25 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

tatkala by tatkala
July 25, 2026
in Budaya
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

Konferensi pers Peringatan 100 Tahun Rarud Batur | Foto: Istimewa

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah dilalui pengungsi, di pura-pura yang kembali dibangun, di tradisi yang tetap dijaga, dan di ingatan kolektif masyarakat yang berhasil bangkit setelah salah satu bencana terbesar dalam sejarah Bali.

Tahun ini, tepat seabad setelah letusan dahsyat Gunung Batur pada 1926 yang memaksa masyarakat meninggalkan kampung halamannya, Desa Adat Batur memperingati 100 Tahun Rarud Batur melalui rangkaian Batur Village Festival yang berlangsung pada 2–8 Agustus 2026.

Selama tujuh hari, masyarakat tidak hanya diajak merayakan sebuah peringatan, tetapi juga menapaki kembali perjalanan sejarah yang membentuk identitas Batur. Napak tilas menuju Batur Let, seminar nasional, pawai budaya, pementasan teatrikal, lokakarya, hingga berbagai kegiatan seni dan edukasi disusun sebagai cara untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang perjuangan para leluhur.

Bagi masyarakat Batur, Rarud Batur bukan sekadar kisah perpindahan akibat letusan gunung. Peristiwa itu menjadi titik balik kehidupan sebuah komunitas yang harus membangun kembali rumah, tempat ibadah, serta tatanan sosial di tengah keterbatasan. Meski kehilangan ruang hidup, mereka tetap mempertahankan adat, budaya, tradisi, dan nilai spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Ketua Panitia, I Made Santika, S.E., mengatakan persiapan kegiatan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak Juli 2025 melalui berbagai aktivitas di kawasan Pura Jati Batur. Sejak awal, panitia ingin peringatan seratus tahun ini menjadi lebih dari sekadar seremoni.

“Persiapan kegiatan ini sebenarnya sudah kami mulai sejak Juli 2025 melalui aktivasi kegiatan yang bertempat di Pura Jati Batur. Dari awal kami ingin peringatan 100 Tahun Rarud Batur tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali sejarah, budaya, dan semangat para leluhur,” ujarnya.

Semangat itu tercermin dalam seluruh rangkaian festival. Kegiatan diawali dengan Batur Caldera Run yang memadukan olahraga dengan lanskap kaldera Batur, dilanjutkan Seminar Nasional 100 Tahun Rarud Batur, pembukaan Batur Village Festival, serta pementasan Teatrikal Rarud Batur yang mengisahkan perpindahan masyarakat setelah erupsi Gunung Batur pada 1926.

Konferensi pers Peringatan 100 Tahun Rarud Batur | Foto: Istimewa

Salah satu agenda yang paling sarat makna adalah Napak Tilas Rarud Batur. Para peserta akan menelusuri jalur perpindahan masyarakat dari Batur Let menuju Desa Bayung Gede hingga Desa Adat Batur. Perjalanan itu bukan sekadar menyusuri jejak geografis, tetapi juga menjadi penghormatan terhadap ketangguhan para leluhur sekaligus media pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

Selain napak tilas, festival menghadirkan beragam aktivitas yang mempertemukan tradisi dengan kreativitas. Masyarakat dapat mengikuti kegiatan melukis on the spot, ramah tamah pemuka adat, hingga menikmati pertunjukan seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian utama. Anak-anak, pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas, hingga pelaku pariwisata dilibatkan melalui lomba mewarnai, workshop pelestarian bambu, pelatihan peningkatan kapasitas pemandu wisata, peluncuran dan bedah buku, talk show kepemudaan, serta pemutaran film budaya Batur.

Festival perdana ini juga akan diramaikan dengan lomba cerdas cermat dan literasi budaya, peragaan busana adat Mapragat Bebaturan, seminar kopi Kintamani, lomba baleganjur, permainan tradisional, malam resepsi, parade budaya, hingga penampilan musisi lokal dan nasional sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Bagi Dewan Pengarah 100 Tahun Rarud Batur, Dane Jero Penyarikan Duuran Batur yang mewakili Palinggih Dane Jero Gede Batur, peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghargai jasa para leluhur yang berhasil membangun kembali kehidupan masyarakat setelah bencana besar.

Menurutnya, peringatan ini bukan hanya ruang refleksi sejarah, tetapi juga ajakan untuk selalu eling terhadap akar sejarah sebagai pijakan menghadapi perubahan zaman. Di tengah berkembangnya sektor pariwisata dan berbagai kebijakan baru, masyarakat Batur dihadapkan pada tantangan untuk tidak sekadar mengembangkan potensi wisata, tetapi juga mempertahankan ruang hidup dan identitas budayanya.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Batur Village Festival merupakan hasil kolaborasi desa adat, pemerintah desa, pemerintah daerah, institusi pendidikan, akademisi, komunitas budaya, pelaku pariwisata, hingga masyarakat. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian sejarah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.

Konferensi pers Peringatan 100 Tahun Rarud Batur | Foto: Istimewa

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam melanjutkan perjuangan para leluhur. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi diharapkan menjadi pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan budaya Batur.

Kolaborasi juga datang dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Koordinator Bali Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Mochammad Nicko Agung Pangestu, mengatakan pihaknya akan berpartisipasi melalui sosialisasi konservasi bambu dan workshop pemanfaatannya bagi masyarakat.

Menurutnya, bambu memiliki peran penting dalam keberlangsungan budaya Bali sekaligus memberikan manfaat ekologis.

“Nanti kami akan berkolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat dalam konservasi dan pemanfaatan produk bambu. Ke depan kerja samanya diharap bisa berkelanjutan, di mana kami juga punya program untuk memfasilitasi penanaman bambu di laba-laba desa di Bali, khususnya di laba milik pura besar seperti Batur, Besakih, dan Lempuyang,” katanya.

Lebih dari sekadar festival, peringatan 100 Tahun Rarud Batur adalah perjalanan menengok kembali jejak sebuah masyarakat yang pernah kehilangan kampung halamannya, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Seratus tahun setelah letusan Gunung Batur mengubah bentang alam dan kehidupan warganya, semangat gotong royong, ketangguhan, serta kecintaan terhadap budaya tetap hidup, diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya sebagai fondasi untuk menatap masa depan.[T]

Sumber: Rilis
Editor: Jaswanto

Tags: Batur Village FestivalGunung BaturRarud Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orkestra Warna Kun Adnyana

Next Post

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails
Next Post
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026
Orkestra Warna Kun Adnyana
Ulas Rupa

Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

by Hartanto
July 25, 2026
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”
Khas

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?
Esai

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

by Pande Susan
July 24, 2026
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem
Pendidikan

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni
Pameran

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Siap-siap ke Lovina Festival 2026
Panggung

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co