9 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tumpek Landep dan Gen Z, Mengasah Pikiran di Era Digital

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
April 18, 2026
in Esai
Tumpek Landep dan Gen Z, Mengasah Pikiran di Era Digital

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Generasi Z tumbuh sebagai generasi yang akrab dengan gawai, aplikasi, dan kecerdasan buatan. Mereka mampu membuat konten viral dalam hitungan jam, berinteraksi lintas negara dari layar kecil, bahkan lebih cepat menghafal password WiFi daripada bait-bait doa. Namun, di balik kecanggihan itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah ketajaman yang dimiliki hanya sebatas teknologi, atau juga menyentuh kedalaman berpikir dan kesadaran batin?

Di sinilah Hari Suci Tumpek Landep menemukan relevansinya.

Pelaksanaan Hari Suci Tumpek, termasuk Tumpek Landep di satuan pendidikan, bukan sekadar tradisi, tetapi juga mandat kebajikan yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur kita di Bali. Mandat Kebajikan ini kemudian dikuatkan dengan kebijakan yang memiliki dasar regulasi yang jelas melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2025 dan Instruksi Gubernur Bali Nomor 05 Tahun 2022.

Kebijakan ini menegaskan bahwa perayaan Rahina Tumpek wajib dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk satuan pendidikan, sebagai bagian dari implementasi nilai Sad Kerthi dalam menjaga harmoni antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Artinya, ketika sekolah melaksanakan Tumpek Landep, sesungguhnya yang dilakukan bukan hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menjalankan misi kebudayaan dan pendidikan karakter.

Secara filosofis, Tumpek Landep tidak sekadar dimaknai sebagai hari untuk memuliakan benda berbahan logam seperti keris, alat kerja atau kendaraan saja. Lebih dalam dari itu, “landep” bermakna ketajaman pikiran atau kemampuan untuk berpikir jernih, bijak, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan.

Namun, dalam praktik kekinian, sering terjadi paradoks yang cukup menggelitik. Banyak yang begitu serius “menyucikan” kendaraan dan gadget saat Tumpek Landep, tetapi lupa menyucikan cara berpikir. Motor dipoles hingga mengkilap, laptop dibersihkan dari debu, tetapi pikiran masih penuh “file sampah”, overthinking, iri hati, hingga kebiasaan membandingkan diri bahkan berkata kasar di media sosial.

Dari realita ini, mungkin sudah saatnya kita bertanya dengan jujur. Apakah yang lebih sering di-upgrade, aplikasi di ponsel atau kualitas berpikir kita?

Di sinilah pendidikan memiliki peran strategis. Sekolah tidak cukup hanya melaksanakan persembahyangan sebagai rutinitas, tetapi perlu menghadirkan makna. Tumpek Landep harus menjadi momentum refleksi—bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan ketajaman etika dan kedewasaan berpikir.

Lebih khusus lagi, bagi Generasi Z yang menempuh pendidikan di SMK atau pendidikan vokasi, perayaan Tumpek Landep tidak bisa dipandang sebelah mata. Justru di sinilah letak relevansinya yang paling nyata. Siswa vokasi dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja yang menuntut keterampilan, ketepatan, dan tanggung jawab tinggi.

Dalam konteks ini, nilai-nilai Tumpek Landep menjadi sangat penting untuk menguatkan karakter, meningkatkan kompetensi keilmuan dan vokasi, sekaligus membentuk kebijaksanaan dalam mengambil keputusan di dunia kerja. Ketajaman tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, tetapi juga dari kejernihan berpikir dan integritas dalam bertindak.

Bagi Gen Z, Tumpek Landep bisa dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan “upgrade diri”. Jika selama ini terbiasa memperbarui aplikasi, maka saatnya juga memperbarui cara berpikir: dari instan menjadi reflektif, dari reaktif menjadi bijaksana, dari sekadar mengikuti tren menjadi mampu memilah dan memilih.

Dalam perspektif Tri Hita Karana, Tumpek Landep juga mengajarkan keseimbangan: hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam. Teknologi yang digunakan manusia seharusnya tidak merusak, melainkan memperkuat harmoni kehidupan.

Namun demikian, tantangan terbesar bukan pada pelaksanaan kegiatan, melainkan pada internalisasi nilai. Jika Tumpek Landep hanya berhenti pada seremoni satu hari, maka maknanya akan cepat hilang. Apalagi bagi Gen Z, pendekatan yang monoton justru membuat nilai-nilai luhur terasa jauh dan tidak relevan.

Karena itu, pendekatan pendidikan perlu lebih kreatif dan kontekstual. Di antaranya, mengaitkan Tumpek Landep dengan literasi digital, etika bermedia sosial, hingga pembuatan konten reflektif tentang makna “ketajaman pikiran” di era modern. Dengan cara ini, tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan dalam realitas generasi masa kini.

Kebijakan pemerintah daerah melalui instruksi gubernur sejatinya telah memberikan arah yang jelas. Tinggal bagaimana satuan pendidikan mampu menerjemahkannya menjadi praktik yang bermakna dan berdampak

Pada akhirnya, Tumpek Landep adalah pengingat bahwa manusia tidak cukup hanya menjadi cerdas, tetapi juga harus tajam dalam berpikir dan bijak dalam bertindak.

Karena sejatinya, yang perlu ditajamkan bukan hanya pisau, bukan hanya mesin, bahkan bukan hanya algoritma, tetapi juga hati dan pikiran manusia.

Dan mungkin, di tengah notifikasi yang tak pernah berhenti, Tumpek Landep adalah momen terbaik untuk sejenak melakukan pause… bukan untuk berhenti, tetapi untuk kembali menyadari arah hidup yang sesungguhnya. [T]

Tags: Hindu Baliritualtumpek landepupacaraupacara hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

Next Post

Negeri ’Katanya’: Tuduh Dulu, Buktikan Belakangan

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails

Terbang di Atas Sepi

by Angga Wijaya
May 8, 2026
0
Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

Read moreDetails

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
0
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

Read moreDetails

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
0
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

Read moreDetails

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

by Asep Kurnia
May 7, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

Read moreDetails

Tengah Malam Rokok Habis                           

by Angga Wijaya
May 7, 2026
0
Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

Read moreDetails

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

by Sugi Lanus
May 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

Read moreDetails

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails
Next Post
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Negeri ’Katanya’: Tuduh Dulu, Buktikan Belakangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna
Esai

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
Puting Beliung | Cerpen Supartika
Cerpen

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

by I Putu Supartika
May 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot
Esai

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
Terbang di Atas Sepi
Esai

Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

by Angga Wijaya
May 8, 2026
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single
Pop

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama
Esai

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan
Esai

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

by Asep Kurnia
May 7, 2026
Tengah Malam Rokok Habis                           
Esai

Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

by Angga Wijaya
May 7, 2026
Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) Kelompok VI Tahun 2026 sukses menyelenggarakan serangkaian program...

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co