KABUPATEN Buleleng sepertinya tak henti-henti melahirkan atlet panjat tebing yang mumpuni dan berprestasi. Sebelumnya ada Desa Made Rita Kusuma Dewi sudah melanglang pada kejuaraan panjat tebing kelas dunia, dan ada Kadek Adi Asih yang juga sudah melesat ke ajang dunia.
Kini ada Ni Made Maylia Ardani Putri. Namanya mencorong dalam Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, September 2025. Pada Porprov Bali ini, gadis yang biasa dipanggil Maylia atau Lia ini mencatatkan diri sebagai peraih lima medali emas pada katagori yang berbeda. Yakni, katagori Speed World, Record Beregu Putri, Speed Classic Beregu Putri, Speed Classic Perorangan Putri, dan Speed Classic Campuran.
Maylia ilahir di Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng, 29 Mei 2006. Ia mengenal dunia panjat tebing bermula dari sekadar ajakan bermain dari temannya sewaktu dulu.
Saat itu Maylia masih kelas empat SD, sekira tahun 2016, dan mulai ikut panjat tebing karena diajak teman. Lama-lama ia merasa senang dan sangat menikmati dunia panjat-memanjat itu. Ia mulai mengikuti latihan panjat tebing secara rutin.
Kemudian, ia mengikuti kejuaraan BWCC tingkat kabupaten di tahun itu, dan raih medali emas dan perak untuk pertama kalinya.
“Awalnya mencoba mengikuti panjat tebing ini lama kelamaan menjadi nyaman karena lingkungannya yang asik dan teman temannya sangat seru,” kata Made Maylia.
Kini karir Maylia tak bisa dibilang main-main. Prestasinya terus menaik, tinggi semakin tinggi. Ia buktikan di Porprov Bali 2025.
“Latihan untuk Porprov kurang lebih menjalani TC 4 bulan dari bulan Mei sampai menjelang lomba bulan September,” kata Maylia tentang waktu latihannya yang maksimal.

Melalui cabor panjat tebing, Maylia merasa belajar banyak hal, seperti disiplin dan attitude. Bahkan, dengan banyak mengikuti kejuaraan dan menang, Meylia merasa sudah membantu sedikitnya tentang keuangan keluarga.
kejuaraan BWCC, tahun 2017, Meylia mencoba kembali peruntungan memanjat di kejuaraan tingkat kabupaten pada seleksi Porjar 2017,dan ia kembali sabet medali emas dan perak.
“Setelah kejuaraan tersebut saya terpilih mengikuti TC dalam rangka persiapan PORJAR 2017, itu merupakan PORJAR pertama saya, di sana saya meraih medali perunggu, pada tahun 2018 saya kembali mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten dan saya meraih medali emas dan perak,” lanjutnya.
Soal kejuaraan, tak habis-habisnya dilalap oleh Meylia. Lihat saja perstiwa penting dirinya di tahun 2018, ketika kejuaraan Porjar, ia juga gasak 2 medali perunggu.
Sedang pada tahun 2019, Meylia juga sempat mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten. Di Porjar ketiganya, Meylia mendapatkan medali perak dan perunggu.

Cerita Meylia betul-betul isinya juara-juara dan juara—walaupun tidak semuanya membuahkan hasil medali emas. Seperti di kejuaraan tingkat Provinsi seperti Kejuaraan Badung Cup, Meylia gasak kembali medali perak.
Lanjut di tahun 2020 tidak ada Porjar dikarenakan pada saat adanya Covid-19, namun Meylia tetap mengikuti latihan secara rutin secara online dan luar jaringan, dengan waktu terbatas.
“Pada tahun 2021 itu Covid-19 sudah mulai mereda dan masih tetap belum ada kabar bahwa adan dan tidaknya Porjar, tetapi di saat itu saya sempat mengikuti kejuaraan tingkat provinsi di Kabupaten Karangasem,” kata Meylia cerita masih rajin ikut lomba.
Di kejuaraan itu, Meylia masih meraih medali perak. Berlanjut kisahnya pada tahun 2022 ketika ia serius mengikuti TC persiapan kejuaraan tingkat provinsi Sirkuit Seri 1 di Kabupaten Gianyar, tak tanggung-tanggung ia gasak 3 medali perunggu, dan selang beberapa bulan kemudian Meylia kembali mengikuti TC persiapan event yang sangat besar di Bali, yaitu Porvrop Bali XV 2022.
“Pada saat itu TC-nya lumayan sangat ketat, panas-panasan dengan latihan hampir setiap hari. Pulang ke rumah hanya untuk mandi dan beristirahat sebentar, kemudian menyempatkan sekolah di jam-jam tertentu,” kata Meylia sedang hactic.
Hal yang membuat sedih kala itu, ketika pulang sekolah mesti lanjut latihan lagi sampai tidak punya waktu untuk mengobrol bersama dengan keluarga di rumah.
“Latihan itu tanpa henti sampai menjelang kejuaraan Porprov Bali XV dan pada saat Porprov tiba di sana saya turun 5 nomor. Saya hanya dapat meraih 4 medali, yakni 2 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu,” lanjutnya.
Namun walaupun demikian jungkir balik ketika latihan, Meylia merasa bangga karena Porprov pertamanya itu, ia mendapatkan hasil yang memuaskan dan suatu kebanggan baginya karena sudah terpilih sebagai delegasi dari Buleleng di arena yang lebih besar dari Porjar, yaitu Porprov tadi.
“Saya sempat mengikuti kejuaraan nasional pada Kejurnas Situbondo di tahun itu, kemudian pada tahun 2023 saya mengikuti Porjar keempat saya dengan perolehan 1 medali emas dan 2 medali perak,” kata Meylia.
Jika disimpulkan, berikut ini adalah kenangan manis dari Meylia tentang medali-medalinya; Juara 1 Speed Classic Team Putri Porprov Bali (2022), Juara 1 Speed World Record Team Putri Porprov Bali (2022), Juara 2 Speed World Record Perorangan Putri Porprov Bali (2022), Juara 3 Speed World Record Mix Porprov Bali (2022).
Kemudian ada juga Juara 3 Speed World Record Perorangan Putri Sirkuit Seri 1 Kabupaten Gianyar (2022), Juara 3 Lead Perorangan Putri Sirkuit Seri 1 Kabupaten Gianyar (2022), Juara 3 Boulder Perorangan Putri Sirkuit Seri 1 Kabupaten Gianyar (2022), Juara 1 Lead Mix Porjar Bali (2023), Juara 2 Lead Perorangan Putri Porjar Bali (2023), dan Juara 2 Boulder Perorangan Putri Porjar Bali (2023).

Lanjut terus Juara 2 Lead Perorangan Putri Bupati CUP Kabupaten Badung (2023), Juara 2 Lead Perorangan Putri Festival Bahari Kabupaten Badung (2023), Juara 3 Hangging Challenge Putri Festival Bahari Kabupaten Badung (2023), Juara 2 Lead Mix Porjar Bali (2024), Juara 2 Lead Perorangan Putri Porjar Bali (2024), Juara 3 Speed World Record Perorangan Putri Porjar Bali (2024) dan Finalis Ke-4 Besar Team Boulder Putri PON ACEH SUMUT XXI Nasional (2024).
Belum habis, masih ada Juara 3 Speed Classic Perorangan Putri Wiraraja Competition Lumajang Nasional (2024), Finalis Ke-4 Besar Lead Perorangan Putri Wiraraja Competition Lumajang Nasional (2024), Juara 1 Lead Perorangan Putri Sirkuit Seri 1 Kabupaten Klungkung (2025), Juara 1 Boulder Perorangan Putri Sirkuit Seri 1 Kabupaten Klungkung (2025), Juara 3 Speed Classic Perorangan Putri Sirkuit Seri 1 Kabupaten Klungkung (2025), dan Peringkat 12 (Semifinal) Lead Perorangan Putri POPNAS (2023).
Sampai di situ, ia juga sempat meraih Juara 3 Lead Mix PORJAR BALI (2017), Juara 3 Lead perorangan putri PORJAR BALI (2018), Juara 3 Boulder perorangan putri PORJAR BALI (2018), Juara 3 Lead Mix Putri PORJAR BALI (2019), Juara 2 Boulder Perorangan putri PORJAR BALI (2019), Peringkat 10 besar Kategori Speed WR Putri Kejurnas Tangerang, Peringkat 6 besar Kategori Boulder Putri Kejurnas Tangerang.
Jadi, tak heran, di Porprov Bali 2025, Meylia sabet keras lima medali sekaligus, sebagaimana pengalamannya sudah gokil dulu-dulu itu. Dan terakhir, ia berharap, dirinya juga bisa menyusul di kejuaraan internasional seperti Kadek Adi Asih. Aamiin. Teruslah memanjat.
Sekadar diketahui, cabor panjat tebing Buleleng ditarget mendapatkan 5 emas dalam Porprov Bali 2025, dan berhasil melewati target itu dengan mendapatkan 7 emas. Cabor panjat tebing meski Buleleng tidak menjadi juara umum yang diraih Badung dengan 9 emas, tapi tim panjat tebing adalah tim paling banyak menyumbangkan medali emas untuk Buleleng yakni 7 emas [T]
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole



























