24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Determinisme Ekonomi dalam Estetika Wajah: Telaah Struktural atas Awet Muda dan Penuaan Dini

Kim Al Ghozali AM by Kim Al Ghozali AM
March 1, 2025
in Esai
Determinisme Ekonomi dalam Estetika Wajah: Telaah Struktural atas Awet Muda dan Penuaan Dini

Ilustrasi tatkala.co

Netizen: “Tyo Nugros umur 54 tapi wajahnya tetap seperti umur 24.” Apa rahasianya? 

Kita tahu, ada “orang-orang pilihan” yang penampakan wajahnya berbanding terbalik dengan usianya. Tetap kelihatan muda meski umurnya terus menua, seperti yang disebut seorang netizen yang kukutip di atas. Salah satu penyebabnya adalah faktor genetik. Tapi itu bukan penentu utama. Saya ingin membahas dari perspektif determinisme ekonomi.

Tio Nugros, sebagai entertainer, ia tentu lebih gampang ke akses ekonomi, ke kehidupan yang lebih mapan ketimbang rata-rata masyarakat pada umumnya. Dalam kata lain, hidupnya tak pernah berada dalam kondisi gawat bin darurat. Ia tak perlu kerja belasan jam di bawah terik matahari, tak dihantui tenggat utang, tak harus mengambil pekerjaan apa saja demi bertahan hidup. Waktu istirahatnya cukup, makannya sehat, perawatannya terjaga.

Sebaliknya, coba kau tengok mereka yang boros wajah, terlihat tua sebelum waktunya. Karena kondisi ekonomi yang memaksa, hidup selalu dalam kondisi gawat. Tubuh yang harus bekerja tanpa jeda. Mengambil pekerjaan apa saja agar hidup tersambung. Jadi buruh bangunan, ojol, kurir, sales, sopir truk, tukang batu, kuli angkut, sahabat mesin di pabrik, dll. Pagi ke malam habis di jalanan, di bawah debu, di bawah panas, di dalam udara beracun. Pulang ke rumah, tubuhnya sudah nyaris berkeping-keping, tapi pikirannya masih harus berjaga, menyusun strategi besok makan apa atau hutang ke mana. Tidur tak nyenyak, makan sekadarnya, stres menumpuk. Akhirnya hormon kortisolnya terlalu tinggi dan mengalami penuaan dini.

Kayak gini bukan semata-mata teori kosong, ada data dan riset ilmiahnya. American Psychological Association (APA) pernah merilis studi bahwa tekanan ekonomi yang berkepanjangan memicu peningkatan hormon stres, terutama kortisol. Kortisol yang berlebihan ini merusak jaringan tubuh, mempercepat penuaan, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, dari hipertensi, diabetes, hingga depresi. Harvard Health bahkan mencatat bahwa kemiskinan bukan sekadar perkara kurang uang, tapi juga soal bagaimana tubuh dan pikiran terus-menerus berada dalam mode siaga, seperti alarm yang tak pernah dimatikan.

Kondisi tersebut dikenal sebagai “toxic stress” atau stres beracun. Jika seseorang terus-menerus berada dalam tekanan finansial, tubuhnya akan terpapar stres dalam waktu yang lama, mengganggu fungsi organ, merusak sistem kekebalan, dan akhirnya mempersingkat usia. Orang kaya bisa saja stres karena nilai saham turun, tapi mereka masih punya akses ke terapi, meditasi, atau sekadar liburan ke Istanbul untuk menenangkan diri. Sementara orang miskin? Mereka bahkan harus memilih antara membeli obat sakit kepala atau beras untuk makan malam.

Jadi ekonomi bukan cuma soal isi dompet, tapi juga bagaimana ia membentuk tubuh kita. Seorang peneliti sosial, Richard Wilkinson, menjelaskan bahwa kesenjangan ekonomi berdampak luas pada kesehatan fisik dan mental. Negara dengan tingkat ketimpangan ekonomi tinggi cenderung memiliki angka harapan hidup lebih rendah, angka kejahatan lebih tinggi, dan warganya mengalami tingkat stres yang lebih besar. Dengan kata lain, wajahmu bukan hanya ditentukan oleh DNA, tapi juga oleh kondisi sosial-ekonomi tempatmu bernaung.

Sekarang mari kita bicara soal tidur. Mereka yang hidup berkecukupan umumnya memiliki jam tidur yang cukup dan berkualitas. Sementara kelas pekerja, lebih-lebih informal proletariat? Tidur mereka sering kali terpotong oleh beban kerja dan tekanan ekonomi. National Sleep Foundation melaporkan bahwa kurang tidur kronis bisa mempercepat penuaan sel dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi kalau ada yang bilang, “Tidurlah cukup supaya awet muda,” itu bukan sekadar tips kecantikan, tapi juga nasihat ekonomi. Ekonomimu cukup, tidurmu juga akan cukup!

Lalu bagaimana dengan makanan? Akses terhadap makanan sehat juga merupakan faktor penting dalam penuaan. Mereka yang memiliki akses ekonomi lebih baik cenderung bisa membeli makanan bergizi. Sementara mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, sering kali hanya bisa membeli makanan murah yang tinggi gula dan lemak jenuh. Makanan semacam itu mempercepat inflamasi dalam tubuh dan, dalam jangka panjang, mempercepat penuaan sel.

Jadi, usia bukan sekadar angka, tapi juga riwayat seberapa jauh kerasnya hidup menghantammu, lalu perjuanganmu akan terukir di wajahmu. Haha. Usia 30 kelihatan seperti usia 50, karena kondisi ekonomi menghajarmu berulang kali. Wajah kita adalah sejarah kecil dari kerja keras dan tekanan sosial yang kita alami.

Maka jangan heran jika ada yang tampak awet muda dan ada yang boros wajah. Itu bukan sekadar keberuntungan genetik, tapi juga hasil dari bagaimana sistem ekonomi membentuk nasib seseorang. Ada yang bisa memilih skincare mahal, ada yang bahkan tak bisa memilih ingin hidup tenang. Bagi sebagian orang, rahasia awet muda mungkin ada di tabungan yang cukup, pekerjaan yang layak, dan akses terhadap kesehatan. Bagi sebagian lainnya, rahasia penuaan dini ada di utang, kerja paksa, dan impian yang terpaksa disimpan di bawah bantal keras di rumah kontrakan.

Tentu, tidak semua orang bisa memilih takdirnya. Tapi, setidaknya kita bisa memahami bahwa penuaan bukan sekadar proses biologis, melainkan juga sosial-ekonomi. Jadi kalau lain kali kau melihat seseorang yang tampak jauh lebih tua dari umurnya, jangan buru-buru menyalahkan gaya hidupnya. Mungkin itu adalah wajah yang dicetak oleh kejamnya sistem. Jadi, mau tetap awet muda? Pastikan dulu sistem ekonominya adil! [T]

Penulis: Kim Al Ghozali
Editor: Adnyana Ole

BACA ARTIKEL LAIN DARI KIM AL GHOZALI

Pasar Tradisional dengan Segala Kebaikannya
Ilusi Waktu dan Realitas Kemiskinan
Guyon dan Relasi Kuasa dalam Pergaulan: Antara Keakraban dan Penghinaan
Bertemu Kawan Lama: Menemukan Orang Baru
Tags: foto wajahgaya hidupselebritis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penyair Memanfaatkan Pengalaman

Next Post

Komunikasi “Omon-Omon” dan #KaburAjaDulu

Kim Al Ghozali AM

Kim Al Ghozali AM

Penulis puisi, prosa, dan esai. Ia memulai proses kreatifnya di Denpasar, dan kini mukim di Surabaya.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Komunikasi “Omon-Omon” dan #KaburAjaDulu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co