6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yan Mintaraga, Seniman Pinggir Taman Kota Singaraja

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
June 16, 2025
in Persona
Yan Mintaraga, Seniman Pinggir Taman Kota Singaraja

Yan Mintaraga dan karya-karyanya | Foto: tatkala.co/Arix

SETIAP Minggu pagi, Taman Kota Singaraja menjelma menjadi panggung kecil bagi berbagai aktivitas. Ada anak-anak berlarian, ibu-ibu berbincang sambil menemani putra-putrinya, hingga para penjual yang menjajakan dagangan mereka.

Tapi, di salah satu sudut jalan, ada sesuatu yang berbeda, jejeran lukisan yang seolah memanggil para pengunjung untuk berhenti sejenak, mengamati, bahkan mengagumi. Di sinilah saya bertemu dengan Yan Mintaraga, seorang seniman pinggir jalan yang menyebut tempat itu sebagai “kedai lukis” miliknya.

Yan tidak seperti bayangan umum tentang seniman. Rambutnya tidak gondrong, tubuhnya tidak dihiasi tato. Ia hanya mengenakan topi newsboy yang sudah lusuh, kacamata bulat bertengger di atas kepala, dan senyumnya yang ramah. Di belakangnya, mobil antik berwarna abu-abu mengalunkan lagu Ratih Purwasih, menambah suasana nostalgia. Dengan segala kesederhanaan itu, Yan memancarkan sesuatu yang sulit dijelaskan—mungkin semangat, mungkin cinta, atau mungkin keduanya.

Setiap acara Car Free Day di Jalan Ngurah Rai Singaraja, di Taman Kota itu, Yan dan anaknya datang ke Taman Kota sejak subuh. Mereka membawa lukisan-lukisan di atas sterofoam yang dipesan khusus dari Mojokerto. Lukisan itu belum berwarna, hanya sketsa hitam putih yang menanti sentuhan imajinasi anak-anak.

Karya-karya Yan Mintaraga di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Arix

Bagi Yan, tempat ini bukan sekadar tempat mencari nafkah. Di sini, ia menciptakan ruang kecil bagi anak-anak untuk melampiaskan kreativitas mereka. “Kalau mereka belum selesai melukis, saya kasih cat tembok untuk dibawa pulang,” ceritanya sambil tersenyum. Baginya, seni bukan hanya tentang hasil, tapi juga proses yang membuat seseorang merasa bebas.

Berbeda dengan banyak penjual lukisan anak-anak yang hanya menyediakan cetakan sablon, Yan mengerjakan semuanya dengan tangan. “Saya nggak mau pakai yang sablon. Ini semua hasil tangan saya sendiri,” katanya, menunjukkan beberapa lukisan yang dipajangnya. Ada Bung Karno, Albert Einstein, Ki Hajar Dewantara, hingga Benyamin S. Lukisan Benyamin itulah yang pernah dibeli oleh Bapak Supriatna, kini Wakil Bupati Buleleng. Tapi, Yan tidak mengambil sepeserpun uang dari transaksi itu. “Buat saya, bukan uangnya yang penting, tapi bagaimana orang menghargai karya saya,” ucapnya tegas.

Yan Mintaraga dan karya-karyanya | Foto: tatkala.co/Arix

Harga lukisan Yan berkisar antara lima ribu hingga lima belas ribu rupiah. Saat saya bertanya apakah itu tidak membuatnya rugi, ia hanya tertawa kecil. “Kadang ada orang tua yang bawa dua anak. Satu bisa melukis, yang satu lagi belum bisa. Kalau saya kasih harga murah, mereka tetap bisa ikut melukis. Yang penting, anak itu senang. Walaupun cuma coret-coret, itu tetap karya mereka,” tuturnya. Filosofi Yan sederhana, seni adalah tentang menyalurkan isi hati, bukan tentang hasil yang sempurna.

Yan berusia 45 tahun, seorang seniman otodidak yang pernah berkuliah di jurusan Seni Rupa Undiksha pada tahun 1998. Meski tidak menyelesaikan pendidikannya, Yan tidak pernah berhenti berkarya. Dari SMP hingga SMA, ia sering menjuarai lomba melukis, bahkan pernah masuk sepuluh besar di ajang kompetisi tiga provinsi: Bali, NTB, dan Jawa Timur. Tapi, piala-piala itu kini entah di mana. “Mungkin sudah berdebu di sekolah Lab Undiksha, hahaha,” candanya, sambil mengenang masa mudanya.

Selain melukis, Yan juga kreatif mengolah barang bekas. Dari limbah kaleng, ia pernah membuat miniatur vespa yang detailnya luar biasa. Dari limbah kayu, ia menciptakan karya seni yang tak kalah indah. Atas inisiatifnya itu, ia pernah mendapatkan penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 2018. Semua karyanya diberi nama “Sahabat Kreatif”, sebuah nama yang mencerminkan semangat Yan untuk menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Miniatur Vespa hasil karya Yan Mintaraga yang dibuat dari kaleng-kaleng bekas | Foto: tatkala.co/Arix

Namun, seni tidak selalu dihargai dengan cara yang semestinya. Yan sering mendapati orang-orang yang menawar lukisannya dengan harga tidak masuk akal. Tapi, ia tidak pernah marah. “Kalau mereka nggak bisa menghargai makna di balik lukisan saya, lebih baik nggak usah dibeli. Saya lebih senang melihat lukisan itu setiap hari daripada dijual murah tanpa penghargaan,” katanya dengan nada mantap.

Di tangan Yan, sterofoam yang biasanya dianggap sebagai limbah, menjadi media seni yang bisa meghidupunya. Cat yang digunakan adalah cat tembok, pilihan yang sederhana tapi fungsional. Dulu, ia sering melukis langsung di tempat, menunjukkan proses kreatifnya kepada pengunjung. Namun, belakangan ia lebih memilih membawa sketsa yang sudah jadi dari rumah. “Biar nggak terlalu repot. Tapi kalau ada yang minta lukisan khusus, saya tetap buatkan,” tambahnya.

Yan adalah bukti bahwa seni tidak membutuhkan panggung besar atau galeri megah. Di pinggir jalan Taman Kota Singaraja, ia mencurahkan isi hatinya di atas sterofoam. Dengan harga yang terjangkau, ia membuka ruang bagi anak-anak untuk berimajinasi, bagi orang dewasa untuk menghargai keindahan sederhana, dan bagi dirinya sendiri untuk terus berkarya tanpa beban.

Pengunjung menonton karya-karya Yan Mintaraga di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Arix

Ketika saya bertanya apa yang membuatnya tetap semangat meski kadang kedainya sepi, ia hanya menjawab singkat, “Karena saya nggak pernah merasa bekerja. Ini semua saya lakukan dengan hati.” Kata-katanya mengingatkan saya pada sesuatu yang sering terlupakan, bahwa kelebihan seseorang terletak pada apa yang ia lakukan dengan cinta dan tanpa tekanan.

Setiap kali melintas di Taman Kota Singaraja, mungkin kita akan melihat Yan duduk di sana, ditemani alunan lagu-lagu lama dari mobil antiknya, dengan senyum yang tidak pernah hilang. Di balik kesederhanaannya, Yan Mintaraga, seniman pinggir jalan yang mengajarkan kita bahwa seni sejati adalah tentang bagaimana kita mencurahkan hati, tanpa peduli di mana kita berada. [T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

  • BACA JUGA:
Dia Dipa, Dia Barista, Dia Tunarungu: Tetes Kopi Racikan Cerita Hidupnya
I Wayan Suardika dan Sastra: Rumah yang Menghidupi, Bukan Sekadar Puisi
Gairah Kebanggaan pada Buleleng dalam Lagu-lagu HUT Kota Singaraja Ciptaan Angga Prasaja
Tags: Seni RupaTaman Kota Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Han Kang dan Kolase Enigmatik Novel Vegetarian

Next Post

Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025

Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co