11 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah “Semaya Pati” dari Payangan Gianyar: Cinta Setia hingga Maut Menjemput

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
February 2, 2018
in Feature

Foto: koleksi penulis

SIAPA yang percaya ada janji cinta setia sepasang suami-istri hinga maut menjemput? Janji setia, bahwa mereka hidup bersama dalam suka maupun duka dan kemudian mati pun bersama?

Tentu ada yang percaya. Tapi banyak juga yang tidak.

Kisah-kisah romantis semacam itu biasanya ada dalam dongeng, drama, dan lakon-lakon seni pertunjukan. Dalam kenyataan, janji yang diucapkan mungkin ada, tapi apakah janji itu ditepati, siapa yang tahu.

Percintaan memang penuh bumbu penyedap. Bumbu itu biasanya kata-kata “Aku tak bisa hidup tanpamu”, dan “Aku berjanji akan sehidup semati denganmu”. Ah, memang kedengaran seperti dalam dongeng atau dalam roman-roman picisan.

Tapi, tunggu dulu. Di desa saya, di Desa Pakraman Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar, ada bukti bahwa pasangan yang saling mencintai bisa sehidup-semati. Hidup bersama dalam segala suka dan segala suka, kemudian meninggal bersamaan dan jasadnya diupacarai bersama-sama.

Ida Cokorda Gede Raka (70) dan Anak Agung Niang Alit (68) adalah sepasang suami istri dari Puri Yehtengah, Kelusa, Payangan. Setelah menjalani hidup bersama penuh kasih dan cinta, seakan berjanji, mereka menghembuskan nafas terakhir dalam waktu yang hampir bersamaan.

Pasangan suami-istri itu adalah orang tua dari seorang undagi barong, Ida Cokorda Gede Suparsa  atau biasa dikenal dengan sebutan Cokorda Barong. Pasangan petani itu berjuang bersama dengan sakit yang mereka derita sejak satu tahun lalu.

Diawali dengan sakit berkepanjangan yang diderita oleh sang istri, disusul kemudian sakit yang diderita oleh sang suami. Tepat pada Sabtu, 11 Februari 2017 Anak Agung Niang Alit menghembuskan napas terakhirnya di Puri Yehtengah.

Tidak ada yang menduga bahwa sang istri akan mendahului sang suami, karena dalam waktu bersamaan sang suami, Ida Cokorda Raka, masih terbaring lemas melawan sakit di Rumah Sakit Prima Medika, Denpasar.

Keluarga Puri pun bergegas menyiapkan upacara palebon Gung Niang Alit. Berdasar pada hari baik, palebon digelar Rabu 22 Februari. Di tengah persiapan upacara, tepatnya Jumat 17 Februari, Ida Cokorda Gede Raka menyusul menuju tempat peristirahatan terakhir.

Rentetan peristiwa sedih itu memang menyakitkan dan mencengangkan bagi anggota keluarga Puri Yehtengan. Namun Tuhan memberi jalan bagi mereka berdua untuk “berjalan bersama”. Tidak ada kata lain selain iklas yang harus diucapkan di balik rasa sedih dan tetesan air mata keluarga Puri Yehtengah.

Jalan menuju kematian memang tidak pernah diketahui. Namun kisah lebarnya Ida Cokorda Gede Raka dan Anak Agung Niang Alit seakan memberikan cerminan terhadap cinta dan kesetiaan. Mungkin peristiwa itu hanya kebetulan, namun harus dipercaya bahwa setiap kebetulan selalu memberikan pelajaran sekaligus makna-makna..

Di Bali ada istilah “Semaya Pati”. Artinya, sepasang kekasih atau suami istri berjanji akan bersama-sama selalu sampai maut menjemput. Mereka berjanji bersama dalam hidup, berjanji bersama juga dalam kematian.

Ida Cokorda Gede Raka dan Anak Agung Niang Alit, mungkin tak pernah mengucapkan janji dari bibir mereka untuk melakukan “Semaya Pati”. Tapi kekuatan cinta, ketulusan untuk saling melayani, saling berbagi, saling menyayangi, adalah janji yang amat kuat, meski tak terucapkan. Rasa kuat saling mencintai bisa menjadi janji teguh, dan Tuhan mengabulkan janji mereka.

Dan kekuatan cinta yang mereka berdua miliki tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sangatlah luar biasa seperti mengikar janji suci sehidup semati dengan ketulusan hati.

Sepasang kekasih abadi itu diupacarai Rabu 22 Februari 2017 secara bersamaan. Mereka berdua diantarkan menuju peristirahatan terakhir dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Dengan satu wadah bade dan satu petulangan lembu hitam, beliau berdua diantarkan menuju sunialoka.

Setiap orang memiliki kisah cinta namun tak seperti mereka, yang selalu berdampingan hingga maut menjemput. Kesederhanaan yang membalut segala sisi kehidupan mereka telah menunjukkan pandangan di mana cinta tak harus dibubuhi dengan materi semata.

Kepergian pasangan itu seakan mendedahkan kisah yang harus bisa kita pahami. Mulai dari kekuatan yang menyatukan mereka hampir 40 tahun lamanya sampai jasad mereka dibakar oleh kobaran api tanpa bekas yang membara menuju kehidupan yang sesungguhnya.

Seperti yang diujarkan Cokorda Gede Supasra: “Ada Pertemuan maka akan ada perpisahan”. Ujaran itu mencerminkan keihklasan menghadapi kepergian ajik dan biang yang ia sayangi. Memandang semuanya dengan ketegaran jiwa dan raga, logika dan nalar, yang menyatu dalam kisah kehidupan yang begitu banyak menyimpan kenangan dan amanat bagi orang-orang disekelilingnya.

Yang bisa kita pahami dari semuanya adalah perjalanan kisah cinta yang berhakhir bersama sampai maut memisahkan. Jadi, jika memiliki pasangan janganlah pernah menyakitinya dengan tidak menepati janji yang sudah diucapkan. Karena apabila kalian ditinggalkan oleh pasangan kalian, itu akan meninggalkan kesedihan, dan tak akan mudah kalian dapatkan kembali pasangan seperti mereka. (T)

Tags: balicintangabenupacara
Share30210TweetSendShareSend
Previous Post

Rasanya Kebodohan dan Longsor Nalar Kian Menular – Jadi Ingat Film Idiocrazy

Next Post

Sekeluarga Bunuh Diri di Bondalem – Oh, Tuhan, Seberat Apa Hidup Mereka Sesungguhnya?

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
0
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

Read moreDetails

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
0
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

Read moreDetails

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
0
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

Read moreDetails

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
0
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

Read moreDetails

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

by Nyoman Budarsana
June 7, 2026
0
Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
0
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

Read moreDetails

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
0
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails
Next Post

Sekeluarga Bunuh Diri di Bondalem – Oh, Tuhan, Seberat Apa Hidup Mereka Sesungguhnya?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co