18 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Kerja Kekuasaan Meredam Kritik Publik

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
October 18, 2026
in Esai
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

Teddy Chrisprimanata Putra

“No Rocky, No Party”

BARANGKALI jargon tersebut masih sangat relate hingga hari ini. Pasalnya, nama Rocky Gerung kembali menjadi diskursus publik pasca ia bersama 25 tokoh lainnya dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026 lalu. Di samping figurnya, jumlah yang dianggap terlampau banyak menuai kritik dan pertanyaan: apakah perluasan lingkaran penasihat adalah upaya menghimpun lebih banyak kepakaran, atau justru upaya penguasa untuk merangkul dan memperkuat legitimasi kekuasaannya?

Secara formal, penambahan jumlah anggota Wantimpres telah dimungkinkan setelah batas maksimal anggota dihapus dalam Undang-Undang Nomor 64 Tahun 2024. Penambahan jumlah anggota dapat dipahami sebagai upaya memperkaya khazanah pertimbangan presiden lewat pengalaman, keahlian, dan sudut pandang yang beragam. Tetapi, dalam politik, keputusan kelembagaan juga perlu dibaca melalui kaca mata relasi kuasa yang melatarbelakanginya.

Kooptasi Kekuasaan

Di saat semakin banyak tokoh yang memperoleh kursi di lingkar kekuasaan, tidak hanya kepakaran dan kritik saja yang dibawa ke dalam istana, melainkan secara tidak langsung, mereka juga memberikan legitimasi bagi kekuasaan. Dalam tulisannya yang berjudul Dewan Pertimbangan Presiden dan Jalan Buntu Sikap Kritis, Sri Lestari Wahyuningroem mengurai secara mendalam mengenai fenomena masuknya aktivis ke dalam struktur kekuasaan.

Menggunakan perspektif kooptasi, ia menjelaskan bagaimana penguasa menyerap aktor dari luar institusi ke dalam mekanisme kekuasaan. Nyatanya, kooptasi tidak selalu dlakukan lewat tekanan atau pembungkaman, seringkali kooptasi berlangsung melalui pemberian jabatan, akses, hingga pengakuan. Persoalannya bukan soal daya kritis seorang tokoh tatkala sudah duduk di kursi kekuasaan, melainkan apakah kritiknya memiliki daya dorong dalam mempengaruhi keputusan penguasa?

Dalam kajiannya tentang Tennessee Valley Authority, Selznick membedakan kooptasi menjadi dua, yakni kooptasi formal dan informal. Kooptasi formal dilakukan lewat menarik aktor ke dalam struktur resmi untuk memperoleh legitimasi dan memperluas aksesbilitas organisasi tanpa harus memberikan pengaruh substantif yang sepadan. Sedangkan kooptasi informal muncul ketika kelompok atau aktor yang memiliki daya tawar nyata turut mempengaruhi struktur dan arah kebijakan. Perbedaan ini menjadi krusial—penguasa sangat mungkin memberikan kursi tanpa harus membagi sebagian kekuasaan yang dimilikinya.

Kerangka pikir dari Selznick membuat pelantikan Rocky Gerung sebagai bagian dari Wantimpres menarik untuk diuji. Di satu sisi, kehadirannya di dalam pemerintahan memperlihatkan bahwa penguasa hari ini terbuka terhadap tokoh yang memiliki rekam jejak kritis. Tetapi, hal ini tidak secara otomatis membuktikan bahwa pemerintah telah membuka ruang pengaruh yang setara bagi kritik. Yang menarik hari ini, apakah Rocky dan kawan-kawannya mampu memberi pengaruh terhadap keputusan Presiden? Atau justru kehadiran mereka hanya dijadikan sebagai simbol belaka?

Pusat dan Daerah Sama Saja

Nyatanya, persoalan serupa juga ditemukan di level daerah. Bahkan Provinsi Bali sudah mendahului dengan pembentukkan Kelompok Ahli (Pokli) pada masa pemerintahan Wayan Koster dan Giri Prasta. Pada periode ini, mereka merekrut sebanyak 48 orang Pokli dengan beragam latar belakang—mulai dari akademisi, praktisi bidang hukum, ekonomi, pariwisata, pertanian, lingkungan, teknologi, hingga komunikasi.

Komposisi tersebut dapat dipahami sebagai bentuk upaya pemerintah dalam membangun daerah berdasarkan kepakaran. Namun, seperti halnya Wantimpres, besarnya jumlah Pokli Gubernur Bali menuai kontroversi sekaligus pertanyaan soal sejauh mana pandangan para pakar dapat memberikan daya pengaruh terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah provinsi. Karena, hal yang paling penting dari keberadaan Pokli adalah pengaruh substantif yang dihasilkan.

Tentu kedua fenomena ini tidak bisa disamakan begitu saja. Wantimpres bekerja dalam ruang lingkup nasional, sementara Pokli bekerja untuk mendukung kerja-kerja pemerintah daerah, terkhusus Provinsi Bali. Tetapi, kedua fenomena ini tetap memberikan ruang untuk menguji pertanyaan publik yang serupa: apakah dengan pengangkatan begitu banyak penasihat dapat memperluas partisipasi dalam pengambilan keputusan atau terutama memperluas lingkaran elite yang dapat mengakses kekuasaan?

Di sinilah kooptasi dan akomodasi elite dipertemukan. Akomodasi menjelaskan Tindakan merangkul tokoh lewat jabatan maupun akses; kooptasi membantu menguji apakah pelibatan tersebut merubah relasi kekuasaan—sedangkan legitimasi merupakan salah satu manfaat politik yang (mungkin) diperoleh penguasa. Fenomena semacam ini selalu menimbulkan persoalan, karena pemberian posisi selalu lebih menonjol tinimbang kontribusi. Dalam situasi ini, kooptasi formal dapat menjadi cara kekuasaan menunjukkan luasnya dukungan tanpa perlu repot-repot mendistribusikan pengaruh yang nyata.

Sebaliknya, apabila para ahli mampu mempertahankan independensi dan memberikan daya pengaruh terhadap keputusan, maka keterlibatan mereka dapat menjadi bentuk partisipasi yang substantif. Oleh karenanya, banyaknya anggota tidak cukup untuk membuktikan adanya kooptasi—perlu juga dilihat bagaimana kekuasaan dan pengaruh benar-benar didistribusikan.

Upaya merangkul banyak tokoh kritis ke dalam lingkar kekuasaan yang diperlihatkan lewat fenomena Wantimpres di level nasional dan Pokli di level daerah menjadi pengingat bahwa kehadiran penasihat baru terasa bermakna tatkala kepakaran dapat menghasilkan pertimbangan yang independen dan dapat berpengaruh terhadap kebijakan. Jika tidak, maka keberadaan mereka di lingkar kekuasaan hanya sekadar bagi-bagi kursi demi memperkuat legitimasi penguasa semata.[T]

Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra
Editor: Jaswanto

Tags: Dewan Pertimbangan Presidenrocky gerungWantimpres
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Next Post

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
0
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

Read moreDetails

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

by Pande Susan
October 17, 2026
0
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

Read moreDetails

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

by Angga Wijaya
October 17, 2026
0
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

Read moreDetails

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

by I Wayan Artika
October 16, 2026
0
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

Read moreDetails

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
0
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

Read moreDetails

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
0
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

Read moreDetails

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

Read moreDetails

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails
Next Post
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media
Esai

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

by Angga Wijaya
October 18, 2026
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana
Esai

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan
Ulas Rupa

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto
Cerpen

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

by Sigit Susanto
October 18, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Cara Kerja Kekuasaan Meredam Kritik Publik

“No Rocky, No Party” BARANGKALI jargon tersebut masih sangat relate hingga hari ini. Pasalnya, nama Rocky Gerung kembali menjadi diskursus...

by Teddy Chrisprimanata Putra
October 18, 2026
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali
Khas

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

by Ingga Adelia
October 18, 2026
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali
Pameran

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co