi sebuah perpustakaan milik pemerintah -sebut saja pusdok-menjadi salah satu objek digitalisasi, nyaris lengkap-kalau tak mau disebut semua- naskah lontar di perpustakaan tersebut sukses terdigitalkan. Kegiatan digitalisasi ini sempat menuai pro-kontra, namun hasil digitalisasi lontar tersebut kini dapat diakses dengan mudah dalam sebuah situs-sebut saja archive.org-dapat diunduh dengan kualitas gambar yang cukup memadai untuk membaca naskah beraksara Bali.

Pemerintah Kabupaten Badung juga melakukan program digitalisasi naskah lontar, kegiatan ini dilakukan melalui Dinas Kebudayaan. Program Pemkab Badung ini bahkan telah sampai pada tahap alih aksara dan penerjemahan naskah-naskah lontar yang telah didigitalisasi, hebatnya lagi hasil digitalisasi ini dicetak dalam bentuk buku full colour dan tersebar di masyarakat. Namun demikian versi daring dari hasil digitalisasi naskah lontar ini belum tersedia atau memang sengaja tidak disediakan. Sehingga data hasil digitalisasi belum terakses publik dengan mudah.

UPT Perpustakaan Lontar Universitas Udayana turut pula melakukan digitalisasi pada naskah-naskah lontar yang menjadi koleksi perpustakaan tersebut. Perpustakaan ini memiliki koleksi naskah lontar kurang lebih 900 buah naskah lontar. Pengerjaan digitalisasi dilakukan secara bertahap oleh staf perpustakaan. Hasil digitalisasi sementara masih menjadi arsip perpustakaan dan belum dapat diakses secara bebas oleh publik.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar selanjutnya adalah digitalisasi naskah lontar milik Puri Kauhan Ubud. Kali ini, sepanjang pengetahuan saya, inilah kegiatan digitalisasi lontar pertama yang merupakan lontar koleksi pribadi/keluarga yang didigitalisasi secara pribadi. Hasil digitalisasi lontar milik keluarga Puri Kauhan ini kemudian masuk dalam bagian situs website milik keluarga puri, jadi hasil digitalisasi dapat diakses publik.

Pada saat kegitan digitalisasi lontar milik Puri Kauhan ini turut pula dilakukan pembuatan meta data lontar yang sangat detail. Lontar-lontar yang telah terpublikasi melalui daring, juga terdapat alih aksara lontar tersebut. Jadi sepanjang yang saya tahu, inilah hasil digitalisasi lontar yang bersifat daring dengan menyertakan alih aksara serta dilaksanakan oleh pihak pribadi/keluarga secara swadaya.

Terakhir, menurut pengetahuan dan ingatan saya, seminggu lalu DREAMSEA Project yang merupakan kerjasama beberapa lembaga di Indoensia dan Jerman, mengadakan kegiatan digitalisasi naskah lontar di sebuah rumah milik keluarga I Made Kajeng di Kota Denpasar. Digitalisasi lontar ini berlangsung kurang lebih selama seminggu, dengan hasil 54 cakep lontar terdigitalisasi dengan jumlah halaman melebihi 3751 halaman. Sebuah kegiatan pendigitalisasian yang sangat cepat dengan tempo waktu yang sangat singkat, dengan standart alat digitalisasi yang sangat tinggi. Hasil digitalisasi kegiatan ini nantinya akan diunggah secara daring pada situs DREAMSEA.org, dan dapat diakses publik dengan mudah.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar di Bali seperti pengetahuan saya di atas merupakan satu langkah maju, jika kita coba kaitkan dengan istilah yang lagi ramai dibicarakan tapi tak banyak dipahami, revolusi industri 4.0. Revolusi industri ini selalu dikaitkan dengan segala yang berbau daring, mudah terakses, big data, dan tentu saja unicorn. Penyiapan bank data menjadi salah satu kunci utama arus industri 4.0 ini, dan lontar digital turut ada di dalamnya kini.

Hasil digitalisasi lontar yang telah dilakukan di Bali selama ini merupakan salah satu potensi bank data pengetahuan intelektual Bali masa lampau, selanjutnya bagaimana mengelola bank data ini. Tujuan mulia proses digitalisasi adalah penyelamatan isi, setelah itu lalu apa langkah selanjutnya? Idealnya ia menjadi awal menuju era baru pengkajian pengetahuan Bali. Nyatanya pengetahuan tradisional Bali bersifat universal, namun tak banyak diketahui publik secara luas. Sebabnya sederhana, pengetahuan itu tidak pernah dibuka pada publik untuk bersama-sama dilihat, ditelaah, dianalisis, dari berbagai sudut pandang dan sudut pikir.

Ia hanya dibuka pada ruang-ruang eksklusif dan kerap kali masih terhegemoni kaum konservatif. Mereka menyatakan pengetahuan itu universal, tapi sulit sekali berbagi pada universe, lucu sedikit sih.

Rupa digital telah siap, meta data telah siap, kini beranjak pada penyiapan alih aksara-bahasa, lalu interpretasi. Alih aksara-bahasa dikerjakan oleh para professional dengan kompetensi baik, semacam Penyuluh Bahasa Bali atau mahasiswa jurusan Bahasa Bali, atau individu penekun sastra Bali. Interpretasi pun demikian, dilakukan oleh interpreter yang professional dan memiliki  kompetensi tanpa intimidasi. Posisi pengalih aksara-bahasa dan interpreter akan memiliki nilai tawar yang sangat tinggi nantinya, sebab mereka pembuka kunci pintu gerbang, menjembatani pemikir menemukan pemikiran baru.

Setelah semua lengkap dan terdokumentasi menjadi bank data, maka inilah yang benar-benar membuat kita duduk pada pundak raksasa, mencapai jangka pandang yang lebih jauh ke depan dengan daya jelajah lebih luas. Pada titik inilah mega data ini akan menjadi lapangan luas silang pandang dan silang pikir antar pemandang dan pemikir, pada titik inilah pengetahuan tradisional Bali dalam naskah lontar betul-betul bersifat universal.

Akan lahir berbagai pemikiran filsafat yang tak lagi semata merujuk pada Plato, Aristoteles, tapi juga Dang Hyang Nirartha, Mpu Monaguna, atau Pedanda Sidemen. Orang tak hanya merujuk Marxs sebagai bentuk idealisme perlawanan, tapi merujuk pula Ki Dalang Tangsub dengan pemikiran dan idealisme perlawanan, dunia tanpa kelas ala Bungkling, serupa Marxsisme. Bayangkan akan muncul mahzab Bungklingisme dalam jajaran pemikiran sosialis,itu keren sekali!

Dunia telah melihat Bali dalam sudut pandang eksotisme budaya secara fisik, telah diperbincangkan dengan fasih pula oleh kaum orientalis sebagai pusat peradaban. Kini, bolehlah kita tak semata mendengar perbincangan tentang Bali pada fisik, namun pada inti dari Bali itu sendiri, pengetahuan leluhurnya. Mari kita ngopi, itu saja… [T]

Tags: digitallontarsastratekhnologi
Share55TweetSendShareSend
Previous Post

Manusia di Antara Binatang dan Tanaman

Next Post

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) – Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

I Gede Gita Purnama A.P

I Gede Gita Purnama A.P

Terkenal dengan panggilan Bayu. Hobi membaca dan minum kopi. Sehari-hari mondar-mandir di Fakultas Ilmu Budaya Unud.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Mimpi Bisnis Yuk! (1) – Bermimpi, Lakukan Kemudian

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) - Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co