2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Valentine Bersama “Mobile Legend”, Ah, Tak Masalah! – Renungan Pejuang LDR

Wulan Dewi Saraswati by Wulan Dewi Saraswati
February 14, 2018
in Esai
Valentine Bersama “Mobile Legend”, Ah, Tak Masalah! – Renungan Pejuang LDR

MERAYAKAN kasih sayang bersama pacar mungkin terasa biasa. Bagi jomblo tentu menjemukan bila sendiri. Maka dari itu, tahun ini jadikan sedikit berbeda. Kadang, menekuni hal di luar kebiasaan bisa membuat pikiran kembali segar. Sesuatu yang segar perlu dilakukan untuk merayakan hari kasih sayang tahun ini. Bermain game online contohnya.

Di luar dugaan beberapa teman,  saya memilih untuk bermain game Mobile Legend. Mulanya saya memandang aneh orang-orang yang asik bermain game ini. Mereka biasanya menghabiskan waktu lama untuk menyelesaikan pertandingan. Belum lagi mereka tidak tertarik untuk melakukan pertemuan dengan banyak orang ketika sedang bermain. Saya juga heran, kenapa game menjadi candu bagi mereka.

Apakah ini sebuah tanda bahwa pertemuan tidak lagi berarti dibandingkan gelar Victory ? atau mereka hanya ingin kabur dari hiruk-pikuk hidupnya? Saya pikir tidak semua gamer adalah jomblo. Beberapa dari mereka mempunyai pasangan. Hal itu menampik mitos bahwa game hanya untuk orang kesepian.

Tidak masalah bila kesepian, atau punya pacar. Bahkan status Long Distance Relationship pun tak menjadi soal untuk bermain game. Kadang, kemesraan bisa tumbuh ketika bermain game bersama pacar. Mungkin yang jomblo bisa juga mendapat pacar gamer perempuan. Maka tidak dosa bila kiranya kita merayakan hari ini dengan bermain game.

Salah satu game yang tengah digandrungi anak muda saat ini yakni Mobile Legend. Permainan asal Cina ini merupakan sebuah permainan berjenis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang dirintis oleh Moonton asal Cina pada Juli 2016.

Biasanya permainan daring (dalam jaringan) hanya bisa dimainkan di laptop. Namun, tidak begitu dengan Mobile Legend. Permainan ini juga bisa dimainkan oleh pengguna iOS dan Android. Kini Mobile Legend sangat populer di kalangan pemain game karena media permainan yang menggunakan gadget dipandang efesien untuk mengisi waktu di mana pun berada.

Mulanya saya memang melihat sebelah mata game ini. Sampai akhirnya seorang saudara sebut saja Mang Adi, nampak tenang menghadapi musuh. Tidak seperti pemain lain yang saya lihat begitu antusias menyerang turrent atau tower. Alhasil, saya pun milu-milu tuung (ikut-ikutan).

Saat itu, saya dan pacar saya (sebut saja) Mahayasa, berpikir “Apakah game ini benar-benar menarik?” selama 2 jam pertama kami bermain (saya dan dia satu tim) kami menyerang pertahanan lawan tanpa strategi, amunisi, dan seenak hati. Lalu, kami berpikir, mencerna, belajar lebih lanjut tentang seluk beluk game ini.

Kalau ada waktu baik, kami bertemu secara daring di game ini untuk bermain dalam satu tim. Romantis kan? Ditengah minimnya kesempatan untuk bertemu, atau kejenuhan komunikasi di chat, WA, video call, kami pun punya cara lain untuk bertemu.

Dua minggu sudah kami bermain game ini nampaknya memang menjadikan kami semakin matang dalam hal mental, batin, pikiran dan perasaan. Bagaimana tidak? Untuk mengejar gelar Master saja sangat sulit.  Harus tekun berlatih, bertanya, mencari sumber, melakukan penelitian, mempelajari karakter hero dengan baik. Hero adalah karakter yang dipilih oleh pemain untuk menyerang pertahanan musuh, merubuhkan tower, dan mengumpulkan poin.

Saya pribadi berpendapat bahwa dengan bermain ini kita pun jadi tahu tentang miniature kehidupan sebenarnya. Saya pun belajar banyak dari permainan ini.

Pertama, belajar kepercayaan membangun tim. Kedua, belajar kata puitis dari tagline hero. Terakhir, belajar mengatur emosi diri. Ketiga hal ini nampaknya sangat penting untuk menumbuhkan kebersamaan dan kasih sayang antarsesama insan asmara.

Hal pertama, belajar kepercayaan membangun tim. Kebiasaan saya dibidang organisasi tidak serta merta berhasil dalam permainan ini. Orang yang berada dalam tim berjumlah lima orang yang dipilih secara acak oleh sistem. Kita bisa bertemu dengan orang dari daerah lain, negara lain, atau kita bisa mengajak orang untuk bergabung. Namun yang jadi masalah jika kita tidak tahu orang itu.

Kita tidak tahu karakter, usia, wajah, dan sifat orang itu. Kita hanya mempunyai kepercayaan untuk bertarung bersama, susah bersama, lawan bersama, saling mengerti satu sama lain. Menurut saya ini menarik. Kita bisa tahu karakter orang tanpa melihat orang itu langsung, tapi kita bisa tahu dari rasa percaya. Percaya bahwa kita ingin menang bersama. Atas dasar kepentingan politis itu, kita pun mulai bijak menyikapi kelemahan dan kelebihan tim. Ini cocok untuk memupuk persatuan dan kesatuan tanpa pandang latar belakang. Seperti cinta pada pandangan pertama lah ya…

Yang kedua, belajar kata dari tagline Hero. Saya sebagai penikmat kata, sangat kaget saat melihat Hero memiliki jargonnya. Selain kita bisa belajar bahasa Inggris (karena jargon dalam bahasa Inggris), kita pun bisa menelisik makna dibalik kata-kata itu. Secara langsung kita pun menjadi tertarik untuk bermain. Karena kata-kata itu seperti memotivasi kita untuk terus berjuang dan melangkah.

Semisal karakter favorit saya Miya moonlight archer dengan jargonnya wise choice, one shoot one kill, walk in the darkness dance with the stars. Ada pula kata-kata dari Alice, the darkness can also be a friend. Ada juga Hero tampan favorit saya Alucard dengan kata-katanya nothing last forever, we can change the future. Beberapa kata-kata tersebut memang menarik untuk kita telusuri bersama baik dari segi bahasa dan maknanya. Lumayan lah untuk gombalan valentine..

Yang terakhir, belajar mengatur emosi diri. Mengendalikan emosi tidak hanya dengan meditasi atau yoga. Bermain game ini cukup menguras emosi. Mulai dari pengendalian diri untuk tidak ambisius menyerang lawan, tidak terpancing kata-kata kasar dari tim atau pihak lawan, tidak kecewa dikatakan gob**k, *njing, c*pu, dll. Saya sangat kaget saat saya tahu orang-orang cukup emosian dalam game ini.

Mereka dengan gampang mengeluarkan kata umpatan. Sedikit saja salah langkah, mereka langsung bilang dasar gak bisa main, dasar nyampah. Saya kaget, syok, dan tidak habis pikir. Bagaimana bisa mereka mengatakan hal-hal kasar pada orang yang mereka tidak kenal? Bagaimana bisa mereka menyakiti teman satu tim dengan bahasa kasar seperti itu? Saya pun kadang terpancing untuk membalas umpatan mereka. Alhasil permainan pun gagal, tidak fokus, dan kami kalah.

Kemudian saya menyimpulkan bahwa hal itu sangat tidak baik. Siapa yang dewasa, dialah yang bijak. Maka dari itu, kesabaran saya sangat diuji. Saya harus menyadarkan diri saya untuk tidak terbawa emosi. Begitu pun kasih sayang. Luapan emosi sebaiknya diutarakan dengan bijak dan santun, romantis dan puitis, humoris dan sedikit drama. Bila menggebu tentu gagal fokus. Fokus utama adalah membangun kebahagiaan atas kepentingan bersama.

Maka sebaiknya kita tak perlu memandang negatif dampak game online, mengingat kata Evangeline pakar psikolog bahwa game mempunyai dampak baik untuk anak-anak bahkan orang dewasa. Kita bisa belajar bahasa Inggris dengan menyenangkan, melatih logika, melatih kemampuan spasial, pengenalan teknologi, kemampuan membaca, melatih kerjasama, stimulasi otak, dan imajinasi. Lalu sudahkan Anda memanfaatkan game online ke arah yang lebih baik?

Semisal memanfaatkan game online sebagai solusi untuk pejuang LDR, atau solusi bagi para pegiat jomblo yang tidak mau dikatakan kesepian.

Selamat hari kasih sayang pemain kehidupan! (T)

 

Pejuang LDR,

Moonlight*

*ID Mobile Legend

Tags: cintagameHari Valentine
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Jenis Laki-Laki yang Biasa Ditunggu di Hari Valentine

Next Post

“Kaja-Kangin” Bukan Timur-Laut

Wulan Dewi Saraswati

Wulan Dewi Saraswati

Penulis, sutradara, dan pengajar. Saat ini tengah mendalami praktik kesenian berdasarkan tarot dengan pendekatan terapiutik partisipatoris

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
“Kaja-Kangin” Bukan Timur-Laut

"Kaja-Kangin" Bukan Timur-Laut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co