25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Emi Suy | Merah Putih di Jalan Berdebu

Emi Suy by Emi Suy
August 17, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Emi Suy | Merah Putih di Jalan Berdebu

Emi Suy

MERAH PUTIH DI JALAN BERDEBU

bendera itu masih berkibar
seperti doa yang disematkan pada bambu
tiangnya rapuh, catnya terkelupas
namun tetap menantang angin
seolah hendak berkata:
“aku adalah saksi sejarah yang tak bisa dipadamkan.”

tetapi tanah di bawahnya tetap retak,
jalan penuh lubang menyimpan genangan,
anak-anak berlari dengan kaki telanjang
mengejar sekolah yang jauh
seperti cahaya yang menipu di balik kabut.

di mata mereka, merah putih tampak gagah,
tapi di perut mereka, lapar masih bersuara.
di buku catatan mereka, angka berhenti di halaman awal.
apakah kemerdekaan hanya untuk mereka
yang sudah kenyang?
sementara yang lapar
hanya bisa melambai pada bendera
tanpa tahu arti bebas
selain bebas untuk terus menunggu janji.

Cengkareng, Agustus 2025

 

MERDEKA YANG BELUM PULANG

di televisi, parade berjalan rapi.
barisan seragam menapak dengan nada yang sama,
musik militer menghentak seperti genderang kemenangan.
di layar itu, bangsa ini tampak gagah.

tapi di rumahku, ibu mengaduk panci kosong
lebih lama dari biasanya,
seakan-akan doa bisa menumbuhkan nasi.
di meja makan kami, sendok berbaris tanpa isi.
kami menonton pesta itu dari jauh,
seperti tamu asing di pesta tetangga
yang tak pernah mengundang kami.

kemerdekaan,
kau berjanji pulang ke setiap rumah
tapi langkahmu seperti tersesat.
kau singgah ke istana,
menyelip di pidato yang berapi-api,
namun lupa singgah di dapur kami.
kau hadir di spanduk besar di jalan raya,
tapi hilang di pasar tradisional.
kau berdiri tegak di lapangan upacara,
tapi tertidur di tubuh petani
yang tak mampu membeli pupuk lagi.

mungkin merdeka adalah seekor burung
yang dilepas dari sangkar
tapi kehilangan arah pulang.
ia berputar-putar di langit kota
sementara di kampung,
anak-anak hanya bisa menunggu
suara sayapnya.

Cengkareng, Agustus 2025

 

DOA SEORANG BURUH

mesin pabrik berdengung
seperti doa panjang tanpa jeda.
ia terus berputar, tak pernah tidur,
sementara tubuhku pelan-pelan aus
seperti baut yang dipaksa bertahan
meski ulirnya sudah terkikis.

aku percaya, aku warga negara merdeka.
kata itu tercetak di kartu identitasku,
dikumandangkan setiap kali Agustus tiba.
tapi di slip gaji yang kusimpan rapi
tertulis angka yang selalu lebih kecil
dari kebutuhan sederhana:
sewa rumah, uang sekolah,
dan sedikit mimpi yang tak pernah terbeli.

aku pulang larut,
menyapa anakku yang sudah tertidur.
kulihat wajahnya,
dan ia seakan bertanya tanpa suara:
“ayah, apa arti bebas
jika tubuhmu masih terikat jam kerja
dan hidupmu dikejar oleh angka-angka?”

aku tak sanggup menjawab.
hanya meletakkan doa di dahinya
agar suatu hari, merdeka itu turun
bukan sebagai pidato di televisi
melainkan sebagai roti di meja,
segelas susu hangat,
dan kesempatan bagi anakku
untuk bermimpi tanpa batas.

Cengkareng, Agustus 2025

 

SUDAHKAH KITA MERDEKA?

agustus datang seperti pesta.
bendera dipasang di setiap sudut jalan,
anak-anak bersorak,
lomba-lomba digelar untuk tertawa sebentar.
panjat pinang, balap karung,
semua riuh, seolah-olah
kita benar-benar telah sampai
di negeri yang dijanjikan.

tetapi setelah pesta usai,
asap kembang api memudar,
langit kembali kelabu seperti biasa.
september datang dengan tagihan listrik,
oktober dengan harga sembako,
dan bulan-bulan berikutnya
dengan pertanyaan yang tak pernah selesai:
sudahkah kita merdeka?

mungkin merdeka bukan soal bendera.
bukan pula soal siapa yang berkuasa.
ia adalah pertanyaan yang selalu terbuka,
pertanyaan yang mengguncang dada:
apakah manusia sudah bebas
dari rasa takut, dari lapar, dari luka
yang diwariskan turun-temurun?

mungkin kita belum sepenuhnya bebas,
karena kita masih harus berteriak
untuk didengar.
kita masih harus menuntut
sekadar hidup yang layak.
kemerdekaan, barangkali,
adalah rumah yang belum selesai dibangun.

Cengkareng, Agustus 2025

 

KEMERDEKAAN HARIAN

aku tak mencari merdeka di monumen
atau di buku sejarah yang dipelajari terburu-buru.
aku mencarinya di wajah ibu
yang menanak nasi dari beras terakhir,
di tangan ayah yang kembali dari ladang
dengan tubuh letih namun tetap tersenyum.

merdeka bukan kata besar
yang dipahat di dinding museum.
ia adalah denyut kecil sehari-hari:
kemampuan tertawa tanpa cemas,
makan tanpa menghitung utang,
belajar tanpa takut dihentikan waktu.

aku ingin merdeka hadir
di sawah yang masih menunggu hujan,
di pelabuhan kecil tempat nelayan
menambatkan perahu reotnya,
di rumah sempit yang dihuni tiga keluarga
yang tetap tertawa meski sesak.

merdeka tidak usah berwajah mewah.
cukup hadir sebagai udara lega
yang bisa kami hirup setiap hari.
cukup hadir sebagai ruang
di mana manusia boleh menjadi manusia
tanpa takut dihakimi, ditindas,
atau dilupakan sejarah.

jika itu datang,
barulah aku percaya
kemerdekaan bukan lagi mimpi bangsa,
melainkan rumah
tempat setiap manusia
boleh pulang dengan tenang.

Cengkareng, Agustus 2025


Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Puisi-puisi Emi Suy | Merdeka Sunyi
Puisi-puisi Emi Suy | Kepada Capres
Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Torso dan Singaraja Literary Festival, Ketika Lampung dan Buleleng Berdialog Tentang Perempuan dan Energi Penyembuhan

Next Post

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails
Next Post
Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co