25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Irsyad Qalbi | Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi by Irsyad Qalbi
November 1, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Irsyad Qalbi  |  Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi

HUJAN LAIN PADA SEBUAH TAMAN

di taman
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
itu hari hampir senja dan
habis saja hujan

(ada jembatan tua antara kali kecil itu
tampak lebih bijak dengan
permak cat hijau dan putih)

ini kepalaku, sempurna dipangkumu.
wajahku serupa daun hijau muda
dan matamu langit biru sepuh

di antara rimbunan kembang dan
bangku taman yang lembab
segala hendak jadi sunyi

(ada rosario yang kau kenakan bergetar
ikuti gelisah nafasmu
dan lantunan murottal quran
barang kali dengung nyamuknyamuk
yang kerap meresahkan kita)

di matamu
awan kilat dan muram
lekas pecah perlahan.
tipis gerimis
pelan hujan.
gumammu, ialah guntur
yang menghentak-hentak dadaku

air mata jatuh ke wajah
pecah jadi perih
dicerap akar jantungku

menjelang tibanya sesuatu
yang telah sering kita terka
kita pun gigil sebab dingin yang lain

di taman,
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
sebab ini kali terakhir, barang kali

yang bisa jadi milik kita
sebelum nanti
sesuatu yang malam itu tiba

Yogyakarta, 2025
 

PARADE PADA MUSIM KEMARAU BASAH

parade-parade kesedihan tertanggal
dalam almanak.
pada musim kemarau basah
juni yang runyam dan murung

setiap perayaan, selalu
air mata jatuh
air mata jatuh

semenjak tahun pertama

(terompet ditiup
perkusi ditabuh
lagu-lagu kekalahan dimainkan
bergaung, bergaung
dalam keriuhan tangisan)

aku bertaruh
aku bertaruh

kau dan mereka akan pergi lagi.
meninggalkan dan
tak berniat kembali

satupersatu
bergegas menuju
gerbonggerbong
yang penuh dan sesak.
menambah kehilangan liyan
memanjangkan parade tahun depan

tapi aku di sini
masih di sini.
menyaksikan semua
di bawah langit hujan panas
kenakan payung hitam
—penuh lubang

Yogyakarta, 2025
 

HARI-HARI YANG MALAS

hari-hari yang malas.
hanya angin dan sinar
menyempil di sela-sela kemurungan

seperti suatu kerentaan:
kecemasan, dengung panjang
yang bergejolak tenang.
terasa sore pelan sekaligus runyam

—sekarat, betapa lembut
mengecup kening

basuh aku,
basuh aku

suatu yang bening
suatu yang jernih

redakan sesuatu dari dalam
yang diam-diam
begitu sengsara

aku berserah, aku berserah.
cukupkan ranting rapuh
dan layu daun muda

nasib baik,
lebihlah beriak dan mengalir
seperti waktu
hanyutkan
hanyutkan …

Yogyakarta, 2025 

HANYA SOAL WAKTU

lalu tentang sekarang,
telah kami sadari
bahwa semua ini cuma permainan
—seribu omongkosong menjelma
katakata yang dipaksa melumat sentausa

(aku menyaksikan katakata
telah diperkosa dan
bukan lagi suatu kerahasiaan)

segala pun hangus,
sejak angkuh api di dada mereka
habiskan isi kami.
sudah hampir tiada sisa
yang benar milik kami di tempat ini

hidup cuma menanti terang
dalam kebisuan yang bergejolak

(adakah sentausa dapat lahir dan
hidup panjang dari
segala bualan?)

ketidaksadaran, diamdiam
merakit puingpuing
menjadi peledak.
seakan menggugat
jadi bahasa baru
: katakata yang dapat
mereka pahami

sumbu telah tersulut
dan hampir pada tiba.
adalah bom waktu, sungguh

hanya soal waktu.

Yogyakarta, 2025 

KESEDIHAN INI


: Avyy

kesedihan ini,
barang kali segenap kekuatan untukku
yang telah diam-diam kau anyam
jauh sebelum ini tiba.

agar sewaktu-waktu
ketika aku mengenangmu,
aku dapat mengasihi diriku
seperti kau mengasihi aku.

engkau, mahkluk kecil lagi malang,
istirahlah dalam teduh;
dalam hening damaimu

Yogyakarta, 2025
 

SIMENG

barang kali bulubulu acapkali rontok
dan perutmu yang kerap keroncongan
itu sebab kami ini tak pandai merawat, kukira

tapi dalam naas asuhan ini
begitu kau selalu cukupi aku
untuk ada kau di sisi.
kenangan yang seperti tikus-tikus loteng
cuma bisa takluk
dalam cakar dan taringmu yang lucu

Bima — Yogyakarta, 2025
 

TIKUS-TIKUS LOTENG

hatiku serupa sobekan kertas.
berserakan di seluruh
rumah hampir musnah

betapa kenangan telah menjelma
tikus-tikus loteng

kerisauan bangkit
dari derap
kakikaki mungil
dan decitdecit
yang malar

: seperti tiada celah
buat menghindar.
kesedihan nan perih mengintai
mengancam dari langit-langit

kesunyian kamar
seperti tubuhku, gigil
dalam selimut rajut ibu.
habis di pembaringan:
sisa tulang-belulang

Bima — Yogyakarta, 2025

.

Penulis: Irsyad Qalbi
Editor: Adnyana Ole
 

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tri Hita Karana dalam Realita Kacamata Pariwisata Bali

Next Post

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Irsyad Qalbi

Irsyad Qalbi

Lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Ia aktif di dunia kepenulisan dan kepemanggungan. Beberapa kali ia memenangkan lomba kepenulisan (puisi) dan juga lomba musikalisasi-puisi. IG @sat.is.at

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co