3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Guru Bertanya, Siswa Belajar: Menghidupkan Kelas dengan Keterampilan Bertanya Dasar

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 16, 2025
in Esai
Ketika Guru Bertanya, Siswa Belajar: Menghidupkan Kelas dengan Keterampilan Bertanya Dasar

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

GURU selalu ditempatkan pada posisi penting dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sebagai penyampai materi, guru juga dituntut menguasai sejumlah keterampilan agar proses belajar mengajar tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan pengalaman bermakna bagi siswa. Salah satu keterampilan yang kerap dianggap sederhana, namun sebenarnya menjadi kunci dari proses pembelajaran yang hidup, adalah keterampilan bertanya. Kompetensi ini termasuk dalam kompetensi pedagogik yang wajib dimiliki guru, sejajar dengan keterampilan dasar mengajar lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keterampilan adalah “kecakapan untuk menyelesaikan tugas”. Sementara itu, bertanya berasal dari kata “tanya” yang berarti permintaan keterangan. Maka, keterampilan bertanya dapat dimaknai sebagai kecakapan guru dalam mengajukan pertanyaan yang mampu memicu respons, jawaban, atau tanggapan dari siswa. Pertanyaan bukan hanya ungkapan verbal yang menuntut jawaban, melainkan juga stimulus yang menggerakkan proses berpikir. Seperti dikatakan dalam sebuah pandangan klasik, “bertanya itu sendiri berarti berpikir”.

Brown (1975) menyebut bahwa bertanya adalah “any statement which tests or creates knowledge in the learner,” artinya setiap pertanyaan mengkaji atau menciptakan pengetahuan baru dalam diri peserta didik. Eni Purwati, dkk (2009) juga menegaskan bahwa tujuan pertanyaan dalam pembelajaran agar siswa memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir. Artinya, kualitas pertanyaan guru akan sangat berpengaruh pada kualitas jawaban dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Guru yang mampu bertanya dengan baik sebenarnya sedang mengajar dengan baik.

Pertanyaannya kemudian, mengapa bertanya menjadi begitu penting?

Karena dari satu pertanyaan sederhana, proses belajar dapat bergerak. Pertanyaan yang tepat dapat membuka rasa ingin tahu, memusatkan perhatian siswa, sekaligus menyadarkan mereka bahwa memahami pelajaran bukan hanya soal mendengar maupun menghafal, tetapi juga soal berpikir, merespons, dan menyusun pemahaman. Dari sinilah manfaat keterampilan bertanya terlihat. Pertanyaan dapat meningkatkan rasa ingin tahu, mendorong siswa menjadi lebih aktif, melatih keberanian untuk berpendapat, dan membantu guru menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. Lebih dari itu, pertanyaan juga dapat menciptakan suasana kelas yang dinamis, tidak hanya satu arah.

Dalam praktiknya, keterampilan bertanya dibagi menjadi dua tingkatan, yakni bertanya tingkat dasar dan bertanya tingkat lanjut. Pada tingkat dasar, guru mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi umum, membuka pembelajaran, atau meninjau kembali pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya. Pertanyaan dasar biasanya muncul di awal, tengah, atau akhir pembelajaran. Fungsinya tidak lain untuk membangun koneksi antara pengetahuan lama dengan materi baru. Hasibuan (1991) menyebut bahwa pertanyaan tingkat lanjut digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir lebih tinggi, sementara pertanyaan dasar menjadi fondasinya.

Agar pertanyaan dasar memiliki fungsi optimal, ada beberapa komponen penting yang harus diperhatikan guru. Pertama, pertanyaan harus disampaikan dengan jelas dan singkat. Pemilihan kata sangat menentukan apakah siswa dapat memahami maksud pertanyaan. Di sinilah kemampuan guru membaca karakteristik siswa menjadi penting. Kedua, pemberian acuan. Sebelum bertanya, guru bisa memberikan konteks agar arah jawaban lebih tajam. Misalnya, “Bumi merupakan salah satu planet yang mengelilingi Matahari. Dapatkah Anda menyebutkan nama planet lain yang mengelilingi matahari selain Bumi?” Kalimat pembuka tersebut memberi arah sebelum pertanyaan dilontarkan.

Ketiga, pemindahan giliran menjawab. Jika satu siswa belum memberikan jawaban yang tepat, guru dapat memindahkan giliran ke siswa lain tanpa menciptakan kesan menghakimi. Keempat, penyebaran pertanyaan. Pertanyaan sebaiknya tidak hanya diarahkan kepada satu dua siswa saja, tetapi memberi peluang kepada seluruh siswa untuk berpikir. Guru bisa mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu sebelum menunjuk siapa yang menjawab. Kelima, pemberian waktu berpikir. Setelah pertanyaan disampaikan, guru tidak perlu langsung menunjuk siswa untuk menjawab. Jeda sejenak memberi kesempatan bagi seluruh siswa untuk memproses informasi.

Terakhir, pemberian tuntunan. Jika siswa kesulitan menjawab pertanyaan, guru dapat memberi petunjuk kecil atau memecah pertanyaan menjadi bagian yang lebih sederhana agar siswa dapat membangun jawabannya sendiri. Dengan cara ini, siswa tidak sekadar menerima jawaban, tetapi belajar membentuk pemahaman.

Sayangnya, di banyak kelas, keterampilan bertanya belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Tidak sedikit guru yang masih mendominasi pembelajaran dengan ceramah panjang tanpa diselingi pertanyaan. Pembelajaran menjadi satu arah, siswa pasif, dan ruang dialog tidak muncul. Padahal, penguasaan keterampilan bertanya merupakan kunci menciptakan suasana belajar yang hidup. Guru yang mampu bertanya dengan baik bisa mengatur ritme kelas, membangun rasa ingin tahu siswa, dan bahkan menciptakan kedekatan emosional melalui interaksi multiarah.

Beberapa alasan mengapa keterampilan bertanya dasar penting dikuasai

Guru sering kali lebih nyaman bercerita panjang lebar daripada membangun dialog. Siswa juga tidak terbiasa bertanya karena budaya kelas yang cenderung teacher-centered. Selain itu, masih ada anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi menguji pemahaman, bukan sebagai alat berpikir. Padahal, pertanyaan bisa menjadi undangan bagi siswa untuk terlibat secara mental dan intelektual.

Dalam praktik mengajar, pertanyaan dapat diberikan di tiga momen penting. Di awal pembelajaran untuk menarik perhatian, di tengah pembelajaran untuk mendorong pemikiran kritis, dan di akhir pembelajaran untuk menegaskan pemahaman. Sebuah contoh sederhana dapat dilihat dalam pelajaran sejarah. Guru mungkin memulai dengan pertanyaan dasar seperti, “Siapakah presiden pertama Negara Indonesia?” Pertanyaan ini berada pada level kognitif rendah, namun menjadi pintu masuk diskusi yang lebih kompleks, seperti membahas karakter kepemimpinan atau konteks sejarah pada masa itu.

Kendati demikian, ada sejumlah hal yang perlu dihindari agar pertanyaan tidak kehilangan makna. Misalnya, guru menjawab pertanyaannya sendiri, mengulangi pertanyaan yang sudah jelas secara berulang-ulang, atau memberikan pertanyaan ganda yang membuat siswa bingung. Menunjuk siswa terlebih dahulu sebelum menyampaikan pertanyaan juga dapat memicu kecemasan. Pertanyaan seharusnya menumbuhkan keberanian, bukan rasa takut.

Dari sini dapat terlihat bahwa bertanya bukan sekadar tindakan lisan, tetapi keterampilan pedagogis yang membutuhkan kesadaran, teknik, dan kepekaan. Guru yang mendengarkan jawaban siswa dengan sungguh-sungguh, menanggapinya dengan positif, dan menuntun proses berpikir siswa, sebenarnya sedang membangun budaya dialog di dalam kelas. Dan di situlah pendidikan bekerja dengan cara yang paling manusiawi.

Pada akhirnya, mengajukan pertanyaan bukan hanya cara untuk mengevaluasi pengetahuan, tetapi cara membangun kemampuan berpikir. Pertanyaan yang sederhana bisa menjadi pemantik bagi proses belajar yang lebih dalam. Di ruang kelas yang hidup, pertanyaan tidak jatuh sebagai formalitas, tetapi hadir sebagai jembatan antara rasa ingin tahu dan pengetahuan. Guru yang memahami ini tidak hanya mengajar, tetapi juga membangkitkan kesadaran berpikir dalam diri siswa. Dan, mungkin di situlah letak seni mengajar yang sesungguhnya. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: guruPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Budaya Bertabrakan: Reaksi Psikologis dan Sosial terhadap Imigran India di Negara Maju

Next Post

[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails
Next Post
[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co