PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh antusias. Ada yang masih canggung, ada yang sesekali melirik teman di sampingnya, tetapi perlahan tawa mulai pecah. Kecanggungan berubah menjadi keakraban.
Begitulah suasana Pra-Ignite Fest 2026, pengenalan awal sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kesbam. Selama dua hari, Senin–Selasa, 6–7 Juli 2026, halaman sekolah menjadi ruang pertama bagi para murid baru untuk mengenal sekolah yang akan menjadi rumah belajar mereka selama tiga tahun ke depan.
Tahun ini menjadi momen yang berbeda. Untuk pertama kalinya, Kesbam mengemas MPLS dengan identitas baru bernama Ignite Fest (Igniting Health-Heroes Generation Festival). Nama itu dipilih bukan tanpa alasan. Kata ignite berarti menyalakan atau memicu semangat baru. Istilah tersebut juga kerap digunakan dalam berbagai festival anak muda di tingkat internasional sebagai simbol dimulainya perjalanan baru yang penuh energi, optimisme, dan kreativitas.


Mengusung slogan “Ignite Fest: Spark Your Light, Own Your Future”, kegiatan ini dirancang dengan nuansa modern, penuh semangat, sekaligus menyenangkan. Seluruh rangkaian kegiatan juga berpijak pada tema RAMAH (Responsif, Adaptif, Mandiri, Aktif, dan Harmonis) di Era Society 5.0, sebagai nilai yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap murid baru.
Kepala SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd., menegaskan bahwa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar agenda seremonial di awal tahun ajaran. Menurutnya, melalui Ignite Fest, sekolah ingin menghadirkan pengalaman pertama yang membangun rasa memiliki, keberanian untuk berkembang, dan kesiapan menghadapi tantangan pembelajaran di era Society 5.0.
“Kami ingin murid baru memulai perjalanan mereka dengan semangat yang positif. Melalui Ignite Fest, mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar membangun karakter yang responsif, adaptif, mandiri, aktif, dan harmonis sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Semangat itulah yang terasa sejak hari pertama kegiatan. Setelah Opening Ceremony yang dibuka langsung oleh kepala sekolah, murid baru diajak memasuki berbagai aktivitas yang dirancang untuk mencairkan suasana. Fun Games menjadi pembuka interaksi antarsiswa. Permainan-permainan sederhana membuat mereka saling mengenal tanpa sekat.


Suasana semakin hidup ketika panggung hiburan menampilkan pertunjukan dari murid dan guru. Gelak tawa, tepuk tangan, hingga sorak dukungan silih berganti memenuhi halaman sekolah. Tidak berhenti di situ, murid baru juga mendapat kesempatan tampil dalam Panggung Ekspresi untuk unjuk bakat, sebelum hari pertama ditutup dengan penuh antusias.
Memasuki hari kedua, energi murid tidak surut. Kegiatan diawali dengan senam pagi yang menggerakkan seluruh peserta secara bersama-sama. Setelah tubuh kembali segar, semangat kompetisi mulai terasa melalui lomba yel-yel yang menuntut kekompakan setiap kelompok.
Hiburan dari murid dan guru kembali memeriahkan suasana, diselingi berbagai Fun Games yang menguji kerja sama dan komunikasi antarpeserta. Menjelang akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang games, lomba minat-bakat, lomba yel-yel, serta kelompok terbaik. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan sesi refleksi sebagai penanda berakhirnya Pra-Ignite Fest.


Ketua Panitia, Putu Dihari Purnama, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pra-Ignite Fest tahun ini berjalan sesuai harapan panitia. Kelancaran kegiatan, menurutnya, tidak terlepas dari kolaborasi antara OSIS, MPK, dan panitia guru yang bekerja bersama sejak awal persiapan.
“Pra-Ignite Fest tahun ini berjalan sesuai dengan harapan kami. Tentunya kerja sama dari OSIS, MPK, dan panitia guru menjadi kunci lancarnya acara di hari Senin, 6 Juli, dan Selasa, 7 Juli 2026,” katanya.
Ia juga menceritakan pengalaman yang paling membekas selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Di tengah cuaca yang cukup terik, para panitia justru menemukan semangat baru dari antusiasme murid baru.
Putu Dihari menuturkan bahwa selama Pra-Ignite Fest berlangsung, panitia melihat begitu banyak bakat yang dimiliki murid baru. Meski matahari bersinar menyengat dan seluruh panitia harus bekerja sejak pagi hingga kegiatan selesai, suasana tetap terasa ringan karena tawa para peserta terus mengiringi setiap permainan yang dilakukan.
“Saat itu memang melelahkan bagi kami, tapi tawa mereka berhasil meluruhkan penat kami,” ujarnya.
Kalimat sederhana itu seolah menjadi gambaran paling utuh tentang Pra-Ignite Fest tahun ini. Di balik jadwal padat dan persiapan panjang, kebersamaan menjadi energi utama yang menghidupkan seluruh rangkaian acara.

Pra-Ignite Fest bukan sekadar ruang untuk memperkenalkan ruang kelas, guru, ataupun tata tertib sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan pertama bagi murid baru untuk menemukan keberanian tampil, belajar bekerja sama, membangun kepercayaan diri, sekaligus merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang ramah bagi setiap potensi yang mereka miliki.
Rangkaian ini juga menjadi pembuka menuju pelaksanaan Ignite Fest yang akan berlangsung selama lima hari, pada 13–17 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, murid baru akan mengikuti berbagai agenda pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan warga sekolah, materi pengembangan diri, permainan edukatif, hiburan, serta beragam aktivitas interaktif lainnya.
Dari halaman sekolah yang dipenuhi tawa hingga semangat yang tumbuh dalam setiap permainan, Pra-Ignite Fest menjadi awal dari sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan baru, tetapi juga menyalakan cahaya kecil dalam diri setiap murid untuk berani berkembang dan menyongsong masa depan mereka.[T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole































