25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Melawan” Joged Porno di Media Sosial

Edo Hary Purnawan by Edo Hary Purnawan
February 2, 2018
in Feature

Foto: Edo

Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Pontianak. Sanggar Mendu namanya. Memang setelah menikah, ibu dilarang ayah menari di panggung. Alasannya karena sudah berkeluarga cukup mengurus suami dan anak saja. Karena itu saya tak pernah melihat ibu menari, layaknya penari zapin melayu, yang berpakaian tradisional melayu. Tapi mungkin karena darah, saya selalu terkesima melihat orang menari. Ibu juga masih tetap senang menari, walau hanya sebatas di acara pernikahan yang terkadang mengundang hadrah dan Sanggar Zapin Melayu.

Ketika bertugas menjadi video jurnalis di Bali, ada satu jenis tari di Bali yang selalu mengganggu pikiran. Bukan karena unik, tapi karena kontroversian dan dinilai vulgar. Yakni joged bumbung. Jika ketik kata “joged bumbung” pada kolom search di youtube, judul-judul seronok dan tak senonoh akan muncul. Misalnya; Joged Bumbung Paling Mesum dan Binal, Joged Bumbung Bali Hot, dan sejenisnya.

Sebagaimana tampak di media sosial itu, joged bumbung terbayang seperti penari striptis di bar-bar atau klub-klub malam. Bedanya di sana ada lampu remang-remang dan musik dengan tempo yang tinggi, dan terkadang ada tiang besinya. Tapi ini, yang ada hanya penari dengan baju tradisional yang kerap digrayangi pengibingnya. Pengibing biasanya berada di dekat panggung, sehingga penari dengan mudahnya memberi isyarat memanggil untuk menari bersama, mengikuti irama musik gamelan Bali tradisional.

Saya pikir joged bumbung memang begitu. Tapi saya salah.

Sebagai video jurnalis saya ditugaskan meliput agenda Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center, Denpasar. Saat melihat jadwal pementasan, perhatian saya tertuju kepada pementasan joged bumbung. Joged bumbung di ajang PKB itu ternyata berbeda dengan yang selama ini saya lihat di media sosial. Jika yang laris manis di media sosial terkenal karena erotis, joged bumbung yang dipentaskan di PKB justru diserbu penonton karena penarinya cantik, tariannya lincah dan sesuai pakem joged bumbung. Memang terdapat gerakan goyang pingggul, namun gerakannya lebih mengesankan keindahan ketimbang erotis.

Tahun 2015 lalu pertama kali saya melihat joged bumbung secara nyata di PKB. Joged itu dibawakan Sekaa Suara Mekar, Banjar Antap, Panjer Denpasar. Dari sekaa itu saya mendapat penjelasan yang adem. “Asal mula joged bumbung ini sebenarnya adalah dari para petani yang saat itu sedang melepas lelah, mereka lalu memainkan rindik, lalu ada yang menari. Inilah yang berkembang menjadi joged bumbung. Namun seiring perkembangan zaman terjadilah pergeseran dari segi gerakan. Jika menggoyangkan pinggul alias ngegol,  hanya dilakukan ke kiri dan ke kanan, kini malah maju ke depan dan ke belakang. Nah inilah yang sangat kami sayangkan”, ujar Koordinator Tim Kesenian Joged Bumbung Banjar Antap, Putu Juniarta, seusai pentas di PKB-37 tahun 2015.

Menurut saya joged bumbung yang tersaji di PKB ini jauh lebih berharga. Mereka yang tak ingin laris manis, namun santun dalam menari. Memang dalam setiap pentas joged bumbung, penari dengan paras cantik senantiasa mengundang penonton pria maupun wanita untuk diajak menari bersama, inilah yang diistilahkan dengan mengibing. Tak dapat ditampik, kadang kala pengibing melakukan gerakan nakal menggoda penari. Namun di sinilah keprofesionalan penari diuji, ia harus pintar mengatasi pengibing nakal, menjaga suasana tetap santun, tanpa menghilangkan unsur menghibur.

“Kan banyak penari joged bumbung isi unsur pornonya. Tiang (saya) ingin memberi contoh kepada seluruh pecinta seni, bahwa citra joged bumbung itu tidak seperti yang mereka kira,” tegas sang penari joged bumbung, Ni Luh Merianti.

Tentu saja, karena jogged bumbung adalah tarian bersifat partisipatif, yang mana selalu ada adegan mengajak penonton menari bersama. Tak jauh beda dengan Zapin Melayu, Jaipong Jawa Barat, Cokek Betawi. Dalam tari pergaulan itu, unsur hiburanlah yang ditekankan, bukan unsur erotis yang mengarah ke pornoaksi.

–

TAHUN 2016, saya kembali meliput PKB yang digelar untuk ke-38 kalinya ini. Di tanggal 25 Juni 2016, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendadak menyaksikan kesenian joged bumbung. Saya pun penasaran, apa yang akan diungkapkan Gubernur kalau saya menanyai tanggapannya tentang joged bumbung porno yang semakin marak tersebar di media sosial. Saat itu Gubernur dan tamunya dari Dewan Universitas Tsinghua Tiongkok, Chen Xu mampir sejenak melihat pementasan joged bumbung setelah membahas kerjasama di bidang pendidikan.

Kala itu joged bumbung dipentaskan oleh Sanggar Seni Kebo Iwa, Desa Sempidi, Kabupaten Badung. Pastika terlihat memberikan banyak penjelasan soal kesenian joged kepada tamunya. Setelah mereka beranjak, saya menghampiri dan menanyakan penampilan Joged yang tersaji.

“Sekarang sudah mulai bagus, sudah mulai mengerti etika. Saya kira mereka tidak usah terlalu mengikuti selera orang yang tidak bertanggungjawab. Kita harus menjaga joged bumbung supaya bisa jadi tari pergaulan yang baik,” kata Pastika. Saya langsung saja ke intinya, untuk menyinggung soal tayangan-tayangan joged porno yang menyebar secara viral di youtube serta media sosial lain. Tapi Pastika, memilih enggan menanggapinya. “Yang di youtube, mudah-mudahan nggak ada yang nonton,” tandasnya.

Tapi nyatanya video joged bumbung porno di media sosial itu sudah demikian banyak pengunjungnya. Dari seorang teman saya ketahui bahwa sebagian besar orang Bali merasa malu dengan unggahan joged bumbung erotis itu di media sosial. Banyak yang mengutuk, banyak yang meradang. Bahkan belakangan ada yang mengusulkan agar pemerintah di Bali atau pihak berwenang lain mengirim pesan ke youtube agar menghapus video joged bumbung yang bikin malu itu. Namun tentu saja hal itu tidak bisa dilakukan secara mudah. Banyak syarat yang mesti dilewati.

Bagi saya, cara melawan joged porno di media sosial adalah dengan ikut mengunggah lebih banyak video joged bumbung dengan pakem yang benar. Kita ikut mengunggah lebih banyak joged dengan penari yang cantik yang sangat trampil menari. Kita ikut mengunggah lebih banyak adegan-adegan interaktif antara penari joged dan pengibing. Misalnya adegan naik kuda atau adegan marah-marahan antara penari joged dan pengibing yang atraktif dan jenaka. Dan itu banyak dipertunjukkan dalam Pesta Kesenian Bali.

Dengan begitu, jika nanti ada yang mengklik joged bumbung di kolom search, yang keluar tentu banyak juga joged indah ketimbang joged bumbung erotis. Dunia akan melihat bahwa joged bumbung yang sebenarnya itu jauh lebih indah dari sekadar penari yang menggoyangkan pinggul muka-belakang. (T)

Tags: joged bumbungmedia sosialPesta Kesenian BaliSeni
Share82TweetSendShareSend
Previous Post

2017 & 2018, Anak Muda Bali Mesti Ambil Bagian

Next Post

Pesan Toleransi dari Dapur dan Toilet Umum

Edo Hary Purnawan

Edo Hary Purnawan

Lahir di Pontianak, sempat merantau ke Jakarta, Surabaya, Bali, dan kini terdampar kembali di Jakarta. Menjadi video jurnalis di sebuah stasiun TV nasional sembari giat belajar menulis

Related Posts

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails
Next Post

Pesan Toleransi dari Dapur dan Toilet Umum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co