10 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
in Pameran
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya?

Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal lama di kepala, bahkan pengalaman-pengalaman kecil yang tanpa disadari ikut membentuk siapa diri kita hari ini.

Pertanyaan tentang kehilangan itulah yang menjadi pintu masuk “Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”, sebuah pameran kolektif yang akan berlangsung pada 19–26 September 2026 di Here With Buksel, Denpasar, Bali.

Pameran tersebut hadir dalam rangka memperingati Hari Alzheimer Sedunia, ‘Memoar’ mencoba mendekati persoalan ingatan melalui pengalaman yang personal. Alih-alih menempatkan Alzheimer semata-mata dalam perspektif medis, pameran ini mengajak publik masuk ke sisi emosional dari kehilangan memori. Apa yang sebenarnya kita takutkan ketika kemungkinan untuk lupa itu datang?

Pertanyaan yang diajukan sangat personal, “Jika suatu hari kamu mengalami Alzheimer, memori apa yang paling kamu takutkan untuk dilupakan?”

Jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses penciptaan karya dan arsip suara dalam pameran. Fragmen-fragmen pengalaman personal seperti suara orang yang dicintai, percakapan, tempat, hingga momen-momen kecil yang memiliki arti tertentu, dikumpulkan dan dihadirkan kembali melalui suara.

Di ‘Memoar’, suara bukan sekadar pelengkap visual. Ia justru menjadi medium utama. Pengunjung akan memasuki ruang yang dibangun melalui lapisan suara dan rekaman. Salah satu instalasi utamanya, Ruang Dengar, dirancang agar pengunjung dapat memilih dan mendengarkan rekaman melalui headphone. Setiap rekaman membawa fragmen pengalaman berbeda, memberi kesempatan kepada pengunjung untuk berhenti sejenak dan benar-benar mendengarkan.

Pendekatan ini membuat pengalaman pameran bergerak ke wilayah yang intim. Mendengarkan tak lagi menjadi aktivitas pasif, melainkan jalan untuk berhadapan dengan pengalaman orang lain. Dan, pada saat bersamaan, mengingatkan kembali pada pengalaman sendiri.

Meski suara menjadi poros utama, ‘Memoar’ tidak berhenti pada karya berbasis audio. Sejumlah seniman dan komunitas ikut menerjemahkan tema ingatan melalui medium berbeda. Matra Durga dari Naivete Project akan menghadirkan karya visual melalui sketch, sementara Toms Studio menghadirkan instalasi sebagai bagian dari pengalaman ruang pameran.

Dari Ruang Pamer ke Ruang Percakapan

Pembicaraan tentang ingatan kemudian diperluas melalui rangkaian program publik. Salah satunya adalah diskusi bersama para ahli dan praktisi yang bergerak dalam isu Alzheimer dan perawatan lansia, dengan keterlibatan Yayasan Alzheimer Indonesia dan Hovi Care.

Diskusi tersebut dirancang sebagai ruang untuk melihat Alzheimer dari perspektif yang lebih luas sekaligus membuka percakapan mengenai bagaimana masyarakat dapat membangun kesadaran dan dukungan bagi individu maupun keluarga yang terdampak.

Ada pula workshop pembuatan zine bersama Gilang Propagila, yang mengajak peserta menerjemahkan cerita dan memori personal ke dalam bentuk visual dan publikasi mandiri. Sementara Matra Durga akan membawa eksplorasi mengenai ingatan ke medium tubuh melalui sebuah art performance.

Rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana ‘Memoar’ mencoba bergerak di antara pengalaman personal, praktik artistik, dan percakapan sosial. Ingatan tidak hanya ditempatkan sebagai sesuatu yang tersimpan dalam kepala, tetapi juga sesuatu yang dapat diceritakan, didengarkan, divisualisasikan, dan dibagikan.

Dimensi sosial itu juga diperluas melalui rangkaian bar takeover dan malam musik yang menjadi agenda penggalangan dana bagi teman-teman di Flores, NTT yang terdampak bencana. DJ set dan pertunjukan saxophone menjadi bagian dari ruang berkumpul sekaligus aksi solidaritas.

Melalui kegiatan tersebut, gagasan mengenai ingatan dan kepedulian dibawa keluar dari ruang pameran menuju ruang sosial. Seni ditempatkan bukan hanya sebagai medium untuk merefleksikan pengalaman personal, tetapi juga sebagai cara untuk terhubung dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.

Delapan Hari Mendengarkan Ingatan

‘Memoar’ dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai seniman, kreator, komunitas, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap seni, budaya, isu sosial, serta pengalaman manusia. Semangat kolaborasi itu menjadi bagian penting dari proyek ini, yakni membangun ruang bersama yang bukan hanya menghadirkan karya, tetapi juga membuka percakapan dan meninggalkan pengalaman yang dapat dibawa pulang pengunjung.

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan” akan berlangsung pada 19–26 September 2026 di Here With Buksel, Denpasar. Sepanjang periode tersebut, Sound Experience Exhibition ‘Memoar: Suara-Suara dari Ingatan’, Sketch Exhibition oleh Matra Durga dari Naivete Project, dan Art Installations oleh Toms Studio akan berlangsung sebagai program utama pameran.

Pada 20 September, rangkaian program menghadirkan Discussion District bersama Naivete Project, Bukit Selatan, dan Toms Studio di TOKE (Toko Kopi Seni) pada pukul 18.00–20.00 WITA. Di hari yang sama, Bar Takeover & Charity Night bersama Everhaos berlangsung di Here With Buksel pada pukul 17.00–19.00 WITA.

Pada 21 September, Discussion District bersama Yayasan Alzheimer Indonesia, Hovi Care, dan I Wayan Mahesa dari Galang Bulan Studio digelar di BKKoffee Artisan pada pukul 18.00–20.00 WITA.

Rangkaian berlanjut dengan Bar Takeover & Charity Night bersama Inu Coffee Roastery pada 22 September, pukul 17.00–20.00 WITA; Zine Workshop bersama Gilang Propagila pada 23 September, pukul 17.00–19.00 WITA; serta DJ Set & Saxophone Performance bersama Halfawake & Judea pada 24 September, pukul 19.00–23.00 WITA. Pada malam yang sama, Bar Takeover & Charity Night bersama Jubilo akan berlangsung pukul 19.00–21.00 WITA.

Program kemudian ditutup pada 26 September dengan Art Performance oleh Matra Durga pukul 18.00–20.00 WITA serta Bar Takeover & Charity Night bersama Si.Nar pukul 17.00–19.00 WITA di Here With Buksel.

Di tengah begitu banyak hal yang kita simpan dalam ingatan, ‘Memoar’ mengajak publik menghadapi sebuah kemungkinan yang jarang ingin dipikirkan, bahwa sebagian dari semuanya itu suatu hari dapat menghilang. Dan sebelum itu terjadi, barangkali ada satu hal yang bisa dilakukan, yaitu mendengarkan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: memoarPameran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Salah Menghitung Kesunyian

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

Read moreDetails

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Adwan SA
July 6, 2026
0
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional
Khas

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”
Esai

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?
Khas

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

by tatkala
September 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co