Otonan
ada satu hari di mana kau akan dijadikan dewa
ketika ibu dan nenek menyulamkan janur hanya untuk dirimu
bebek panggang dan buah-buahan merayakan hari lahirmu
dengan ketuk batu, kepalamu kini lebih suci seribu kali
uratmu bersulam timah
tulangmu berganti besi.
Dulu, di malam kelahiran
Kuning lampu, kurungan ayam, dan duri-duri pandan
menjaga api dalam tubuhmu—pun aku.
Tiga bulan usia
rambut dipersembahkan bunga
dan saat kaki kecil itu mengusap tanah untuk kali pertama:
kau telah menjadi manusia.
Medangkungan, 2025
Ada yang Mau Bertemu Diri-Mu
sebermula adalah teratai putih
jari-jemari kembang bakung
dan di malam antara kelahiran
ada yang mau bertemu diri-Mu
ketika pusar ditukar uang kepeng bolong
kuku-kuku dikikir agar kau pulang dari tidur
saat telingamu disisipi kemenyan
dan bayang cermin di mata
bunga hidung, hidung bunga
jiwamu kiambang
jiwamu api dan rerumputan.
Usai sudah semua diceritakan
usai sudah pertunjukan
padam lampu
pecah tangis bayi.
2025
Di Pusat Oleh-oleh
anak kecil mengasong bendera di pusat oleh-oleh
mainan mobil di matanya
ia berteriak: “merdeka!”
Bandung, Juli 2025
Hantu-Hantu Asia Afrika
Teng!
Teng!
Teng!
perjamuan, perjamuan akan segera dimulai
hantu-hantu segeralah bersolek dan menuju pos masing-masing
di selasar jalan Braga
di malam tangga Asia Afrika
duduklah dengan tenang
matahari belum juga tanggal dari jalanan.
Sore pukul enam,
teng pertama!
selepas mandi pakailah gincu hitam dan codetkan sedikit alis
pasang sayap-sayap hitam dan kuku-kuku tajam
selepasnya barulah taring dan tambah darah dari bibir sebelah kanan
Teng kedua!
Hiduplah seperti orang mati
uang akan lebih bijaksana ketika kamu masih di dunia
perut lapar tak akan kenyang bila diberi puisi
maka berbarislah cepat, manusia akan berdatangan
Teng ketiga!
Pukul delapan malam, lampu dihidupkan, hidup dimatikan.
Malam
Bulan
Gedung
Lampu jalan
Teng ketiga puluh satu!
orang-orang ketakutan
lari telanjang, terkencing-kencing
membayarmu dua puluh ribu untuk berfoto dengan wajah menakutkan itu
Teng!
Teng!
Teng!
Perjamuan! Cukup sudah perjamuan!
jam gentayangan telah usai,
sila lepaskan rias wajah
kembalilah
kembalilah menjadi ibu
ada anak yang harus kamu beri susu
kembalilah menjadi bapak
akan kurahasiakan ini pada istrimu
kembalilah sebagai mahasiswa
aku turut bersedih dengan besaran uang kuliahmu
Besok, kita ulangi. Ada manusia hidup yang harus digentayangi.
Juli 2025
Orkes Mobil Bak Terbuka
sengit matahari di pecah bibir
hitam-hitam berbaris berkepal tangan
mencatat dendang di atas mobil bak terbuka
toa dan bau bensin siap melagukan
:orkes dimulai
O, menarilah menarilah
tunjangan sejuta tunjangan
O, menarilah menarilah
tunjangan puluhan juta tunjangan
O, menarilah menarilah
tunjangan ratusan juta tunjangan
lamun malam api kota
kucing hilang dalam penjarahan
nama hilang dalam lindasan
esok pagi orkes masih juga masih
di atas mobil bak terbuka
perempuan-perempuan tanpa rias wajah
dan bekas tanak nasi di tangannya
seumpama Mahakali mengumpan tarian
dan melengkingkan suaranya
“Anakku digilas barakuda!”
September 2025
.
Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole



























