24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Like Father, Not Like Son

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
February 20, 2025
in Esai
Like Father, Not Like Son

Penulis dan sang anak | Foto: Dok. pribadi

“Ayah, kakak mau sekolah SMA di sini, di kota ini, di sekolah yang sama dengan ayah dulu!“ Begitu tiba-tiba sulung saya mengajukan permintaan kepada saya, bapaknya.

Hari itu kami baru saja usai menikmati acara Car Free Day di seputaran Taman Kota Singaraja. Saat seruas jalan utama ditutup saat minggu pagi, dan segenap masyarakat tumpah ruah di sana dengan segala aktivitasnya. Entah karena suasana kota yang memikat hatinya, atau cerita-cerita saya saat mempromosikan SMA saya dulu.

Setiap ada kesempatan waktu dia bingung akan sekolah di mana dia selepas SMP nanti. Untuk diketahui, saat ini kami berdiam di kota lain, menyesuaikan dengan tempat kerja ayah bundanya, sebuah kota lebih kecil yang berjarak 2,5 jam perjalanan dari Singaraja.

Sulung saya sosok yang disiplin, paling tidak di antara semua saudaranya yang lain. Tanpa perlu menunggu perintah dia akan belajar saat waktunya tiba. Dan hanya akan main HP saat tugas sekolah maupun tugas dari bundanya sudah selesai dikerjakan.

Saat semester awal SMP dia mendapat peringkat terbaik di sekolahnya. Yang sayangnya tak dapat dia pertahankan di tahun-tahun berikutnya. Padahal yang saya amati tak ada yang banyak berubah dari cara belajarnya, tetap disiplin tanpa godaan berlebih dari lingkungan terutama dari gadget.

Saat itulah saya sempat menantangnya, “Kakak, ayah merasa kurang sregg dengan iklim kompetisi di sekolahmu hari ini. Kalau kau ingin tantangan yang sebenarnya maukah kau nanti sekolah SMA di tempat ayah dulu SMANSA Singaraja?”

Lalu saya lanjutkan lagi, “Sekolah yang bercorak egaliter, sekolah yang hanya melihat kemampuan siswanya tak memandang kau anak petani ataupun seorang putra bupati!“

Begitu saya berbusa membanggakan almamater saya. Mungkin ucapan ini yang ditangkap oleh jiwanya, jiwa muda yang ingin tantangan, keras tapi penuh sportifitas seperti yang pernah dirasakan ayahnya berpuluh tahun yang telah lewat.

Ya, begitulah manusia, dia lebih banyak mengingat hal-hal baik dari sebuah situasi dan cenderung ingin melupakan hal buruknya. Masa sekolah saya dulu di Singaraja juga begitu, banyak hal indah untuk dikenang tapi tak sedikit situasi buruk yang ingin saya kubur dalam di sanubari.

Cerita kurang baik ini sudah pernah saya tulis dan kirimkan beberapa ke media online di kota kita dan sampai dimuat biar sempat dibaca oleh khalayak yang luas. Salah satunya berjudul Gegar Budaya Si Anak Udik.  Tulisan itu menceritakan kisah kami si anak kampung yang berasal dari desa nun jauh dari kota.

Kami merasa tak bisa cepat beradaptasi dengan suasana baru, lingkungan baru yang jauh berbeda dengan keseharian kami di kampong. Saya sendiri di awal masa sekolah dihantui perasaan homesick yang parah. Hampir setiap ada kesempatan saya pulang kampung ke pelukan orang tua.

Tingkat kehadiran saya di kelas juga memprihatinkan, hampir 18 kali saya absen tanpa alasan, begitu termuat di rapport semesteran saya. Satu hal yang saya bahas di tulisan itu adalah kondisi terkini hari ini, dari kami alumni SMANSA Singaraja yang kebetulan berasal dari kampung yang sama dengan saya dan usianya juga sebaya dengan saya.

Secara umum mereka yang bisa melanjutkan kuliah selepas SMA menikmati kehidupan yang sukses dan bisa meningkatkan taraf hidup mereka. Tapi pada mereka yang mentok tak melanjutkan pendidikan, mungkin nasibnya tak seberuntung kita.

Seorang teman, adik kelas pas SMA dulu saat ini pulang kampung menjadi petani dan tetap melajang. Satu yang lain sekarang menjadi pasien rutin saya, dengan kesehatan fisik dan mental yang kurang begitu baik.

Penulis bersama anak dan istri di SMAN 1 Singaraja | Foto: Dok. pribadi

Mungkin cerita-cerita begini yang terlewat dari radar kita saat mengadakan reuni besar dulu. Mereka yang tak seberuntung kita, tak mampu lanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena kendala ekonomi padahal secara akademis cukup mumpuni. Mereka yang berasal dari pedalaman, yang tiba-tiba mengalami gegar budaya saat pertama tinggal di kota. Hal ini mau tak mau, suka tak suka akan mempengaruhi perkembangan psikologis nantinya, di sisa hidup mereka, betapapun kecilnya.

Barangkali ada baiknya, sebelum kita memilih sekolah kita mempertimbangkan hal-hal begini juga. Selain potensi akademis, kita juga perlu pertimbangkan kondisi perkembangan kejiwaan anak, tingkat kemandirian mereka. Dan yang tak kalah pentingnya juga kondisi ekonomi orang tuanya.

Sayang sekali anak-anak SMANSA yang berotak cerdas dan tak mampu melanjutkan ke bangku kuliah, kenapa tak dari awal mereka memilih sekolah vokasional misalnya. Dan hal hal begini jadi tanggung jawab siapa sebenarnya, orang tua, gurunya di sekolah? Lalu dimana peran pemerintah?

Mungkin terlalu melebar cerita saya. Singkatnya, sulung saya akhirnya sekolah di SMANSA Singaraja, menapaktilasi jejak bapaknya dengan memakai jalur nilai rapport SMP. Dan karena ini adalah permintaannya sendiri, jadi saya anggap saya sudah mempertimbangkan masak-masak untuk mengijinkannya sekolah di sini, dengan konsekuensi tinggal sendiri jauh dari kami kedua orang tuanya.

Setelah berjalan hampir 6 bulan, rasanya semua kekhawatiran saya tak terbukti. Enam bulan dilalui dengan baik, termasuk betah dia tinggal di sini. Dia tak mau sering ditengok orangtua ke sana, dan dalam sebulan tak mesti dapat pulang ke rumah  di Negara, tempat kami tinggal.

Sangat jauh berbeda dengan situasi yang dihadapi bapaknya  seperti tertulis di awal cerita ini.  Dan kalau ada teman-teman yang baca tulisan ini dan kebetulan bertemu dia di almamater kita, mungkin tak menyangka bahwa dia adalah anak saya.

Begitu masuk tahun ajaran baru, dia terpilih menjadi ketua kelas, sesuatu yang tak mungkin berani dilakukan bapaknya dulu. Beberapa saat kemudian dia mewakili kelasnya acara fashion show dalam rangka ulang tahun sekolah. Lalu terpilih lagi jadi ketua regu saat kemah akhir pekan sekolah di Desa Menyali. Beberapa hal yang rasanya mimpi untuk bisa saya lakukan saat SMA dulu.

Dan  terakhir yang membuat saya tak merasa cukup punya nasehat lagi untuknya adalah cerita istri beberapa hari yang lalu.

“Bunda, Kak Abi kemaren nembak teman cewek, tapi sayangnya ditolak!” Begitu curhatnya pada sang ibu.

Ya Tuhan, anak saya sudah jauh lebih progressif dibanding saya saat seusia dengannya. Bapaknya jangankan nembak cewek, ngomong sama teman wanita sudah gemetaran. Akhirnya memang begitu, like father, not like son. Kita kadang terlalu under-estimated pada anak-anak kita. Padahal kita belum tentu mampu lakukan apa yang mereka kerjakan saat seumuran mereka. Mudah-mudahan para sahabat banyak yang bernasib baik seperti saya. Tabikkk. [T]

Penulis: dr. Ketut Suantara
Editor: Adnyana Ole

Nasehat Seorang Kutu Buku Kepada Anak Lelakinya (Yang juga Mencintai Buku)
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa
Cerita Inspiratif Tentang Guru (Guru Saya)
Tags: anak-anakPendidikanSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [8]: Mobil Bergoyang Tengah Malam

Next Post

Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co