9 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
in Esai
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung Karno semua orang berpendidikan mesti tahu. Juni adalah bulan lahirnya istilah Pancasila semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB), masyarakat Bali seyogya juga tahu dan pernah mabalih. Juni adalah bulan lingkungan hidup semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan liburan kenaikan kelas, semua siswa pasti tahu. Simpulannya, Juni adalah bulan penting sehingga banyak orang disibukkan.

Pada 1 Juni 2026 kita kembali merayakan Hari Lahir Pancasila. Dalam sambutannya, Kepala BPIP menegaskan tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Sebuah tema protektif, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga berkontribusi bagi dunia Internasional sebagaimana diterakan dalam tujuan bernegara pada Pembukaaan UUD 1945. Artinya, sebagai ideologi negara, Pancasila sangat visioner melampaui segala zaman dengan cobaan berulang. Namun tetap sakti, setelah lahir 1 Juni 1945.  Pancasila dinyatakan sakti 1 Oktober 1965, setelah melewati ujian berulang-ulang. Tidak pernah ada Kesaktian tanpa Kelahiran.

Hal ini perlu dicatat karena masa Orde Baru, Hari Lahir Pancasila dilesapkan. Hari Kesaktian Pancasila dirayakan. Walaupun rumusan Pancasila 1 Juni 1945 berbeda dengan yang tertera di Mukadimah UUD’45, tonggak lahirnya istilah Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Soekarno, ketika membacakan pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945.

Dalam sambutan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, ada dua frase diberikan tanda petik, yang menurut saya sangat aktual di tengah kondisi global yang tidak menentu. Kedua frase  itu adalah “bintang penuntun” dan ‘jangkar moral” yang disematkan untuk Pancasila. Bintang penuntun bisa dimaknai sebagai kompas berbangsa dan bernegara dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Kata Bung Karno, “Negara Republik Indonesia  bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang Sampai Merauke”.

Selanjutnya, jangkar moral dapat dimaknai sebagai berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana digagas Bung Karno. Bung Karno mengakui bahwa Pancasila adalah kekayaan milik persada Nusantara. Ia hanya menggali yang sudah ada. Dalam lambang negara, burung garuda yang mencengkram “Bhineka Tunggal Ika” jelas menujukkan Bung Karno mengakui adanya perbedaan yang tidak perlu dipertentangkan. Karena untuk meraih bintang (sila I : Ketuhanan Yang Maha Esa), syaratnya harus bersatu dalam perbedaan. Toleransi beragama landasannya. Tindakan nyata adalah bentuk aplikasinya. Toleransi bukan omon-omon. Toleransi hidup-menghidupi. Urip manguripi sejak zaman Majapahit.

Dalam konteks berkesenian, lebih-lebih dalam kelompok besar sekaa, perbedaan adalah keniscayaan. Namun, kebersamaan adalah kemutlakan dengan peran masing-masing. Harmoni dalam perbedaan itulah seni. Pancasila memberikan ruang untuk itu. Dalam konteks Bali yang menggelar PKB ke-48 mulai 13 Juni – 11 Juli  2026, formula yang ditawarkan selaras dengan gagasan Bung Karno. Jika tema Bulan Bung Karno 2026, “Kawya Atma Kerthi”, Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, tema PKB ke-48 adalah “Atma Kerthi : Jiwa Sidha Paripurna” yang berarti penyucian jiwa menuju paripurna. Bertemunya nilai-nilai patriotik dari Bung Karno dengan nilai-nilai berkesenian untuk mendapatkan anugrah taksu dari semesta adalah upaya menuju kontemplasi : memurnikan jiwa paripurna. Dalam perspektif Gubernur Wayan Koster inilah yang dituju :  SDM Bali Unggul bercirikan teliti (cermat dengan detail), lentur (lemuh, sing lung), dabdab/matakeh (bertindak dengan perhitungan dan  berintegritas), ipil-ipil (mengumpulkan hasil kerja dengan benar), tragia (siaga dalam berbagai kondisi), lascarya (tulus ikhlas dalam melaksanakan swadarma), someh (ramah kepada sesama).

Bukan hanya di Bali peringatan Bulan Bung Karno nemu gelang dengan PKB, melainkankan juga di Yogyakarta  ada Kirab Budaya Tresna Pancasila bertepatan dengan HUT Bung Karno ke-125, pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Jalan Malioboro. Di samping itu, Pameran Lukisan selama sebulan bertajuk “Mata Hati Bung Karno” juga digelar  di Le Garace Space, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran dimeriahkan oleh 47 pelukis lintas generasi untuk menafsir Bung Karno  dari berbagai perspektif.

Jika menengok sejarah, Bung Karno selain Pahlawan Besar, ia juga Seniman Besar dengan pidatonya yang menggelegar membelah dunia. Kemampuan retorika yang penuh taksu adalah semangat berkesenian yang diselaraskan dengan semangat perjuangan. Semasa pengasingan, Bung Karno juga mendirikan Kelompok Tonil (teater) Kelimoetoe Toneel Club di Ende dan Kelompok Monte Carlo di Bengkulu. Selain mendirikan Kelompok Toneel, Bung Karno juga menulis naskah, menyutradarai pementasan, sekaligus manager plus produser.

Dari penelusuran berita on line, kita tahu semangat berkeseniaan Bung Karno melalui Toneel, memanfaatkan  cerita rakyat untuk memompa semangat perjuangan. Sisipan kata-kata yang membakar semangat perjuangan menuju kemerdekaan dengan babon cerita rakyat adalah strategi memberikan amunisi bagi kearifan lokal Nusantara yang kaya cerita. Artinyaa, negeri ini begitu kaya tidak saja sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan juga cerita rakyatnya yang menyediakan gizi batin bagi warganya. Tinggal kepiawaian warganya mendayagunakan untuk membangun jiwa bangsanya. Bung Karno sudah berhasil menggali dan mencontohkan untuk membangun jiwa bangsa sesuai dengan semangat Indonesia Raya : “…bangunlah jiwanya, bangunlah badannya…”

Bung Karno juga membuktikan dengan pola hidup sederhana tetapi semangat literasi menyala di bawah bimbingan gurunya yang spiritualis, HOS Cokroaminoto, ia tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Tidak gentar keluar masuk penjara. Penjara baginya adalah ruang dialog (kontemplasi) untuk membangun dan mengembangkan kreativitas sekaligus melakukan perlawanan terhadap penjajah. Bahkan renungan akan lahirnya Pancasila terbersit saat beliau dibuang ke Ende, NTT (1934-1938). Di bawah pohon sukun dekat pantai, Bung Karno merenung lalu terinspirasi dari akar pohon sukun yang cabang  lima dan kini menjadi situs sejarah.  Bahkan Ende disebut Kota Kelahiran Pancasila.

Anungrah yang diperoleh Bung Karno di bawah Pohon Sukun adalah berkah dari pembuangan. Tak ubahnya seniman yang mendapatkan fulung taksu. Seni adalah medan diplomasi yang halus nanindah. Bung Karno menjadikan Toneel sebagai cikal bakal seni teater.  Tidak berlebihan bila Chairil Anwar merapat dengan Bung Karno, sebagaimana diterakan dalam puisi berjudul, “Persetujuan dengan Bung Karno”.

            Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat

            Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar

            Di uratmu di uratku kapal kita berlayar

           Di uratmu di uratku kapal kita bertolak dan berlabuh  [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bung KarnoBung Karnokesenian baliSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

Next Post

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026
0
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

Read moreDetails

Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

by Wayan Esa Bhaskara
June 7, 2026
0
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

Catatan ini diniatkan sebagai evaluasi bagi para peserta dan pembina lomba baca puisi serangkaian HUT ke-37 SMA Negeri 1 Petang....

Read moreDetails

Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

by Agung Sudarsa
June 7, 2026
0
Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

Yajña: Dari Ritual Persembahan Menuju Laku Kehidupan Banyak orang memandang yajña sebagai ritual keagamaan yang diwujudkan melalui sesajen, canang, bunga,...

Read moreDetails

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
0
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

Read moreDetails

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
0
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

Read moreDetails
Next Post
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co