5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pati, Bupati, Pemimpin, Cermin, dan Pemimpi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
August 13, 2025
in Esai
Pati, Bupati, Pemimpin, Cermin, dan Pemimpi

Ilustrasi tatkala.co

Pati

Pati adalah nama sebuah wilayah di Jawa.

Pati dalam bahasa Indonesia berarti esensial dari sesuatu sama dengan les pada unsur material/ kayu, mani/mustika pada unsur cair , cahaya/nur pada unsur api. Pati bersifat netral. Dalam ranah jasmani dan rohani, maknanya bisa terbaik, pati dalam rohani, dianggap mati bagi yang jasmani, mati bagi yang jasmani dianggap mati bagi yang rohani. Pati dalam penguatan maknanya sering ditambahkan kata sari (esensi bunga) sehingga menjadi saripati.

Sesuatu itu, bisa material, spiritual dan paduan material spiritual. Sebutan saripati lebih mengarah pada sesuatu yang bersifat material-spiritual, yang hidup, nampak dan bisa dirasakan oleh indria.

Esensi yang netral, yang tidak hidup/tidak bergerak, tenang, (degdeg dalam bahasa Bali) dianggap telah sampai, mencapai tujuan (kebahagian lahir). Pencapaian dari esensi yang hidup disebut harmonis, bisa bermakna merdeka, bebas, menang, wijaya.

Proses pencapaian ini dimulai dari usaha lahir batin sehingga menjadi “sida”, harmoni “sada”, sakti/berkekuatan ” sidi”, berguna dan bermakna “sadu’.

Bupati

Ada proses (lahir batin) yang harus dilakukan oleh yang hidup untuk sampai pada kondisi merdeka, menang dll, yang disebut moksa
(kebahagiaan lahir batin)

Seorang manusia, sebagai mahluk hidup, adalah juga mikrokosmos (semesta kecil/buana alit) yang terdiri dari 5 unsur (material padat, material cair, api/panas/temperatur, udara dan ruang kosong/akasa, variasi dan turunannya).
Kelima unsur, variasi dan turunannya juga ada di luar diri manusia/mahluk hidup dalam makrokosmos/buana agung.

Seorang manusia yang menyadari keberadaannya sebagai mahluk di bumi yang memiliki badan kasar (stula sarira), badan halus (suksma sarira) dan badan penyebab (roh/atma), secara alamiah akan belajar tentang sesuatu yang dirasakan dan dipikirkannya. Seperti halnya seorang bayi yang baru lahir yang lapar, menangis, lalu mencoba menggapai puting susu ibunya.

Perjalanan hidup manusia sebagai mikrokosmos yang berhadapan dengan mikrokosmos lain dan makrokosmos dengan segala variasi dan turunannya, akan memberinya pelajaran. Pelajaran bisa didapatkan kalau mau belajar.

Seorang bayi belajar mengenali, memahami unsur material pada tubuhnya, agar bisa merangkak, dan berdiri.

Unsur material mudah kenali karena bisa dicerap panca indria. Tanah adalah unsur material makrokosmos mudah kenali, dan dipahami, karena bersifat relatif tetap dan diam.

Seorang manusia yang belajar dan telah mendapat pengetahuan tentang dirinya sendiri dan mendapatkan esensi dari perjalanan hidupnya, dikatakan sada, netral/bebas/merdeka.

Dalam sejarah peradaban manusia, pada masa awal, budaya sebagai hasil dari budi (jiwa, dan pikiran yang didayakan) lahir dan tercipta dari hubungan manusia dengan alam. Alam dan unsur-unsurnya dimanfaatkan sebagai cermin/alat refleksi bagi manusia.

Cermin yang diam dan tidak bergerak adalah tanah, maka ditanamilah tanah, sehingga menumbuhkan pohon-pohon yang berguna bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Pengelolaan atas tanah menghasilkan berbagai tumbuhan yang mengandung berbagai unsur dan esensinya atau pati.

Mungkin itu sebabnya jaman dahulu di Indonesia, Bali yang bisa menguasai, penguasa tanah, disebut bupati (bhu berarti tanah).

Konsep menguasai sejajar dengan menakluklan/memenangkan atas sesuatu atau salah satu unsur, misalnya tanah, air, api, udara, dan akasa. Usaha penaklukan sehingga mendapatkan kemenangan dalam laku spiritual salah satunya adalah tapa/brata pati geni (mematikan api/nafsu dalam diri) , dalam tradisi Hindu di Bali usaha sejenis ini dilakukan saat upacara Nyepi yang disebut mati geni, api, lelungaan(bepergian), wawalungaan (hiburan).

Pemimpin

Pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah seseorang yang membimbing atau memimpin sesuatu.

Sesuatu itu bersifat material, spiritual dan gabungan antara material-spiritual, diri, manusia, kelompok manusia dalam hubungannya dengan tempat, ruang, waktu, kondisi dan situasi.

Pemimpin dalam negara Republik Indonesia dipilih dan ditetapkan berdasarkan sistem politik yang sudah diatur dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Yang direalisasikan dalam bentuk Pemilihan Umum.

Pemimpin adalah yang terpilih dengan suara terbanyak, yang dihitung berdasarkan perolehan lewat kartu suara.

Cermin

Pemimpin tugasnya memimpin manusia, dipilih dengan suara yang dihasilkan oleh manusia tetapi kemudian direfleksikan lewat kartu suara (terbuat dari kertas, dicoblos langsung). Lalu bisakah kartu suara dipakai sebagai alat bercermin untuk merefleksikan manusia yang akan dipimpinnya? Kartu suara adalah buatan manusia bukan alam, bersifat imitasi, proses pembuatan, pengumpulan, penghitungann dan penetapannya berhadapan dengan ruang dan waktu, sangat mudah direkayasa, tak bisa dan tak layak sebagai cermin.

Perkembangan pengetahuan dalam sistem politik dengan alat kartu suara bisa sebagai repleksi jika dilakukan pada pemilihan pemimpin yang dibuka secara langsung di hadapan pemilih dalam ruang dan waktu yang terbatas.

Manusia jaman dahulu bercermin pada alam, agar bisa memimpin dirinya dan orang lain, seseorang biasanya akan bercermin terlebih dahulu pada dirinya, pada unsur alam pada diri, sebelum bisa bercermin pada orang lain yang akan dipimpinnya.

Cermin sebagai refleksi diri, bermanfaat untuk memantulkan diri jiwa-raga bagi seseorang yang sadar ” tidak tidur’ agar bisa mengenali diri sejatinya sebagai jiwa-raga, sebagai pemimpin.

Pemimpi

Mimpi adalah rangkaian pikiran, emosi, dan sensasi yang terjadi secara tidak sadar saat seseorang tidur.

Mimpi adalah sesuatu gambaran (pikiran, kata-kata, perbuatan yang bersifat spirit) tidak nyata tidah bisa dilihat didengar, dicium, disentuh dan dicecap oleh panca idria.
Gambaran yang bersifat tidak nyata juga biasa dialaami oleh orang yang ada dalam kondisi masuk (mabuk alkohol, masuk zat adiktif dan mabuk pikiran).
Jika mabuk dari unsur luar, mudah dikenali, mabuk pikiran (merasa paling: berdaya, berupa, berkuasa, berarta, berarti, berguna, dan bermakna) berbahaya bagi dirinya dan orang lain. Karena tak tahu, tak sadar diri sedang mabuk, tapi orang luarlah yang tahu dan sadar seseorang itu sedang mabuk, sehingga hidupnya tak ubahnya sebagai mimpi. Mabuknya akan semakin menjadi-jadi saat ada orang yang tahu, tetapi tidak mengingatkan/ menyadarkannya dari tidur panjangnya, dari mimpi-mimpi indahnya.

Orang yang hidupnya hanya mempercayai, hanya mau melihat bayangan-bayangan yang tak kasad mata, yang tak bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata disebut pemimpi.

Saya berharap jika suatu saat saya ada dalam kondisi mimpi dan tak bangun-bangun, semoga ada seseorang yang bisa dengan sekuat tenaga membangunkan, karena konon seorang pemimpi sulit dibangunkan, walau gempa dan dunia runtuh. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan
Manusia, Karya, Tulisan, Penderitaan dan Kebahagiaan
Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta
Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran
Uang Bolong dan Kecongkakan Manusia
Tags: bupatipemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teringat Ibu, Teringat Kutukan

Next Post

Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co