14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tips Buat Para Caleg untuk Meledakkan Jumlah Pemilih

I Made Indah Gunawan Saputra by I Made Indah Gunawan Saputra
February 11, 2019
in Esai
Tips Buat Para Caleg untuk Meledakkan Jumlah Pemilih

Kartun I Wayan Nuriarta, dimuat pertama kali di Bali Post, 10 Februari 2019

Rasa-rasanya pada bulan-bulan ini sampai April 2019 di seluruh Indonesia suasana kota dan jalananya bisa dipastikan hampir mirip, di kanan-kiri dan di persimpangan diramaikan gambar baliho dan poster para calon anggota legislatif, seakan berebut perhatian para penghuni kota untuk memilih mereka.

Tak mengherankan karena tahun ini bangsa Indonesia memiliki ‘kerja’ besar, untuk pertama kalinya pemilihan anggota DPRD tingkat kabupaten, DPRD tingkat provinsi, dan DPR tingkat pusat, dilaksanakan serentak dengan pemilihan presiden. Bisa dibayangkan betapa ramainya dan riuhnya suasana Indonesia hari-hari ini.

Menurut data KPU, pemilu 2019 ini memilih 1 presiden, 575 anggota DPR RI, 19.817 anggota DPRD dan akan diikuti 185,7 juta pemilih yang telah terdaftar di DPT, yang akan memilih di 805.075 TPS di seluruh Indonesia.

Jika kita berbicara pemilu, tentu yang kita ingat adalah memilih. Mencoblos gambar adalah tanda kita memilih orang tersebut. Lalu pertanyaanya atas dasar apakah kita memilih? Memilih ada 2 jenis, sukarela dan paksaan. Bagaimanakah orang bisa sukarela memilih sesuatu?

Nah, inilah yang dinamakan ilmu pemasaran, karena pada dasarnya tujuan seorang calon legislatif memasang gambarnya adalah memasarkan dan menjual. Seorang caleg harus tahu, apa produk yang mereka dijual, jangan sekedar menjual tampang doang.

“Mohon doa restu dan dukungan“., itu kata-katanya, lalu berisi ajakan mencoblos nomer urut tertentu, dari partai tertentu dan daerah pemilihan tertentu. Dalam ilmu marketing bentuk promosi ini adalah penawaran paling dasar yang menyerupai pengumuman.

Pengumuman biasanya hanya berisi pemberitahuan. Bentuk pemberitahuan seperti ini masih lumayan dibanding tidak melakukan promosi sama sekali. Caleg yang tak turut memasang baliho biasanya hanya untuk memenuhi syarat formalitas keikut-sertaaan partai dalam pemilu atau karena mendapat nomer urut buncit. 

Agar bisa lebih memikat, para caleg bisa mencoba level kedua, yakni menambahkan prestasi atau kelebihan dalam poster dan baliho kampanyenya. Misalnya mencantumkan nama almamater, atau gelar akademik. Jika seseorang lulus dengan predikat cumclaude tentu menjadi nilai tambah tersendiri. Atau caleg tersebut lulusan universitas bergengsi tentu juga bisa menjadi penilaian pemilih.

Lalu bagaimana kalau caleg tersebut bukan lulusan cumclaude dan lulusan universitas ternama? Ya tulis aja riwayat sekolah yang ada, misalnya  alumni PAUD negeri singaraja, jika ia berasal dari singaraja, lengkapi dengan Nama SD , SMP, SMU , siapa tahu aja mereka-mereka yang dulu satu angkatan masih ingat dengan anda. Bila perlu adakanlah deklarasi dukungan disekolahmu itu.

 Untuk menambah daya pikat, para caleg bisa mencoba level yang ketiga, yakni lakukan perbandingan. Pemilih di era internet sekarang ini adalah pemilih yang cerdas, perbandingan penting untuk memberi gambaran yang lebih jelas kepada mereka. Perbandingan bisa dilakukan dengan hal yang sejenis, hal yang tidak sejenis, atau dengan dirinya sendiri. Misalnya bandingan dengan calon lain dari dapil anda yang sama atau dengan anggota DPR yang sedang menjabat sekarang.

Sekali-sekali mainlah ke gedung DPR, jangan sampai anda sebagai calon anggota DPR tidak tahu letak dan detail gedung tempat anda akan bekerja. Lalu cari tahu berapa produk undang-undang yang sudah dihasilkan dan apa saja, lalu targetkan jumlah dan undang-undang yang akan anda janjikan untuk diselesaikan. Cari tahu pula gaji, dan jam kerja DPR sekarang, lalu ikrarkan jam kerja yang lebih panjang, bila perlu tanpa reses dan istirahat, tanpa mengambil gaji atau gaji anda akan anda sumbangkan. 

Jika anda berani melakuakan hal demikian, besar kemungkinan anda terpilih, walau didepanya akan sulit merealisasikan janji anda. Tapi siapa yang perduli, toh tak ada anggota DPR yang dipenjara karena tak memenuhi janji. lagian di musim kampanye  lainya anda masih bisa berjanji lagi kan.. 

Untuk memastikan kemenangan anda, tambahkan level keempat, utarakan alasan anda mencalonkan diri. Misalnya, negeri ini membutuhkan orang jujur,  untuk berjuang memperbaikii moral manusia, untuk menegakkan keadilan, memperjuangkan pemerataan, atau alasan lain yang terdengar heroik. Alasan harus tegas, jika dibaca orang, mereka langsung berasumsi hanya anda yang bisa melakukan itu. Bukan sebaliknya, terdengar anda yang butuh pekerjaan.

Tips yang terakhir atau level kelima, beri batasan pilihan. Batasan pilihan jika dijabarkan ada beberapa jargon yang bisa dipakai, misalnya; “ Jangan biarkan orang yang salah bekuasa”, “Masa depan di tangan anda, negeri ini mau makmur atau tidak sama sekali “, atau yang lebih sadis “ Indonesia akan bubar “.

Layaknya lembaga survey professional yang meskipun dilakukan dengan metode canggih dan akademik, toh juga memiliki margin error, begitu juga tips diatas, ada juga margin errornya. jika terjadi kesalahan dalam praktek bukanlah salah ibu mengandung, tapi salah bapak nggak pakai sarung. Apalagi gak pakai sarung dan error kalau kalah, bisa gawat tuh urusan.  he,,he,,,

Salam demokrasi.

Tags: balihocalegpemiluPilpres
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Stimulus Kepada Kita yang Merasa Tidak Bahagia #Bligbag Tatkala.co

Next Post

Berkreasi di Kepulauan – Dari “Bali Architecture Week 2019: Popo Danes And Friends”

I Made Indah Gunawan Saputra

I Made Indah Gunawan Saputra

Penulis adalah seorang wirausahawan asal Jembrana, Bali, tinggal di Kuta Selatan, Badung, Bali. Alumnus Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Berkreasi di Kepulauan – Dari “Bali Architecture Week 2019: Popo Danes And Friends”

Berkreasi di Kepulauan - Dari "Bali Architecture Week 2019: Popo Danes And Friends"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co