2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!

Julio Saputra by Julio Saputra
November 29, 2018
in Esai
Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!

Peserta program Kapal Pemuda Nusantara 2018

KAMIS malam, 22 November 2018, mendekati pukul 23.00 WITA, saat sedang nyaman berbaring di atas kasur, menutup diri dengan selimut bermotifkan sebuah club bola kesayangan, menghangatkan diri dari dinginnya malam, sambil iseng-iseng membuka Instagram di ponsel pintar saya, saya melihat postingan foto Bapak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, berada di beranda akun saya paling atas.

Postingan foto yang mengambarkan suasana saat beliau memimpin rapat pimpinan bersama Sekretaris Kemenpora, para pejabat esselon, staf ahli, dan staf khusus untuk evaluasi di tahun 2018 dan perencanaan di tahun 2019 diposting melalui akun Instagram resmi miliknya, @nahrawi_imam, yang sudah saya follow sejak lama meski saya tahu saya tidak akan difolback beliau.

Jangankan difolback, Pak Imam pun rasanya tidak tahu saya mengikuti akun resminya. Pengikut beliau mencapai 334.000 lebih, sudah dapat dipastikan saya akan tenggelam di antara ribuan pengikut lainnya. Tak apalah. Toh saya sudah terbiasa tenggelam dalam lautan luka dalam. Hahahahaha.

Caption dari postingan Pak Imam juga mengatakan bahwa rapat pimpinan itu diadakan untuk menindaklanjuti hasil rapat terbatas bersama Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang pemuda dan olahraga.

Sejauh ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah memiliki beberapa program di bidang olahraga, seperti kepelatihan 100.000 juri, wasit, dan pelatih, serta di bidang kepemudaan seperti program pemuda magang luar negeri dan lain-lain. Sehingga, menurut beliau, perlu ditinjau kembali program-program apa saja yang harus dihapuskan dan program-program apa saja yang masih harus dijalankan di tahun 2019 nanti. Hhhhmmmmm.

Seketika itu juga saya langsung menghubungi beberapa teman saya saat sama-sama menjalani program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) di Palu, Sigi, dan Donggala sebulan lalu. Niat untuk tidur dan bertemu seseorang di terminal mimpi saya urungkan sejenak. Hal ini rasanya lebih penting untuk saya jadikan bahan obrolan bersama teman-teman saya.

Kami mengobrol banyak tentang postingan Pak Imam dari malam itu sampai malam besoknya, dan rasanya masih akan tetap berlanjut di malam-malam selanjutnya. Kebanyakan apa yang kami diskusikan adalah kecemasan kami masing-masing. Bagaimana jika program Kapal Pemuda Nusantara (KPN), sebuah program kepemudaan yang diinisiasi oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga setiap tahunnya sejak tahun 2005, tidak lagi dijalankan di tahun 2019?

Entahlah, bagi saya dan teman-teman sesama alumni program KPN sudah pasti merasa tidak rela jika program tersebut tidak lagi dijalankan. Kapal Pemuda Nusantara bagi kami bukan program kepemudaan biasa, namun lebih dari kata biasa. Kenapa? Karena Program Kapal Pemuda Nusantara memang banyak memberikan dampak positi kepada pemuda-pemudi dan Indonesia.

Dari tujuannya sendiri rasanya program KPN sudah sangat pantas untuk selalu diadakan tiap tahunnya. KPN adalah salah satu program yang dibentuk sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap perkembangan dan kelestarian kelautan Indonesia yang mengutamakan peran pemuda Indonesia sebagai pelaku utamanya dengan cara menggugah, memunculkan, membangkitkan motivasi pemuda untuk mau ke laut serta merangsang tumbuhnya jiwa wirausaha pemuda di bidang kelautan.

Selain itu juga untuk membentuk jaring kerja nasional pemuda, memperkuat, dan meningkatkan jiwa dan semangat NKRI sekaligus memperdayakan pemuda sebagai kader  bangsa. Memilih pemuda sebagai pelaku utama tentu sangat beralaskan, tak sama seperti para mantan kekasih yang kebanyakan pergi tanpa alasan. Ada yang pernah ditinggal tanpa alasan? Menyedihkan.

Pemuda, seperti kata kebanyakan orang, adalah identitas yang sangat berpotensi. Pemuda sebagai generasi jaman now adalah penerus tongkat estafet pembangunan bangsa. Di tangannyalah kemudian berbagai harapan ditempatkan, di pundaknyalah berbagai cita-cita dititipkan, terutama oleh mereka para generasi jaman old.

Tak salah jika kemudian pemerintah membuat program yang kedepannya mengharapkan pemuda Indonesia untuk menjaga dan membangun kelautan Indonesia mengingat laut juga memiliki peran yang sangat penting. Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi laut yang cukup luas, bahkan wilayah laut Indonesia lebih luas dari wilayah daratan. Sekitar 5,8 juta Km2 (75%) luas wilayah Indonesia adalah perairan, dan sisanya 1,9 juta Km2 (25%) merupakan daratan. Karena itu, laut Indonesia menyimpan potensi yang sebenarnya luar biasa bermanfaat, dan program KPN itulah yang menjadi salah satu cara untuk memajukan, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi laut Indoensia melalui perantara pemuda.

Dalam program KPN, selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu, pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia yang ikut di dalamnya diajak berlayar mengarungi beberapa sudut lautan Indonesia, bersentuhan langsung dengan segala hal yang berhubungan dengan laut, melakukan aktivitas kebaharian, mengunjungi tempat-tempat konservasi laut dan hasil laut, mengunjungi daerah pesisir termasuk berinteraksi dengan masyarakatnya.

Pemuda diajak membuka wawasan mereka sebagai anak anak bangsa akan kelautan dan kemaritiman. Mereka diberikan berbagai wawasan, tentang laut yang dulu menjadi media transportasi utama antardunia, tentang laut yang menjadi jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan antarwilayah di Indonesia bahkan juga negara-negara lain.

Mereka juga mendapat wawasan tentang potensi laut Indonesia yang menjadi salah satu sumber pangan masyarakat Indonesia, terutama protein hewani dalam bentuk ikan dan hasil laut lainnya. Mereka juga mendapat wawasan tentang peran laut dalam bidang lainnya, seperti konservasi dan pelestarian alam,sumber ilmu pengetahuan alam, sarana rekreasi dan pariwisata, dan lain sebagianya.

Tak hanya itu, pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia tersebut juga dapat membentuk karakter karena dalam pelaksanaan kegiatannya, berbagai kedisiplinan lebih ditanamkan lagi pada diri masing-masing peserta KPN. Mereka juga dapat mengenali keberagam dan kekayaan budaya daerah di Indonesia karena pemuda-pemudi Indonesia juga diberikan panggung untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan yang mereka miliki.

Melalui program KPN juga, para pemuda dapat mempererat persahabatan, persaudaraan dan kerjasama serta saling pengertian. Bahkan mereka juga dapat menjunjung tinggi nilai kemanusian dengan melakukan bakti sosial kepada masyarakat, seperti program KPN Tahun 2018 yang saya ikuti bulan lalu, para peserta KPN diterjunkan langsung dalam kegiatan membangun kembali Palu, Sigi, dan Donggala yang terkena bencana alam gempa dan tsunami.

Tentu saja hal-hal tersebut utamanya dimaksudkan agar pemuda-pemudi setelah mengikuti program KPN nantinya dapat menjadi pemuda bahari yang lebih cinta terhadap laut, memiliki tanggung jawab tinggi, memiliki rasa kepedulian terhadap sesame, mampu meningkatkan kemitraan untuk pembangunan pengelolaan sumberdaya alam, siap menghadapi tantangan global di masa yang akan datang, dan siap menjadi ujung tombak pelestarian lingkungan hidup dengan memberikan kontribusi nyata terhadap kelautan Indonesia.

Kontribusi nyata tersebut dapat dilihat dari kegiatan pascaprogram yang sudah mereka rancang di provinsinya masing-masing. Contohnya bisa jadi penanaman mangrove di daerah pesisir pantai, pemberian edukasi bahari kepada anak-anak, pelatihan pengolahan sampah dari laut menjadi barang bernilai jual tinggi, kegiatan susur pantai, penanaman terumbu karang, workshop kebaharian, dan masih banyak lagi.

Nah, akan sangat aneh jika kemudian program-program pemerintah yang berkaitan dengan pemuda dan perkembangan kelautan tidak lagi diadakan. Atau jangan-jangan hanya saya yang merasa aneh? Ah, tidak mungkin.

Bagi saya dan teman-teman saya, mungkin juga bagi para pembaca setia di rumah, program Kapal Pemuda Nusantara sebaiknya memang harus dilaksanakan tiap tahunnya. Sudah jelas program KPN memiliki keunggulan dan nilai lebih yang tentu saja akan memberikan dampak postif terhadap perkembangan Sumber Daya Manusia (Pemuda) dan perkembangan kelautan Indonesia yang menjadi keunggulan dari program ini.

Program KPN melahirkan pemuda bahari, yang diharapkan dapat menjadi apa yang diharapkan di atas. Tapi, seandainya jika tahun depan program KPN tidak dilaksanakan lagi karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, ya apa daya?

Saya toh secara pribadi juga tidak bisa melarang, karena saya memang tidak punya wewenang apa-apa. Saya akan berserah, pasrah, seperti saat gadis pujaan saya digandeng lelaki lain yang sebenarnya tak lebih baik dari saya. Saya dan teman-teman yang lain akan tetap menjadi pemuda bahari, mempertanggungjawabkan apa yang sudah kami ikuti kemarin.

Namun di lubuk hati saya yang paling dalam, saya tentu berharap program KPN masih tetap dijalankan. Saya ingin ada lebih banyak lagi pemuda yang mencintai laut Indonesia, yang secara tidak langsung juga mencintai negeri ini. Pemuda Maju, Indonesia Jaya.

“Di laut kita berlayar, di laut kita belajar, di laut kita bersama, kembali ke laut kita jaya” – JALESVEVA JAYAMAHE (T)

Tags: Kapal Pemuda Nusantaralautpemuda
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Next Post

Curhat Singkat HUT Korpri dari Anak Petani yang Jadi PNS

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Curhat Singkat HUT Korpri dari Anak Petani yang Jadi PNS

Curhat Singkat HUT Korpri dari Anak Petani yang Jadi PNS

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co