14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngakan Made Kasub Sidan, Peraih Bali Jani Nugraha 2025, Penjaga Sastra  Inspiratif dari Klungkung

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 8, 2025
in Persona
Ngakan Made Kasub Sidan, Peraih Bali Jani Nugraha 2025, Penjaga Sastra  Inspiratif dari Klungkung

Ngakan Made Kasub Sidan

DI sebuah rumah di gang kecil di Jalan Dewi Sartika, Semarapura Tengah, berdiri sosok bersahaja yang telah mengabdikan lebih dari separuh hidupnya pada dunia pendidikan dan sastra. Ia adalah Ngakan Made Kasub Sidan, S.Pd., M.Pd., sastrawan sepuh asal Klungkung yang lahir pada 31 Desember 1959. Namanya tidak hanya harum di Bali, tapi juga menggema di panggung sastra nasional dan bahkan internasional, sebagai penyair, cerpenis, dramaturg, dan penggerak sastra Bali modern.

Perjalanan menulis suami dari Ni Komang Suriati, S.Pd  ini dimulai di tempat yang tidak banyak orang menduganya, Nusa Penida. Tugas pertamanya sebagai guru di pulau yang kala itu minim infrastruktur, justru menjadi pemantik kreativitas. “Tidak ada hiburan, tidak ada jalan, hanya tulisan,” kenangnya. Puisi pertamanya yang dimuat di Bali Post pada 3 Januari 1986, menjadi titik tolak dari produktivitas sastrawi yang tak pernah surut hingga kini.

Ia mengaku menulis sebagai cara mengolah batin, mencatat perubahan sosial, dan menyuarakan keprihatinan. Dari surat cinta remaja hingga puisi mistik “Leak Siwa Klakah”, dari cerpen keseharian hingga naskah drama gong — tulisannya menjelma menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas.

Dari Guru hingga Tokoh Pendidikan Bali

Berprofesi sebagai guru sejak 1982, ia menapaki karier sebagai kepala sekolah termuda di Klungkung pada 1998, lalu menjadi pengawas sekolah hingga pensiun pada 2019. Namun masa pensiun tak membuatnya berhenti berkarya. Sebaliknya, masa tuanya menjadi ladang subur lahirnya antologi, naskah drama, hingga buku pendidikan.

Di dunia pendidikan, namanya harum sebagai juara 3 nasional guru berprestasi, peraih Widya Kusuma dari Gubernur Bali, serta pembina berbagai lomba menulis dan teater guru serta siswa. Ia juga aktif di kepramukaan selama lebih dari 30 tahun, dengan penghargaan Panca Warsa VII.

Ngakan Kasub Sidan | Foto: Bud

Ayah dari tiga anak itu telah menelurkan lebih dari 90 karya dalam antologi nasional dan 4 karya puisi di level internasional — Spanyol, Chile, dan antologi Mother Tongue in Poetry. Karyanya menyatu dalam antologi “114 Penyair Seribu Tahun Lagi”, dan puisinya “Di Pantai Sanur Kulukis Siluet Fajar” menembus Eropa.

Tujuh antologi tunggal ber-ISBN lahir dari tangannya, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Bali. Di antaranya: Leak Siwa Klakah (puisi mistik), Pelarian Terakhir dan Menabur Beribu Diam, Nguber Lawat Ring Kalangan Wayah (puisi Bali), Lan Kobaran Apine dan Daha Ayu ring Tengah Tepet (cerpen Bali), dan Mentari Belum Tumbang (cerpen sosial).

Dalam drama, ia dikenal menyutradarai pentas inovatif seperti Santi Rahayu, serta menulis dan menampilkan gerak puisi “Ibu, Mata Air yang Tak Pernah Kering”.

Kegelisahannya melihat minimnya penggunaan Bahasa Bali di kalangan muda mendorongnya menulis buku Sekar Rampe Basa Bali, Panyangkep Muatan Lokal Basa Bali, diteribitkan 2008 oleh Pelawa Sari,  sebagai bekal siswa memahami kruna, lengkara, dan nilai sastra lokal. Ia juga aktif mengedit karya guru-guru dan siswa, termasuk di SMK Widya Mandala Badung, serta membina para guru TK hingga SMA dalam lomba-lomba sastra.

Kasub Sidan percaya bahwa menulis bukan sekadar menorehkan kata, tapi mengukir warisan. “Penghargaan itu bukan akhir, tapi tanggung jawab,” ujarnya. Maka ia tak berhenti mengajak, mendorong, dan membimbing.

Warisan Tak Terbantahkan

Meski anak-anaknya kini sibuk di bidang masing-masing, warisan pemikiran dan karya Kasub Sidan tetap mengakar. Dua puisinya bahkan digunakan dalam pentas kolosal Duta Kabupaten Badung di PKB 2024, dan cerpennya digunakan dalam skripsi mahasiswa.

Sementara banyak sastrawan menepi di masa senja, Kasub Sidan tetap menulis tiap minggu, menerima undangan pembacaan puisi dari berbagai kota, dan tak henti menyusun naskah. Ia bukan hanya penulis, tapi penggerak budaya literasi.

Ngakan Made Kasub Sidan bukan sekadar sastrawan. Ia adalah arsitek batin Klungkung — memahat zaman lewat kata, memelihara tradisi lewat aksara, dan merawat masa depan lewat pendidikan. Dalam hidup yang penuh dedikasi, ia membuktikan bahwa usia hanyalah angka; selama pena masih menari, mentari takkan tumbang.

“Menulis bukan untuk dikenal, tapi untuk dikenang. Karena dalam setiap bait, tersimpan kisah yang akan hidup lebih lama dari tubuh.”

Kasub Sidan, menjadi pemrakarsa penerbit antologi pupulan Puisi Bali : Pupute Tan Sida Puput, Punia Bakti ring Janga Klungkung, diterbitkan oleh Majalah Sarad dan Balai Bahasa Denpasar tahun 2001. Melibatkan 26 penyair  se Bali, antara lain , Made Sangra, I Gede Dhana, Nyoman Manda, I Ketut Rida, Djelantik Santha dan nama-nama penulis Bali lainya.

Ia juga ikut selaku redaktur pelaksana Majalah Bali Digital Suara Saking Bali hingga saat ini. Pegalaman lainya, tahun 2000-2006 Kasub Sidan juga menjadi Redaktur Majalah Canang Sari bersama Made Sanggra, Nyoman Manda dan Gusti Putu Anom.

Karyanya di tingkat nasional, dintaranya Sepotong kenangan di Nusa Penida, antologi Cerpen Karya Guru diterbitkan oleh Pustaka Ekspresi tahun 2018. Kemudian karya berjudul Klungkung Tanah Leluhur dalam puisi, di Altar Catus Patta, diterbitkan oleh Kosa Kata Kita Jakarta tahun 2022. Sekuntum Puisi untuk Petani (penulis se Indonesia) diterbitkan Kembang Rampai Bali dan Pustaka Ekspresi tahun 2023.

Kasub Sidan juga  memiliki kreativitas kekaryaan bidang seni modern, kontemporer dan seni inovasi lainya, diantaranya menyutradari dan memainkan drama gong inovatif pendek “ Santi Rahayu”, untuk tingkat lokal, sedangkan tingkat nasional menyusun dan memainkan naskah  gerak puisi “ Ibu, Mata Air yang Tak Pernah Kering “.

“Jadi awal menulis sewaktu tugas di Nusa Penida, disana tidak ada jalan sama sekali  waktu itu, selain kegiatan satu -satunya  olah raga adalah menulis. Selanjutnya mengikuti berbagai kompetesi, promosi dan seterusnya menulis saja, pada tahun 1985, kebetulan di Nusa Penida sedang getolnya membuat drama, kemudian dari dulu saya sering main drama,” tuturnya.

Ia menulis puisi, senantiasa memahami kondisi yang ada di lingkungan sekitar, apa yang sedang terjadi, apalagi  yang mengetuk hati, ia tuangkan dalam untaian kata-kata. Karya berjudul Sebongkah Hati Terdampar di Nusa Penida, benar-benar menyiratkan ternyata seperti ini kondisi di Nusa Penida, dalam bahasa cerpen harus ada klimaknya.

Dengan perkembangan media yang lebih luas dibanding zaman dahulu. Kasub Sidan juga tidak menutup diri, usia boleh tua tapi jiwa tetap membara. Melalui akun medsos, ia aktif menulis dan mengamati situasi sastra serta situasi kekinian. “Dari medsos bisa menyapa teman-teman yang aktif menekuni dunia sastra, dan menjadi jalinan komunikasi hampir tiap saat,” ungkapnya. 

Karena aktif dan banyak minat para penggiat muda untuk menulis, akhirnya ia menggerakan teman-teman menjadi editor antogoli.  Terakhir Kasub Sidan menjadi editor SMK Widya Mandala Badung untuk puisi-puisi. Untuk prestasi juara 1 menulis sekar mancapat dilaksanakan oleh Parama Sastra Bali, Juara 2 menulis Puisi Bali, Juara 2 menulis dongeng.

Di tingkat nasioanal ia pernah menjadi juara 1, juara favorit setelah menjadi pengawas. Tahun 1998 diangkat menjadi kepala sekolah termuda, Kasub Sidan  masuk menjadi guru berprestasi, ia meraih juara 1 tingkat  kabupaten, selanjutnya meraih juara I Gugus Pramuka, juara kinerja sekolah dasar, juara satu kepala sekolah tingkat provinsi Bali dan mewakili Bali  di tingkat nasional ia berhasil meraih  peringkat 3.

Kasub Sidan pernah dianugerahi penghargaan Widya Kusuma, sebagai tokoh pendidikan Bali. Jelang pensiun, 2016 ia dimita ikut lomba pengawas di Tingkat Provinsi Bali ia sukses mendapat juara 2. “Disamping kami aktif di pramuka, mendapat panca warsa 7 lebih 30 tahun di pramuka, ada karya bakti sewaktu Covid,” tambahnya.

Perjalanan prestasi yang cukup mentereng, Kasub Sidan mengakui karena didukung dengan kesenangan menulis dan membuat karya-karya sastra. “Sekali lagi prestasi kami raih sangat besar nilainya karena didukung dengan kebiasaaan saya menulis dan melahirkan karya-karya sastra,” aku Kasub.

Atas dedikasi dalam menjaga merawat serta mempelopori dunia sastra modern di Bali, serta berkontribusi pada pemajuan kebudayaan maka  Pemerintah Provinsi Bali memberikan penghargaan kepada  Ngakan Made Kasub Sidan,  Bali Jani Nugraha 2025. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Dewa Nyoman Sarjana, Penerima Bali Jani Nugraha: Penulis Sastra Bali Modern dari Tabanan
Musik dan Tari untuk Putu Bawa Samar Gantang di Festival Seni Bali Jani 2025
I Nyoman Manda, Penerima Bali Jani Nugraha: Menulis 80 Judul Buku dan Penggagas Majalah Sastra Bali Modern
Tags: Bali Jani NugrahaFestival Bali JaniFestival Bali Jani 2025sastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Pohon-Pohon Tumbang Berbicara: Puisi Aan Mansyur dan Suara Penyembuhan di Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta

Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co