23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pahlawan Bukan untuk Sekadar Dikenang

I Wayan Darmayasa by I Wayan Darmayasa
November 23, 2018
in Esai
Pahlawan Bukan untuk Sekadar Dikenang

SETIAP 10 November kita selalu memperingati Hari Pahlawan, inilah momen dimana kita merefleksikan kembali bagaimana perjuanngan para pendahulu kita mewujudkan Indonesia merdeka yang seperti hari ini kita dapat rasakan bersama. Bagiku pahlawan itu adalah  “sosok yang tangguh, tak gentar membela rakyat Indonesia dan rela bercucuran darah tuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.”

“Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . . (Ismail Marzuki-Gugur Bunga)“

Lirik lagu Gugur Bunga karya Ismail Marzuki diatas mestinya membuat kita terpantik bahwa ada tugas berat yang mesti kita emban sebagai generasi muda yang melanjutkan perjuangan bangsa. Ada pertanyaan disana “siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati?.” Yang mengisi dan mengemban tugas dan tanggungjawab hari ini ialah pemuda itu sendiri, generasi bangsa Indonesia.

Para pejuang kemerdekaan Indonesia telah gugur bertahun-tahun lalu. Namun tongkat estafet perjuangannya tidak akan pernah luntur dimakan masa. Walau negara ini sudah merdeka, bukan berarti perjuangan harus terhenti begitu saja. Adalah tugas kita generasi muda untuk melanjutkan perjuangan mereka. Sebagai agen perubahan, setidaknya kita harus punya visi yang harus dilakukan sebagai agen perubahan untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam menggapai cita-cita bangsa.

Hari-hari ini sebagian besar kalangan muda hanya mengenang jasa-jasa para pahlawan. Alangkah bijaknya jika generasi penerus ini mau belajar banyak dari pahlawan, karena dengan demikian kita  mampu menjadi generasi yang menghargai waktu, memiliki semangat nasionalisme dan memiliki solidaritas yang kuat. Belajar dari pahlawan dapat dimulai dengan cara kita memaknai hari pahlawan. Setelah itu secara bertahap mampu menumbuhkan semangat guna memiliki sikap cinta akan perjuangan pahlawan, cinta negeri, serta selalu gigih dan giat untuk mempelajari perjuangan para pahlawan. Setidaknya ada 5 hal yang dapat dilakukan pemuda di era sekarang.

Pertama, generasi hari ini hendaknya membiasakan dan membudayakan anti korupsi sejak dini, karena korupsi merupakan kejahatan yang bukan hanya merugikan negara tapi juga rakyat. Kita tidak bisa membayangkan jika korupsi tidak diberantas dan dibiarkan saja, pastilah negara ini akan bobrok di masa depan.

Mulailah tanamkan itu di dalam pikiran dan hati nurani, cari tahu apa saja sih dampak dari korupsi ini agar kamu lebih memahami alasan mengapa kamu harus anti korupsi dan membudayakannya di lingkunganmu. Mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkup organisasi yang kamu ikuti, lingkup sekolah, kampus sampai di tempat kerja sekalipun.

Kedua, mencintai lingkungan dengan menjaga kebersihan. Mulai buang sampah pada tempatnya, kurangi memakai kendaraan pribadi biar polusi di udara gak semakin banyak sekaligus hal ini mengurangi global warming. Jangan buang sampah di laut, sungai, kali, dan danau. Kalau kamu sudah terbiasa melakukannya, please stop mulai sekarang. Ada makhluk yang hidup di bawah sana. Ada dampak besar yang akan dialami mereka bahkan kamu sendiri, kita.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah bawa tas belanja ke mana-mana agar mengurangi limbah plastik, beli peralatan elektroik yang awet bertahun-tahun lamanya agar dapat mengurangi limbah elektronik dan minimalisir penggunaan listrik.

Ketiga, berprestasi di bidang masing-masing. Salah satu hal yang penting tertanam di benak seorang agen perubahan adalah berusaha menuai prestasi di bidang yang digeluti. Beri contoh nyata kalau ada kontribusi yang kamu lakukan bagi dirimu sendiri, sosial, maupun negara.

Bidang apa pun yang digeluti, selama positif dan tidak melenceng dari cita-cita bangsa, lakukanlah. Dengan konsisten dan memberi kontribusi untuk negara, kamu sudah layak disebut  berprestasi.

Keempat, berinovasi dan sigap dalam menghadapi perubahan. Ada banyak perubahan yang terjadi di sekitar kita, masalah sosial hingga perkembangan zaman yang semakin berkembang dapat menciptakan ide-ide baru yang bisa kamu jadikan peluang. Ikut campaign sosial, ikut pertukaran pelajar, terus mengembangkan diri adalah beberapa cara untuk berinovasi.

Buka pikiranmu, karena jika kamu menutup diri dari perubahan, bukan hanya dirimu yang akan tertinggal tapi juga pemikiranmu. Melakukan inovasi memungkinkan kamu melihat cara serta alaternatif lain untuk memajukan bangsa seperti menciptakan lapangan pekerjaan baru, misalnya.

Kelima, ikut menjaga dan melestarikan budaya nusantara. Budaya nusantara merupakan ciri khas negeri ini, kalau tidak dijaga dan dilestarikan maka Indonesia akan kehilangan ciri khasnya. Lebih parah lagi, identitas negeri kita bisa-bisa dicaplok negara lain. Sesederhana mempelajari tarian tradisional, belajar membatik, menenun, atau sekadar mengenakan pakaian tradisional saja. Lebih baik lagi jika kamu bisa membawa dan membagikan cerita tentang budaya yang ada di Indonesia kepada dunia.

Jadilah generasi muda yang turut memaknai hari pahlawan dengan perubahan-perubahan kecil yang dibuat. Penulis yakin perubahan yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil, mungkin untuk sebagian orang tidak berarti namun dari perubahan kecil yang bertahap dan berangsur meningkat tersebut kelak akan muncul pahlawan-pahlawan baru yang dibutuhkan Indonesia. (T)

Tags: kenanganpahlawansejarah
Share30TweetSendShareSend
Previous Post

Teater Koma, Brodway-ne Jakarta, Nok!

Next Post

Teka-Teki dari Jepang – Catatan Ikut Workshop Butoh di Yogya

I Wayan Darmayasa

I Wayan Darmayasa

Mahasiswa FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar. Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) Departemen Kajian Isu

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Teka-Teki dari Jepang – Catatan Ikut Workshop Butoh di Yogya

Teka-Teki dari Jepang – Catatan Ikut Workshop Butoh di Yogya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co