21 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
in Esai
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

Gladi pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Tim Dokumentasi PKB 2026

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat  menimbulkan pro- dan kontra dari warganet. Namun, tanpa kehadiran Presiden pun, peed aya pembukaan tampak begitu megah gagah mataksu. Lebih dari 23 ribu seniman terlibat penuh semangat dan berhasil memukau ribuan pasang mata di depan Monumen Perjuangan Bajra Sandhi selain tentu saja melalui live streaming di kanal youtobe.

Dalam perjalanan sejak 1979 hingga 2026, PKB telah mengalami kemajuan luar biasa. Awal-awal PKB hingga awal 2000-an, sorotan terhadap PKB antara lain mirip pasar malam. Belum  terkelola dengan baik. Bahkan ada cibiran pindahnya pasar malam Lila Buana dan Pasar Malam Kereneng ke Taman Budaya, Art Center. Tidak demikian halnya, sejak dua dekade terakhir PKB makin menunjukkan kelasnya. Pedagang tertata bahkan dikurasi sejak Gubernur Wayan Koster. Kurator menyeleksi produk berkualitas dari UMKM. Mereka yang lolos gratis menjajakan produknya, baik barang kerajinan maupun produk kulinernya. UMKM, Pengunjung dan penonton dimuliakan. PKB membuat hidup lebih indah.  Memang seyogyannya demikian.

Pada awalnya, PKB pertama  berlangsung selama 2 bulan (20 Juni sampai 23 Agustus 1979). Prof. Dr. IB Mantra, sang penggagas sekaligus membuka dengan pemukulan Gong di Arda Chandra. Perhelatan selama dua bulan itu, bertepatan dengan Libur Kenaikan Kelas hingga awal Tahun Ajaran baru. Saat itu pula, Tahun Ajaran Baru dimulai pada Juli yang sebelumnya dimulai Januari. Ada dua makna implisit terkait PKB saat itu. Pertama, PKB pada musim libur Kenaikan Kelas untuk menaikkan Kelas Seniman dari Bale Banjar ke Taman Budaya. Gengsi Banjar naik bila pentas di PKB. Kedua, menyediakan hiburan saat liburan anak sekolah ke Taman Budaya (analog dengan Taman Siswa). Memberikan  tontonan sekaligus tuntunan dari PKB. Jadi, siswa tidak langsung ngegas untuk belajar. PKB seakan menjadi warming up memulai pembelajaran di kelas.

Sejak awal PKB tidak menutup diri untuk memberikan ruang gerak bagi Provinsi lain dan negara lain untuk berpartisipasi. PKB merangkul seniman berbagai Provinsi dan negara lain sesuai dengan semangat Trikon Ki Hadjar Dewantara. Dalam Tulisan persembahan untuk purnabakti  Prof. Dr. IB Mantra, I Wayan Dibia (1993) menegaskan, “Semua elemen Tari Barat maupun daerah lainnya di Indonesia diolah dan diberikan nafas Bali” sembari menyebutkan pada fase awal PKB telah lahir tari kreasi : Manukrawa, Kijang Kencana, Tari Blibis dengan perpaduan gerak dan koriografi Barat ke dalam Tari Bali. Tarian itu, menurutnya terispirasi dari adegan Sendratari yang pentas di PKB.

Sebagai mantan duta besar Indonesia di India, Prof. Dr. IB Mantra tampaknya sadar betul bahwa diplomasi kebudayaan melalui PKB bersifat mutualistik – humanis dan memberikan sentuhan halus untuk membangun emphaty bagi negara lain agar Bali bertumbuh dan berkembang. Lebih-lebih Bali sebagai destinasi pariwisata yang mendunia.  “Kontak budaya dalam kehidupan ini tak dapat dihindarkan. Akan tetapi, hendaknya kontak kultural itu jangan sampai memusnahkan identitas budaya bangsa. Aspek sosial budaya merupakan faktor dasar pembentukan corak dan warna kepribadian bangsa”, kata Prof. Dr.  IB Mantra (1998) dalam biografinya.

Jika PKB gagasan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra lebih memberikan ruang kreativitas bagi seniman tradisional yang ber-sebun di banjar-banjar, komunitas, atau sanggar seni, sejak Gubernur Mangku Pastika setelah PKB dilanjutkan dengan Program Bali Mandara Nawa Natya dan berlangsung beberapa kali. Selanjutnya, Gubernur Wayan Koster menggelar Festival Seni Bali Jani (FSBJ) setelah PKB yang tahun 2026 memasuki tahun ke-8. Dua gubernur pilihan rakyat Bali secara langsung tampaknya memberikan perhatian bagi tumbuh berkembangnya seniman Bali modern tanpa kehilangan akar tradisinya. Seni modern sebagai kelanjutan dari seni tradisional Bali sebagaimana terus diperjuangkan oleh budayawan Putu Wijaya dalam cerpen, novel, esai, dan pentas teaternya.

Selain itu, PKB juga mengapresiasi seniman dengan memberikan penghargaan kepada para seniman tradisional pun dalam ajang FSBJ. Jika zaman Gubernur Dewa Made Berata ada Penghargaan Widya Pataka bagi seniman (penulis), ada pula Penghargaan Widya Kusuma bagi tokoh di bidang Pendidikan, lalu ada juga Bali Jani Nugraha bagi seniman modern. Semua itu menunjukkan keberpihakan pemimpin Bali kepada para seniman. Ke depan, profil para seniman itu perlu didokumentasikan  baik dalam bentuk buku cetak maupun digital. PKB perlu terus didorong tidak hanya menjadi tontonan dan tuntunan sesaat, tetapi juga memperkuat literasi seni budaya dari perspektif pemiliknya, orang Bali. Bali oleh Bali sebagai penyeimbang Bali oleh Bule. Sebab, pada akhirnya dokumen aksara bermakna itu akan berdialektika saling sapa dan saling melengkapi.

Dalam unggahannya di FB, Prof. Dr. Wayan P. Windia mengabarkan catatan seputar PKB sejak awal hingga PKB XIII pada 1991 telah terbit sebuah buku tentang PKB tetapi setelah itu belum ada lagi. Jadi, selama 4 dekade tampaknya perhatian terhadap pentingnya dokumentasi PKB belum optimal tergarap secara profesional dan proporsional. Oleh karena itu, senyampang pelaku sejarah PKB masih banyak yang hidup dan terus berkarya, seperti Prof. Dr. Made Bandem dan  Prof. Dr. I Wayan Dibia tampaknya perhatian terhadap dokumentasi  perlu terus-menerus diperbarui seiring dengan makin dewasanya usia PKB, yang dua tahun lagi memasuki usia 50 Tahun. Setengah abad PKB adalah tonggak baru bagi kreativitas berkesenian seniman tradisional Bali. Taman Budaya ibaratnya Banjar Bali bagi pentas pragina se-Bali yang berlokus di masing-masing banjar. Mereka bertemu dalam kontak konteks modern di panggung terhormat. Pola pemanggungan demikian sudah ditemukan formatnya  oleh para pinisepuh  sekaa unen di Bali sejak ratusan tahun silam. Mereka pentas menyatu dengan alam, di Madya Mandala Pura. Mereka mempersembahkan karya terbaik dalam guyub sekaa dengan nekengtwas dan terlembagakan secara permanen seperti mategul tanpa tali. Maka, sekaa unen inilah yang patut diapresiasi dan diberikan penghargaan secara berkelanjutan melalui dana hibah atau bansos. Sekaa unen sudah terbukti menjadi saksi hidup sepanjang masa menjaga taksu budaya Bali.

Dari laku nekengtwas dan lascarya-lah dipercaya Sang Hyang Taksu mendekat merasuk ke raga pragina.  Pura Puncak Padang Dawa Baturiti Tabanan sebagai representasi kesenian berkiblat pada gunung dan Pura Karang Boma Delod Ceking sebagai representasi kesenian berkiblat pada segara. Kiblat Kaja Kelod dalam berkesenian. Kaja Gunung yang tak lari dikejar ibarat pertapa dalam diam tetapi senantiasa meningkatkan kualitas diri berkesenian. Kelod laut yang gemuruh dalam gelisah terus-menerus mencari sembari memohon taksu berkesenian  dengan semangat jengah plus kreativitas dan inovasi dengan kesadaran diri. Tanpa henti ibarat  memutar cakra ilmu pengetahuan sebagai sumber penciptaan seni. Tentanng hal ini, Windu Sancaya sangat tepat menggambarkan Ida Bagus Mantra dalam puisi  Bali Anyar melalui Kumpulan Coffee Shop (2003) :  “…Rasa sujati ngayunin pemargin jagat duwene/ring tengahing samudera maombak galak, dados kadi galang pisan antuk macecingak…”

Itu pula sebabnya, bila PKB setiap tahun selalu berganti tema diselaraskan dengan kebijakan Gubernur yang berkuasa. Temanya pun selalu aktual dengan kondisi kekinian walaupun garapannya bersumber dari seni tradisional. Artinya, semangat desa, kala, patra berkearifan lokal Bali tidak pernah ketinggalan zaman dan teraktualisasikan dalam karya pentas kolosal dengan kekhasan masing-masing Kabupaten/Kota sebagaimana tampak saat pembukaan PKB ke-48. Dua tahun lagi genap 50 Tahun PKB. Ada baiknya lounching buku setengah abad PKB. Jika, 35 tahun silam sudah ada kesadaran dokumentasi PKB yang dikerjakan secara manual, sudah seyogyanya saat 50 Tahun PKB, dokumentasi tampil lebih variatif secara diversifikasi. Salam Budaya. Mari berpesta ke PKB! [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: kesenian baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

Next Post

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails

Indonesia yang Muncul di Beranda

by Angga Wijaya
August 18, 2026
0
Indonesia yang Muncul di Beranda

PADA 17 Agustus, saya merasa Indonesia tiba-tiba muncul di beranda media sosial.  Bukan Indonesia dalam bentuk peta yang biasa kita...

Read moreDetails

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
0
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

Read moreDetails

Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

by Angga Wijaya
August 17, 2026
0
Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

KEHADIRAN berbagai toko modern di banyak kota di Indonesia, tidak melulu negatif. Saya kini melihat toko modern menjelma sebagai sebuah...

Read moreDetails
Next Post
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

by Andre Syahreza
August 19, 2026
Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa
Buku Tatkala

Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa

Judul: PENJAGA RUPA UTAR, Jejak Warisan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa Penerbit: PT Tatkala Sekala...

by Buku Tatkala
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co