13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lovina adalah Merk Dagang #Cakil Putu Kusuma Wijaya

Putu Kusuma Wijaya by Putu Kusuma Wijaya
February 26, 2018
in Esai
Lovina adalah Merk Dagang #Cakil Putu Kusuma Wijaya

Foto: Mursal Buyung

LOVINA adalah merk dagang. Dia adalah sebuah cap yang bisa dibawa ke desa-desa pesisir bagian kanannya sampai ke pesisir  daerah bagian kirinya. Ke kanan bisa sampai ke desa Temukus dan ke kiri bisa sampai ke desa Pemaron. Diantara itu banyak ada desa.

Pada jaman angkutan umum jadi andalan, kalau orang mau ke Kuta, ya pasti akan di Kuta, diturunkan di Bemo corner. Mau ke Candi Dasa pasti di ada di Candidasa. Ubud ya, diturunkan di depan Bale banjar Ubud.

Kalau turis mau ke Lovina, maka dia bisa terdampar dimana saja di antar desa Pemaron sampai ke desa Temukus. Bahkan bisa sampai ke gunung sana.

Lovina adalah kesepakatan. Mind atau pikiran yang bersatu. Tidak disatukan oleh desa, melainkan disatukan oleh cap dagang. Turis akan merasa berada di Lovina, tetapi bingung. Waar is eigenlijk Lovina? Where is Lovina? Lovina itu yang mana sih sebenarnya? Dije to Lopina?

Pertanyaan yang berarah ke tempat, tidak akan pernah kemana-mana di Lovina. Semua mengaku sentral, dan sekarang semua adalah sentral. Informasi pemerintah daerah (melalui Perda nya): Hanya papan nama: Anda telah memasuki kawasan pariwisata Lovina.  Sekarang terserah anda. Mick Jagger pernah tidur di LOVINA, tepatnya di Pemaron berdekatan dengan PLTGU sekarang.

Jika pertanyaan berarah kepada: APA, WAT, WHAT?  Apa itu Lovina, maka barulah cerita akan lengkap dan bermula ke sebuah tempat. Tempat yang kecil nan hangat. Sebuah danau yang penuh madu.

Ya, Hotel Tasik Madu, itulah awal dari nama Lovina. Panjang pantai Lovina hanya sebatas pasir di depan hotel yang  hanya 100 meter. (Hotel Tasik Madu, terletak di sebelah timur Supermarket Pepito. Saat ini sangat tidak terawat. Padahal tempat inilah ibu dari merk dagang LOVINA)

Sastrawan dan Raja terakhir Buleleng Anak Agung Panji Tisna, membuat sebuah tempat pertemuan budaya. Tempat dia menjamu teman-teman sastranya dari segala penjuru dunia, untuk berdiskusi dan mencipta.

Dari pertemuan budaya para sastrawan, berkembanglah tempat ini menjadi daerah tujuan wisata yang sporadik. Tidak ada campur tangan siapapun saat itu. Turis datang, karena keheningan pantai Lovina. (Dari sekian banyak turis mancanegara yang sempat penulis tanyakan di awal tahun 80 hingga kini, alasan mereka mengunjungi Lovina, karena tempat ini sepi)

Keheningan yang penulis sempat rasakan, puluhan tahun lalu pada saat menatap pohon Kamboja putih di samping bangunan terakhir dua tingkat,yang mendiang raja dirikan dan ada tulisan besar, kuat dan tebal:  Kembali kepada Tuhan. Dan apa maksudnya tulisan itu? Setiap insan mempunyai perjalanannya sendiri menuju Tuhan.  Sama seperti kisah sang Raja yang mengabadikan tempatnya dengan nama LOVINA.

(Bangunan ini masih berdiri di areal hotel, walaupun tak terawat tapi inilah yang KEMBALI KEPADA TUHAN)

Lovina, Love Indonesia. Mencintai Indonesia.  Dimana itu Indonesia? Dari Sabang sampai Merauke. Tetapi kenapa di atas pulau Timor sekarang jadi negara lain? Penjelasan diperlukan.

Apa itu Indonesia? Maka yang terpampang adalah sejarah kehebatan anak-anak bangsa yang sama-sama sepakat untuk berjuang demi sebuah ide yang mereka tanamkan disetiap hati, kepala dan jiwa mereka demi masa depan anak-anak Indonesia.

Pendiri Republik, mempunyai tekad untuk Indonesia.  Bertuhan. Menjadikan manusia yang adil dan beradab. Mengajarkan toleransi dalam keberagaman. Mengajarkan persatuan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Hingga sekian puluh tahun Lima sila ini diluncurkan, memang masih banyak yang belum dilakukan dan dimengerti.

Lovina banyak mendidik orang. Dari anak kecil penjual kalung, ibu-ibu pedagang makanan sampai mantan pedagang acung yang kaya raya. Lovina melahirkan anak-anak multikultural. Anak-anak yang tak lagi mengenal batas wilayah. Lovina adalah keberanekaragaman dimana Puja Trisandia dan  suara Adzan telah lama saling mengisi keharmonisan.

Lovina adalah merk dagang. Untuk menjadi kan merk dagang ini kokoh kuat dan mengakar diperlukan satu pemahaman dan perjuangan. Perjuangan hendaknya bukan karena senasib tetapi perjuangan  haruslah karena visi dan konsep yang baik dan sama akan masa depan.

(Perjuangan yang dikarenakan persamaan nasib tidak akan pernah kekal. Satu, dua atau seribu dari kita yang nasibnya telah membaik, tidak lagi akan ikut berjuang untuk yang nasibnya tidak membaik. Itu sah-sah saja)

Ada sebuah Festival di Lovina, yang diadakan setiap bulan September. Kenapa bulan 9, karena di saat itu ada banyak datang kapal layar yang berlabuh di Lovina. Untuk mengakomodir para turis kapal layar ini, maka Festival diadakan. Seluruh kesenian Bali Utara ditampilkan

(Lokasi tempat pementasan di sekitar areal patung Lumba-lumba, bergeser dari pasir yang sebenarnya bernama Lovina-depan hotel Tasik Madu)

Jika mengacu pada embrio lahirnya LOVINA= Love Indonesia, tentu diharapkan sebuah terobosan yang lebih ke dalam pada Festival mendatang. Yang harus ditonjolkan, Lovina sebagai pusat dari sastra. Mewadahi jiwa satra yang telah ditanam sang pendiri Lovina. Menyediakan tempat berkumpulnya para seniman modern untuk mementaskan, mendiskusikan karya-karya sastra Anak Agung Panji Tisna. Mengundang para sastrawan untuk kembali membedah dan mengobarkan arti Mencintai Indonesia.

Inilah sejatinya roh dasar LOVINA yang harus diberitahu kepada setiap insan di Buleleng, Bali, Indonesia dan Dunia.  Merk dagang yang harus digembar-gemborkan ke seluruh penjuru dunia, sebuah cakupan luas dan tidak tertuju semata untuk para turis kapal layar Sail Indonesia.

Lovina adalah sebuah karya cipta anak manusia. Menghargai pencipta diatur oleh undang-undang. Itulah yang harus dijaga dan ditata bersama-sama. Dari Lovina. Kita mengerti sastra dan memelihara cinta, dan Love Indonesia. Bukankah itu hal yang indah dan bertaksu? (T)

Tags: bulelengLovinaPariwisata
Share36TweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan

Next Post

Wina Ranjau dan Apa Kabar Musik Bawah Tanah di Bali

Putu Kusuma Wijaya

Putu Kusuma Wijaya

Pembuat film. Pengelola Rumah Film Sang Karsa di Jalan Singaraja-Seririt KM 13.2, Kaliasem, Buleleng

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Wina Ranjau dan Apa Kabar Musik Bawah Tanah di Bali

Wina Ranjau dan Apa Kabar Musik Bawah Tanah di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co