Faqod Faaz merupakan nama pena dari Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan. Seorang perempuan yang lahir di Jakarta pada penghujung tahun 2001. Kini ia tengah menempuh pendidikan jurusan Sosiologi di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia. Pencinta sastra dan seni ini mulai aktif menulis sejak masa pandemi 2020. Puisinya telah termuat dalam sejumlah antologi nasional, dan sejak itu ia terus menulis serta mengikuti berbagai lomba sastra, seni, hingga akademik (olimpiade Bahasa Indonesia dan Biologi). Selain itu, ia juga mulai menjelajahi berbagai ruang menulis daring sebagai cara untuk mengasah diri dan memperluas pengalaman. Beberapa tulisannya bahkan telah terbit dalam jurnal berindeks Sinta 3. Jejak digitalnya dapat dijumpai di akun Instagram: @difaatimah_13.
SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...
Read moreDetailsSECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...
Read moreDetailsPERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...
Read moreDetails

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...
Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...
BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co