21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

I Wayan Artika by I Wayan Artika
October 21, 2026
in Esai
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

I Wayan Artika

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam naskah lontar, dan menyimpan ingatan kebudayaan yang menjangkau berbagai bidang kehidupan. Namun menulis dan membaca aksara Bali secara langsung bukan kecakapan yang lazim.

Orang Bali hidup di tengah aksara yang tidak dapat mereka baca. Mereka mengenali bentuknya pada papan nama, pura, bangunan tradisional, lontar, dan berbagai perlengkapan upacara. Mereka mungkin bangga melihat aksara Bali ditampilkan di ruang publik. Akan tetapi, ketika aksara itu tersusun menjadi sebuah teks, tidak semua orang dapat membuka dan mencercap isinya. Sebuah masyarakat punya aksara tanpa menjadikan kemampuan membaca dan menulis pada aksara tersebut sebagai kecakapan massal.

Lontar menjadi bukti paling mengesankan keseriusan orang Bali merawat pengetahuan. Daun lontar dipilih, diolah, dikeringkan, kemudian disiapkan untuk ditulisi dengan aksara yang digoreskan menggunakan pengrupak. Pengetahuan diberi tubuh yang dapat bertahan melampaui usia manusia. Naskah-naskah tersebut menyimpan beragam pengetahuan tentang agama, pengobatan tradisional, sastra, bahasa, arsitektur, ritual, perhitungan waktu.

Lontar yang disimpan di rumah-rumah kaum intelektual, griya, pura, atau tempat penyimpanan naskah adalah teknologi kebudayaan untuk mengawetkan ingatan. Ketika manusia yang menguasai suatu pengetahuan meninggal, tulisan terus dibaca dan diwariskan. Tentu saja, daya tahan fisik lontar tidak menjamin kelangsungan pengetahuannya. Naskah bertahan berabad-abad, tetapi bisu ketika tidak ada lagi pembaca, memahami, dan menjelaskan isinya.

Pada umumnya orang Bali tidak mampu membaca aksara Bali/lontar. Jawabannya tidak sesederhana itu. Sejarah kebudayaan Bali memperlihatkan, pengetahuan tidak bergerak melalui tulisan. Ia juga diwariskan melalui suara, pertunjukan, praktik ritual, pembelajaran antargenerasi, dan kehidupan sehari-hari.

Kemampuan membaca dan menulis naskah berada di tangan orang-orang yang memiliki keahlian khusus. Mereka menguasai aksara, bahasa, dan tradisi pengetahuan tertentu. Pengetahuan yang mereka kuasai tidak seluruhnya berhenti di dalam naskah atau hanya beredar di lingkungan mereka sendiri. Sebagian pengetahuan itu diteruskan kepada masyarakat melalui turan, ajaran, praktik, pengasuhan, upacara yang terjadi sepanjang tahun, dan pertunjukan.

Pentingnya memahami tradisi lisan. Bukan kebiasaan ngobrol atau bercerita tanpa tulisan. Ia merupakan sistem pewarisan pengetahuan yang memiliki cara kerja, pelaku, ruang, dan aturan sosial. Pengetahuan yang tersimpan dalam teks dapat keluar dari halaman lontar dan hadir kembali sebagai suara, gerak tubuh, gambar, nyanyian, drama, maupun praktik ritual.

Kisah Mahabharata dan Ramayana memberikan contoh yang menarik. Tidak semua orang Bali membaca kedua epos tersebut dalam naskah tertulis aksara Bali. Tokoh-tokohnya hidup dalam ingatan kolektif melalui pertunjukan wayang, drama tari, wayang wong, lukisan, dan ekspresi seni lainnya. Tokoh-tokoh epos itu dikenal, diperdebatkan, ditafsirkan, dan dihadirkan kembali dalam kehidupan masyarakat.

Orang yang tidak membaca teks tertulis belum tentu tidak mengetahui cerita yang dikandungnya. Ia mungkin mengenal kisah tersebut melalui dalang, penari, pelukis, orang tua, atau pencerita. Pengetahuan menjangkau masyarakat yang buta aksara.

Literasi Bali tidak bertumpu di atas hubungan individual antara pembaca dan teks. Ada perantara. Pengetahuan tertulis dikuasai oleh sedikit orang, beredar lebih luas melalui tradisi lisan. Masyarakat memiliki pengetahuan bersama meskipun kemampuan membaca sumber tertulisnya tidak merata. Di balik mekanisme itu, tersimpan persoalan. Penguasa aksara memiliki kedudukan penting dalam mengakses, menafsir, dan menyampaikan pengetahuan kepada orang lain.

Keahlian membaca naskah bukan teknis. Ia berkaitan dengan wibawa, kedudukan sosial, otoritas keagamaan, dan legitimasi pengetahuan. Dalam konteks Bali, pemuliaan aksara sebagai sesuatu yang suci turut membentuk hubungan masyarakat dengan tulisan. Aksara diperlakukan sebagai perangkat komunikasi, memiliki dimensi religius dan ritual. Ketika aksara dipandang sebagai wilayah hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu, memuliakan aksara berkelindan dengan ketimpangan penguasaan pengetahuan.

Sejarah Bali juga tidak dapat dilepaskan dari stratifikasi sosial dan pembagian otoritas berdasarkan kedudukan serta kewenangan sosial/keagamaan. Hubungan antara kasta, kepemilikan naskah, dan kemampuan membaca disederhanakan seolah-olah orang di luar kelompok tertentu tidak memiliki akses pengetahuan.

Tradisi lisan memang memungkinkan pengetahuan menjangkau banyak orang. Masyarakat yang bergantung pada perantara tidak memiliki keleluasaan memeriksa sumber, membandingkan tafsir, atau membaca sendiri teks dasar pengetahuan. Pengetahuan didapat melalui orang lain. Apa yang disampaikan bergantung pada kemampuan, pilihan, ingatan, dan penafsiran orang yang menyampaikannya.

Dua keadaan: masyarakat tidak memiliki pengetahuan dan masyarakat memiliki pengetahuan tetapi tidak mempunyai akses langsung terhadap sumber tertulisnya. Kedua keadaan itu tidak selalu sama. Masyarakat dapat kaya pengetahuan, tetapi kemampuan untuk memeriksa dan mengembangkan pengetahuan melalui sumber tertulis belum tentu bersifat massal.

Kampanye pelestarian aksara Bali perlu diperiksa secara kritis. Berbagai lomba nyurat aksara Bali, kegiatan pembelajaran di sekolah, dan program kebudayaan di kampus; membuat aksara hadir di tengah generasi muda; ruang mempraktikkan keterampilan menulis.

Salah satu contohnya berlangsung pada bulan ini melalui kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha, bekerja sama dengan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Bali.

Peserta tidak berhadapan dengan bentuk aksara di atas kertas. Mereka bersentuhan dengan material yang selama berabad-abad media penyimpanan pengetahuan Bali. Di atas daun lontar tulisan lahir, teknologi aksara dibangun, dan ingatan dirawat. [T]

Tags: aksaraaksara baliPengetahuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
0
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co