24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lovina adalah Merk Dagang #Cakil Putu Kusuma Wijaya

Putu Kusuma Wijaya by Putu Kusuma Wijaya
February 26, 2018
in Esai
Lovina adalah Merk Dagang #Cakil Putu Kusuma Wijaya

Foto: Mursal Buyung

LOVINA adalah merk dagang. Dia adalah sebuah cap yang bisa dibawa ke desa-desa pesisir bagian kanannya sampai ke pesisir  daerah bagian kirinya. Ke kanan bisa sampai ke desa Temukus dan ke kiri bisa sampai ke desa Pemaron. Diantara itu banyak ada desa.

Pada jaman angkutan umum jadi andalan, kalau orang mau ke Kuta, ya pasti akan di Kuta, diturunkan di Bemo corner. Mau ke Candi Dasa pasti di ada di Candidasa. Ubud ya, diturunkan di depan Bale banjar Ubud.

Kalau turis mau ke Lovina, maka dia bisa terdampar dimana saja di antar desa Pemaron sampai ke desa Temukus. Bahkan bisa sampai ke gunung sana.

Lovina adalah kesepakatan. Mind atau pikiran yang bersatu. Tidak disatukan oleh desa, melainkan disatukan oleh cap dagang. Turis akan merasa berada di Lovina, tetapi bingung. Waar is eigenlijk Lovina? Where is Lovina? Lovina itu yang mana sih sebenarnya? Dije to Lopina?

Pertanyaan yang berarah ke tempat, tidak akan pernah kemana-mana di Lovina. Semua mengaku sentral, dan sekarang semua adalah sentral. Informasi pemerintah daerah (melalui Perda nya): Hanya papan nama: Anda telah memasuki kawasan pariwisata Lovina.  Sekarang terserah anda. Mick Jagger pernah tidur di LOVINA, tepatnya di Pemaron berdekatan dengan PLTGU sekarang.

Jika pertanyaan berarah kepada: APA, WAT, WHAT?  Apa itu Lovina, maka barulah cerita akan lengkap dan bermula ke sebuah tempat. Tempat yang kecil nan hangat. Sebuah danau yang penuh madu.

Ya, Hotel Tasik Madu, itulah awal dari nama Lovina. Panjang pantai Lovina hanya sebatas pasir di depan hotel yang  hanya 100 meter. (Hotel Tasik Madu, terletak di sebelah timur Supermarket Pepito. Saat ini sangat tidak terawat. Padahal tempat inilah ibu dari merk dagang LOVINA)

Sastrawan dan Raja terakhir Buleleng Anak Agung Panji Tisna, membuat sebuah tempat pertemuan budaya. Tempat dia menjamu teman-teman sastranya dari segala penjuru dunia, untuk berdiskusi dan mencipta.

Dari pertemuan budaya para sastrawan, berkembanglah tempat ini menjadi daerah tujuan wisata yang sporadik. Tidak ada campur tangan siapapun saat itu. Turis datang, karena keheningan pantai Lovina. (Dari sekian banyak turis mancanegara yang sempat penulis tanyakan di awal tahun 80 hingga kini, alasan mereka mengunjungi Lovina, karena tempat ini sepi)

Keheningan yang penulis sempat rasakan, puluhan tahun lalu pada saat menatap pohon Kamboja putih di samping bangunan terakhir dua tingkat,yang mendiang raja dirikan dan ada tulisan besar, kuat dan tebal:  Kembali kepada Tuhan. Dan apa maksudnya tulisan itu? Setiap insan mempunyai perjalanannya sendiri menuju Tuhan.  Sama seperti kisah sang Raja yang mengabadikan tempatnya dengan nama LOVINA.

(Bangunan ini masih berdiri di areal hotel, walaupun tak terawat tapi inilah yang KEMBALI KEPADA TUHAN)

Lovina, Love Indonesia. Mencintai Indonesia.  Dimana itu Indonesia? Dari Sabang sampai Merauke. Tetapi kenapa di atas pulau Timor sekarang jadi negara lain? Penjelasan diperlukan.

Apa itu Indonesia? Maka yang terpampang adalah sejarah kehebatan anak-anak bangsa yang sama-sama sepakat untuk berjuang demi sebuah ide yang mereka tanamkan disetiap hati, kepala dan jiwa mereka demi masa depan anak-anak Indonesia.

Pendiri Republik, mempunyai tekad untuk Indonesia.  Bertuhan. Menjadikan manusia yang adil dan beradab. Mengajarkan toleransi dalam keberagaman. Mengajarkan persatuan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Hingga sekian puluh tahun Lima sila ini diluncurkan, memang masih banyak yang belum dilakukan dan dimengerti.

Lovina banyak mendidik orang. Dari anak kecil penjual kalung, ibu-ibu pedagang makanan sampai mantan pedagang acung yang kaya raya. Lovina melahirkan anak-anak multikultural. Anak-anak yang tak lagi mengenal batas wilayah. Lovina adalah keberanekaragaman dimana Puja Trisandia dan  suara Adzan telah lama saling mengisi keharmonisan.

Lovina adalah merk dagang. Untuk menjadi kan merk dagang ini kokoh kuat dan mengakar diperlukan satu pemahaman dan perjuangan. Perjuangan hendaknya bukan karena senasib tetapi perjuangan  haruslah karena visi dan konsep yang baik dan sama akan masa depan.

(Perjuangan yang dikarenakan persamaan nasib tidak akan pernah kekal. Satu, dua atau seribu dari kita yang nasibnya telah membaik, tidak lagi akan ikut berjuang untuk yang nasibnya tidak membaik. Itu sah-sah saja)

Ada sebuah Festival di Lovina, yang diadakan setiap bulan September. Kenapa bulan 9, karena di saat itu ada banyak datang kapal layar yang berlabuh di Lovina. Untuk mengakomodir para turis kapal layar ini, maka Festival diadakan. Seluruh kesenian Bali Utara ditampilkan

(Lokasi tempat pementasan di sekitar areal patung Lumba-lumba, bergeser dari pasir yang sebenarnya bernama Lovina-depan hotel Tasik Madu)

Jika mengacu pada embrio lahirnya LOVINA= Love Indonesia, tentu diharapkan sebuah terobosan yang lebih ke dalam pada Festival mendatang. Yang harus ditonjolkan, Lovina sebagai pusat dari sastra. Mewadahi jiwa satra yang telah ditanam sang pendiri Lovina. Menyediakan tempat berkumpulnya para seniman modern untuk mementaskan, mendiskusikan karya-karya sastra Anak Agung Panji Tisna. Mengundang para sastrawan untuk kembali membedah dan mengobarkan arti Mencintai Indonesia.

Inilah sejatinya roh dasar LOVINA yang harus diberitahu kepada setiap insan di Buleleng, Bali, Indonesia dan Dunia.  Merk dagang yang harus digembar-gemborkan ke seluruh penjuru dunia, sebuah cakupan luas dan tidak tertuju semata untuk para turis kapal layar Sail Indonesia.

Lovina adalah sebuah karya cipta anak manusia. Menghargai pencipta diatur oleh undang-undang. Itulah yang harus dijaga dan ditata bersama-sama. Dari Lovina. Kita mengerti sastra dan memelihara cinta, dan Love Indonesia. Bukankah itu hal yang indah dan bertaksu? (T)

Tags: bulelengLovinaPariwisata
Share36TweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan

Next Post

Wina Ranjau dan Apa Kabar Musik Bawah Tanah di Bali

Putu Kusuma Wijaya

Putu Kusuma Wijaya

Pembuat film. Pengelola Rumah Film Sang Karsa di Jalan Singaraja-Seririt KM 13.2, Kaliasem, Buleleng

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Wina Ranjau dan Apa Kabar Musik Bawah Tanah di Bali

Wina Ranjau dan Apa Kabar Musik Bawah Tanah di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co