7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Syeftyan Afat by Syeftyan Afat
March 6, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Syeftyan Afat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

: umbu landu paranggi

tubuhku mencatat dingin
dengan huruf-huruf kabur
di halaman kulit tipis gembur.

bubuhkan sepenggal kalimat
sebagai penanda pengembaraan
telah kita dapati beribu kisah;
kelahiran, tragedi & kematian
juga pertemuan & perpisahan

tentang seorang musafir
yang berhasil meletakkan dingin
pada dada yang asing.

masih tersisa beribu misteri
dibiarkannya mengaga
di luar pintu terbuka
diuratkannya sunyi
melilit leher & kepala

tubuhku mencatat dingin
& mantra-mantra tak lebih berharga
dari sekadar rasa tenang
sejenak saja, hangat pergumulan
mengeriapi suasana

sempatkan mengembara
sebab kesedihan tak akan sirna
maka catatlah segala peristiwa
menjadi dingin yang mengawetkan
sebuah nyala.

lamat-lamat kudengar suara
“sunyi bekerjalah kau
bagi nyawaku risau”

Damparalit, 2024-2025.

Ketika Januari Tiba

gerimis jatuh tipis
melubangi sepi
ada doa yang melingkar diam
menjemput yang utuh
dan yang tak utuh

kenangan terjaga dalam ia
seperti api kecil menolak padam
di jantung badai
jarum jam patah
sebelum angka dua belas
dan rindu atau dendam
tak pernah benar-benar tuntas

barangkali tersisa
nafas pengembara
melarungkan jejak
pada sengketa
dititipkan malam
pada ceruk ingatan

damparalit, 2025-2026.

Variasi Lain
Adam di Firdaus

Telah kutinggalkan taman yang sepi itu.
Firdaus hanya mitos bagi orang-orang
yang takut kotor & basah oleh keringat.

Di sini, di tanah asing berkarat,
aku harus mendefinisikan ulang
setiap buah dan setiap larangan.
Tak ada ular, tak ada godaan.

Hanya diriku sendiri yang menjadi hakim
atas kegagalan dan keindahan yang dicipta.
Dosa telah menjadi kawan akrab,
sebab tanpanya, aku tak bisa dewasa.
Aku telah bebas, dan demikianlah

Kebebasan mengundang banyak kesepian

damparalit, 2025

Catatan: Adam di Firdaus adalah judul puisi karya Subagyo Sastrowardoyo.

Menduga Nasib

kita tak pernah benar-benar
membaca garis tangan, Shava
kita hanya menduga takdir
dengan gagap & seringkali mangkir

sekadar merangkai mitos
dari petuah para leluhur

mengapa kita harus mencari pertanda
di gelap malam, ketika bintang-bintang
hanya patung beku? nasib, seperti sungai,
tak pernah mau kembali ke hulunya.
ia hanya mengalir, membawa ranting kering,
membiarkan kita menjadi perahu kecil
tak punya dayung.

sebab semua ramalan adalah dusta
yang melenakan. yang nyata,
hanyalah tubuh (dan ruh)
berdiri di sini, sekarang,
membawa sekantung penuh doa,
membiarkan segala tanya
dan memilih untuk tetap menyala
berjaga dalam ngungun yang sama

lalu kemudian
lamat-lamat kita dengar
badai di luar jendela
terus memanggil nama kita.

2025

Tak Ada Duka di Beranda

di atas tikar pandan, tempat sepi bercakap,
lampu minyak gantung telah merelakan renyah
bukan nyala, tapi bara yang menyimpan sejarah.
tanah basah menguarkan aroma petaka
tapi, tak ada tangis jatuh dari atap beranda.

sebab segala yang datang adalah penjaga pintu,
gerbang pagi yang tak pernah meminta sandi;
hanya sedia menerima setiap debu di kening waktu.
dan burung-burung, mereka tak pernah bertanya
mengapa harus pulang ke dahan yang sama.

kau lihat? di cangkir gerabah itu, kopi sisa
masih memanggul pahit yang tak ia keluhkan.
seorang lelaki tahu, air matanya takkan mengubah
peta garis tangan atau arah angin yang ditanam
sejak mula, di ladang yang benar telah terbuka

maka, biar saja doa itu sunyi senantiasa
tak ada duka, sebab duka pun telah usai
sebagai kabut yang lenyap sebelum fajar.
beranda ini bukan palagan, tapi altar
tempat kita hanya bertukar pandang
dengan Yang Akbar.

2025.

Maka Kelak Pada Akhirnya

akan ada sunyi
yang menyelubungi batu-batu
suara burung hanya tinggal gema
dari sayap yang menerbangkanmu
tanpa arah

tubuhmu hanyalah riak di permukaan air
pecah lalu hilang, lalu sirna
namun bayangannya masih
berusaha menyentuh dasar

dan barangkali seisi dunia
tak lebih dari sekeping kaca buram
yang memantulkan wajah kita
sebelum benar-benar lenyap
ke dalam cahaya tak bermakna
mudah sirna, mudah sekali sirna

2025

Penulis: Syeftyan Afat
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Next Post

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Syeftyan Afat

Syeftyan Afat

Lahir dan besar di Pacitan. Pernah aktif di Komunitas Literasi Soko Pena Attarmasie. Salah satu puisinya masuk nominasi sayembara cipta puisi nasional Festival Sastra Yogyakarta 2025. Puisi-puisinya dimuat di beberapa media, antara lain Kompas, Jawa Pos, Bacapetra, Basabasi, Harian Rakyat Sultra, Kurungbuka dan lain-lain. Dapat dikunjungi di instagram @syeftyanafat_

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kompres Video dan Gabung Foto: Panduan Lengkap Membuat Konten Visual Lebih Menarik
Pop

Kompres Video dan Gabung Foto: Panduan Lengkap Membuat Konten Visual Lebih Menarik

PERKEMBANGAN teknologi digital membuat kebutuhan akan konten visual semakin meningkat. Banyak orang membuat video untuk media sosial, presentasi, promosi bisnis,...

by tatkala
March 7, 2026
Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang
Esai

Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

SETIAP Sabtu pagi di akhir bulan, Wantilan DPRD Renon bukan sekadar bangunan terbuka dengan tiang-tiang kokoh dan lantai semen yang...

by Agung Sudarsa
March 7, 2026
Refleksi Pendidikan dalam Bioskop India Jalan-Jalan di Karangasem
Panggung

Refleksi Pendidikan dalam Bioskop India Jalan-Jalan di Karangasem

LAYAR putih besar sudah terpasang di panggung aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem, Jumat (6/3) malam. Gedung seluas 500 m2 yang...

by Ni Kadek Grace Vernita
March 7, 2026
Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co