SENJA LINDAP BEGITU SAJA
pada cuaca yang sulit kueja
pendarmu selalu kutunggu
turun perlahan ke dalam peraduan
hatiku laut biru
tiba-tiba desau angin
membawa debur yang mengacau ingin
kau melindap lalu lenyap
ditelan senja yang gelap
jejak-jejak yang tertinggal
jadi bayang-bayang
semakin jauh semakin samar
aku pulang menyusuri jalan kenangan
YANG KUPESAN UNTUKMU
puisimu telah kubaca
tapi rintik masih betah bernyanyi
malam belum bisa tidur
di dinding kamar
tersaji aneka menu mimpi
menu apa yang akan ayah pesan?
untukmu
juga dua ilalang
yang terlelap udara dingin
aku pesankan
kicau burung pagi
semoga masih tersedia
rintik perlahan menyepi
lindap ditelan rekah tanah
erat didekap akar-akar pohon
hangat seperti pelukan kita
tidurlah
tidurlah, sayang
biarkan malam
beristirahat dengan tenang
menyiapkan menu pesanan kita
AKU PEMBURU KERANG
laut begitu tenang hari ini
tapi kau tetap tak akan tahu
di mana ikan-ikan bermukim
ada keyakinan
saat kail tetap kau lempar
walau ikan-ikan kecil pun tak menyambar
ada keraguan
aku pemburu kerang
menyelam jauh ke dasar lautan
padahal di tepian
kilau mutiara
menanti di depan mata
SECANGKIR SENJA
pahit secangkir senja
kau seduh di tungku hatimu
masih saja aku reguk
dalam kenangan luka meringkuk
SENJA ITU DIRIMU
aku pernah
membuat senja begitu resah
saat perahu kayu
yang kita rakit bersama
diam-diam aku tambatkan
pada dermaga yang salah
tapi dirimu
senja yang sahaja itu
dalam hati yang gelisah
menerimaku tiada sudah
.
Penulis: Komang Sujana
Editor: Made Adnyana Ole



























