12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gie dan Dinamisnya Gerakan Mahasiswa Angkatan ‘66

Jaswanto by Jaswanto
December 22, 2018
in Esai
Gie dan Dinamisnya Gerakan Mahasiswa Angkatan ‘66

Foto: Putik

Lagi-lagi Soe Hok Gie. Ya, saya tidak akan pernah merasa bosan untuk terus menuliskan tentang Gie. Sebab, bagi saya, riwayat hidup Soe Hok Gie adalah oase di tengah-tengah gerakan mahasiswa yang tidak jelas arahnya ini.

Selama saya menjadi mahasiswa, khususnya di kampus saya, gerakan mahasiswa sangat statis. Serba formal. Tidak dinamis sama sekali. Mungkin ada beberapa yang mencoba bergerak secara dinamis, tapi karena saking sedikitnya, dan tidak kuat dibilang lain dari yang lain (aneh, nyeleneh, dll), sedikit demi sedikit gerakan itu mulai memudar. Hilang. Kemudian muncul kembali dengan gaya yang sama. Angin-anginan pokoknya.

Keadaan ini membuat saya teringat sosok Soe Hok Gie ketika ia masih menjadi mahasiswa. Gerakan Gie dan mahasiswa angkatan ’66, bagi saya sangat dinamis. Sangat bisa dijadikan panutan. Visioner, tujuannya jelas, dan tidak melulu tentang formalitas. Khususnya sosok Soe Hok Gie. Gie sebagai salah seorang mahasiswa yang sangat disegani di UI, perannya sebagai pelopor tidak bisa diremehkan lagi. Seorang mahasiswa yang tidak hanya idealis, tapi juga berpengetahuan luas. Semua ia pelajari. Filsafat, sastra, politik nasional maupun internasional. Kalau sekarang, mungkin ia akan dijuluki sebagai Wikipedia berjalan.

Selain aktif berkegiatan dan mendorong hal-hal yang berkaitan dengan ranah kognitif; meningkatkan kompetensi melalui forum-forum diskusi—Gie bersama dengan Ciil (panggilan Dr. Sjahrir) adalah pendiri GDUI (Grup Diskusi UI)—ia juga sangat aktif di dunia gerakan—aksi demonstrasi menuntut turunnya Soekarno (rezim Orde Lama), pembubaran PKI, dan turunnya harga BBM. Dan jangan lupakan tentang keaktifannya di dunia pecinta alam, di Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Pradjna Paramita.

Hok Gie-lah yang menghidupkan kegiatan kampus. Ia mendorong mahasiswa bergairah mengikuti berbagai aktivitas kampus. Ia mengajak kawan-kawannya untuk menikmati pembacaan puisi, panggung teater, musik, dan diskusi film juga buku. Bahkan, ia pernah mendatangkan W.S. Rendra ke kampus di Rawamangun untuk berdiskusi.

Gie bagi saya adalah sosok yang ambisius tapi sangat dinamis. Jauh dari fundamentalis. Gerakan-gerakannya sangat tidak membosankan. Ia bisa melakukan apa saja. Hobinya menonton film pun ditularkannya pula kepada kawan mahasiswa. Baik menonton di gedung bioskop umum, atau hanya sekadar menonton di sebuah ruangan, yang penting melakukannya beramai-ramai. Dan Gie juga sering mengajak kawan-kawannya untuk menjelajahi kedutaan-kedutaan asing untuk menonton film, seperti Kedutaan Ceko, Kedutaan Rumania, Kedutaan Perancis, dll. Biasanya Gie akan mengajak mereka untuk menonton The Secret of Life, yang bercerita tentang proses bayi, atau The Graduate-nya Dustin Hoffman dan film-film yang lain.

Selain menonton film, kadang Gie hanya berkumpul di rumah seorang kawan hanya untuk mendengarkan lagu-lagu The Beatles, misalnya, dan kemudian membahasnya bersama. Gie sangat suka mendengarkan lagu-lagu protes, seperti lagu Dona Dona yang dinyanyikan Joan Baez, lagu-lagu Bob Dylan, dan juga lagu-lagu perjuangan antridiskriminasi kaum kulit hitam di Amerika Serikat.

Pergerakan mahasiswa angkatan ’66 yang dimotori oleh Soe Hok Gie saya pikir sangat dinamis. Artinya tidak hanya bergelut di bidang akademis, tapi juga bergerak di ranah non-akademis. Tidak hanya formalitas saja. Selogan “buku, pesta, dan cinta” sangat populer waktu itu. Selain aktif di internal kampus, Soe Hok Gie juga sangat aktif di eksternal kampus. Bahkan, ia adalah salah satu otak terpilihnya Herman Lantang sebagai Ketua SM-FSUI yang mengalahkan calon-calon dari organisasi mahasiswa besar kala itu—HMI dan GMNI.

Pada masa Herman menjadi ketua Senat, Soe Hok Gie menduduki posisi pembantu staf SM-FSUI.

 “Pokoknya waktu gua ketua Senat itu, Hok-gie otaknya. Pidato gua waktu jadi ketua Senat aja Hok-gie yang bikin. Juga waktu nyusun organisasi SM-FSUI, Hok-gie yang ngatur semua,” ucap Herman Lantang.

Hampir semua kawan yang pernah dekat dengan Gie, atau beberapa orang yang kemudian ikut serta berkomentar dalam buku Soe Hok-gie Sekali Lagi, misalnya, mengatakan bahwa sosok Gie mampu mewakili pemuda pada zamannya. Ia begitu sangat istimewa. Berani, jujur, dan sangat idealis.

Pada tahun 1967, ketika mendapat dukungan dari kelompok independen—mereka yang tidak tergabung di HMI, PMII, PMKRI, dan GMKI—Soe Hok Gie kembali memenangkan pemilihan ketua SM-FSUI. Sejak itu, suasana fakultas kembali meriah. Berbagai kegiatan berjalan dengan baik. Ada olah raga, penanaman pohon, pendkian gunung, ada klub buku, film, musik, dan tentu saja demonstrasi. Bahkan, teater Populer pimpinan Teguh Karya dan Teater Kecil Arifin C. Noor pernah didatangkan Gie untuk pentas di FS-UI. Tidak ketinggalan W.S. Rendra juga pernah ia datangkan sebagai pembicara.

Pada masa Gie menjabat sebagai ketua Senat, terbentuk Ikmasi (Ikatan Mahasiswa Sastra se-Indonesia) yang beranggotakan fakultas-fakultas sastra budaya dari berbagai universitas negeri se-Indonesia.

***

 Saya mencoba belajar dari Gie dalam pergerakan mahasiswa. Dengan semboyan “Buku, Pesta, dan Cinta” seperti mahasiswa FS-UI yang diharapkan tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Hok-gie dengan penuh kesadaran mencoba membangun watak para mahasiswa bukan dengan cara memprovokasi atau mengkader secara kasat mata, tetapi lebih mengajak secara halus untuk berpartisipasi membesarkan bangsa lewat pengalaman kehidupan mahasiswa di fakultas.

Mahasiswa FS-UI juga diajak untuk bersikap kritis terhadap pengelolaan pendidikan di fakultas, termasuk kritis terhadap dosen yang tidak cakap, yang tidak disiplin karena sering terlambat mengajar atau bahkan sering bolos. Menciptakan gerakan mahasiswa yang tidak kaku. Sof- fun. Elegan. Tidak perlu kerusuhan, frontal, atau membabi buta.

Saya membayangkan gerakan mahasiswa sekarang ini sedinamis angkatan ’66 itu. Di samping meningkatkan kognitif, juga sangat aktif meningkatkan afektif dan psikomotorik. Selain belajar di dalam kelas, juga mencoba aktif belajar di luar kelas; berorganisasi, bersosialisasi, dll. Di samping banyak membaca buku, sesekali juga mendengarkan puisi, diskusi film, menonton panggung-panggung teater, menulis, dan demontrasi tentu saja.

Namun saya melihat mahasiswa sekarang tidak sedinamis itu. Banyak mahasiswa yang sudah disibukkan dengan tugas-tugas dosen, rapat-rapat yang tak kunjung menemukan solusi untuk segera bergerak, atau urusan yang berkaitan dengan kemalasan. Hingga sepertinya mereka tidak punya waktu untuk sekadar gelisah terhadap permasalahan di sekitarnya. Jangankan gelisah terhadap permasalahan sekitar, hanya sekadar nonton film bareng saja mereka tak punya waktu.

Tidak hanya itu. Mahasiswa sekarang sudah banyak sekali yang berpikiran untung-rugi. Ya nggak salah. Cuma dari sanalah saya melihat, bibit-bibit kapitalisme itu muncul. Kemudian, mereka akan bersifat individu, apatis, yang penting mereka dapat untung, kehidupan selesai. Tak perlu memikirkan bagaimana si miskin, atau bagaimana kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat, atau dosen yang semena-mena terhadap mahasiswa, dan kebijakan rektorat yang nyeleneh yang merugikan mahasiswa. Yang penting tugas kuliah mereka beres, sok manis di depan dosen, nurut, manut. Itu bukan urusan saya, kata mereka.

Nah, melalui gerakan-gerakan seperti yang dilakukan Soe Hok Gie itulah, saya berharap gerakan mahasiswa saat ini bisa dinamis. Tidak membosankan, dan tentu saja bisa bermanfaat bagi sesama.

Salam pergerakan! (T)

Tags: aktivismahasiswapergerakanSoe Hok Gie
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Tidak Sulit Mencari Guru

Next Post

Waktu –Orasi Jun pada Peluncuran Buku Puisi “Saron” di Jatijagat Kampung Puisi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Waktu  –Orasi Jun pada Peluncuran Buku Puisi “Saron” di Jatijagat Kampung Puisi

Waktu --Orasi Jun pada Peluncuran Buku Puisi “Saron” di Jatijagat Kampung Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co