25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Irsyad Qalbi | Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi by Irsyad Qalbi
November 1, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Irsyad Qalbi  |  Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi

HUJAN LAIN PADA SEBUAH TAMAN

di taman
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
itu hari hampir senja dan
habis saja hujan

(ada jembatan tua antara kali kecil itu
tampak lebih bijak dengan
permak cat hijau dan putih)

ini kepalaku, sempurna dipangkumu.
wajahku serupa daun hijau muda
dan matamu langit biru sepuh

di antara rimbunan kembang dan
bangku taman yang lembab
segala hendak jadi sunyi

(ada rosario yang kau kenakan bergetar
ikuti gelisah nafasmu
dan lantunan murottal quran
barang kali dengung nyamuknyamuk
yang kerap meresahkan kita)

di matamu
awan kilat dan muram
lekas pecah perlahan.
tipis gerimis
pelan hujan.
gumammu, ialah guntur
yang menghentak-hentak dadaku

air mata jatuh ke wajah
pecah jadi perih
dicerap akar jantungku

menjelang tibanya sesuatu
yang telah sering kita terka
kita pun gigil sebab dingin yang lain

di taman,
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
sebab ini kali terakhir, barang kali

yang bisa jadi milik kita
sebelum nanti
sesuatu yang malam itu tiba

Yogyakarta, 2025
 

PARADE PADA MUSIM KEMARAU BASAH

parade-parade kesedihan tertanggal
dalam almanak.
pada musim kemarau basah
juni yang runyam dan murung

setiap perayaan, selalu
air mata jatuh
air mata jatuh

semenjak tahun pertama

(terompet ditiup
perkusi ditabuh
lagu-lagu kekalahan dimainkan
bergaung, bergaung
dalam keriuhan tangisan)

aku bertaruh
aku bertaruh

kau dan mereka akan pergi lagi.
meninggalkan dan
tak berniat kembali

satupersatu
bergegas menuju
gerbonggerbong
yang penuh dan sesak.
menambah kehilangan liyan
memanjangkan parade tahun depan

tapi aku di sini
masih di sini.
menyaksikan semua
di bawah langit hujan panas
kenakan payung hitam
—penuh lubang

Yogyakarta, 2025
 

HARI-HARI YANG MALAS

hari-hari yang malas.
hanya angin dan sinar
menyempil di sela-sela kemurungan

seperti suatu kerentaan:
kecemasan, dengung panjang
yang bergejolak tenang.
terasa sore pelan sekaligus runyam

—sekarat, betapa lembut
mengecup kening

basuh aku,
basuh aku

suatu yang bening
suatu yang jernih

redakan sesuatu dari dalam
yang diam-diam
begitu sengsara

aku berserah, aku berserah.
cukupkan ranting rapuh
dan layu daun muda

nasib baik,
lebihlah beriak dan mengalir
seperti waktu
hanyutkan
hanyutkan …

Yogyakarta, 2025 

HANYA SOAL WAKTU

lalu tentang sekarang,
telah kami sadari
bahwa semua ini cuma permainan
—seribu omongkosong menjelma
katakata yang dipaksa melumat sentausa

(aku menyaksikan katakata
telah diperkosa dan
bukan lagi suatu kerahasiaan)

segala pun hangus,
sejak angkuh api di dada mereka
habiskan isi kami.
sudah hampir tiada sisa
yang benar milik kami di tempat ini

hidup cuma menanti terang
dalam kebisuan yang bergejolak

(adakah sentausa dapat lahir dan
hidup panjang dari
segala bualan?)

ketidaksadaran, diamdiam
merakit puingpuing
menjadi peledak.
seakan menggugat
jadi bahasa baru
: katakata yang dapat
mereka pahami

sumbu telah tersulut
dan hampir pada tiba.
adalah bom waktu, sungguh

hanya soal waktu.

Yogyakarta, 2025 

KESEDIHAN INI


: Avyy

kesedihan ini,
barang kali segenap kekuatan untukku
yang telah diam-diam kau anyam
jauh sebelum ini tiba.

agar sewaktu-waktu
ketika aku mengenangmu,
aku dapat mengasihi diriku
seperti kau mengasihi aku.

engkau, mahkluk kecil lagi malang,
istirahlah dalam teduh;
dalam hening damaimu

Yogyakarta, 2025
 

SIMENG

barang kali bulubulu acapkali rontok
dan perutmu yang kerap keroncongan
itu sebab kami ini tak pandai merawat, kukira

tapi dalam naas asuhan ini
begitu kau selalu cukupi aku
untuk ada kau di sisi.
kenangan yang seperti tikus-tikus loteng
cuma bisa takluk
dalam cakar dan taringmu yang lucu

Bima — Yogyakarta, 2025
 

TIKUS-TIKUS LOTENG

hatiku serupa sobekan kertas.
berserakan di seluruh
rumah hampir musnah

betapa kenangan telah menjelma
tikus-tikus loteng

kerisauan bangkit
dari derap
kakikaki mungil
dan decitdecit
yang malar

: seperti tiada celah
buat menghindar.
kesedihan nan perih mengintai
mengancam dari langit-langit

kesunyian kamar
seperti tubuhku, gigil
dalam selimut rajut ibu.
habis di pembaringan:
sisa tulang-belulang

Bima — Yogyakarta, 2025

.

Penulis: Irsyad Qalbi
Editor: Adnyana Ole
 

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tri Hita Karana dalam Realita Kacamata Pariwisata Bali

Next Post

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Irsyad Qalbi

Irsyad Qalbi

Lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Ia aktif di dunia kepenulisan dan kepemanggungan. Beberapa kali ia memenangkan lomba kepenulisan (puisi) dan juga lomba musikalisasi-puisi. IG @sat.is.at

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co