15 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hari-hari

Wayan Esa Bhaskara by Wayan Esa Bhaskara
March 15, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hari-hari

Wayan Esa Bhaskara

Sabtu

waktu tak banyak
menit yang kau punya
sebentar-sebentar habis
langit mencatat semuanya

tatapanmu menyeretku
ke labirin cermin
kau berbicara lewat peluk
dan dua butir kecup
dengan menanggung rahasia
setiap sebelum pulang

aku, bahkan untuk memulai satu kalimat
tak bisa, seperti ditelan cahaya
saat itu, dipastikan aku rindu

padahal aku tahu, kemana
tempat yang kau tuju

2025

Kamis 1

aku meninggalkan rumah
dan masuk malu-malu di point kopi pagi itu
kuhadapkan wajah ke daftar menu
pilihanku selalu sama,

beberapa laki-laki seperti
sedang merenung, sambil sesekali
menyeruput kopi
atau menghembuskan kepulan
asap rokok yang aromanya menyengat

dibiarkannya tatapan itu dihangatkan mentari pukul sembilan
dari depan sini, arah jalan menjauh
bergenang linang

2025

Minggu

aku tak pergi ke gereja
setelah kau tak terlihat lagi

kepada puisi
kutulis kata-kata
dan menembangkannya dengan
senandung pilu

kau bak masuk dalam peti mati
yang mengantarmu pulang

2025

Senin

berbahagialah, meski ini Senin
bertahun-tahun di sini,
kau menemukanku
setelah mengembara serampangan

tataplah bibirku
peluklah aku, dan jadikan bayimu
akan kulewati hari ini dengan bahagia

monster itu akan redam
aku tak akan lagi ketakutan

2025

Jumat

aku ingin selalu bahagia bersamamu
kulihat kalender di handphone
mengingatkan hari Jumat
bukan karena aku tak tahu harus kemana
atau menemui siapa
sebab telah kuhadiahkan
seluruh bahagiaku untukmu

sebab, aku lelaki yang kau beri percaya
ketika kalimat
kita saling jaga ya
terucap dari sepasang bibir kita

kita tak akan peduli seberapa
kaki gemetar, atau seberapa kencang
degub dada ini

aku selalu menanti senyummu
hangat tubuhmu setelah prosesi di altar
menikmati roti dan anggur
aku tak berhenti
menginginkanmu meski tak mungkin

2025

Kamis 2

yakinlah, puisi selalu jujur
meski ia tak punya mata telinga
meskipun kau selalu berkata;
aku gombal

ada bahagia, setelah kau racik
secangkir kopi pandan penuh sayang
atau ketikkan pesan rindu
lewat telegram

aku mengabarkan cinta
tiap saat
aku menulis puisi kelahiran kita,
tiap hari
tapi kau mengatakan itu gombal
ketika tiap huruf terasa cemburu, memburu

aku mencintaimu
aku mencintaimu
entah harus berapa puluh kali lagi aku ucapkan ini
atau berapa hari sekali aku harus mengatakannya
dengan emoji bergambar hati
kau merasuk ke dalam pelukanku
dan telah terdiam lama di sana

2025

Rabu

hari ketiga, dia kirim kisah
dari tempat yang tak ku ketahui
katanya, hujan telah melampaui batas-batas
isi kepala dan logika

sambil menjahit kepala,
aku terus memikirkannya
hingga pagi susah payah
menakar rindu
agar api cintaku tetap menjadi mungkin
menghangatkannya hingga, tak perlu lagi bertanya
sebab dia sama merasakannya

2025

Catatan: Aku atau kau dalam puisi-puisi ini menapak tilas kejadian dan ingatan setiap hari. Maka, digunakanlah nama-nama hari sebagai judul semua puisi ini.

Penulis: Wayan Esa Bhaskara
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Mauna’ di India, ‘Koh Ngomong’ di Bali

Next Post

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Wayan Esa Bhaskara

Wayan Esa Bhaskara

Menulis esai, puisi, dan cerpen disela-sela pekerjaannya sebagai guru

Related Posts

Puisi-puisi A Jefrino-Fahik | Bonito, Kemerdekaan, Kamar Kita

by A. Jefrino-Fahik
March 14, 2026
0
Puisi-puisi A Jefrino-Fahik | Bonito, Kemerdekaan, Kamar Kita

Bonito kau, laki-laki duniapergi dengan kuas sendirimelukis apa puntak pernah dikenal duniadan hatimu ialah kabut tenanglah di dalam langkahmutak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lebaran Bersama Tuhan

by Chusmeru
March 13, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lebaran Bersama Tuhan

Lebaran Bersama Tuhan Takbirku menyusup di antara ladang dosa di bawah timbunan mimpiWiridku tak pernah putus oleh genderang duniawi berjibun...

Read moreDetails

Puisi-puisi Komang Sujana | Peluru Terakhir

by Komang Sujana
March 8, 2026
0
Puisi-puisi Komang Sujana | Peluru Terakhir

PELURU TERAKHIR 1.saat peluru satu-satunyamelesat tepat menembus jantungnafsu membelenggukatamukau berhasil membidik buruanyang menyelinapdi balik batu saat ituberakhir sudah perburuan panjangdi...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Zarifium, Mencintaimu, Klise

by Silvia Maharani Ikhsan
March 8, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Zarifium, Mencintaimu, Klise

ZARIFIUM Langit hari itu mengandung muatan emosiYang dikubur terlalu lama dalam pori-pori langitHingga berubah menjadi semacam zat yang tak bisa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
0
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails
Next Post
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?
Esai

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Coba ingat kembali, berapa gelas air putih yang sudah Anda habiskan hari ini? Di tengah cuaca yang semakin panas, segelas...

by Gede Made Cahya Trisna Pratama
March 15, 2026
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hari-hari
Puisi

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hari-hari

Sabtu waktu tak banyakmenit yang kau punyasebentar-sebentar habislangit mencatat semuanya tatapanmu menyeretkuke labirin cerminkau berbicara lewat pelukdan dua butir kecupdengan...

by Wayan Esa Bhaskara
March 15, 2026
‘Mauna’ di India, ‘Koh Ngomong’ di Bali
Esai

‘Mauna’ di India, ‘Koh Ngomong’ di Bali

Di dunia yang semakin bising, diam menjadi sesuatu yang langka. Orang berbicara di televisi, di rapat, di media sosial, bahkan...

by Angga Wijaya
March 15, 2026
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul
Kuliner

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
Wayan Westa: Upacara Banyak, Yang Kurang Adalah Doa Dalam Tindakan
Esai

Nyepi: Dari Ramya Menuju Sunya

KETERATURAN adalah  hukum paling asali di semesta ini. Pernahkah kita mempertanyakan, siapa pengendali benda-benda langit di semesta ini? Siapa pengatur...

by I Wayan Westa
March 15, 2026
Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar
Panggung

Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

SIANG itu, jalanan Kota Negara penuh oleh lautan manusia. Dentuman gambelan baleganjur bertalu-talu, sorot matahari memantul pada wajah para penonton...

by Satria Aditya
March 14, 2026
Sudamala Digital:  Ruwat Bayang-Bayang di Tengah Panggung Flexing dan Intrik Algoritma
Esai

Sudamala Digital:  Ruwat Bayang-Bayang di Tengah Panggung Flexing dan Intrik Algoritma

SETIAP Tumpek Wayang di Bali secara inheren menawarkan momen meditatif yang mengetuk kesadaran batin melalui ritual yang khas, namun pengalaman...

by I Gede Tilem Pastika
March 14, 2026
Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran
Esai

Tumpek Wayang dan Bali Masa Kini

Di Bali, kalender bukan sekadar penanda hari, tetapi juga pengingat tentang cara manusia menempatkan diri di tengah semesta. Salah satu...

by I Wayan Yudana
March 14, 2026
Hari Perempuan Sedunia dan Merayakan Suara Perempuan Pesisir
Khas

Hari Perempuan Sedunia dan Merayakan Suara Perempuan Pesisir

SAYA tengah mencoba banyak merenung ketika tulisan ini dibuat, tepat sehari setelah Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day)--yang diperingati pada...

by Komang Ari
March 14, 2026
Elektron, Dharma, dan Kesadaran: Membaca Alam Semesta dengan Mata Jiwa
Esai

Elektron, Dharma, dan Kesadaran: Membaca Alam Semesta dengan Mata Jiwa

Kita Bukan Kebetulan SERING kali kita merasa hidup ini kacau. Politik gaduh. Ekonomi tidak pasti. Hubungan manusia penuh konflik. Kita...

by Agung Sudarsa
March 14, 2026
Sekolah Tinggi | Cerpen Syafri Arifuddin Masser
Cerpen

Sekolah Tinggi | Cerpen Syafri Arifuddin Masser

SUDAH seminggu lamanya bapak dan ibumu seperti orang asing satu sama lain. Di malam hari, bapakmu akan menghamparkan tikarnya di...

by Syafri Arifuddin Masser
March 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co