2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Agung, Hal yang Pasti dan Tak Pasti – Catatan Galau Wartawan di Pos Pantau

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 2, 2018
in Feature

Gunung Agung dipantau dari Pos Pantau Rendang Karangasem

 

HAMPIR satu bulan sudah Gunung Agung di Karangasem Bali, menarik perhatian seluruh masyarakat dunia. Bagaimana tidak menarik perhatian, tertidur selama lima puluh empat tahun, dan kini aktif kembali.

Tanggal 22 september 2017, status Gunung Agung ditingkatkan menjadi awas, seluruh masyarakat yang ada dalam radius sembilan hingga dua belas kilometer harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. Ratusan ribu orang pun kini berada di pengungsian yang tersebar di seluruh Bali bahkan hingga ke Lombok.

Perhatian pun meningkat termasuk para awak media, yang terus memantau perkembangan Gunung Agung. Sejak ditetapkan status awas puluhan awak media harus bermalam di pos pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang Karangasem. Wartawan media cetak, elektronik dan online, dalam dan luar negeri, itu berkumpul di pos pantau. Dengan peningkatan status awas potensi Gunung Agung erupsi semakin tinggi. Mereka bertahan di Pos Pemantauan berharap, saat terjadi erupsi, mereka menjadi awak media pertama yang mengabarkan, dan mendapat gambar yang eksklusif.

Tapi faktanya berbeda, hingga masuk pekan ketiga setelah ditetapkan status awas, Gunung Agung belum menunjukkan tanda-tanda yang signifikan untuk terjadinya erupsi.

Pos Pantau Gunung Agung di Rendang

Bingung Mencari Sudut Berita

Lamanya status awas Gunung Agung, ternyata membuat banyak orang galau. Pengungsi galau, Pemerintah galau, Relawan galau, Tim PVMBG galau, wisatawan galau, pemilik galian C galau, termasuk para jurnalis pun galau.

Satu persatu perusahaan media telah menarik wartawan mereka untuk kembali ke pos masing-masing, yang bermalam di pos pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang pun semakin sedikit. Para wartawan pun mulai bingung mencari sudut pemberitaan di pos pantau.

Ketika bertanya kepada Tim PVMBG yang melakukan pengamatan di Pos Pantau “Bagaimana pak perkembangan gunung agung saat ini?” Jawab yang diterima biasanya, “ Belum ada perkembangan yang baru, kegempaan masih tetap tinggi” Dan ketika dijawab seperti ini, kami para wartawan harus mulai memutar otak, untuk mencari sudut pandang yang berbeda, agar tetap dapat menyajikan informasi terbaru dari masyarakat.

Jika akhir pekan, sudut pemberitaan pasti akan berbeda, kami biasanya menghitung total kegempaan yang terjadi selama sepekan. Dalam satu pekan terakhir kegempaan yang terjadi mencapai lima ribu lima ratus sepuluh kali kegempaan. Selain total kegempaan, saat Sabtu dan Minggu, biasanya pos pantau banyak dikunjungi oleh masyarakat. Tak hanya warga sekitar pos pantau, yang datang dari berbagai daerah di Bali.

Bak tempat wisata baru, pos pantau menjadi sangat ramai. Nah ketika ketemu yang seperti ini, para wartawan mulai memanfaatkan keadaan, seluruh aktifitas masyarakat yang mengunjungi pos pantau pun dapat dijadikan berita di antaranya, persembahayang kelompok masyarakat, relawan membawa makanan untuk petugas PVMBG sebagai ucapan terimakasih, berswaphoto, layanan pijat gratis hingga pembuatan video klip nyanyian darma yang bertemakan Ida Betara Toh Langkir.

Selain mencari berita, kami para wartawan yang ada di pos pemantauan Gunung Agung, bak mahasiswa baru di jurusan geologi dan vulkanologi. Beberapa kali petugas PVMBG mengumpulkan para wartawan untuk diberikan wawasan tentang vukanologi, geologi dan gunung agung. Serasa menjadi mahasiswa baru yang diberikan kuliah pengantar ilmu vukanologi dan geologi dengan dosennya adalah tim pengamat PVMBG.

Kegiatan itu cukup menbantu kami dalam menulis berita dan penambahan ilmu tetang erupsi Gunung Agung. Ini merupakan hal yang sangat menyenangkan, karena tak semua wartawan di Bali akan merasakan pengalaman liputan erupsi Gunung Agung.

Gunung Agung benar-benar menggalaukan. Banyak kejadian atau fakta yang sudah pasti, dan ada hal yang tak begitu pasti. Yang sudah pasti adalah kegempaan yang pernah terjadi, di antaranya gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam, gempa tektonik lokal, gempa tektonik jauh dan gempa tremor non harmonic. Yang pasti juga adalah telah terjadinya semburan asap dengan intensitas tipis dengan ketinggian lima puluh hingga tiga ratus meter. Bahkan sempat menyemburkan asap setinggi satu setangah kilometer pada tanggal 7 oktober 2017.

Semburan asap yang pernah terjadi diakibatkan oleh hujan yang sempat terjadi selama tiga hari berturut-turut di sekitar Gunung Agung. Oh ya, yang harus diingat “kecil kemungkinan hujan dapat memicu terjadinya erupsi pada gunung agung”. Hal itu disampaikan oleh Gede Suantika – Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG. Semua kegempaan dan semburan asap merupakan manifest dari keaktifan Gunung Agung.

Yang belum pasti adalah kapan gunung yang dicintai warga Bali itu akan erupsi. Belum ada tanda-tanda yang signifikan akan segera terjadi erupsi. Hanya terjadi gempa dan semburan asap putih.

 

Warga bersembahyang di Pos Pantau Rendang

Tapi, Jangan Ragukan PVMBG

Dua puluh lima hari berstatus awas, pemerintah Provinsi Bali pun, memperpanjang masa siaga darurat erupsi Gunung Agung hinga tanggal 26 oktober 2017. Para pengungsi pun mulai jenuh berada di pengungsian, banyak pengungsi yang kembali ke desanya pada pagi hari dan pada malam hari mereka kembali kepengungsian. Portal-portal pun telah dipasang di setiap jalan desa yang masuk dalam kawasan rawan bencana.

Banyak yang mulai mempertanyakan kepustusan PVMBG menaikkan status Gunung Agung menjadi awas. Perlu di ketahui bahwa tim PVMBG telah memasang sembilan seismometer, empat gps, dua tiltmeter, dua CCTV, dan satu EDM. Bahkan tim PVMBG telah menyiapkan alat cadangan untuk mengantisipasi kerusakan alat jika terjadi erupsi.

Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mendapat bantuan alat baru berupa tujuh seismograf dari Amerika Serikat untuk memantau aktivitas Gunung Agung. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi Kementerian ESDM Kasbani memaparkan tujuh alat seismik dari Amerika Serikat itu merupakan tanda kerjasama atau balas jasa lantaran anggota dari USGS telah diberikan peluang untuk dapat ikut memantau Gunung Agung.

Itulah hal yang telah disiapkan oleh tim PVMBG, jadi janganlah meragukan kinerja tim PVMBG yang setiap hari melakukan pengamantan Gunung Agung.

Aktivitas wartawan di sela-sela bertugas di Pos Pantau Gunung Agung

Meme Rauh, Ibu Semua Wartawan

Kegalauan selanjutnya, yang dialami oleh para wartawan yang bertugas di pos pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang Karangasem, adalah masalah isi perut kami. Pos pantau jauh dari warung penjual makanan. Tak jarang para wartawan membawa makan sendiri saat bertugas di pos pantau.

Permasalahan makanan akan teratasi jika Meme Rauh datang dan membuka dagangannya. Meme Rauh atau CK (begitu beberapa wartawan mengistilahkannya), merupakan penyelamat kami di saat lapar dan dahaga. Meme Rauh, adalah dagang satu-satunya yang ada di pos pantau Gunung Agung. Meme Rauh dibantu suami dan anak perempuannya mulai membuka dagangannya dari pukul delapan pagi sampai jam sepuluh malam. Meme Rauh-lah yang menjadi sumber permakanan yang kami butuhkan, dari nasi, mie, camilan, minuman, kopi hingga rokok. Meme Rauh, di pos itu, seperti ibu semua wartawan.

Meme Rauh dan keluarganya bahkan hapal dengan semua wajah (terkadang tahu nama) wartawan yang bertugas di pos pantau Gunung Agung. Suatu hari, ada wartawan online yang baru kali pertama datang ke Pos Pantau, Meme Rauh langsung bertanya “Wartawan baru ya? Baru pertama kesini? Dari wartawan mana? “

Pokoknya lengkap pertanyaannya. Kami berasa diintrogasi oleh pak RT yang melihat ada warga baru di wilayahnya. Hehehe.

Oh ya, hampir lupa, ada dua hal untuk menyampaikan bahaya erupsi gunung api, yakni bahaya primer dan bahaya sekunder. Bayaha Primer di antaranya lelehan lava, awan panas, hujan abu, lahar panas dan gas beracun. Bahaya sekunder yaitu banjir lahar dingin, banjir bandang dan longsoran vulkanik.

Jadi, pesan yang tetap harus diingat adalah: GUNUNG AGUNG DALAM KONDISI KRITIS, SEBAIKNYA BERHATI-HATILAH. (T)

Tags: erupsiGunung Agungmedia massawartawan
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Budaya Gendongan Bayi, “Fertil, Barakat, Ayom” di Museum Nasional Indonesia

Next Post

Segi Tiga Emas: Penida, Lembongan, Ceningan – Sebuah Harapan Anak Pulau…

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post

Segi Tiga Emas: Penida, Lembongan, Ceningan - Sebuah Harapan Anak Pulau…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co