6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Emi Suy | Merah Putih di Jalan Berdebu

Emi Suy by Emi Suy
August 17, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Emi Suy | Merah Putih di Jalan Berdebu

Emi Suy

MERAH PUTIH DI JALAN BERDEBU

bendera itu masih berkibar
seperti doa yang disematkan pada bambu
tiangnya rapuh, catnya terkelupas
namun tetap menantang angin
seolah hendak berkata:
“aku adalah saksi sejarah yang tak bisa dipadamkan.”

tetapi tanah di bawahnya tetap retak,
jalan penuh lubang menyimpan genangan,
anak-anak berlari dengan kaki telanjang
mengejar sekolah yang jauh
seperti cahaya yang menipu di balik kabut.

di mata mereka, merah putih tampak gagah,
tapi di perut mereka, lapar masih bersuara.
di buku catatan mereka, angka berhenti di halaman awal.
apakah kemerdekaan hanya untuk mereka
yang sudah kenyang?
sementara yang lapar
hanya bisa melambai pada bendera
tanpa tahu arti bebas
selain bebas untuk terus menunggu janji.

Cengkareng, Agustus 2025

 

MERDEKA YANG BELUM PULANG

di televisi, parade berjalan rapi.
barisan seragam menapak dengan nada yang sama,
musik militer menghentak seperti genderang kemenangan.
di layar itu, bangsa ini tampak gagah.

tapi di rumahku, ibu mengaduk panci kosong
lebih lama dari biasanya,
seakan-akan doa bisa menumbuhkan nasi.
di meja makan kami, sendok berbaris tanpa isi.
kami menonton pesta itu dari jauh,
seperti tamu asing di pesta tetangga
yang tak pernah mengundang kami.

kemerdekaan,
kau berjanji pulang ke setiap rumah
tapi langkahmu seperti tersesat.
kau singgah ke istana,
menyelip di pidato yang berapi-api,
namun lupa singgah di dapur kami.
kau hadir di spanduk besar di jalan raya,
tapi hilang di pasar tradisional.
kau berdiri tegak di lapangan upacara,
tapi tertidur di tubuh petani
yang tak mampu membeli pupuk lagi.

mungkin merdeka adalah seekor burung
yang dilepas dari sangkar
tapi kehilangan arah pulang.
ia berputar-putar di langit kota
sementara di kampung,
anak-anak hanya bisa menunggu
suara sayapnya.

Cengkareng, Agustus 2025

 

DOA SEORANG BURUH

mesin pabrik berdengung
seperti doa panjang tanpa jeda.
ia terus berputar, tak pernah tidur,
sementara tubuhku pelan-pelan aus
seperti baut yang dipaksa bertahan
meski ulirnya sudah terkikis.

aku percaya, aku warga negara merdeka.
kata itu tercetak di kartu identitasku,
dikumandangkan setiap kali Agustus tiba.
tapi di slip gaji yang kusimpan rapi
tertulis angka yang selalu lebih kecil
dari kebutuhan sederhana:
sewa rumah, uang sekolah,
dan sedikit mimpi yang tak pernah terbeli.

aku pulang larut,
menyapa anakku yang sudah tertidur.
kulihat wajahnya,
dan ia seakan bertanya tanpa suara:
“ayah, apa arti bebas
jika tubuhmu masih terikat jam kerja
dan hidupmu dikejar oleh angka-angka?”

aku tak sanggup menjawab.
hanya meletakkan doa di dahinya
agar suatu hari, merdeka itu turun
bukan sebagai pidato di televisi
melainkan sebagai roti di meja,
segelas susu hangat,
dan kesempatan bagi anakku
untuk bermimpi tanpa batas.

Cengkareng, Agustus 2025

 

SUDAHKAH KITA MERDEKA?

agustus datang seperti pesta.
bendera dipasang di setiap sudut jalan,
anak-anak bersorak,
lomba-lomba digelar untuk tertawa sebentar.
panjat pinang, balap karung,
semua riuh, seolah-olah
kita benar-benar telah sampai
di negeri yang dijanjikan.

tetapi setelah pesta usai,
asap kembang api memudar,
langit kembali kelabu seperti biasa.
september datang dengan tagihan listrik,
oktober dengan harga sembako,
dan bulan-bulan berikutnya
dengan pertanyaan yang tak pernah selesai:
sudahkah kita merdeka?

mungkin merdeka bukan soal bendera.
bukan pula soal siapa yang berkuasa.
ia adalah pertanyaan yang selalu terbuka,
pertanyaan yang mengguncang dada:
apakah manusia sudah bebas
dari rasa takut, dari lapar, dari luka
yang diwariskan turun-temurun?

mungkin kita belum sepenuhnya bebas,
karena kita masih harus berteriak
untuk didengar.
kita masih harus menuntut
sekadar hidup yang layak.
kemerdekaan, barangkali,
adalah rumah yang belum selesai dibangun.

Cengkareng, Agustus 2025

 

KEMERDEKAAN HARIAN

aku tak mencari merdeka di monumen
atau di buku sejarah yang dipelajari terburu-buru.
aku mencarinya di wajah ibu
yang menanak nasi dari beras terakhir,
di tangan ayah yang kembali dari ladang
dengan tubuh letih namun tetap tersenyum.

merdeka bukan kata besar
yang dipahat di dinding museum.
ia adalah denyut kecil sehari-hari:
kemampuan tertawa tanpa cemas,
makan tanpa menghitung utang,
belajar tanpa takut dihentikan waktu.

aku ingin merdeka hadir
di sawah yang masih menunggu hujan,
di pelabuhan kecil tempat nelayan
menambatkan perahu reotnya,
di rumah sempit yang dihuni tiga keluarga
yang tetap tertawa meski sesak.

merdeka tidak usah berwajah mewah.
cukup hadir sebagai udara lega
yang bisa kami hirup setiap hari.
cukup hadir sebagai ruang
di mana manusia boleh menjadi manusia
tanpa takut dihakimi, ditindas,
atau dilupakan sejarah.

jika itu datang,
barulah aku percaya
kemerdekaan bukan lagi mimpi bangsa,
melainkan rumah
tempat setiap manusia
boleh pulang dengan tenang.

Cengkareng, Agustus 2025


Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Puisi-puisi Emi Suy | Merdeka Sunyi
Puisi-puisi Emi Suy | Kepada Capres
Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Torso dan Singaraja Literary Festival, Ketika Lampung dan Buleleng Berdialog Tentang Perempuan dan Energi Penyembuhan

Next Post

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co