6 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 6, 2026
in Puisi
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

Angga Wijaya

DOA UNTUK TETANGGA

Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hati
mengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetangga
diberi rezeki yang banyak. Agar tidak ada lagi yang
suka berkumpul; bergosip, membicarakan
orang lain tanpa ampun.Semua hal diurusi,
seakan hidup orang menjadi urusan mereka.

Pekerjaan dan rezeki yang lancar membuat semua
bahagia. Tidak ada lagi yang perlu merasa bersaing,
dengki, dan iri hati. Hidup di kos-kosan memang berwarna.
Diam, cuek, dan masa bodoh kukira dulu baik. Ternyata
dengan itu aku dianggap sombong. Terlalu ramah dan
banyak bicara, pun tidak luput dari kemungkinan
digosipkan. Jadi, kupikir lebih baik mengambil
jalan tengah; tidak terlalu cuek sekaligus tidak terlalu ramah.

Harga tanah dan rumah yang mahal, membuat kos-kosan
menjadi pilihan banyak orang. Kos, dari ratusan ribu hingga
jutaan rupiah tersedia. Hidup di kamar dengan budaya dan
perilaku berbeda, orang-orang yang datang dari segala
penjuru tanah air. Bahkan turis pun mencari pekerjaan
di Pulau Dewata. Bali telah berubah!

Perubahan demografi, ya, ya! Banyak orang tidak siap
dengan itu. Polemik, diskusi, bahkan debat kusir kita
lihat di media sosial. Api dalam sekam. Apalagi jika
isu primordial terus dijadikan headline media online,
dan branding politikus, itu amatlah berbahaya.
Konflik terbuka bisa terjadi kapan saja.

Di beranda kos, aku mengamati Bali yang berbeda.
Dalam kajian ilmu sosial, gosip dikatakan sebagai
alat kontrol sosial. Mungkin benar; tapi kontrol
seperti apa jika kebiasaan mencampuri orang lain
kini dianggap biasa?

Lidah tak bertulang, memang. Jangan lupa, gosip
bisa menjadi racun sosial! Omongan bisa menjalar
kemana-mana, hingga mereka yang diomongkan
menjadi sakit hati; lahirlah konflik; adu mulut
bahkan adu fisik. Tetangga yang dikenal dekat
bisa bermusuhan. Lalu pindah kos, dan di tempat
kos baru menemukan ‘racun’ yang sama: gosip!

Maka itu aku mendoakan para tetangga kos agar
rezekinya lancar. Sehingga gosip akan berkurang.
Sebab perut telah kenyang dan kantong terisi.
Jika pun masih ada yang suka bergosip; ya,
memang mereka buruk. Tidak perlu aku ladeni
lebih jauh. Tutup pintu, dan hidupkan lagu,
namanya juga kos-kosan!

2026

KEPADA BUKU HARIAN

Sebuah buku kutemukan terjatuh di jalan, rupanya itu sebuah buku harian. Aku membacanya perlahan, isinya membuat hatiku bersedih. Buku itu tanpa nama, namun agaknya dari kata-kata dan kalimatnya yang tertata rapi dan mengalir baik; ia ditulis oleh seorang penulis berbakat.

Siapa dia? Aku ingin sekali bertemu dan berbincang dengan pemilik buku harian itu. Memeluknya dalam diam, menguatkan hatinya, mengajaknya berbicara tentang hal-hal yang membahagiakan. Agar ia tak larut dalam kesedihannya.

Ditemani kopi (dan mungkin sedikit rokok), di kafe pinggir pantai yang terletak di timur kota. Bisakah aku menemukan alamat tempat tinggal penulis itu? Aku masih mencari petunjuk dan identitasnya pada lembar-lembar buku harian itu. Semoga aku menemukannya.

2026

DINI HARI UNTUK JENGKI

Apa sebenarnya yang kau rasakan?
Kesetiaan hewan melebihi manusia,
yang malu disebut binatang.
Manusia, bisa jadi malaikat sekaligus
iblis, dalam waktu bersamaan.
Terlihat religius, tapi juga jahat.

Mungkin ada baiknya kita lebih percaya
pada hewan. Seperti kekasih suka memelihara
kucing, anjing, bahkan gajah. Kebun binatang
telah pindah ke lidah orang-orang; kata-kata
terucap tanpa berpikir dulu—ibarat memakan
bangkai saudara sendiri. Gosip menikam kita.

Kucingku pergi, setelah makan dan bercengkrama
denganku. Mungkin begitu juga dengan anjing-anjingmu.
Setia menjagamu, di rumah mungil tempatmu bertapa.

Tak perlu memikirkan apakah nanti kita menikah atau tidak.
Perceraian jadi hal lumrah, sebab pernikahan hanyalah
selembar kertas tak bermakna. Cinta telah mati oleh ego.
Janji tinggallah janji—omong kosong di atas kitab.

Nanti aku ingin ngopi bersamamu. Aku berpikir soal
kata ‘Kediri’ yang engkau sampaikan. ‘Kembali ke diri’.
Guru kita sampaikan itu. Sumur kebijaksanaan abadi.

2026

TUKANG POS

Ia berkeliling membawa surat,
surat yang berisikan berita sedih
juga gembira. Ia tak peduli dengan
isi surat yang ia bawa. Tugasnya
hanya mengantarkan surat-surat.

Tukang pos itu bernama Tuhan.
Ia hanyalah saksi kesedihan
dan kegembiraan yang kita rasakan.

2024-2026

CANGGU, SELEPAS HUJAN

Jarak tempuh jauh, pernah aku mengeluh soal itu.
Kau lalu bercerita tentang ratusan orang memadati
stasiun di kotamu. Berdesak-desakan setiap hari;
berangkat pagi dan pulang malam hari. Setiap hari.

Itu yang membuatmu betah di pulau ini. Bekerja
dengan tantangan dan suasana berlainan.
Tidak pulang lagi, karena masa lalu. Luka batin
masih terasa, walau telah terjadi lama sekali.

Di parkiran, aku mendengar lagu-lagu lama diputar.
Tentang hujan di bulan November. Kegamangan
yang juga kurasakan saat malam tidak bisa tidur.

Semangat dan cinta membuat kita bertahan.
Tahun depan, kita berencana menikah.
Tak ada lagi keraguan di hati ini. Sungguh.

2025-2026

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

Next Post

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails
Next Post
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co