MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana tahun 2026 melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Kegiatan tersebut mengusung tema besar “Penguatan Desa Sanding sebagai Desa Ramah Lingkungan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Sampah Berkelanjutan.”
Sosialisasi Budidaya Maggot BSF: Langkah Awal Pengelolaan Sampah Organik
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada pengelola budidaya maggot pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 13 mahasiswa KKN bersama pengelola tempat budidaya maggot desa Sanding. Kegiatan tersebut berfokus pada pemberian edukasi mengenai prosedur pengelolaan sampah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF) atau maggot secara aman, higienis, dan sesuai dengan prosedur yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai standar keamanan yang perlu diperhatikan dalam budidaya maggot, mulai dari cara penanganan sampah organik yang aman hingga potensi risiko yang perlu diantisipasi. Sebagai bentuk dukungan nyata, mahasiswa juga menyerahkan bantuan berupa box sebagai tempat kembang biak maggot serta glove (sarung tangan) untuk menunjang keselamatan kerja pembudidaya. Budidaya maggot BSF dipilih karena dinilai efektif dalam mengurai sampah organik dalam jumlah besar, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis berupa maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif. Untuk memastikan sosialisasi yang diberikan benar-benar diterapkan sesuai prosedur, mahasiswa KKN melakukan monitoring selama tujuh hari setelah pelaksanaan edukasi.
Sosialisasi Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Pengelolaan Sampah Lanjutan Berbasis BSF dan Maggot untuk Ibu-Ibu PKK Desa Sanding
Sejalan dengan program tersebut, mahasiswa KKN UNUD melanjutkan kegiatan melalui “Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Pengelolaan Sampah Lanjutan Berbasis BSF dan Maggot” pada Minggu, 02 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Balai Banjar Desa Sanding dengan melibatkan sekitar 40 ibu-ibu PKK sebagai salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kelian Banjar Sanding, seluruh mahasiswa KKN, serta didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ni Putu Widarini, SKM., MPH.
Sosialisasi diberikan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diperkenalkan dengan pengelompokan sampah menjadi sampah organik, anorganik, dan residu, sekaligus diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot BSF. Edukasi ini juga memperkenalkan potensi fasilitas budidaya maggot yang telah tersedia di Desa Sanding sebagai salah satu bagian dari pengelolaan sampah organik di desa.

Penyuluhan DBD untuk Membangun Kesadaran Kesehatan Berbasis Lingkungan
Upaya membangun Desa Sanding sebagai desa ramah lingkungan kemudian dilanjutkan melalui program kerja bidang kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKN UNUD melaksanakan penyuluhan dan pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Sabtu, 08 Agustus 2026 di Banjar Sanding Abianbase. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNUD melalui kolaborasi dengan Posyandu yang berada di Banjar Sanding Abianbase. Sasaran utama kegiatan adalah masyarakat yang hadir dalam kegiatan pemeriksaan Posyandu. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kelian Banjar Sanding Abianbase, seluruh mahasiswa KKN, serta didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ni Putu Widarini, SKM., MPH.
Penyuluhan bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai DBD, faktor risiko, langkah pencegahan, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Program penyuluhan DBD memiliki keterkaitan erat dengan program pengelolaan lingkungan yang sebelumnya dilaksanakan. Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kondisi lingkungan sekitar.

Dengan demikian, rangkaian program KKN UNUD di Desa Sanding tidak berdiri sebagai kegiatan yang terpisah. Pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih bersih, sedangkan edukasi pencegahan DBD menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan tersebut agar tetap sehat. [T][Rls]






























