Anaknya Bajang Sudah
Pandai Merawat Bumi
ibu tersenyum sewaktu anaknya
bajang bilang. telah selesai membaca
buku panduan merawat ibu
anaknya bajang mulai rajin
menyirami tanaman. menyapu
halaman. membakar sampah
juga pijati pegal-pegalnya
ibu pun bangga. apalagi
sekarang, anaknya bajang sudah pandai
memasak mie
yang bungkusnya
ia telan sendiri
Pohon Tua
seorang bocah di dalam tubuhku
memanjat pohon tua. sebab ingin pelihara burung
tanpa mengerti sarang
tinggal cangkang dan sawang
tapi begitu diri yang riang. bergelayut
dari cabang ke cabang. membikin gugur
kuning daun
di ujung ranting umur
dan bagai diterpa angin yang beliung
diri pun melimbung
Aku Ingin Menjadi Pohon
aku ingin menjadi pohon
menjulang dan rimbun
tempat semut dan burung bersarang
aku ingin menjadi pohon
bercabang dan meranting sembarang
di sana, ular dan tupai senang kejar-kejaran
aku ingin menjadi pohon
berbatang tegak lurus
tak takut pada angin bulus
aku ingin menjadi pohon
berkembang menawan
dan mewangi sepanjang hari
aku ingin menjadi pohon
menjatuhkan buah merah-merah
biar dipungut bocah-bocah
aku beringin menjadi pohon
berakar cengkram tanah
melindungimu dari bah
Chipko!
:Vandana Shiva
tunas-tunas tumbuh
di tubuhmu dan tubuhku
daun-daun lebat
di tubuhmu dan tubuhku
ranting-ranting merambat
di tubuhmu dan tubuhku
cabang-cabang merebak
di tubuhmu dan tubuhku
batang-batang kekar
di tubuhmu dan tubuhku
akar-akar mencengkram
di tubuhmu dan tubuhku
di dalam tubuhku ada pohon kamu
di dalam tubuhmu ada pohon aku
chipko!
dekap-mendekap
Sirkus Pot
di bawah sorot matahari pagi
kembang mekar. lebah akrobatik di antara benang sari
semut berayun di sudut daun. kumbang jaga imbang
pada tegak batang.
atas nama angin
bernyanyi dan menari sepanjang hari
sebelum habis getah dan merebah
dimakan cacing tanah
di atas panggung pot
pagelaran usai sebelum petang
meriah sorak dan tepuk tangan
dan kembang pun melayu. jadi kupu-kupu
hinggap di kepalamu
.
Penulis: S. Kamar
Editor: Adnyana Ole





























