3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

I Gede Gita Purnama A.P by I Gede Gita Purnama A.P
February 22, 2019
in Esai
Lontar, Digital, dan Duduk di Pundak Raksasa

Foto ilustrasi: tatkala

Selama seminggu belakangan kata Digitalisasi Lontar cukup ramai menghiasi media, baik media masa maupun media sosial. Ramainya karena bergema lagi kata digitalisasi lontar setelah beberapa tahun lalu sempat ramai namun redup senyap lalu hilang.

Mari kita lihat dan coba sedikit saja pahami apa digitalisasi lalu  kenapa lontar didigitalisasi. Digitalisasi terhadap manuskrip atau naskah lontar adalah sebuah cara melestarikan kandungan naskah dengan cara mengubahnya menjadi bentuk digital melalui proses fotografi. Lalu pentingnya dimana?

Salah satu hal terpenting dari digitalisasi adalah menyelamatkan kandungan, nilai, pengetahuan, dan sejarah dari naskah lontar tersebut. Sebab, naskah lontar adalah sebuah wadah teks yang memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap kerusakan. Kerusakan naskah lontar terutamanya di Bali bisa diakibatkan oleh banyak faktor, yang kalau diurai bisa jadi satu artikel lain. Jadi salah duanya saja akan disebut, yaitu kelalaian pemilik/pewaris dalam merawat dan kerusakan akibat iklim tropis di wilayah Bali.

Setelah melalui proses fotografi baik profesiaonal maupun semi-profesional, hasil foto akan melalui proses editing yang wajar sehingga hasil akhir foto naskah dapat terbaca dengan baik. Proses digitalisasi naskah umumnya akan dilakukan bersamaan dengan pembuatan meta data dari naskah yang mengalami proses digitalisasi. Kebutuhan pembuatan meta data ini adalah untuk identitas naskah sebagai salah satu komponen penting dalam pembuatan arsip digital naskah, baik berupa katalogus maupun bank data naskah. 

Digitalisasi naskah, khususnya di Bali memang baru dikenal beberapa tahun silam, pun belum begitu banyak yang paham apa dan bagaimana barangnya kala itu. Dalam pengetahuan saya, pun yang masih ingat saya ingat, digitalisasi naskah lontar di Bali secara serius, barangkali pertama kali dilakukan beberapa tahun silam.

Digitalisasi ini dilakukan sebuah lembaga asing secara besar-besaran di Bali. Lontar koleksi sebuah perpustakaan milik pemerintah -sebut saja pusdok-menjadi salah satu objek digitalisasi, nyaris lengkap-kalau tak mau disebut semua- naskah lontar di perpustakaan tersebut sukses terdigitalkan. Kegiatan digitalisasi ini sempat menuai pro-kontra, namun hasil digitalisasi lontar tersebut kini dapat diakses dengan mudah dalam sebuah situs-sebut saja archive.org-dapat diunduh dengan kualitas gambar yang cukup memadai untuk membaca naskah beraksara Bali.

Pemerintah Kabupaten Badung juga melakukan program digitalisasi naskah lontar, kegiatan ini dilakukan melalui Dinas Kebudayaan. Program Pemkab Badung ini bahkan telah sampai pada tahap alih aksara dan penerjemahan naskah-naskah lontar yang telah didigitalisasi, hebatnya lagi hasil digitalisasi ini dicetak dalam bentuk buku full colour dan tersebar di masyarakat. Namun demikian versi daring dari hasil digitalisasi naskah lontar ini belum tersedia atau memang sengaja tidak disediakan. Sehingga data hasil digitalisasi belum terakses publik dengan mudah.

UPT Perpustakaan Lontar Universitas Udayana turut pula melakukan digitalisasi pada naskah-naskah lontar yang menjadi koleksi perpustakaan tersebut. Perpustakaan ini memiliki koleksi naskah lontar kurang lebih 900 buah naskah lontar. Pengerjaan digitalisasi dilakukan secara bertahap oleh staf perpustakaan. Hasil digitalisasi sementara masih menjadi arsip perpustakaan dan belum dapat diakses secara bebas oleh publik.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar selanjutnya adalah digitalisasi naskah lontar milik Puri Kauhan Ubud. Kali ini, sepanjang pengetahuan saya, inilah kegiatan digitalisasi lontar pertama yang merupakan lontar koleksi pribadi/keluarga yang didigitalisasi secara pribadi. Hasil digitalisasi lontar milik keluarga Puri Kauhan ini kemudian masuk dalam bagian situs website milik keluarga puri, jadi hasil digitalisasi dapat diakses publik.

Pada saat kegitan digitalisasi lontar milik Puri Kauhan ini turut pula dilakukan pembuatan meta data lontar yang sangat detail. Lontar-lontar yang telah terpublikasi melalui daring, juga terdapat alih aksara lontar tersebut. Jadi sepanjang yang saya tahu, inilah hasil digitalisasi lontar yang bersifat daring dengan menyertakan alih aksara serta dilaksanakan oleh pihak pribadi/keluarga secara swadaya.

Terakhir, menurut pengetahuan dan ingatan saya, seminggu lalu DREAMSEA Project yang merupakan kerjasama beberapa lembaga di Indoensia dan Jerman, mengadakan kegiatan digitalisasi naskah lontar di sebuah rumah milik keluarga I Made Kajeng di Kota Denpasar. Digitalisasi lontar ini berlangsung kurang lebih selama seminggu, dengan hasil 54 cakep lontar terdigitalisasi dengan jumlah halaman melebihi 3751 halaman. Sebuah kegiatan pendigitalisasian yang sangat cepat dengan tempo waktu yang sangat singkat, dengan standart alat digitalisasi yang sangat tinggi. Hasil digitalisasi kegiatan ini nantinya akan diunggah secara daring pada situs DREAMSEA.org, dan dapat diakses publik dengan mudah.

Kegiatan digitalisasi naskah lontar di Bali seperti pengetahuan saya di atas merupakan satu langkah maju, jika kita coba kaitkan dengan istilah yang lagi ramai dibicarakan tapi tak banyak dipahami, revolusi industri 4.0. Revolusi industri ini selalu dikaitkan dengan segala yang berbau daring, mudah terakses, big data, dan tentu saja unicorn. Penyiapan bank data menjadi salah satu kunci utama arus industri 4.0 ini, dan lontar digital turut ada di dalamnya kini.

Hasil digitalisasi lontar yang telah dilakukan di Bali selama ini merupakan salah satu potensi bank data pengetahuan intelektual Bali masa lampau, selanjutnya bagaimana mengelola bank data ini. Tujuan mulia proses digitalisasi adalah penyelamatan isi, setelah itu lalu apa langkah selanjutnya? Idealnya ia menjadi awal menuju era baru pengkajian pengetahuan Bali. Nyatanya pengetahuan tradisional Bali bersifat universal, namun tak banyak diketahui publik secara luas. Sebabnya sederhana, pengetahuan itu tidak pernah dibuka pada publik untuk bersama-sama dilihat, ditelaah, dianalisis, dari berbagai sudut pandang dan sudut pikir.

Ia hanya dibuka pada ruang-ruang eksklusif dan kerap kali masih terhegemoni kaum konservatif. Mereka menyatakan pengetahuan itu universal, tapi sulit sekali berbagi pada universe, lucu sedikit sih.

Rupa digital telah siap, meta data telah siap, kini beranjak pada penyiapan alih aksara-bahasa, lalu interpretasi. Alih aksara-bahasa dikerjakan oleh para professional dengan kompetensi baik, semacam Penyuluh Bahasa Bali atau mahasiswa jurusan Bahasa Bali, atau individu penekun sastra Bali. Interpretasi pun demikian, dilakukan oleh interpreter yang professional dan memiliki  kompetensi tanpa intimidasi. Posisi pengalih aksara-bahasa dan interpreter akan memiliki nilai tawar yang sangat tinggi nantinya, sebab mereka pembuka kunci pintu gerbang, menjembatani pemikir menemukan pemikiran baru.

Setelah semua lengkap dan terdokumentasi menjadi bank data, maka inilah yang benar-benar membuat kita duduk pada pundak raksasa, mencapai jangka pandang yang lebih jauh ke depan dengan daya jelajah lebih luas. Pada titik inilah mega data ini akan menjadi lapangan luas silang pandang dan silang pikir antar pemandang dan pemikir, pada titik inilah pengetahuan tradisional Bali dalam naskah lontar betul-betul bersifat universal.

Akan lahir berbagai pemikiran filsafat yang tak lagi semata merujuk pada Plato, Aristoteles, tapi juga Dang Hyang Nirartha, Mpu Monaguna, atau Pedanda Sidemen. Orang tak hanya merujuk Marxs sebagai bentuk idealisme perlawanan, tapi merujuk pula Ki Dalang Tangsub dengan pemikiran dan idealisme perlawanan, dunia tanpa kelas ala Bungkling, serupa Marxsisme. Bayangkan akan muncul mahzab Bungklingisme dalam jajaran pemikiran sosialis,itu keren sekali!

Dunia telah melihat Bali dalam sudut pandang eksotisme budaya secara fisik, telah diperbincangkan dengan fasih pula oleh kaum orientalis sebagai pusat peradaban. Kini, bolehlah kita tak semata mendengar perbincangan tentang Bali pada fisik, namun pada inti dari Bali itu sendiri, pengetahuan leluhurnya. Mari kita ngopi, itu saja… [T]

Tags: digitallontarsastratekhnologi
Share55TweetSendShareSend
Previous Post

Manusia di Antara Binatang dan Tanaman

Next Post

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) – Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

I Gede Gita Purnama A.P

I Gede Gita Purnama A.P

Terkenal dengan panggilan Bayu. Hobi membaca dan minum kopi. Sehari-hari mondar-mandir di Fakultas Ilmu Budaya Unud.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Mimpi Bisnis Yuk! (1) – Bermimpi, Lakukan Kemudian

Mimpi Berbisnis Yuk! (2) - Millenial, Cukup Satu Ide Sederhana Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co