2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Boneka Anjing di Mata Anakku & Dialog Imajiner Anjing Penjaga Gunung Agung

Wayan Paing by Wayan Paing
February 2, 2018
in Esai

Awan yang tampak seperti boneka anjing di sekitar puncak Gunung Agung. /Foto: Wayan Paing

UNTUK iseng-iseng dan memenuhi keingintahuan sendiri, saya memasang kamera video (tentu tak terlalu canggih) yang menyorot aktivitas puncak Gunung Agung. Kamera saya pasang di wilayah Gulinten, Abang, Karangasem, tempat tinggal saya.
Dalam rentang waktu yang tak teratur (artinya sesuka saya), saya menengok kamera, lalu mengeceknya untuk melihat pergerakan awan dan asap di puncak gunung.
Sore, Sabtu 16 Desember 2017, saya mengecek kamera bersama anak saya. Mengajak anak memantau aktivitas erupsi Gunung Agung, tentu ada manfaat, dan ada pula susahnya. Susah karena harus selalu waspada dengan peralatan agar tidak “digasaknya” atau tiba-tiba ingin sesuatu yang menyebabkan saya tak fokus. Selain memang anak saya cerewetnya kadang tidak tepat momennya.
Nah, manfaatnya tentu banyak. Saya bisa menanamkan  pengetahuan tentang Gunung Agung kepada anak saya sejak dini. Juga  mengenalkan berbagai media perekaman. Tentunya yang ada dan seadanya.  Terkadang orang dewasa bisa mendapatkan ide setelah mendengar daya  khayal si anak.
Seperti sore ini, ketika diajak untuk mengecek handycam yang terpasang sejak satu jam yang lalu, dengan cerewetnya dia berceloteh.
“Pak, lihat ada anjing. Itu anjing di atas gunung,” katanya berkali-kali.
Mulanya saya tak mengacuhkannya sampai akhirnya dia menunjuk-nunjuk ke arah Gunung Agung, dan betapa leganya hati ini, ketika yang dia tunjuk adalah awan yang sedikit menyerupai boneka anjing.
Rupa anjing itu memang unik dan lucu. Anjing dalam mata anak saya itu terlihat seolah menatap Gunung Agung yang sedikit mengepulkan asap pekat. Dalam hati terbersit angan, Gunung Agung akan baik-baik saja.
Kejadian itu mengingatkan hebohnya beberapa orang tanggal 30 Nopember 2017, yang mengatakan asap Gunung Agung menyerupai Pulau Bali. Bahkan ada akun facebook yang menanyakan sekaligus menyatakan, karena awan itulah mengapa lambang Kabupaten Karangasem berisi logo gunung meletus.
Dan juga saya ingat banyak postingan yang mengunggah berbagai macam rupa orang dari asap Gunung Agung. Dari muka raksasa, wajah garuda, sampai wajah pendeta yang berjanggut putih. Dengan alasan-alasan itu, maka momen ketika awan di dekat puncak Gunung Agung menyerupai anjing, tidak ada salahnya dimuat dalam linimasa media sosial.
Saat itu pula saya menceritakan kepada anak saya tentang gunung yang mengeluarkan asap, tentang awan yang bergerak di udara dan bisa membentuk apa saja, dan tentang hal-hal lain yang mungkin dengan gampang dimengerti oleh anak saya, mungkin juga tak ia mengerti sama sekali.
Soal anjing, saya ingat kembali pada postingan di media sosial 28 September 2017. Saat itu ada foto dua anjing di lereng Gunung Agung (saya lupa siapa yang memposting pertama kali). Dari situ saya menulis dialog antara dua ekor anjing yang konon menjadi penjaga Gunung Agung sebagaimana ditulis banyak media.

 

Dua anjing yang disebut sebagai penjaga Gunung Agung. /Foto diambil di facebook

 

Dialog Imajiner Anjing Penjaga Gunung Agung

DINI HARI, SEJAK SEPTEMBER 2017 DAN SETERUSNYA, DUA EKOR ANJING PENJAGA GUNUNG AGUNG TERLIBAT DEBAT HEBAT. PERDEBATAN ITU MASIH BERLANGSUNG SAMPAI SAAT INI, DAN ENTAH KAPAN AKAN BERAKHIRNYA.

SEBUT SAJA MEREKA ANJING ABD (ANE BELANG DIDORI) DAN ANJING APA (ANE PUTIH AREPNE).

Anjing ABD :

(Bersungut-sungut mengikuti APA yang berjalan ke arah kawah). Kamu jangan begitu. Kesepakatan kita sebelumnya, hari ini diletuskan. kalau gak jadi, mengapa kita beri tanda sebanyak itu?

Anjing APA :

(Tanpa menoleh dan terus saja berjalan). Siapa yang membuat kesepakatan itu. Kita memang sudah membicarakannya. Tapi belum final…, Kau lihat saja, masih banyak orang-orang yang menunggui ternaknya di lereng. Kalau sekarang diletuskan, mereka mati.

Anjing ABD :

Manusia sudah canggih, gak usah pikir mereka. mereka bisa menyelamatkan diri dengan cara dan alat-alat yang mereka miliki! Kamu pikir kalau meletus sekarang, kita juga tidak akan mati? Kena lahar pertama kita. Kalaupun tidak, pasti dipentalkan ke langit, sanggup badan kita tidak hancur?

Anjing APA :

Ya. ya aku paham. Tapi berikan mereka waktu untuk menyelamatkan diri. Kalau toh ada yang kena, itu sudah umur mereka. Ada Yang Kuasa yang ngatur. Kamu pusing banget mikir mereka, toh setelah meletus subur lagi tanah mereka.

Anjing ABD :

(Tampak berpikir keras. sesekali menggaruk pangkal kupingnya dengan kaki kanan depannya.) Itu terlalu lama, dan mungkin saja mereka kembali lagi karena tidak percaya dengan tanda-alam. Toh yang tidak selamat kebanyakan manusia-manusia kaya yang tidak berani meninggalkan kekayaannya!

Anjing APA :

Kamu salah. Manusia-manusia yang menganggap tanaman dan hewan peliharaannya sebagai jiwanya, tidak mungkin semudah itu meninggalkan lereng-lereng berbahaya ini. Kamu harus paham!

Anjing ABD :

Ya, biarkan saja kalau begitu. Kamu tidak lihat, semua sudah diungsikan. Rakyat rakyat kecil sudah diungsikan. Mungkin karena kecilnya dianggap mudah mengangkutnya. Kalau gak mau, mereka dipaksa. Sedangkan yang modalnya besar, coba lihat… lihat itu ke bawah, kalau kamu merasa di atas. Truk-truk besar bebas keluar masuk zona merah. Apa karena saking besarnya gak bisa diangkut dan diberhentikan?

Kalau dipikir-pikir, yang punya tempat harus pergi, meninggalkan semuanya. bahkan ternak dilelang murah-murah menjadi bencana lain bagi mereka. Tanaman penghidupan mereka mereka tinggalkan. Makan hati mereka. Sakit hati mereka…

Sedangkan yang mencari uang, kendaraannya hilir mudik masuk zona. menghalangi jalan-jalan mereka yang mengungsi, menghalangi logistik bagi pengungsi, bikin macet, bikin riuh. Kamu gak tahu, yang tidak kena zona bahaya saja sampai mengungsi,, tahu sebabnya? Itu karena GETARAN KENDARAAN YANG LEWAT ITU DIKIRA GEMPA.

Anjing APA :

(Perlahan kedua kaki depannya dijulurkan ke depan, ujungnya tepat di bibir tebing di atas kawah)

BELUM SEMPAT BERPIKIR…. TIBA TIBA AWAN SEPERTI SARANG LABA LABA MENERJANG MEREKA. MEREKA TERKEJUT. TERNYATA JARING RELAWAN MENGURUNG MEREKA. SEBELUM MEMUTUSKAN, MEREKA DIUNGSIKAN. (T)

Tags: anak-anakanjing balierupsifaunaGunung Agung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Keranjang Ular

Next Post

“Schizophrenia”, Jiwa yang Entah, Proses yang Betah – Sejumlah Catatan Sebelum Pentas

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post

“Schizophrenia”, Jiwa yang Entah, Proses yang Betah – Sejumlah Catatan Sebelum Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co