26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ni Made Erika Suciari by Ni Made Erika Suciari
March 22, 2026
in Opini
Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ilustrasi oleh penulis | Dibuat dengan AI

BEL istirahat berbunyi. Anak-anak tampak sangat antusias dan sumringah keluar dari kelas melepas jenuh setelah  hampir satu  jam lamanya duduk menyimak pelajaran. Beberapa anak berbaris secara tertib mengantri untuk mendapatkan makanan yang disediakan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagi sebagian besar siswa, kotak makan tersebut tidak hanya makan siang biasa—melainkan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak di negara ini.

Namun di beberapa sekolah, program yang diharapkan untuk memperbaiki status gizi anak, justru menimbulkan keraguan dan pertanyaan tentang kualitas dan keamanan makanan yang diterima anak. Kebijakan MBG merupakan upaya strategis dari pemerintah untuk memperbaiki status gizi anak Indonesia. Program ini diciptakan karena kekurangan gizi kronis masih menjadi masalah besar di Indonesia. Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting di Indonesia mencapai 19,8% dan underweight 16,8%.

Target MBG adalah untuk menyasar puluhan juta anak sekolah dari PAUD/TK hingga SMA. Selama lebih dari satu tahun berjalan, pelaksanaan MBG telah meninggalkan berbagai kesan baik positif dan kritis. Kesan ini datang dari siswa sebagai penerima MBG, guru sebagai pengawas di sekolah dan orang tua sebagai pendamping anak.

Di wilayah terpencil dan tertinggal, kehadiran program MBG disambut dengan kesan yang sangat positif. Anak-anak di daerah tersebut jarang memilikki kesempatan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani. Hal ini tidak dapat dihindari karena tingkat ekonomi keluarga yang rendah yang menyebabkan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi dikalahkan oleh prioritas pemenuhan kehidupan sehari-hari. Dalam situasi ini, keluarga akan memilih makanan yang “mengenyangkan” daripada makanan yang “bergizi” untuk anak. Akibatnya, ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi lengkap dari program ini, pengalaman tersebut menjadi sangat berharga.

Selain itu, hadirnya MBG telah meningkatkan keinginan anak untuk pergi ke sekolah. Di beberapa wilayah, seperti Papua, istirahat makan siang adalah momen yang paling ditunggu oleh siswa. Yang lebih mengharukan lagi, siswa secara sengaja menyisihkan uang untuk membawa pulang makanan MBG yang mereka terima di sekolah untuk diberikan kepada anggota keluarga yang sakit atau yang belum pernah menikmati makanan bergizi.Kemampuan anak selama proses belajar di sekolah juga dilaporkan meningkat setelah anak-anak di daerah pedalaman lebih sering mengkonsumsi protein hewani dari menu MBG. Guru di daerah tersebut juga mengatakan bahwa siswa lebih fokus dan konsentrasi saat belajar di sekolah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi belajar anak dan kesehatan secara keseluruhan dipengaruhi oleh pemenuhan gizi yang cukup.

Sebaliknya, respons yang berbeda mulai terlihat di beberapa kota. Laporan tentang makanan yang tidak segar, nasi yang terlalu keras, atau lauk yang belum matang dengan baik adalah beberapa tanggapan kritis terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi siswa sekolah. Selain itu, beberapa sekolah melaporkan bahwa siswa mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi MBG, seperti muntah dan diare. Kejadian tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab yang mendasari. Fenomena ini mencerminkan betapa pentingnya evaluasi secara menyeluruh terutama yang berkaitan dengan masalah keamanan pangan yang tidak boleh diabaikan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa program MBG adalah program penyediaan makanan berskala besar yang ditujukan untuk anak-anak. Apabila kontrol kualitas MBG tidak dijaga sebelum distribusi, anak-anak rentan terhadap masalah kesehatan.

Selain itu, beberapa pengamat mengatakan bahwa program MBG  belum sepenuhnya tepat sasaran. Program ini tidak hanya menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu atau wilayah 3 T (terdepan, terpencil, tertinggal), tetapi juga siswa di sekolah yang secara ekonomi sudah tergolong mampu. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dengan efisiensi penggunaan anggaran, karena bantuan yang seharusnya diprioritaskan untuk kelompok yang kurang mampu atau paling membutuhkan, malah menjadi didistribusikan secara merata ke semua kelompok.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis memang tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran atau jumlah penerima manfaat.  Keberhasilannya bergantung pada kualitas pelaksanaan lapangan, yang mencakup standar keamanan pangan, sistem distribusi makanan, dan mekanisme pengawasan yang konsisten. Jika tidak dikelola dengan baik, program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak dapat menimbulkan masalah baru yang tidak diharapkan.  

Program MBG sejatinya merupakan niat baik untuk memperbaiki masa depan kesehatan anak-anak Indonesia. Namun niat baik saja tidak cukup untuk kebijakan publik. Hal yang paling penting adalah memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman, berkualitas, layak dikonsumsi, dan memiliki manfaat gizi yang signifikan. Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak tanpa pengawasan yang ketat justru berisiko menimbulkan masalah baru bagi orang tua. Karena makanan yang diberikan kepada anak-anak di sekolah merupakan bagian dari investasi dalam kesehatan generasi berikutnya, bukan sekadar bantuan sosial. [T]

Penulis: Erika Suciari
Editor: Adnyana Ole

Tags: gizikesehatanMakan Bergizi Gratissekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PEMIMPIN BALI MODERN GAGAL MENJAGA WARISAN TERBESAR BALI

Next Post

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Ni Made Erika Suciari

Ni Made Erika Suciari

Dokter umum yang menaruh perhatian pada isu kesehatan dan pencegahan penyakit pada anak.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri --- Membaca Ogoh-ogoh 'Sapa Warang' Karya Marmar Herayukti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co