6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Diki Wahyudi by Diki Wahyudi
November 29, 2018
in Esai
Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Ilustrasi diolah dari gambar-gambar di Google

SEMENJAK acara musik mulai ramai di layar kaca, ada anggapan bahwa suatu acara bisa dikatakan sukses apabila meriah, ramai, dan dipenuhi dengan sorak-sorak penonton yang memancarkan senyum kebahagia.

Anggapan inilah yang menjadikan munculnya penonton bayaran, ya gak kaget kalau kini menjamur jasa penonton bayaran. Penonton yang dibayar oleh pihak yang membuat acara untuk memeriahkan acaranya, mulai dari intruksi ketawa-tawa, tangan melambai-lambai bahkan sampai kena label sebagai golongan alay.

Miris memang kalau melihat hal itu, di dalam kemeriahaan dan kegemilangan acara TV terselip secuil kebohongan demi mendapatkan rating dan cap kalau acarannya dibilang sukses dan meriah. Tapi inilah fakta yang ada di panggung hiburan kita dimana hanya da 10% kebenaran dan sisanya itu berupa kebohongan belaka.

Tapi kini konsep penonton bayaran ini juga diikuti oleh kaum intelektual milineal, yakni mahasiswa. Mahasiswa kini ikut dalam kontestasi pencarian rating, dimana ketika kumpulan mahasiswa menyelenggarakan sebuah acara dan ingin dianggap acaranya sukses dan berhasil maka akan mendatangkan penontoon bayaran.

Penonton bayaran ini selain dibutuhkan untuk mendapatkan kesan kalau acaranya meriah dan sukses juga dibutuhkan untuk kepentingan visual. Dimana penonton bayaran juga diperlukan untuk membangun mood yang baik buat host dan bintang tamu. Ya masak kalau ada bintang tamu bilang “penonton” gak ada yang nyautin tentunya acara jadi garing dan kurang renyah.

Tapi sistem penonton bayaran di kalangan mahasiswa dan di kalangan acara musik TV berbeda. Kalau di acara musik TV penonton bayaran mendapatkan bayaran sekitar dua puluh lima ribu sampai lima puluh ribu rupiah per acara. Maka mahasiswa hanya mendapatkan selembar kertas berwarna-warni dan cap yang biasa dikatakan SKP (sistem kredit point).

Dimana digadang-gadang selembar kertas dan cap ini bisa mempermudah kita untuk bisa skripsian, bahkan ada yang bilang kalau tanpa SKP kita tidak bisa menyususn SKRIPSI sehingga menunda wisuda mahasiswa. Waow, sangat sakti bukan selembar kertas berwana-warni yang bernama SKP ini, mampu menunda dan memperlambat meraih masa depan mahasiswa yang digadang-gadang sebagai penerus cita-cita bangsa. Kalau cita-cita bangsa tertunda, maka bisa jadi hal ini karena selembar kertas yang bernama SKP, bener gak tuh?.

Beberapa kali saya mendapat curhatan dari para pejuang masa depan yakni mahasiswa bahwa sebenarnya mereka malas untuk menghadiri acara, tapi mereka terpaksa hadir karena takut masa depan mereka terancam alias gak dapat cap SKP. Mereka yang pernah curhat dengan saya ada yang mengatakan malas berangkat karena acaranya tidak sesuai passion mereka, kurang asiklah, kurang seru dan membosankan. Dasar mahasiswa bisanya mengeluh saja sabar datanglah ke acaranya nikmati saja daripada masa depanmu terancam.

Ada juga beberapa mahasiswa yang menyatakan kalau sistem SKP ini membuat mereka tidak bisa bergerak, karena tidak bebas untuk memilih mengikuti kegiatan yang mereka sukai. Misalkan mereka suka acara diskusi tetapi disuguhi lomba karaoke, ya pastinya malas dan ogah-ogahan. lalu ada yang suka dan minat untuk mendalami mobile legend agar bisa menyaingi jesno limit, malah diwajibkan untuk ikut datang konser musik ya pastinya anti banget. Tapi bagaimana lagi daripada masa depan mereka tertunda akibat cap SKP tidak memenuhi target. Saya hanya bisa merekomendasikan untuk sabar jangan melawan nanti kamu dikucilkan dan masa depanmu terancam.

Secara teori sistem SKP itu sangat baik untuk menunjang softskill mahasiswa agar aktif dalam kegiatan diluar pelajaran kampus. Bisa dikatakan SKP diciptakan untuk menjadikan mahasiswa itu tidak kuper alias tidak melulu fokus pada pelajaran dan buku.

Tujuan SKP memanglah sangat bagus dan keren bukan, saya juga sangat mendukung adanya SKP tetapi perlu diingat kalau SKP ini merupakan sebuah sistem. Namanya sistem itu harus didukung oleh beberapa unsur.

Unsur yang bisa mendukung agar tujuan SKP itu baik bagi mahasiswa menurut Freidman ada tiga yakni subtansi, struktur, dan culture. Subtansi itu artinya aturan atau bisa dikatakan tujuan Asli SKP dan struktur itu pihak-pihak yang mengurus SKP dan budaya dalam kampus itu.

SKP memang bagus tetapi menurut mahasiswa-mahasiswa yang pernah curhat sama saya itu SKP kini sudah keluar dari Rule dimana SKP kini menyeragamkan mahasiswa, dimana mahasiswa kini harus mengikuti kegiatan yang sama, yang ditentukan oleh pemegang otoritas, tanpa boleh memikirkan apa pentingnya kegiatan itu untuk mereka.

Ketika kampus ada kegiatan musik maka seluruh mahasiswa harus datang ke acara musik, kalau kampus ada acara Bondres maka semua mahasiswa harus nonton Bondres, bahkan kalau kampus mengundang topeng monyet maka mahasiswa harus ikut nonton topeng monyet untuk memenuhi cap SKP agar masa depanya tidak terhambat gara-gara selembar kertas berwarna-warni.

Lalu culture yang ada, itu juga menentukan sistem SKP itu berjalan atau tidak. Jadi kalau bisa biarkan mahasiswa memilih kegiatan apa yang mereka sukai atau minati untuk memenuhi cap SKPnya. Jangan dipaksakan untuk mengikuti hal-hal yang tidak mereka minati, karena itu tidak akan mengembangkan mereka tapi malah mengkerdilakan mereka. Apalagi sampai menjadikan mahasiswa menjadi penonton bayaran dengan imbalan cap SKP dan sistem ketakutan apabila cap mereka tidak penuh maka akan menunda kebahagian masa depan. (T)

Tags: hiburankampusmahasiswa
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Fiksi yang Bukan Fiksi: Siswa Nyeleneh Paling Diingat Guru

Next Post

Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!

Diki Wahyudi

Diki Wahyudi

Anggota HMI. Tulisannya bisa dilihat di cakdiki.blogspot.co.id

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!

Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co