26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lubdaka dan Siwaratri Masa Kini

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 17, 2026
in Esai
Lubdaka dan Siwaratri Masa Kini

Ilustrasi dibuat oleh tatkala.co dengan bantuan Chatgpt

BARANGKALI Siwaratri bukan lagi malam yang sepenuhnya sunyi. Generasi muda merayakannya dengan berbagai macam cara baru, dan di sanalah pertanyaan tentang makna Siwaratri kembali muncul.

Hari Siwaratri merupakan hari suci umat Hindu Bali yang dimaknai sebagai malam perenungan diri. Kata Siwaratri berasal dari kata ‘Siwa’, yang melambangkan kesadaran tertinggi, dan ‘ratri’ yang berarti malam. Dengan demikian, Siwaratri bukan sekadar malam tanpa tidur, tetapi malam untuk membangkitkan kesadaran, mengendalikan diri, dan meninjau kembali kesalahan-kesalahan hidup. Makna ini bersumber dari kisah ‘Lubdaka’, sebuah cerita sederhana karangan Mpu Tanakung yang hingga kini terus diwariskan.

Lubdaka diceritakan sebagai seorang pemburu. Setiap hari ia masuk hutan untuk memburu binatang demi mempertahankan hidup. Dalam ajaran Hindu, membunuh makhluk hidup tergolong perbuatan yang membawa papa atau dosa. Lubdaka bukan orang suci, tidak memahami ajaran agama secara mendalam, dan tidak menjalankan ritual keagamaan. Ia hanyalah manusia biasa dengan banyak kekurangan.

Suatu hari, saat berburu, Lubdaka tersesat di hutan hingga malam tiba. Hutan menjadi gelap, suara binatang buas terdengar di sekelilingnya, dan rasa takut menguasai dirinya. Untuk menyelamatkan diri, ia memanjat pohon bila atau pohon maja. Karena takut dimangsa binatang buas, ia tidak berani turun dan terpaksa berjaga di atas pohon sepanjang malam.

Malam itu bertepatan dengan malam Siwaratri. Karena rasa takut dan cemas, Lubdaka tidak tidur semalaman ─ dalam ajaran Hindu disebut jagra. Agar tetap terjaga, ia memetik daun-daun pohon bila dan menjatuhkannya satu per satu ke bawah. Tanpa ia sadari, tepat di bawah pohon tersebut terdapat lingga Siwa, simbol kehadiran Dewa Siwa. Daun-daun bila yang jatuh mengenai lingga itu dianggap sebagai persembahan suci.

Sepanjang malam itu Lubdaka juga tidak makan dan minum, yang disebut upawasa atau berpuasa. Ia pun tidak berbicara sepatah kata pun, karena sendirian dan diliputi rasa takut ─ monabrata. Tanpa niat beribadah, Lubdaka justru menjalankan tiga Tapa Brata utama Siwaratri secara utuh. Karena ketulusan dan kesadarannya pada malam itu, Dewa Siwa menganugerahkan pengampunan atas dosa-dosanya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Lubdaka tidak berhenti di masa lalu. Pertanyaan pentingnya justru muncul hari ini: bagaimana makna itu dijalani oleh generasi muda yang hidup di tengah perkembangan zaman, pergaulan luas, dan dunia yang hampir tak pernah benar-benar hening.

Generasi muda masa kini hidup dalam realitas penuh tekanan, tuntutan, masalah ekonomi, serta pengaruh pergaulan yang membuat malam sering kali menjadi ruang pelarian. Ketika Siwaratri tiba, tidak semua anak muda mampu atau mau menjalankannya dengan cara ideal seperti yang diajarkan dalam kitab suci.

Sebagian memilih nongkrong di kedai kopi hingga larut malam. Mereka duduk berjam-jam, berbincang tentang kehidupan, pekerjaan, hubungan, dan kegelisahan pribadi. Dalam bentuk tertentu, ini bisa menjadi jagra modern ─ tetap terjaga sambil merenungkan hidup, meski tidak dalam suasana ritual.

Ada pula yang kumpul di warung makan malam atau rumah teman, sekadar agar tidak tertidur. Dalam sisi positif, kebersamaan ini menghadirkan rasa saling menjaga. Ada nilai sosial dan empati yang tumbuh dari kebersamaan tersebut.

Sebagian generasi muda juga tangkil ke pura bersama pasangan atau sahabat. Mereka berdoa dengan sederhana, membawa canang, lalu duduk sejenak. Doa mereka mungkin singkat dan tidak sempurna, tetapi dilakukan dengan hati yang tulus. Dalam bentuk ini, nilai Siwaratri masih menemukan ruangnya.

Namun, praktik tangkil (datang) ke pura di kalangan generasi muda juga tidak lepas dari sisi problematis. Tidak sedikit yang datang ke pura lebih karena dorongan kebutuhan sosial dan citra diri. Busana, sudut foto, dan unggahan di media sosial kerap menjadi perhatian utama, sementara doa dan perenungan justru berada di urutan kedua. Pura yang seharusnya menjadi ruang sunyi untuk menenangkan pikiran, perlahan berubah menjadi latar visual. Dalam kondisi ini, tangkil ke pura berisiko kehilangan makna spiritualnya dan bergeser menjadi sekadar aktivitas simbolik.

Perubahan cara merayakan Siwaratri juga tidak selalu berjalan searah dengan nilai pengendalian diri. Di beberapa kalangan anak muda, malam Siwaratri justru dijadikan alasan untuk minum minuman keras, berjudi, berbicara tanpa kendali, dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan perenungan. Dalam konteks ini, jagra kehilangan maknanya. Terjaga semalaman tidak lagi menjadi sarana introspeksi, melainkan sekadar perpanjangan dari kebiasaan sehari-hari.

Jika Lubdaka dahulu terjaga karena takut akan kematian dan tanpa sadar menemukan kesadaran, sebagian generasi muda kini terjaga karena distraksi. Bukan hening yang dihadapi, melainkan kebisingan. Bukan rasa takut yang membangunkan kesadaran, melainkan kebiasaan yang sering dijalani tanpa arah.

Fenomena ini tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak bisa dibenarkan begitu saja. Generasi muda hidup di tengah dunia yang kompleks dan penuh godaan. Tantangannya bukan hanya bagaimana merayakan Siwaratri, melainkan bagaimana memberi makna pada setiap tindakan yang dilakukan.

Nongkrong bisa menjadi ruang refleksi, bukan pelarian. Kumpul teman bisa menjadi sarana saling mengingatkan, bukan sekadar hiburan. Tangkil ke pura seharusnya menjadi perjumpaan batin, bukan sekadar dokumentasi. Jagra tidak cukup hanya terjaga secara fisik, tetapi perlu disertai kesadaran.

Lubdaka masa kini bukan sosok yang sempurna. Ia masih belajar mengendalikan diri, masih sering salah langkah, dan masih mencari arah hidup. Namun seperti Lubdaka dalam cerita, selama masih ada usaha untuk sadar, menahan diri, dan memperbaiki kesalahan, nilai Siwaratri akan tetap ada. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari SiwaratrihinduHindu BaliLubdakaMpu TanakungSiwaratriTanakung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Sastra Suci Ditelanjangi dan Dipertaruhkan di Ruang Kalah-Menang

Next Post

Nanda Candra Rilis Single ‘Setara’, Lagu tentang Keberanian Memilih Diri Sendiri

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Nanda Candra Rilis Single ‘Setara’, Lagu tentang Keberanian Memilih Diri Sendiri

Nanda Candra Rilis Single 'Setara', Lagu tentang Keberanian Memilih Diri Sendiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co