23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!

Julio Saputra by Julio Saputra
November 29, 2018
in Esai
Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!

Peserta program Kapal Pemuda Nusantara 2018

KAMIS malam, 22 November 2018, mendekati pukul 23.00 WITA, saat sedang nyaman berbaring di atas kasur, menutup diri dengan selimut bermotifkan sebuah club bola kesayangan, menghangatkan diri dari dinginnya malam, sambil iseng-iseng membuka Instagram di ponsel pintar saya, saya melihat postingan foto Bapak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, berada di beranda akun saya paling atas.

Postingan foto yang mengambarkan suasana saat beliau memimpin rapat pimpinan bersama Sekretaris Kemenpora, para pejabat esselon, staf ahli, dan staf khusus untuk evaluasi di tahun 2018 dan perencanaan di tahun 2019 diposting melalui akun Instagram resmi miliknya, @nahrawi_imam, yang sudah saya follow sejak lama meski saya tahu saya tidak akan difolback beliau.

Jangankan difolback, Pak Imam pun rasanya tidak tahu saya mengikuti akun resminya. Pengikut beliau mencapai 334.000 lebih, sudah dapat dipastikan saya akan tenggelam di antara ribuan pengikut lainnya. Tak apalah. Toh saya sudah terbiasa tenggelam dalam lautan luka dalam. Hahahahaha.

Caption dari postingan Pak Imam juga mengatakan bahwa rapat pimpinan itu diadakan untuk menindaklanjuti hasil rapat terbatas bersama Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang pemuda dan olahraga.

Sejauh ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah memiliki beberapa program di bidang olahraga, seperti kepelatihan 100.000 juri, wasit, dan pelatih, serta di bidang kepemudaan seperti program pemuda magang luar negeri dan lain-lain. Sehingga, menurut beliau, perlu ditinjau kembali program-program apa saja yang harus dihapuskan dan program-program apa saja yang masih harus dijalankan di tahun 2019 nanti. Hhhhmmmmm.

Seketika itu juga saya langsung menghubungi beberapa teman saya saat sama-sama menjalani program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) di Palu, Sigi, dan Donggala sebulan lalu. Niat untuk tidur dan bertemu seseorang di terminal mimpi saya urungkan sejenak. Hal ini rasanya lebih penting untuk saya jadikan bahan obrolan bersama teman-teman saya.

Kami mengobrol banyak tentang postingan Pak Imam dari malam itu sampai malam besoknya, dan rasanya masih akan tetap berlanjut di malam-malam selanjutnya. Kebanyakan apa yang kami diskusikan adalah kecemasan kami masing-masing. Bagaimana jika program Kapal Pemuda Nusantara (KPN), sebuah program kepemudaan yang diinisiasi oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga setiap tahunnya sejak tahun 2005, tidak lagi dijalankan di tahun 2019?

Entahlah, bagi saya dan teman-teman sesama alumni program KPN sudah pasti merasa tidak rela jika program tersebut tidak lagi dijalankan. Kapal Pemuda Nusantara bagi kami bukan program kepemudaan biasa, namun lebih dari kata biasa. Kenapa? Karena Program Kapal Pemuda Nusantara memang banyak memberikan dampak positi kepada pemuda-pemudi dan Indonesia.

Dari tujuannya sendiri rasanya program KPN sudah sangat pantas untuk selalu diadakan tiap tahunnya. KPN adalah salah satu program yang dibentuk sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap perkembangan dan kelestarian kelautan Indonesia yang mengutamakan peran pemuda Indonesia sebagai pelaku utamanya dengan cara menggugah, memunculkan, membangkitkan motivasi pemuda untuk mau ke laut serta merangsang tumbuhnya jiwa wirausaha pemuda di bidang kelautan.

Selain itu juga untuk membentuk jaring kerja nasional pemuda, memperkuat, dan meningkatkan jiwa dan semangat NKRI sekaligus memperdayakan pemuda sebagai kader  bangsa. Memilih pemuda sebagai pelaku utama tentu sangat beralaskan, tak sama seperti para mantan kekasih yang kebanyakan pergi tanpa alasan. Ada yang pernah ditinggal tanpa alasan? Menyedihkan.

Pemuda, seperti kata kebanyakan orang, adalah identitas yang sangat berpotensi. Pemuda sebagai generasi jaman now adalah penerus tongkat estafet pembangunan bangsa. Di tangannyalah kemudian berbagai harapan ditempatkan, di pundaknyalah berbagai cita-cita dititipkan, terutama oleh mereka para generasi jaman old.

Tak salah jika kemudian pemerintah membuat program yang kedepannya mengharapkan pemuda Indonesia untuk menjaga dan membangun kelautan Indonesia mengingat laut juga memiliki peran yang sangat penting. Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi laut yang cukup luas, bahkan wilayah laut Indonesia lebih luas dari wilayah daratan. Sekitar 5,8 juta Km2 (75%) luas wilayah Indonesia adalah perairan, dan sisanya 1,9 juta Km2 (25%) merupakan daratan. Karena itu, laut Indonesia menyimpan potensi yang sebenarnya luar biasa bermanfaat, dan program KPN itulah yang menjadi salah satu cara untuk memajukan, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi laut Indoensia melalui perantara pemuda.

Dalam program KPN, selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu, pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia yang ikut di dalamnya diajak berlayar mengarungi beberapa sudut lautan Indonesia, bersentuhan langsung dengan segala hal yang berhubungan dengan laut, melakukan aktivitas kebaharian, mengunjungi tempat-tempat konservasi laut dan hasil laut, mengunjungi daerah pesisir termasuk berinteraksi dengan masyarakatnya.

Pemuda diajak membuka wawasan mereka sebagai anak anak bangsa akan kelautan dan kemaritiman. Mereka diberikan berbagai wawasan, tentang laut yang dulu menjadi media transportasi utama antardunia, tentang laut yang menjadi jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan antarwilayah di Indonesia bahkan juga negara-negara lain.

Mereka juga mendapat wawasan tentang potensi laut Indonesia yang menjadi salah satu sumber pangan masyarakat Indonesia, terutama protein hewani dalam bentuk ikan dan hasil laut lainnya. Mereka juga mendapat wawasan tentang peran laut dalam bidang lainnya, seperti konservasi dan pelestarian alam,sumber ilmu pengetahuan alam, sarana rekreasi dan pariwisata, dan lain sebagianya.

Tak hanya itu, pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia tersebut juga dapat membentuk karakter karena dalam pelaksanaan kegiatannya, berbagai kedisiplinan lebih ditanamkan lagi pada diri masing-masing peserta KPN. Mereka juga dapat mengenali keberagam dan kekayaan budaya daerah di Indonesia karena pemuda-pemudi Indonesia juga diberikan panggung untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan yang mereka miliki.

Melalui program KPN juga, para pemuda dapat mempererat persahabatan, persaudaraan dan kerjasama serta saling pengertian. Bahkan mereka juga dapat menjunjung tinggi nilai kemanusian dengan melakukan bakti sosial kepada masyarakat, seperti program KPN Tahun 2018 yang saya ikuti bulan lalu, para peserta KPN diterjunkan langsung dalam kegiatan membangun kembali Palu, Sigi, dan Donggala yang terkena bencana alam gempa dan tsunami.

Tentu saja hal-hal tersebut utamanya dimaksudkan agar pemuda-pemudi setelah mengikuti program KPN nantinya dapat menjadi pemuda bahari yang lebih cinta terhadap laut, memiliki tanggung jawab tinggi, memiliki rasa kepedulian terhadap sesame, mampu meningkatkan kemitraan untuk pembangunan pengelolaan sumberdaya alam, siap menghadapi tantangan global di masa yang akan datang, dan siap menjadi ujung tombak pelestarian lingkungan hidup dengan memberikan kontribusi nyata terhadap kelautan Indonesia.

Kontribusi nyata tersebut dapat dilihat dari kegiatan pascaprogram yang sudah mereka rancang di provinsinya masing-masing. Contohnya bisa jadi penanaman mangrove di daerah pesisir pantai, pemberian edukasi bahari kepada anak-anak, pelatihan pengolahan sampah dari laut menjadi barang bernilai jual tinggi, kegiatan susur pantai, penanaman terumbu karang, workshop kebaharian, dan masih banyak lagi.

Nah, akan sangat aneh jika kemudian program-program pemerintah yang berkaitan dengan pemuda dan perkembangan kelautan tidak lagi diadakan. Atau jangan-jangan hanya saya yang merasa aneh? Ah, tidak mungkin.

Bagi saya dan teman-teman saya, mungkin juga bagi para pembaca setia di rumah, program Kapal Pemuda Nusantara sebaiknya memang harus dilaksanakan tiap tahunnya. Sudah jelas program KPN memiliki keunggulan dan nilai lebih yang tentu saja akan memberikan dampak postif terhadap perkembangan Sumber Daya Manusia (Pemuda) dan perkembangan kelautan Indonesia yang menjadi keunggulan dari program ini.

Program KPN melahirkan pemuda bahari, yang diharapkan dapat menjadi apa yang diharapkan di atas. Tapi, seandainya jika tahun depan program KPN tidak dilaksanakan lagi karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, ya apa daya?

Saya toh secara pribadi juga tidak bisa melarang, karena saya memang tidak punya wewenang apa-apa. Saya akan berserah, pasrah, seperti saat gadis pujaan saya digandeng lelaki lain yang sebenarnya tak lebih baik dari saya. Saya dan teman-teman yang lain akan tetap menjadi pemuda bahari, mempertanggungjawabkan apa yang sudah kami ikuti kemarin.

Namun di lubuk hati saya yang paling dalam, saya tentu berharap program KPN masih tetap dijalankan. Saya ingin ada lebih banyak lagi pemuda yang mencintai laut Indonesia, yang secara tidak langsung juga mencintai negeri ini. Pemuda Maju, Indonesia Jaya.

“Di laut kita berlayar, di laut kita belajar, di laut kita bersama, kembali ke laut kita jaya” – JALESVEVA JAYAMAHE (T)

Tags: Kapal Pemuda Nusantaralautpemuda
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Next Post

Curhat Singkat HUT Korpri dari Anak Petani yang Jadi PNS

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Curhat Singkat HUT Korpri dari Anak Petani yang Jadi PNS

Curhat Singkat HUT Korpri dari Anak Petani yang Jadi PNS

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co