5 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika Film Horor Indonesia Seperti “Bokep” – Bukan Salah Setan!

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: print screen google

APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi.

Secangkir Kopi Vietnam? Hhmm, bisa jadi juga, mengingat ada yang tewas karena meminum kopi bersianida tahun ini dan menjadi kasus yang sangat fenomenal karena tersangkanya belum diketahui meskipun sudah melewati 20 kali sidang dan mendatangkan berbagai ahli dari luar negeri. Hhhmm uangnya banyak pasti. Mungkin sebaiknya mendatangkan Detective Conan dari Jepang saja agar masalah tersebut cepat selesai.

Hahahaha, setuju? Oh ya, apakah kalian akan memikirkan Spongebob Squarepants ketika mendengar kata “horor”? Hahaha, pertanyaan konyol. tentu saja tidak. Yang pasti ketika mendengar kata “horor”, kalian akan memikirkan sesuatu yang menimbulkan perasaan ngeri atau takut yang teramat sangat. Hiiii ngeri!!!

Horor, meskipun berkaitan dengan hal yang mengerikan, ternyata mampu membawa keuntungan yang sangat besar. Di luar negeri, hal-hal berbau horor memiliki banyak penggemar, khususnya cerita-cerita hantu, yang kemudian dikisahkan dalam sebuah film layar lebar.

Seperti film The Conjuring, baik yang pertama maupun yang kedua mampu menempati posisi teratas dengan jumlah penonton terbanyak kala itu. Luar biasa. Tentu saja pembuat film tersebut meraup banyak keuntungan dengan menawarkan rasa takut dan ngeri yang jarang dirasakan orang-orang.

Film horor luar negeri memang selalu bikin tegang. Lalu bagaimana dengan film horor Indonesia, apakah juga selalu bikin tegang?

Jawabannya adalah “ya”. Film horor Indonesia juga selalu bikin tegang. Namun bikin tegang yang berbeda ya guys. Film horor Indonesia tidak lagi memacu hormone adrenalin, namun yang dipacu adalah hormon testoterone. Nah maksudnya bagaimana? Anak IPA pasti mengerti tentang hal ini. Ayo, siapa yang anak IPA?

Film horor Indonesia sekarang ini, kebanyakan, tidak lagi menawarkan rasa takut, ngeri, panik ataupun teror, namun yang ditawarkan adalah rasa belahan dada dan paha mulus yang ujung-ujungnya selangkangan.

Wow. Tidak hanya di warung lalapan, ternyata paha dada juga bisa dinikmati di film horor Indonesia. Ya, Film horor Indonesia ujung-ujungnya adalah hal yang berbau mesum, bukan lagi horor.

Anda perlu contoh? Baiklah. Ada yang masih ingat dengan film Suster Keramas? Judulnya saja sudah tidak horor, dan ceritanya ternyata lebih tidak horor. Ceritanya memang masih berkaitan dengan hantu sih, tapi ya begitulah. Hal-hal berbau mesum banyak ditawarkan. Seperti adegan seorang wanita manis berkulit putih memakan es kiko warna kuning yang mirip sekali dengan adegan mengulum Mr.P.

Adegan seorang wanita cantik dan mulus mandi di air terjun dengan gerakan yang mirip seperti seorang penari telanjang. Erotis. Adegan ketika salah seorang wanita cantik membuka pakaiannya di hadapan 3 orang laki-laki. Rasa seksualitasnya sangat kental.

Dan masih banyak lagi deh pokoknya. Mesum bukan? Ya iyalah mesum. Wow. Menggoda sekali. Nah, kalau ingin tahu lebih banyak mungkin bisa ditonton sendiri filmnya. Masih banyak lagi film-film horor Indonesia yang serupa dengan Suster Keramas, seperti Pocong Mandi Goyang Pinggul, Pelukan Janda Hantu Gerondong dan lain-lain

Nah, penggemar film-film seperti itu tentu saja adalah kaum laki-laki. Tentu saja film-film tersebut menegangkan. Tapi menegangkan yang lain, yang membuat celana penontonnya jadi sempit. Dan hal yang ditunggu-tunggu pasti bukan hantunya, tapi adegan mesumnya.

Hhhmm jika seperti itu lebih baik beli CD bokep bajakan saja. Lumayan Rp.20.000 dapat 5 buah dan sensasinya akan lebih terasa. Bisa dipilih, mau yang Asia atau yang Eropa? Hahahahaha.

Film horor Indonesia yang terdahulu tidak memiliki adegan mesumnya sama sekali. Rasa takut dan ngeri lebih ditekankan. Sensasi horor yang ditawarkan pun kuat terasa. Ingat dengan film Jelangkung?

Ya, Jelangkung merupakan salah satu film horor paling horor di Indonesia. Film Kuntilanak, yang mempopulerkan tembang Lingsir Wengi di Indonesia sukses membuat penontonnya merinding. Pocong dan Bangku Kosong juga berhasil menguji rasa takut penontonnya.

Apalagi film-film horor yang dibintangi artis yang dijuluki Ratu Horor Indonesia, Susana, tidak dapat diragukan lagi jalan ceritanya. Susana sukses menjadi Sundel Bolong dan Kuntilanak. Sangat horor. Hhhmmm jika disuruh memilih menonton film horor Indonesia di masa sekarang atau film horor Indonesia yang terdahulu, sudah pasti pilihannya akan jatuh pada film horor Indonesia yang terdahulu.

Masih banyak lagi contoh film horor Indonesia yang mengemas hal-hal horor dengan hal berbau mesum. Film-film seperti itu tentu saja bisa dinilai merusak citra film Indonesia. Orang banyak bisa mengatakan, “Film horor Indonesia adalah kedoknya film bokep.”

Nah, jika sudah seperti itu siapa yang harus disalahkan? Haruskah kita menyalahkan setan-setan karena merusak pikiran si pembuat film untuk membuat film horor menjadi film mesum? Oh tidak bisa. Setan tidak mungkin membuat si pembuat film merusak film yang menceritakan tentang kaumnya sendiri bukan? Hahaha… (T)

Tags: filmhororsex
Share71TweetSendShareSend
Previous Post

Hampir tak Mungkin Penulis Sejarah Benar-benar “Jujur”

Next Post

Siapkan Diri Ikut “Rawayan Award” – Lomba Naskah Teater DKJ 2017

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails
Next Post

Siapkan Diri Ikut “Rawayan Award” – Lomba Naskah Teater DKJ 2017

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co